
Sang Ratu Siluman seketika langsung terkejut, mendengar ucapan Evan yang mengetahui identitas aslinya. Akan tetapi karena itu Sang Ratu Siluman akhirnya mengetahui, siapa orang yang menggunakan kekuatan Jiwa untuk menguping pembicaraannya sebelumnya. Dan setelah mengetahui hal itu, maka Sang Ratu Siluman pun menjadi semakin marah kepada Evan.
"Oohh jadi kamulah orang yang sebelumnya mencoba menguping pembicaraanku dengan kekuatan Jiwa?" tanya Sang Ratu Siluman.
"Maafkan atas ke lancangan Saya, Ratu, aku hanya penasaran saja!" ucap Evan dengan sangat santainya. "Namun aku sungguh tidak menyangka, kalau ditengah-tengah Wilayah Hutan Lembah yang sangat besar ini, ternyata ada Sang Ratu dari Kerajaan Siluman yang ikut hadir dalam peperangan melawan Kerajaan Iblis!" lanjut Evan mulai menjalankan rencananya.
Sementara itu disisi lain, Sang Ratu Siluman semakin tidak menduga kalau manusia yang ada dihadapannya, telah banyak mengetahui rahasia besarnya.
"Sepertinya kamu terlalu banyak mengetahui rahasia yang kami miliki," kata Sang Ratu Siluman merasa tidak senang. "Apakah kamu tahu, orang yang mengetahui banyak rahasia orang lain akan selalu berumur pendek?" kata Sang Ratu Siluman sambil mengeluarkan niat membunuh, yang ditujukan untuk menekan Evan.
Dibawah tekanan niat membunuh yang dikeluarkan oleh Sang Ratu Siluman, tampak Evan yang masih berdiri tegak sambil tersenyum dengan sangat santai.
"Aku sarankan agar Ratu tidak membunuhku!" ucap Evan mencoba memperingati Sang Ratu Siluman. "Karena sebelum Ratu membunuhku, Ratu akan mati terlebih dahulu di tanganku!" ucap Evan sambil tersenyum tipis kepada Sang Ratu Siluman yang nyawanya telah berada ditangan Evan.
Mendengar perkataan Evan yang sedang memperingati dirinya, maka Sang Ratu Siluman seketika merasa sangat terkejut.
Terlihat sebuah Jarum Perak yang dikendalikan oleh Evan, telah siap untuk menusuk leher Sang Ratu Siluman kapan saja. Menyadari keberadaan Jarum Perak yang siap menusuk lehernya tersebut, maka Sang Ratu Siluman langsung menghilangkan niat membunuh miliknya.
Sementara itu disisi lain, tampak Evan yang masih saja tersenyum dengan ekspresi liciknya.
"Manusia, kamu terlalu licik! Aku tidak menyangka, kalau kalian Ras manusia akan menggunakan cara licik seperti ini untuk menekan diriku!" ucap Sang Ratu Siluman merasa sangat kesal dan geram kepada Evan.
"Wahai Ratu, kamu jangan berkata seperti itu! Jangan karena aku menggunakan cara seperti ini untuk menekan mu, maka Ratu boleh seenaknya mengatakan kalau kami Ras manusia, semuannya adalah orang licik!" kata Evan merasa tidak senang dengan ucapan yang dikatakan oleh Sang Ratu Siluman.
__ADS_1
"Jika bukan karena Ratu yang ingin membunuh aku terlebih dahulu, aku juga tidak ingin menekan Ratu dengan cara seperti ini!" kata Evan sambil menarik kembali Jarum Perak yang dikendalikan oleh dirinya.
Kemudian Jarum Perak yang berada di dekat leher Sang Ratu Siluman, seketika kembali kepada Evan dan masuk ke dalam Cincin Penyimpanan.
Setelah Evan menarik kembali Jarum Perak miliknya, tampak dirinya dan Ratu Siluman saling bertatapan dengan raut wajah serius.
"Sepertinya keraguanku memang tidak salah, kamu dan kelompok kamu memang bukan Para Pemburu biasa!" kata Sang Ratu Siluman yang kini menjadi yakin atas keraguannya sebelumnya. "Sekarang aku ingin kamu menjawab dengan jujur, siapa kalian sebenarnya? Jika kamu tidak menjawab dengan jujur, maka jangan salahkan aku bertindak kejam kepada kalian semua!" lanjut Sang Ratu Siluman bertanya dengan memberikan ancaman.
"Haha Ratu terlalu meremehkan kami! Walaupun kami tidak memiliki kemampuan untuk mengalahkan Pasukan Besar mu, tapi kami yakin, kalau kami bisa menghancurkan perkemahan kalian, dan kami juga yakin masih bisa kabur dengan selamat!" kata Evan dengan penuh keyakinan dan percaya diri.
"Dan jika pada saat itu tiba, maka nantinya kalian tidak hanya tidak bisa menghabisi kami, tetapi kalian juga akan dikalahkan, bahkan dilenyapkan oleh Pasukan Iblis! Jadi Ratu, kamu jangan bertindak dan bersikap sembarangan kepada kami!" lanjut Evan mulai membuat Sang Ratu Siluman merasa terjebak oleh siasatnya.
Mendengar perkataan Evan yang ada benarnya, maka Sang Ratu Siluman kini benar-benar merasa sangat geram.
Mendengar itu, maka Evan pun langsung tertawa dengan sangat gembira.
"Ha-ha-ha aku suka dengan sikap Ratu yang tidak ingin berbasa-basi ini," ucap Evan dengan sangat gembira. "Sebenarnya tujuanku melakukan semua ini hanyalah satu, yaitu aku ingin bekerja sama dengan Ratu beserta Pasukan untuk mengalahkan Pasukan Iblis dan memenangkan peperangan ini!" kata Evan mengatakan tujuan sebenarnya melakukan semua itu kepada Sang Ratu Siluman.
Mendengar perkataan Evan yang ingin melakukan kerjasama, seketika membuat Sang Ratu Siluman merasa sangat terkejut dan juga bingung.
"Bekerjasama? Apakah kamu tidak sedang salah bicara? Kamu melakukan semua ini, hanya karena ingin melakukan kerjasama dengan kami untuk mengalahkan Pasukan Iblis?" ujar Sang Ratu Siluman yang benar-benar merasa sangat bingung dengan Evan.
"Yah, tentu saja Kerjasama, tetapi ini bukanlah sebuah Kerjasama biasa!" ujar Evan sebelum Evan melanjutkan kalimatnya.
__ADS_1
"Tunggu, Tunggu!" ucap Sang Ratu Siluman yang tiba-tiba memotong kalimat Evan. "Kamu mengatakan, kalau kalian ingin bekerjasama dengan kami mengalahkan Pasukan Iblis, tetapi setelah pengalaman aku berbicara dengan kamu, aku memiliki firasat kalau dibalik kerjasama yang kamu katakan, pasti ada sebuah maksud terselubung yang kamu sembunyikan!" lanjut Sang Ratu Siluman merasa waspada kepada.
"Apakah Ratu sedang merasa curiga padaku?" ujar Evan yang merasa sedikit tidak nyaman dengan perkataan yang diucapkan oleh Sang Ratu Siluman.
"Cih, setelah apa yang kamu lakukan padaku, siapapun pasti akan merasa curiga! Aku tidak setuju dengan Kerja sama ini!" kata Sang Ratu Siluman menolak kerjasama yang ditawarkan Evan dengan lugas.
"Astaga, sepertinya kali ini alurnya malah jadi berbelok, ini semua tidak sesuai dengan apa yang telah aku perkirakan!" batin Evan dalam hatinya.
Melihat jalan cerita tidak sesuai dengan apa yang diperkirakan oleh Evan, maka Evan pun mencoba meyakinkan Sang Ratu Siluman dengan berbagai macam cara, agar Sang Ratu Siluman dapat setuju bekerjasama dengannya.
"Ratu Siluman, percayalah padaku, aku ingin melakukan kerjasama ini semuannya dengan jujur dan bersih, aku sama sekali tidak ada maksud terselubung yang aku sembunyikan!" kata Evan mencoba meyakinkan Sang Ratu Siluman agar dapat setuju bekerjasama dengannya.
Namun Sang Ratu tetap tidak percaya kepada Evan, dan Ia tetap menolak kerjasama yang Evan tawarkan kepadanya.
"Aku tidak percaya, walaupun kamu mencoba membujukku seperti apapun, aku tetap tidak akan percaya kepadamu! Jadi berhentilah membujukku untuk bekerja sama denganmu!" ujar Sang Ratu Siluman bersikukuh menolak bekerjasama dengan Evan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
__ADS_1
......................