
Sementara itu didalam Gua Gravitasi, tampak Evan telah selesai beristirahat dan menenangkan energi Bintang yang ada didalam tubuhnya.
Perlahan Evan membuka matanya dan menghela nafas, kemudian Evan pun bangkit berdiri dan dan bersiap melanjutkan perjalanannya masuk semangkin jauh kedalam Gua Gravitasi.
"Aku tebak pasti setelah ini adalah siksaan dari Elemen Petir!" kata Evan menebak siksaan yang akan dia hadapi berikutnya.
Kemudian Evan mencoba mengulurkan tangannya lagi, dan benar saja apa yang diperkirakan oleh Evan, baru kurang dari sedetik tangan Evan langsung disambar oleh ratusan petir yang sangat kuat.
Seketika Evan langsung menarik tangannya kembali.
"Ssshh!...., sepertinya siksaan yang terakhir ini lebih kuat dari empat siksaan sebelumnya!" kata Evan.
Kemudian disaat Evan ingin mengeluarkan Armor Spirit miliknya, seketika Elemen Bintang langsung melarang dan menghentikan Evan.
"Jangan gunakan Armor Spirit jika kamu ingin meningkatkan Kekuatan Raga milikmu!" ujar Elemen Bintang kepada Evan.
"Baiklah!" kata Evan setuju tanpa ragu.
Sementara itu diluar Gua Gravitasi, tampak semua orang yang sedang menanti pergerakan Evan pada Papan Nama Peringkat.
"Sudah dua jam, kenapa Jenderal Evan Li masih belum bergerak juga?, apakah dia sedang mengalami masalah?" ujar Tetua Hua merasa khawatir.
Namun tiba-tiba seseorang murid yang sedang memperhatikan Papan Nama Peringkat berteriak.
"Bergerak!, Jenderal Evan Li mulai bergerak lagi!" kata murid tersebut hingga mrngejutkan semua orang yang ada ditempat tersebut.
Sementara itu didalam Gua Gravitasi, tampak Evan yang kemudian maju melangkah tanpa perlindungan dan pertahanan dari Armor Spirit pada tubuhnya, baru saja Evan masuk ke titik sejauh 881 meter kedalam Gua, seketika tubuh Evan langsung menerima siksaan dan serangan dari ribuan petir yang menyambar.
Dengan langkah kaki yang sangat berat karena tekanan Gravitasi dan Roh yang menekannya, Evan terus maju selangkah demi selangkah sambil menahan dan menerima ribuan serangan dari ribuan petir yang menyambar tubuhnya.
__ADS_1
Semangkin Evan melangkah lebih jauh kedalam Gua maka sambaran petir juga ikut semakin bertambah kuat, Evan terus maju melangkah tanpa henti walau harus menerima puluhan ribu petir yang menyerang dan menyambar tubuhnya, hingga akhirnya Evan berhasil sampai pada titik sejauh 892 meter kedalam Gua Gravitasi.
Sementara itu diluar Gua Gravitasi, tampak semua orang yang sedang fokus melihat dan memperhatikan nama Topeng Perak yang sudah akan melewati nama Hua Ming Zi sang Peringkat pertama Papan Nama Peringkat.
"Jenderal Evan Li sebentar lagi sudah akan melewati peringkat nomor satu Putraku Hua Ming Zi, saat itu Hua Ming Zi menghabiskan waktu selama dua setengah hari baru mendapatkan peringkat satu dalam Papan Nama Peringkat, tetapi Jenderal Evan Li hanya menghabiskan waktu selama kurang dari satu hari sudah akan melewati Hua Ming Zi!" kata Tetua Hua merasa takjub dan kagum kepada Evan melebihi putranya sendiri.
"Bagaimana bisa kamu membandingkan Jenderal Evan Li dengan Putramu yang sudah meninggal?, Jenderal Evan Li ini memang seorang jenius berbakat yang bahkan tidak bisa ditemukan dalam waktu seribu tahun, tidak bisa disamakan atau dibandingkan oleh siapapun!" kata Tetua Hong yang juga merasa sangat takjub dan kagum pada Evan.
"Kalian berhentilah berbuat keributan dan jangan berisik, lihat! sepertinya Jenderal Evan Li berhenti bergerak lagi!" kata Tetua Meng yang sedang fokus melihat dan memperhatikan pergerakan Nama Topeng Perak di Papan Nama Peringkat.
Mendengar hal itu, seketika Tetua Hua dan Tetua Hong langsung menoleh dan kembali fokus untuk melihat dan memperhatikan pergerakan pada Nama Topeng Perak di Papan Nama Peringkat.
"Kenapa Jenderal Evan Li berhenti bergerak lagi?, apakah telah terjadi masalah didalam Gua Gravitasi?" ujar Tetua Hua merasa heran.
Sementara itu didalam Gua Gravitasi, tampak Evan yang telah sampai pada titik sejauh 896 meter kedalam Gua Gravitasi.
Petir demi Petir semakin bertambah banyak dan semakin kuat menyambar dan menyerang tubuh Evan, tidak hanya itu saja bahkan tekanan Gravitasi dan Roh juga semakin bertambah kuat menekan Tubuh dan Jiwa Evan.
Kulit wajah Evan menjadi semakin menghitam dan mengering hingga mengelupas sedikit demi sedikit.
Namun tak lama kemudian akhirnya Evan berhasil meningkat kekuatan Raga miliknya ke tingkat empat.
"RAAAAAAAAARRGG!!" teriak Evan dengan sangat kencang.
Kulit tubuh Evan sedikit demi sedikit retak dan pecah, disetiap celah retakan dan pecahan ditubuh Evan mengeluarkan sebuah cahaya terang.
Hingga kemudian akhirnya seluruh kulit Evan pecah dan hancur seketika dengan sebuah cahaya terang yang keluar dari tubuh Evan.
"RRAAAAAAAARRGG!!!" Evan berteriak dengan sangat kencang, hingga akhirnya suara teriakan Evan perlahan mulai menjadi pelan yang bersamaan dengan cahaya terang yang keluar dari tubuh Evan juga mulai meredup.
__ADS_1
Setelah cahaya meredup, tampak Evan yang sudah kehilangan pakaian bagian atasnya (baju) sedangkan dengan pakaian bagian bawah (celana) masih terlihat utuh.
Dengan tubuh yang penuh otot Evan berdiri tegak ditengah tekanan gravitasi dan ribuan petir yang menyambar tubuhnya, tanpa merasakan sakit dan tekanan apapun pada tubuhnya.
Tampak Evan yang sangat merasa senang dan kegirangan karena telah berhasil meningkatkan kekuatan Raga miliknya yang telah naik ke Tingkat Empat.
"Akhirnya aku berhasil meningkatkan kekuatan raga milikku ke tingkat empat, sekarang tubuhku telah menjadi sangat kuat, bahkan siksaan elemen Petir ini sama sekali sudah tidak bisa menyakiti dan melukai tubuhku lagi, Hahaha hebat!" kata Evan merasa sangat senang dan gembira.
Disaat Evan yang masih merasa senang karena telah berhasil menaikkan kekuatan raga ke tingkat empat, tiba-tiba suara Elemen Bintang terdengar didalam pikiran Evan.
"Kamu jangan merasa terlalu senang dan gembira, apa lagi merasa puas, jika aku memiliki satu persen dari kekuatanku dulu, maka aku bisa membunuhmu dari jarak jutaan mil hanya dengan satu jariku saja!" ujar Elemen Bintang kepada Evan.
Mendengar perkataan Elemen Bintang, seketika Evan langsung terkejut dan menjadi diam.
"Hanya dengan satu jari bisa membunuh seseorang dari jarak jutaan mil?" kata Evan merasa sangat terkejut.
"Hem, kekuatan kamu sekarang masih terlalu lemah, dihadapan kekuatan absolut kamu hanya bagaikan seekor semut yang bisa bisa dibunuh hanya dengan satu jentikan jari saja, jadi jangan terlalu bangga!" kata Elemen Bintang meremehkan Evan.
Namun kemudian Elemen Logam dengan cepat langsung membungkam mulut sombong Elemen Bintang.
"Evan, kamu jangan dengarkan perkataan Kakak Elemen Bintang, dia dari dulu memang sangat sombong dan dingin. Kamu ambilah makna dan intinya saja, sekarang kekuatan kamu memang belum bisa dikatakan kuat, kami akui bahwa kamu memang seorang jenius dan memiliki bakat yang hebat, tetapi kamu harus tetap rajin berlatih dan mengembangkan kekuatan!" ujar Elemen Racun mengingatkan Evan.
"Baiklah, aku pasti akan rajin berlatih dan mengambangkan diri, agar menjadi yang paling kuat!" kata Evan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
__ADS_1
......................
......................