KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 121 : Kemenangan


__ADS_3

"Sea Lin terus serap mereka!, aku akan melindungimu!" perintah Evan kepada Sea Lin.


"Baik !"


Evan terus bertarung dan membunuh musuh-musuhnya, sedangkan Sea Lin terus menyerap mayat-mayat yang telah dibunuh oleh Evan.


Evan melakukan hal itu agar Sea Lin meningkatkan kultivasinya dengan cepat, agar selain Evan akan ada orang kuat yang akan bisa melindungi yang lainnya dan agar Sea Lin bisa menjadi tangan kanan Evan kedepannya.


"Jenderal telah dibunuh, mereka sangat mengerikan!"


"Ayo kita mundur, aku tidak ingin mati disini!"


"Lariii.... kabuurr... musuh terlalu kuat mundurr...."


Para prajurit kerajaan Xiao yang ketakutan langsung kabur terbirit-birit.


"Jangan biarkan mereka kabur satu orang pun! bunuh mereka tanpa tersisa!" perintah Evan berteriak.


Para murid sekte dan tentara prajurit kota salju merah darah mendengarkan perintah Evan, pihak Evan mengejar dan membunuh para prajurit kerajaan Xiao hingga tidak ada yang tersisa satu prajurit pun.


Para Elemen mengejar dengan cepat beberapa kelompok prajurit musuh yang sudah kabur cukup jauh.


Bagian Petir, Angin, dan Api.


"Kalian ingin kabur apa sudah meminta ijin dariku?" tanya Angin yang bersama Petir dan Api menghadang para prajurit musuh.


"Kalian sudah tidak ada yang bisa melarikan diri!" ujar Petir.


"Yah, apa lagi aku belum cukup puas membunuh kalian!" ujar si Api.


"MATILAH !!" Petir, Angin, dan Api maju menyerang mereka seperti sedang bersenang-senang.


Bagian Daun, Air dan Tanah.


"Ternyata mereka sangat cepat larinya!" ucap Daun yang menghadang para musuh.

__ADS_1


"Penakut memang berlari lebih cepat dari kelinci!" ucap angin yang sedang bersiap-siap bertempur dengan elegan.


"Kalian terlalu banyak bicara, aku duluan! Hyaaa....!!" Tanah langsung menyerang mereka tanpa kesabaran.


"Cih, buru-buru sekali..." Ucap Air yang menyusul ikut menyerang dengan elegan dan rapi.


"Hmmm...., yang satu pria cantik yang letoy yang satunya pria Barbar...." Daun hanya diam berdiri dan menonton.


Diwaktu yang sama Evan dan Sea Lin terus bertarung bersama, Setelah cukup lama bertarung Sea Lin kini sudah berada ditingkat Ahli Silat level 9 dengan menyerap sekitar ribuan mayat prajurit musuh.


"Sudah dilevel berapa?" tanya Evan pada Sea Lin.


"Sudah berada ditingkat Ahli Silat level 9, tapi aku merasa sangat sulit untuk menerobos tingkatan ke tingkat Jenderal, padahal sudah menyerap begitu banyak mayat!" jawab Sea Lin.


"Kalau begitu pikirkan saja lagi nanti setelah kita menghabisi semua musuh yang ada didepan mata kita!, dan sekarang kita akan menyerap mayatnya sendiri-sendiri!" perintah Evan. Sea Lin pun mengangguk menuruti perintah Evan.


Mereka berdua pun menyerang dan bertarung lagi menghabisi para musuh dengan sangat cepat.


Waktu pun berlalu dengan cepat, pertarungan yang penuh darah dari pagi kini pun sudah berakhir disore harinya. pihak musuh sudah tidak ada yang tersisa satu orang pun sedangkan pihak Evan hanya sedikit yang gugur dan juga terluka karena adanya bantuan dari para Elemen.


Satu persatu Prajurit kota salju dan murid sekte berkumpul dibalai kota.


"Padahal sudah menyerap ribuan mayat hari ini, tapi mengapa tetap berada ditingkat yang sama?" keluh Evan yang bingung.


"Kau kira semudah itu meningkatkan level kamu?, walau pun kau sudah menyerap Ribuan Mayat tapi itu tidak seluruhnya terserap kedalam tubuhmu, karena hari ini kau menyerap begitu banyak sekali mayat, tapi 70% dari yang kau serap masih belum sepenuhnya masuk kedalam lautan spiritualmu, dan itu masih menjadi Energi yang kacau didalam tubuhmu, kau harus bermeditasi dan menetralkam energi yang kacau tersebut terlebih dahulu!" jawab Kegelapan memberitahu.


"Oooh... jadi seperti itu sebabnya.." Batin Evan yang mulai mengerti.


"Sudah tidak perlu terlalu dipikirkan, suruh mereka semua mengumpulkan mayat para prajurit musuh itu, setelah itu kau dan dia (Sea Lin) seraplah para mayat itu hingga tak bersisa dan setelah selesai menyerapnya kalian langsung saja bermeditasi untuk menetralkan energi spiritual yang kacau didalam tubuh kalian!" perintah kegelapan pada Evan.


Evan pun memerintahkan para murid dan prajurit kota salju untuk mengumpulkan para mayat musuh dipusat kota.


Para murid sekte dan prajurit kota menjadi bingung mengapa Evan menyuruh mereka untuk mengumpulkan mayat-mayat musuh dipusat kota, namun perintah Evan kini tidak terbantahkan mereka pun menuruti perintah Evan.


Sedangkan mayat para teman yang gugur dimakamkan dipemakaman prajurit.

__ADS_1


Satu persatu Elemen menghilang dan kembali kedalam tubuh Evan, sedangkan teman-teman Evan pun juga kembali dan menghampiri Evan yang sedang mengawasi para murid sekte dan prajurit kota mengumpulkan mayat dipusat kota.


"Evan mengapa kau mengumpulkan mayat-mayat musuh itu dipusat kota?" tanya Chu Xian bingung begitu juga teman-teman Evan yang lain yang merasa bingung.


"Sumber daya kultivasi yang bagus tidak boleh disia-siakan!" jawab Evan.


"Kau ingin menyerap mereka?" tanya Chu Xian lagi.


"Tidak hanya aku, Sea Lin pun juga!"


Chu Xian merasa bingung, apakah dia mau senang atau takut. ia ingin senang karena Sea Lin dapat meningkatkan kekuatannya dengan cepat, atau takut karena sumber daya untuk meningkatkan kekuata itu adalah manusia.


Melihat Chu Xian yang cemas sambil melihat ke arah Sea Lin, Evan pun memahami apa yang dipikirkan oleh Chu Xian, Chu Xian takut kalau Sea Lin akan ketagihan dan kehiangan kendali atas dirinya.


"Kamu tenang saja, ada aku yang akan terus menjaga Sea Lin dan kalian, aku berjanji padamu bahwa apa yang kau khawatirkan (takutkan) tidak akan pernah terjadi!" ucap Evan menenangkan Chu Xian yang sangat peduli pada kekasihnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...



...JANGAN LUPA DI LIKE DAN KOMENT...


...Dan gender authornya cowo biar gak penasaran lagi😁...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


......................

__ADS_1


......................


......................


__ADS_2