
Diwaktu yang sama jenderal Seng Ki dan Jenderak Mo Xiqi yang sedang mengejar rombongan murid yang dibawa oleh mentor Chu Xian dihentikan oleh Tetua Ao Ling, Tetua Luo Shan Qi, Kakek Jing dan Teman-Teman Evan yang lainnya.
"Berhenti !" teriak Tetua Ao ling menghentikan mereka dengan sebuah serangan.
Kemudian Tetua Ao Ling dan yang lainnya berhenti berdiri dihadapan Jenderal Seng Ki dan Mo Xiqi beserta prajurit yang mereka bawa.
"Kalian ingin mengejar para murid maka langkahi dulu mayat kami !" ucap Tetua Luo Shanqi menantang dan menghadang dengan tegas.
Tidak ingin lama-lama, Jenderal Seng Ki dan Mo Xiqi tanpa basa-basi langsung memerintahkan para prajurit mereka untuk langsung menyerang siapapun yang menghalangi mereka.
"Jangan menghalangi jalan kami!!, SERAANNG !!." seru Jenderal Seng Ki memberi perintah kepada para prajuritnya.
Pertempuran pun tak terelakan, Para Tetua dan Teman-teman evan bertempur habis-habisan melawan Jenderal Seng Ki dan Jenderal Mo Xiqi dan para Prajurit kerajaan Xiao.
Namun keadaan mulai tidak menguntungkan ketika dua pengkhianat Tetua kedua Mo ling dan Tetua Keenam Mo Wu Zhang menyerang Evan yang seorang diri.
Evan yang baru saja membunuh enam murid elite yang berkhianat kini dihampiri lagi oleh dua pengkhianat yaitu Tetua kedua Mo Ling dan Tetua keenam Mo Wu Zhang.
"Tak kusangka kau ternyata hebat juga mampu mengalahkan 6 murid elite sendirian" kata Tetua Mo Wu Zhang kepada Evan.
Tetua Mo ling menghampiri Evan dari belakang, kemudian Evan pun berbalik badan melihat kearah Tetua Mo ling dengan tatapan dingin dan kejamnya.
"Hehh....., akhirnya para pengkhianat lainnya telah menampakan diri!" ucap Evan mencibir dengan tatapan dan senyumnya yang dingin.
Dan kemudian datang lagi Tetua Mo Wu Zhang dari arah yang sebaliknya, dan sekarang Evan pun sudah dikepung dari dua arah yaitu depan dan belakang.
Evan sedikit ragu bahwa dia akan bisa menang melawan mereka berdua karena dia kini hanya memiliki Elemen Daun saja sebagai kekuatannya.
"Aku tak mengira bahwa hari ini aku akan bisa membalas kekalahanku waktu itu, saat itu kau mempermalukan aku, sekarang aku pasti akan membunuhmu!" ucap Tetua Mo Wu Zhang yang berniat ingin membunuh Evan.
"Jangan banyak bicara dan omong kosong, kalian berdua Majulah!."ujar Evan menantang.
Kemudian Pertempuran hebat dua lawan pun terjadi, yaitu Evan melawan Tetua Kedua Mo Ling dan Tetua Keenam Mo Wu Zhang.
"Rumput Jalar Pengikat, Serang!" seru Evan mengeluarkan serangan dua arah ke kanan dan kiri yaitu Tetua Kedua Mo Ling dan Tetua Kedua Mo Wu Zhang.
Namun serangan Rumput Jalar Pengikat Evan dengan sangat mudahnya dihindari oleh kedua lawannya dengan melompat ke udara, dan juga selagi mereka berada diudara mereka sekaligus langsung menyerang ke arah Evan dengan cepat dari dua arah.
Evan yang sigap berhasil menghindari serangan dua arah tersebut.
__ADS_1
Namun pertempuran hebat itu tak berlangsung lama, Evan yang hanya memiliki Elemen Daun saja sangat sulit untuk menyerang karena gerakannya yang lambat, bahkan Evan juga tidak memiliki pertahanan yang kuat untuk bertahan dan juga sulit untuk menghindar dari serangan yang dilancarkan oleh kedua lawannya.
Hanya dalam beberapa saat Evan pun mulai terpojok dan kehabisan Aura maupun tenaga.
Sedangkan Tetua kedua dan Tetua keenam tertawa melihat Evan yang sudah terpojok melawan mereka.
"Hahahaha!...., kau tak mengiranya bukan, kalau kau akan dalam posisi seperti sekarang ini?." kata Tetua keenam Mo Wu Zhang menertawakan Evan.
Diwaktu yang sama para Elemen juga telah mulai kehabisan sumber energi aura spiritualnya, kecuali Elemen kegelapan yang malah semakin lama malah semakin kuat karena menghisap seluruh mayat-mayat prajurit yang terbunuh.
Elemen Kegelapan yang bertarung bersama dengan Petir khawatir, ketika melihat bahwa Elemen Petir tampak telah mencapai ambang batasnya.
"Petir.....!?" ucap Elemen Kegelapan melihat Elemen Petir yang sudah berada diambang batasnya.
"Aku sudah mencapai batasku, mungkin yang lainnya juga tidak lebih baik dariku, sekarang kami hanya bisa mengandalkanmu." ucap Elemen Petir kepada kepada Elemen Kegelapan.
"Baik, kalian tenang saja, aku pasti akan berusaha sebaik mungkin!" kata Elemen Kegelapan menganggukan kepalanya.
Mendengar itu Elemen Petir tersenyum dan mengangkat kepalanya.
"Baiklah ayo kita bermain sekali lagi!!." kata Elemen Petir yang tampak bersemangat dan mengeluarkan Energi Petir dari tubuhnya.
"GELOMBANG PETIR DAHSYAT !!!" teriak Elemen Petir mengeluarkan dan menciptakan sebuah gelombang Energi Petir yang sangat kuat dari tubuhnya.
Seluruh prajurit yang berada dalam radius 30 meter disekitarnya musnah seketika bersama Elemen Petir yang meledakan tubuhnya.
Evan merasakan bahwa petir sudah kembali dalam tubuhnya karena kehabisan energi aura spiritual.
Diwaktu yang sama, air juga kehabisan aura miliknya dan meledakan diri dan menghempaskan semua prajurit yang ada disekitarnya. "kalian pergilah keneraka, GELOMBANG TSUNAMI !!"
Diwaktu yang sama Angin yang melindungi rombongan murid yang bersama dengan tetua Long Qi juga ikut kehabisan energi aura spiritual dan ikut menghilang dengan serangan terakhirnya juga.
"TINJU DEWA, GERAKAN KESEPULUH ! SERIBU TINJU KEMATIAN !!."
Diwaktu yang sama lainnya juga, Api yang tadinya unggul melawan jenderal Tong kini menjadi berbalik. Api yang kehabisan aura mulai dipojokan oleh jenderal Tong.
"Aku harus bisa mengalahkannya dengan serangan terakhir ini, jika tidak bisa aku juga harus membuatnya terluka parah!" pikir Elemen Api dalam hatinya yang sedang mengatur strategi bertempur.
"Sial, hanya kloningan saja tapi membuatku hingga dalam posisi seperti ini, tapi sepertinya dia sudah kehabisan energinya!." gumam jenderal Tong dalam hatinya sembari melihat Elemen Api yang sudah tampak melemah.
__ADS_1
"JURUS PEMBUNUH, PEDANG TIGA PHOENIX !!." Seru Elemen Api mulai maju menyerang lebih dulu dengan pedang yang mengeluarkan Energi Api yang merah membara.
Melihat Elemen Api yang telah maju menyerang, Jenderal Tong pun tidak hanya tinggal diam menerima serangan.
"RAJA GAJAH MEMBELAH BUMI !!" seri jenderal Tong mengeluarkan jurus yang berupa seekor Gajah berwarna kuning untuk bertahan.
"Pertahanan seperti itu tak akan bisa menahanku!. Serangan Pertama, Phoenix Membakar Gunung!!" Elemen Api mengayunkan pedangnya dan langsung menebas dan membelah dua jurus Gajah Membelah Bumi milik Jenderal Tong dengan sangat mudahnya.
Tidak berhenti sampai disitu saja, Elemen Api terus maju untuk menyerang.
"Serangan Kedua, phoenix Menusuk Bumi !!" seru Elemen Api mengayunkan pedangnya secara vertikal ke bawah.
Namun serangan kedua dari Elemen Api dapat dihindari oleh Jenderal Tong dengan bergerak ke arah kanan.
Namun tak hanya sampai disitu saja Elemen Api pun melancarkan serangan ketiganya.
"SERANGAN KETIGA, PHOENIX MEMBELAH DAN MEMBAKAR LANGIT !!" seru Elemen Api mengayunkan pedangnya secara vertikal ke atas.
"CRAASSH !!....." serangan ketiga Elemen Api berhasil memotong lengan kanan Jenderal Tong hingga buntung.
Jenderal Tong merintih kesakitan dengan darah yang keluar dan bermuncratan dari lengan kanannya, kemudian Jenderal Tong melihat ke arah api yang samar-samar menghilang terbawa oleh angin sambil menatap ke arahnya.
Sementara itu Evan yang terpojok telah merasakan kembalinya empat Elemen kedalam tubuhnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
......................
......................
...****************...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1