KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 226 : Meninggalkan Kediaman Jenderal Yunfan Li


__ADS_3

Melihat Istri dan Putri pertamanya yang jarang pulang kerumah sekarang ada didepan matanya, Jenderal Yunfan Li yang sangat rindu pun tampak sangat senang dan bersemangat, Jenderal Yunfan Li langsung berlari menghampiri dan ingin memeluk Istri dan Putri pertamanya itu.


"Istriku, Putriku!" sebut Jenderal Yunfan Li berlari menghampiri dan ingin memeluk Bibi Rue Luanyi dan Runyi Li.


Namun kemudian Bibi Rue Luanyi dan Ruyin Li menghentikan Jenderal Yunfan Li yang ingin memeluk mereka dengan menahan wajah (kepala) Jenderal Yunfan Li dengan telapak tangan mereka.


"Jangan bertindak sembarangan!" kata Bibi Rue Luanyi dan Runyi Li secara bersamaan dengan tegas.


"Emmm..., baiklah..." kata Jenderal Yunfan Li merasa sedih sembari menyingkirkan dua tangan yang menutupi wajahnya.


Tang Chen yang melihat Jenderal Yunfan Li yang tampak sangat menyedihkan pun merasa lucu dan menahan tawa.


Namun kemudian seketika Li Ruyin yang mengenali wajah Evan pun terkejut ketika melihat Evan yang sedang bersama dengan Tang Chen.


"EVAN!!?" sebut Ruyin Li merasa terkejut ketika melihat Evan.


Mendengar itu Bibi Rue Luanyi pun langsung menoleh dan melihat ke arah Evan dengan tatapan dingin, begitu juga dengan Ruyin Li yang melihat Evan dengan tatapan penuh dingin dan penuh kebencian juga merasa jijik.


Tampak Bibi Rue Luanyi dan Ruyin Li tidak senang melihat kehadiran Evan.


Tang Chen yang melihat itu hanya menunjukan ekspresi bingung dengan suasana aneh yang ia rasakan.


Evan yang melihat itu hanya bisa menghela nafasnya dengan raut wajah tersenyun namun menyimpan kesedihan.


"Haahh..., sepertinya suasananya masih sama seperti dulu, Bibi Luanyi dan Ruyin Li tidak pernah menyukai diriku!" pikir Evan dalam hatinya yang merasa sedih namun tetap tersenyum.


"Salam Bibi Luanyi dan Ruyin Li!" ucap Evan dengan wajah tersenyum.


Namun Bibi Rue Luanyi dan Runyi Li tidak menanggapi salam dari Evan, Bibi Rue Luanyi dan Ruyin Li hanya diam sembari menunjukan ekspresi dingin pada Evan.

__ADS_1


"Humph!, Evan, apakah kamu masih merasa pantas memanggil Ibuku dengan sebutan Bibi!?, kamu sudah bukan pangeran lagi!, kamu hanyalah sampah yang dibuang dari kerajaannya sendiri!, kamu hanyalah sampah!. Jadi kamu jangan pernah berpikir bahwa kamu pantas memanggil Ibuku dengan sebutan Bibi, karena itu akan merusak dan mengotori nama baik Ibuku sebagai Tetua Sekte Puncak Dewi Putih!" kata Ruyin Li dengan kasar kepada Evan.


Evan yang sudah merasa terbiasa dihina seperti itu pun hanya diam sambil menunjukan ekspresi tersenyum.


Tang Chen dan Jenderal Yunfan Li yang mendengar itu pun merasa marah dan kesal.


"Hei kau gadis busuk sialan dengan mulut berbisa, kau jangan dengan mudah dan seenaknya menghina orang kalau kamu tidak tahu kebenarannya!" kata Tang Chen yang merasa kesal dan marah sambil menunjuk ke arah Ruyin Li.


"Siapa yang kamu panggil gadis busuk?, apakah perkataan aku ada yang salah?, dia memanglah pecundang dan sampah yang dibuang dari kerajaannya sendiri, dikerajaan Li ini siapa yang tidak hal itu?" ujar Ruyin Li dengan arogan dan sombongnya.


"PLAAKK !!" Jenderal Yunfan Li yang sangat marah menampar Ruyin Li hingga membuat semua orang yang ada ditempat itu terkejut.


"Yunfan!, apa yang kamu lakukan pada Ruyin Li?, kenapa kamu menamparnya?, dia itu putri kita!" ujar Bibi Rue Luanyi terkejut dan marah pada Jenderal Yunfan Li.


"Ruyin Li, sebaiknya kamu jaga kata-katamu, walaupun Pangeran Evan Li bukan lagi seorang Pangeran tetapi dia tetap adalah sepupu kamu!. Dan juga pangeran Evan Li bukanlah sampah seperti yang kamu pikirkan!, dia adalah seorang......." Kata Jenderal Yunfan Li memarahi Ruyin Li, namun disaat Jenderal Yunfan Li ingin melanjutkan kalimatnya yang ingin mengatakan bahwa Evan adalah seorang Jenderal, Evan mengehentikannya dengan mengirim suara telepati kepada Jenderal Yunfan Li.


"Paman!, sudah aku katakan jangan membongkar identitasku!" ujar Evan dengan tegas.


"Aku tahu jika dengan mengatakan bahwa aku adalah seorang Jenderal aku tidak akan diremehkan, dihina, dan diolok seperti ini!. Tetapi aku senang karena hanya dengan aku tetap menjadi sampah didepan mata mereka aku bisa tahu mana orang yang benar-benar tulus kepadaku dan yang tidak!" kata Evan melalui telepati dengan raut wajah tersenyum kepada Jenderal Yunfan Li.


Mendengar itu Jenderal Yunfan Li pun terdiam dan tidak ingin membongkar identitas Evan


"Paman tenang saja, walaupun aku tidak ingin menunjukan identitasku sekarang, tetapi kedepannya aku pasti tetap akan memberitahu identitasku pada Bibi dan Ruyin Li, hanya saja tidak sekarang!" kata Evan melalui telepati kepada Jenderal Yunfan Li.


"Baiklah Pangeran!" kata Jenderal Yunfan Li melalui telepati.


Sementara itu Ruyin Li yang tadi ditampar merasa semakin tidak senang dan marah.


"Ayah, kenapa kamu menamparku demi membela sampah ini?, dia bukanlah sepupuku, aku tidak mengakuinya!" kata Ruyin Li kepada Jenderal Yunfan Li.

__ADS_1


"Walaupun kamu tidak mengakui pangeran Evan sebagai sepupu kamu, tetapi ayah mengakuinya sebagai keponakan Ayah!" kata Jenderal Yunfan Li.


"Yunfan, aku tahu kamu merasa berhutang budi pada Ayahnya!, tetapi jangan karena Ayahnya si Sampah ini memberi kamu marga Li kekuarga kerajaan kamu menganggap si Sampah ini seperti keponakan kamu, dia tidaklah punya hubungan darah dengan kamu sama sekali!. Jika kamu merasa berhutang budi pada orang tuanya karena telah memberikan Marga Li kepadamu, maka kamu bisa mengganti marga kamu dan jangan memakai Marga Li!" kata Bibi Rue Luanyi kepada Jenderal Yunfan Li.


"Luanyi kamu jangan ikut-ikutan seperti Putri kamu!, benar aku memang berhutang budi pada Ayahnya, tetapi aku menganggap Pangeran sebagai keponakan bukan karena aku berhutang budi pada ayahnya, aku menganggap Pangeran sebagai keponakan karena aku tulus!" kata Jenderal Yunfan Li membantah Bibi Rue Luanyi.


Evan yang melihat pertengkaran itu pun mencoba melerai mereka, Evan tidak ingin hanya karena dirinya keluarga Jenderal Yunfan yang biasanya harmonis berseteru dan hanncur berantakan hanya karena dirinya.


"Nyonya Jenderal, Tuan Jenderal, Nona Ruyin Li, kalian jangan bertengkar lagi hanya karena diriku, jika karena kehadiran diriku membuat Nyonya dan Nona tidak senang maka aku akan pergi dari sini!" ujar Evan merasa bersalah.


"Humph!, baguslah jika kamu tahu, karena Ayah kamu pernah menolong Ayahku maka aku akan melepaskan kamu hari ini, tetapi jika kamu berani menginjakan kaki ke kediaman ini maka jangan salahkan aku jika bertindak kasar!" kata Ruyin Li mengancam Evan.


"Baiklah, aku akan pergi dan tidak akan menginjakkan kaki di kediaman ini lagi, maaf karena telah mengganggu!" kata Evan berbalik badan dan ingin pergi.


"Pangeran, anda jangan pergi....." kata Jenderal Yunfan Li mencoba menghentikan Evan agar tidak pergi.


"Paman tenang saja, aku baik-baik saja!" kata Evan melalui telepati sembari menoleh ke arah Jenderal Yunfan Li dengan raut wajah tersenyum.


"Tang Chen, ayo kita pergi!" kata Evan mengajak Tang Chen.


"Yah, aku juga tidak ingin berlama-lama disini!" kata Tang Chen ikut berbalik badan mengikuti Evan.


Kemudian Evan dan Tang Chen pun pergi meninggalkan kediaman Jenderal Yunfan Li.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...

__ADS_1


......................


__ADS_2