KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 362 : Beristirahat Dalam Perjalanan


__ADS_3

Setelah satu jam perjalanan, akhirnya dari kejauhan Evan dan teman-temannya melihat sungai besar yang sebelumnya dikatakan oleh Qiu Shen.


Melihat sungai besar sudah ada didepan mata mereka, Evan dan teman-temannya merasa senang. Kemudian Evan langsung berteriak menyuruh dan memberi perintah kepadaseluruh Pasukan untuk mempercepat langkah.


"Seluruh pasukan dengarkan aku. Percepat langkah kalian, didepan kita ada satu sungai besar. Kita akan beristirahat disana!" kata Evan berteriak kepada seluruh Pasukannya.


Mendengar teriakan Evan, seketika seluruh Pasukan merasa senang. Kemudian mereka semua langsung mempercepat langkah kaki mereka menuju sungai besar yang ada didepan mereka.


Setelah akan sampai sungai besar, Luo Bai mengingatkan Evan, agar memeriksa air sungai terlebih dahulu, sebelum digunakan dan diminum oleh seluruh Pasukan mereka.


Karena jika sampai seluruh Pasukan meminum air sungai yang telah diracuni oleh musuh, maka mereka semua akan menjadi pasukan yang kalah sebelum berperang.


"Evan, sebelum Seluruh Pasukan meminum atau menggunakan air sungai nanti, sebaiknya kita memeriksa air sungai terlebih, apakah ada racunnya atau tidak!" ujar Luo Bai mengingatkan Evan.


"Yah, aku tahu, terima kasih karena sudah mengingatkan aku!" kata Evan mendengarkan peringatan dari Luo Bai.


Kemudian saat Evan dan seluruh pasukannya telah hampir sampai di sungai, Evan segera berteriak dan memberi larangan kepada seluruh Pasukannya.


Evan memberi larangan kepada Seluruh Pasukannya, agar tidak langsung mengambil atau meminum air dari sungai terlebih dahulu, sebelum Evan memeriksa air sungai apakah mengandung racun atau tidak.


"Seluruh Pasukan dengarkan aku!, Saat sampai disungai nanti, kalian semua tidak ada yang boleh menggunakan atau meminum air sungai terlebih dahulu, sebelum aku memeriksanya apakah air sungai itu beracun atau tidak!" teriak Evan memberi larangan kepada seluruh Pasukan yang ada dibelakangnya.


Kemudian setelah Evan dan seluruh pasukannya sampai dipinggir sungai. Evan turun dari kudanya dan memeriksa, apakah air sungai tersebut mengandung racun atau tidak.


Evan mencelupkan satu jarinya kedalam air sungai, dan dengan menggunakan Jiwa kesadarannya, Evan memeriksa apakah air tersebut beracun atau tidak.


Setelah memeriksa air sungai tersebut, Evan menarik ujung jarinya kembali dan bangkit berdiri.


"Baiklah, air sungainya aman. Kalian semua boleh mengambil sesuka hati kalian. Akan tetapi kalian tidak boleh terlalu beramai-ramai mengambil airnya. Jangan berebutan atau kalian semua malah akan mengotori air sungai, saling bersabarlah agar semuannya mendapat bagian air bersih!" ujar Evan kepada seluruh Pasukannya.


Kemudian Evan berjalan menghampiri Yu Zhong yang ada didekatnya.


"Yu Zhong, kamu aturlah seluruh Pasukan seperti yang aku katakan tadi!" ujar Evan memberi perintah kepada Yu Zhong.


Kemudian Evan, Sea Lin, Luo Bai dan Ray Qi langsung berjalan pergi ke salah satu pohon rimbun yang ada dipinggir sungai.

__ADS_1


Sementara itu, Wolf dan Paman Qian Ji membantu Yu Zhong mengatur Para Prajurit yang ingin mengambil dan menggunakan air sungai.


"Baiklah, bagi pasukan yang ingin menggunakan air sungai untuk diminum atau membasuh tubuh, kalian boleh pergilah dan gunakan air yang berada bagian hulu sungai!" kata Yu Zhong kepada seluruh Pasukan.


"Sementara itu, bagi pasukan yang ingin memberi minum kuda atau buang air, kalian pergilah dan gunakan bagian hilir sungai!" kata Wolf kepada seluruh pasukan.


"Ingat, Sungai Hulu untuk digunakan bagi kalian yang membutuhkan air untuk minum dan membasuh tubuh. Sedangkan Sungai Hilir untik digunakan bagi kalian yang membutuhkan air untuk memberi minum kuda, atau hal yang lainnya!" kata Paman Qian Qian Ji memberi arahan dan pengaturan kepada seluruh Pasukan.


Setelah mendengar pengaturan dan arahan dari Yu Zhong, Wolf dan Paman Qian Ji. Kemudian Seluruh Pasukan terbagi menjadi dua, ada yang pergi Hulu sungai dan ada yang pergi ke Hilir sungai. Mereka menggunakan air sungai sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing.


Dibagian Hulu sungai, tampak Para Prajurit yang sedang minum atau sedang mengambil persediaan air minum dari air sungai yang jernih dan layak untuk diminum.


Dan ada juga Para Prajurit yang merasa gerah atau sangat kepanasan, sedang membasuh tubuh mereka dengan air sungai.


Sedangkan dibagian Hilir sungai, tampak Para Prajurit yang sedang memberi minum kuda-kuda mereka.


Sementara itu disalah satu pohon rimbun yang ada dipinggir sungai, tampak Evan, Sea Lin, Luo Bai dan Ray Qi yang sedang berteduh dan beristirahat.


Mereka berempat berbaring terlentang dengan mata ditutup oleh kain yang telah dibasahi.


"Haaiiss...., mataku sangat pegal dan penuh dengan debu. Tidak tahu bagaimana dengan nasib Para Prajurit kita!" kata Evan mengeluh dan merasa kasihan kepada Para Prajurit mereka.


"Hei Hei.., apakah yang sedang kita lakukan ini benar?. Kita ini sedang berangkat berperang, ingin membunuh banyak prajurit dan menguasai satu Kerajaan yang cukup besar. Kita berempat apakah tidak terlalu bersantai disini?." ujar Luo Bai yang merasa sedikit heran.


"Benar juga apa yang dikatkan olehmu, lihatlah Para Prajurit kita, mereka semua sibuk untuk menyediakan persediaan air dan memberi minum kuda-kuda mereka. Sedangkan kita disini?, Haaiiss...." kata Ray Qi sambil dengan pelan menggelengkan kepalanya.


"Oooh dimana?, kenapa aku tidak melihatnya?" ujar Sea Lin yang berpura-pura tidak melihat karena matanya tertutup oleh kain basah.


"Bukalah kainnya Goblok!" kata Evan sambil mengambil kain yang menutupi mata Sea Lin dan mengucek wajah Sea Lin.


Seketika Sea Lin langsung bangkit duduk untuk merebut kembali kain basah penutup matanya dari Evan.


"Kakak Besar kembalikan kainku...." pinta Sea Lin yang kemudian langsung merebut kembali kain basah penutup mata miliknya dari Evan.


Setelah berhasil merebut kain basah penutup mata miliknya, Sea Lin langsung kembali berbaring terlentang dan menutup matanya dengan kain basah.

__ADS_1


Mereka berempat terus berbaring terlentang dengan mata yang ditutupi oleh kain basah hingga cukup lama.


Setelah lebih dari setengah jam, kemudian Qiu Shen dan Su Fan Ny datang menghampiri mereka yang masing sedang berbaring terlentang, bahkan dua diantaranya yaitu Sea Lin dan Ray Qi telah tertidur.


Melihat keempat pemimpin mereka yang sangat bersantai dan bermalas-malasan, Qiu Shen dan Su Fan Ny merasa jengkel dan sulit untuk mengakui, bahwa keempat orang itu adalah Komandan dan Jenderal mereka.


"Dasar keempat orang ini, yang lainnya sedang sibuk tetapi mereka malah sangat bersantai disini!" batin Qiu Shen merasa jengkel pada keempat orang tersebut.


"Keempat orang ini seharusnya berperang sambil membawa wanita mereka saja. Jika mereka terus seperti ini, maka tidak akan ada yang berani mengatur mereka, selain hanya wanita mereka!" kata Su Fan Ny sambil memegang pinggangnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


JALANI HIDUP DENGAN SENYUMAN.


APAPUN TANTANGANNYA YANG KAMU HADAPI TETAPLAH TERSENYUM.


SETERPURUK APAPUN KAMU, TETAPLAH TERSENYUM DAN JANGAN MENGELUH ATAU BERSEDIH.


JANGAN BIARKAN MUSUH-MUSUHMU MENGETAHUI KELEMAHANMU.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


...****************...


......................


...****************...


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2