KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 487 : Cerita Ririn


__ADS_3

"Baiklah, aku akan melanjutkan ceritanya. Tapi kamu harus berjanji tidak akan menertawakan aku lagi," pinta Ririn.


"Baiklah, aku berjanji!" ucap Evan meyakinkan.


Mendengar itu, kemudian Ririn pun tersenyum dan melanjutkan ceritanya.


"Semula hutan yang terbagi menjadi lima wilayah kekuasaan itu baik-baik saja. Semua hewan yang ada di hutan tidak ada yang saling mengganggu. Namun suatu hari, seekor Hewan Monster Macan Kumbang Tingkat Lima yang berasal dari hutan lain, datang menggangu ketentraman di lima wilayah hutan tempat aku tinggal."


"Dengan menggunakan Kekuatannya yang merupakan Hewan Monster Tingkat Lima, Hewan Monster Macan Kumbang tersebut berhasil menundukkan dua Hewan Monster dan menguasai dua wilayah kekuasaannya. Semula aku tidak peduli dengan apa yang terjadi di antara Para Hewan Monster itu. Hingga suatu hari, karena serangan yang dilakukan oleh kelompok Monster Macan Kumbang, kelinci putih kesayanganku mati terkena serangan mereka."


"Melihat kelinci putih kesayanganku mati, aku yang marah langsung pergi membunuh salah satu Hewan Monster Penguasa yang merupakan bawahan Hewan Monster Macan Kumbang. Dan karena tindakanku itu, Macan Kumbang menjadi marah dan berbalik menyerang ku. Aku yang saat itu masih berumur delapan tahun belum memiliki kekuatan untuk mengalahkannya. Alhasil saat aku diserang oleh Macan Kumbang dan bertarung dengannya, aku pun kalah dan terluka. Namun untungnya, walaupun aku terluka, aku berhasil kabur menyelamatkan diri."


"Tiga hari setelah pertarungan aku dengan Macan Kumbang, tiba-tiba aku didatangi oleh dua Hewan Monster Penguasa yang masih belum ditundukkan oleh Macan Kumbang. Aku pikir mereka akan menyerang dan membunuhku, tetapi ternyata mereka datang untuk mengajakku bekerjasama untuk mengalahkan Macan Kumbang."


"Awalnya aku ragu. Tetapi setelah mengingat Kelinci Putih Kesayangan ku yang mati dibunuh oleh kelompok Macan Kumbang, akhirnya aku pun setuju untuk bekerjasama dengan mereka. Setelah luka akibat pertarungan ku dengan Monster Macan Kumbang sebelumnya pulih, aku dan kelompokku pun langsung pergi menyerang kelompok Monster Macan Kumbang. Alhasil karena jumlah kami yang lebih unggul, akhirnya Monster Macan Kumbang berhasil kami bunuh, dan pertarungan pun dimenangkan oleh kelompok kami."


"Setelah hari itu, tidak pernah ada lagi Hewan Monster dari luar wilayah hutan tempat kami tinggal yang datang menyerang lagi." kata Ririn menyelesaikan ceritanya.


"Sungguh cerita yang bagus. Jika kamu tidak cerita, mungkin aku tidak akan pernah tahu kalau kamu pernah punya pengalaman seperti ini" Evan yang merasa senang mengusap kepala Ririn.


"Sebenarnya tidak penting, apakah ceritanya bagus atau tidak. Tetapi yang penting adalah Pengalaman dan Pelajaran yang ada di dalamnya. Apakah kamu tidak menyadari, cerita yang aku ceritakan tadi hampir sama dengan masalah yang sekarang sedang kamu hadapi?" ujar Ririn sembari tersenyum.

__ADS_1


Sontak, mendengar perkataan Ririn, Evan pun akhirnya menyadari banyaknya kesamaan antara cerita Ririn dengan masalah yang sekarang sedang dihadapinya.


"Terima kasih Ririn. Jika kamu tidak mengatakannya mungkin aku tidak akan menyadarinya," Evan yang merasa sangat senang langsung memeluk Istrinya.


"Baguslah, kalau kamu sudah menyadarinya. Jadi sekarang, kamu tahu kan, apa yang harus kamu lakukan untuk menghadapi masalah ini?"


"Yah, aku sudah tahu!" ucap Evan kembali bersemangat.


"Sekarang yang paling penting yang harus aku lakukan terlebih dahulu adalah mengalahkan Wu Shen dan merebut kembali Kerajaan Gu. Akan aku tunjukkan kepada semua orang, kalau aku, Evan Li, Jenderal Besar Penguasa Provinsi Nanzhou memiliki kemampuan dan kekuatan untuk bersaing dengan Kerajaan Xiao." kata Evan penuh semangat dan ambisi.


Melihat Evan yang bersemangat kembali, kemudian Ririn ikut merasa senang dan tersenyum.


"Ya sudah, karena kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan, sekarang kamu tidurlah. Kamu sudah memikirkan banyak hal hari ini, kamu pasti lelah. Kamu istirahatlah," ujar Ririn penuh perhatian.


"Baiklah. Kalau kamu tidak ingin tidur dan ingin berlatih, apakah kamu tidak ingin memberikan ciuman selamat malam kepadaku dan anakmu?" pinta Ririn dengan manjanya.


Mendengar permintaan Ririn yang ingin ciuman selamat malam, kemudian dengan senang hati Evan mencium kening Ririn dan Bayi yang ada di dalam perutnya.


 


Sesaat setelah itu, terlihat Evan yang sedang duduk bersila di satu ruangan khusus di kediaman Jenderal.

__ADS_1


Setelah fokus, kemudian Evan masuk ke dalam lautan spiritual miliknya.


"Kakak-kakak, sebenarnya apa yang kalian lakukan hari ini? Kenapa tidak ada yang membantuku memikirkan masalah hari ini?"


"Boro-boro, kami membantu memikirkan masalah kamu di dunia luar. Kami sendiri disini sedang bingung memikirkan Jiwa Petarung milikmu yang tiba-tiba mengalami perubahan," jawab Elemen Api yang sedang melihat ke arah Jiwa Petarung milik Evan.


"Perubahan pada Jiwa Petarung milikku? Memang apa yang terjadi pada Jiwa Petarung milikku?" tanya Evan merasa bingung dan penasaran.


"Kamu tenang saja, tidak ada hal buruk yang terjadi pada perubahan Jiwa Petarung milikmu." ujar Elemen Petir mendekati Evan.


"Hanya saja, sepertinya kemampuan yang kamu miliki telah bertambah semakin banyak. Mungkin saat ini kamu belum menyadarinya, tetapi setelah kamu mencobanya kamu pasti akan menyadarinya." lanjut Elemen Petir.


"Ayolah, kalian jangan berbelit-belit, jangan membuat aku bingung. Kalian katakan, apa yang sebenarnya terjadi pada Jiwa Petarung milikku? Dan kemampuan apa yang bertambah semakin banyak?" ujar Evan meminta penjelasan yang tidak berbelit-belit.


"Kamu lihatlah perubahan yang terjadi pada Jiwa Petarung milikmu terlebih dulu. Setelah kamu melihatnya aku akan menjelaskannya padamu." ujar Elemen Petir menyuruh Evan.


Kemudian Evan mendengarkan perkataan Elemen Petir. Sebelum mendengarkan penjelasan dari Elemen Petir, kemudian Evan melihat Perubahan apa saja yang terjadi pada Jiwa Petarung miliknya.


Di sana Evan melihat Perubahan yang terjadi pada Jiwa Petarung miliknya. Mata yang sebelumnya berwarna Hitam Kegelapan, sekarang telah berubah menjadi berwarna emas. Tangan kanan yang sebelumnya kosong, kini muncul Sebuah Lingkaran Portal atasnya. Dan dada yang sebelumnya ber-pelindungkan Armor Emas, kini berubah menjadi Armor Kristal Berwarna Biru Transparan.


"Jiwa Petarung milikmu mengalami perubahan pada Mata, Portal yang ada di tangan kanan, dan Pelindung Dada. Perubahan yang terjadi kali ini sama dengan Perubahan yang terjadi beberapa waktu lalu. Perubahan saat itu adalah meningkatnya kemampuan Pemahaman kamu tentang Elemen Logam, setelah munculnya Sebilah Belati Perak di tangan kiri. Jadi menurut perhitungan kami, Perubahan kali ini pasti juga akan membawa peningkatan pada kemampuan milikmu. Karena Perubahan yang terjadi ada pada Mata, Portal yang muncul di tangan kanan, dan Pelindung Dada mungkin Peningkatan kali ini akan ada pada kemampuan Mata, Portal, dan Kekuatan Pertahanan Dada kamu." kata Elemen Petir menjelaskan kepada Evan yang masih sedang melihat ke arah Jiwa Petarungnya.

__ADS_1


*******


__ADS_2