
"Sekarang Evan pasti sedang bermesraan dengan kekasihnya itu!, aku harus melihatnya!" batin Gu Mei yang sedang duduk diatas ranjangnya.
Kemudian Gu Mei berjalan pergi keluar dari kamarnya.
"Kau mau kemana?" tanya Nan Ruyu curiga.
"Aku ingin pergi berkeliling, disini sangat membosankan!" jawab Gu Mei berbohong.
Kemudian Gu Mei pergi tanpa ada halangan menuju ke kamar Ririn.
Diwaktu yang sama Evan telah sampai didepan pintu kamar Ririn.
"Akhirnya aku bertemu lagi dengan Ririn." gumam Evam dan kemudian Evan pun masuk ke kamar Ririn. Terlihat didalam kamar itu ada Cao Cao yang menemani Ririn dengan duduk bersama di atas tempat tidur sambil mengobrol.
Cao Cao melihat Evan sudah datang. "Kak Evan !, akhirnya kau datang juga, Kakak Ririn terus menunggumu loh!" ucap Cao Cao turun dari tempat tidur dan berjalan menuju Evan.
Kemudian Evan pun membungkuk dan Cao Cao membisikan sesuatu pada Evan.
"Kakak Ririn sering menangis saat kakak menghilang, tangannya juga sering terluka saat menyulam." bisik Cao Cao pada Evan.
Evan menjadi merasa bersalah setelah mendengar itu dari Cao Cao.
Ririn hanya diam namun curiga melihat Cao Cao membisikan sesuatu pada Evan.
"Aku pergi dulu, sampai jumpa Kak Evan-Kak ririn." ucap Cao Cao berlari pergi.
Sekarang hanya tinggal Evan dan Ririn sendiri didalam kamar itu, suasana pun menjadi canggung karena tidak ada yang memulai percakapan.
Setelah beberapa saat akhirnya Evan membuka mulutnya untuk bicara.
"Ririn, bagaimana kabarmu?" tanya Evan memulai percakapan.
Ririn hanya diam menunduk tak menjawab, kemudian Evan berjalan mendekat dan memegang kepala Ririn dengan lembut dengan tangan kanannya.
"Maaf sudah membuatmu menunggu..." ucap Evan dengan lembut.
"Mengapa kamu waktu itu menyuruhku pergi?, aku juga bisa membantumu!" ucap Ririn marah.
"Maaf, waktu itu aku tidak memiliki pilihan lain, aku tidak ingin kamu terluka." jawab Evan.
"Tetapi aku tidak peduli, aku ingin terus bersamamu walaupun itu adalah kematian!"
"Tetapi aku tidak ingin membiarkan kamu terluka walaupun itu harus mengorbankan nyawaku."
"Kau, kau tidak boleh mengorbankan nyawamu hanya untukku!, A,aku takut kalau aku tidak bisa bertemu dengan kamu lagi!"
"Baiklah, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu lagi kedepannya." ucap Evan mengusap-usap kepala Ririn dengan lembut.
__ADS_1
"Kau harus berjanji bahwa kamu tidak akan pernah meninggalkan aku sendirian lagi!" ucap Ririn dengan sifat kekanak-kanakkannya.
"Yah, aku berjanji!" ucap Evan dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Mendengar itu Ririn pun memeluk Evan dan Evan pun memeluk Ririn setelah beberapa saat mereka pun keluar.
Disaat waktu yang sama diluar kamar terlihat Gu Mei yang sedang menguping dan mengintip Evan dan Ririn, Gu Mei sangat kesal ketika menyaksikan Evan begitu perhatian pada Ririn, padahal jika dengannya Evan selalu bersikap acuh tak acuh tidak pernah begitu perhatian atau bersikap lembut, tidak seperti saat bersama Evan dengan Ririn.
"Hei !, kamu sedang mengintip?" tanya Nan Ruyu yang tiba-tiba muncul dari belakang hingga membuat Gu Mei terkejut.
"Ssst..., kamu diam jangan berisik!, aku hanya tidak ingin mereka berbuat yang tidak-tidak!" jawab Gu Mei beralasan.
Namun Nan Ruyu tidak percaya dan hanya memasang ekspresi dingin.
Kemudian datang lagi seseorang dari belakang yaitu Cao Cao.
"Sedang apa kakak-kakak itu?, mengintip?, Huh! aku tidak akan membiarkan kalian mengganggu Kak Ririn dan Kak Evan berpacaran!." Batin Cao Cao yang berdiri sedikit jauh dari dua orang gadis itu (Gu Mei dan Nan Ruyu).
"Kakak-kakak, kalian sedang apa?, mengintip yah?" ucap Cao Cao yang datang menyapa dari belakang.
Kedua gadis itu menoleh ke arah Cao Cao.
"Hei bocah kecil jangan sok tau!, kami berdua hanya sedang berjalan-jalan mencari angin, benar tidak Nan'er?" ucap Gu Mei berbohong padahal sudah tertangkap basah sedang mengintip.
"Habislah, apa bocah ini sudah tau?, Aaaahh... Aku sangat malu!" batin Gu Mei
Nan Ruyu hanya mengangguk. "Benar adik kecil kami hanya berjalan-jalan cari angin!" ucap Nan Ruyu yang ikut berbohong.
"Ka,kami ini sudah mau jalan, tapi kamu tadi datang makanya kami berhenti!. Ayo, kita cari angin!" ajak Gu Mei menarik tangan Nan Ruyu.
Setelah kedua gadis itu pergi cukup jauh....
"Ingin mengintip dan mengganggu Kak Evan dan Kak Ririn?, jangan harap!" ucap Cao Cao.
"Sebaiknya aku kembali ke kamar aku sendiri untuk berlatih" gumam Cao Cao dan kemudian berjalan pergi.
......................
Kembali lagi kedalam kamar Ririn...
"Mata kamu sudah seperti panda, apa kamu sering-sering tidak tidur atau karena menangis?" tanya Evan Blak-blakkan.
"Heumm....." Ririn hanya diam.
Kemudian Evan pun duduk disamping Ririn dan menarik tangannya Ririn.
"Bagaimana bisa sampai seperti ini?" tanya Evan perhatian.
__ADS_1
"Ssshh...." rintih Ririn ketika luka dijari-jari tangannya disentuh oleh Evan.
"Sakit?, lain kali jangan ceroboh!" pinta Evan.
Kemudian Evan mengeluarkan satu botol cairan salep dari cincin penyimpanannya dan mengoleskannya ke tangan Ririn, Ririn merintih sakit karena perih ketika diberi obat oleh Evan.
"Tahan sebentar yah...." ucap Evan dan kemudian meniup-niup luka Ririn yang diberi obat agar tidak terlalu perih.
"Bagaimana? sudah tidak perih kan?" tanya Evan perhatian dan Ririn pun mengangguk sambil tersenyum.
Melihat Ririn tersenyum Evan pun turut senang dan tersenyum juga.
Namun disaat Evan ingin membalut luka Ririn dengan perban dia sangat kesulitan (tidak bisa) walaupun hingga beberapa kali mencoba.
"Hmmm... kenapa sangat sulit?, maaf sepertinya aku tidak bisa." ucap Evan mengeluh.
"Sudah aku bisa, biar aku sendiri saja yang melakukannya, ini sudah malam kamu pergilah ke Aula rapat, mungkin teman-teman sudah menunggumu." ucap Ririn.
"Baiklah, kalau begitu setelah rapat dengan teman-teman aku akan datang kesini lagi!" ucap Evan.
"Tidak boleh!, aku anak gadis, tidak boleh sembarangan bertemu dengan seorang pria apa lagi didalam kamar!" tolak Ririn.
"Baiklah, aku menuruti katamu.."
"CUP !" Evan mencium kening Ririn.
"Kalau begitu kamu Tidurlah, selamat malam." perintah Evan dengan lembut dan berbalik berjalan pergi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...SALAM PAMAN QIAN JI...
...✌WAJIB LIKE DAN KOMENT👌...
...👇...
...👇...
...👇...
...👇...
...👇...
__ADS_1
...👇...
...👇...