KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 104 : Air Spiritual


__ADS_3

"Sekarang aku hanya perlu menyelamatkan mereka!"


Evan menekan Tombol batu yang ada didinding dan secara otomatis membuka lubang besar itu lagi, Evan mengeluarkan sayap aura api miliknya dan terbang kebawah kedalam lubang besar.


"Ruangan ini dingin sekali, aku harus segera membawa mereka semua keluar." ucap Evan yang sedang terbang di atas air.


Dengan cepat Evan mengeluarkan teman-temannya dari air dan membawanya ke atas, setelah selesai membawa teman-temannya keluar dari ruangan yang dingin, Evan menutup kembali lubang besar itu.


"Mereka dingin sekali begitu juga nadinya!" ucap Evan ketika menyentuh tangan teman-temannya.


"Kalau begitu cepat cari bahan obat bersifat panas atau berelemenkan api setelah itu buat menjadi pil, itu akan membantu mereka menghilangkan dingin yang ada ditubuh mereka!" Ucap Es memerintah Evan.


Kemudian Evan pun mengeluarkan beberapa bahan obat bersifat panas dari dalam cincin ruang miliknya yang sebelumnya dia dapatkan. setelah itu Evan membuat bahan-bahan obat itu menjadi pil.


Beberapa saat kemudian Evan berhasil membuat pil nya sesuai dengan resep yang di ajarkan oleh para Elemen.


"BOOM !" Beberapa butir pil keluar dari dalam tungku alkemis dan Evan pun mengeluarkan sebuah botol pil dan secara otomatis pil-pil tersebut masuk kedalam botol yang dikeluarkan Evan.


"PIL API PENGHANGAT JIWA' sudah selesai aku racik!, sekarang hanya perlu memberikannya pada mereka!" Ucap Evan sambil memegang botol obat dengan hanya ibu jari dan jari telunjuknya.


Dan kemudian Evan menyuapi/memasukan satu Pil Api Penghangat Jiwa kedalam mulut mereka masing-masing.


"Sekarang hanya tinggal menunggu mereka sadar." Ucap Evan yang selesai menyuapi teman-temannya pil dan langsung bangkit berdiri.


Sambil menunggu teman-temannya sadar, Evan kembali mengumpulkan semua harta yang ada ditempat itu.

__ADS_1


Disaat mengumpulkan harta diruang harta rahasia, Evan menemukan sebuah Tungku alkemis berwarna Emas dengan corak tiga kepala naga dimulut tungku itu.


"Tungku ini bagus sekali!" Ucap Evan kagum ketika melihat tungku Emas tiga kepala naga.


"Astaga itu adalah Tungku Emas Tiga Kepala Naga, walau hanya artefak tingkat 5 menengah tapi itu sudah sangat berharga dan langka sangat sulit untuk ditemukan didunia manusia!" Ucap api menilai dengan tepat.


"Jadi apakah Tungku Emas ini sangat berharga?" tanya Evan.


"Untuk sekarang sudah cukup berharga, tapi setelah kamu menjadi kuat dan mengeliling dunia melihat dunia luar, maka ini bukanlah apa-apa!" jawab Gelap.


"Hahaha..., kalau begitu ini berarti barang bagus, dari pada aku harus terus menggunakan tungku murahan milikku yang sudah bobrok." Ucap si Evan membandingkan.


Evan pun memasukan Tungku Emas Tiga Kepala Naga kedalam cincin ruangnya dan kemudian Evan pun lanjut menguras mengambil semua harta yang ada disana, mau itu senjata, pil, bahan obat, jimat, kitab dan harta berharga lainnya.


"Semua ini sudah cukup untuk perkembangan dan kemajuan semua murid sekte, setelah ini aku akan langsung bergegas pergi ke Kota Salju Merah, mereka semua pasti sedang menungguku. tapi bagaimana membawa semua Air Spiritual ini?, aku tidak mungkin meninggalkan sumber daya yang sangat berharga ini!." pikir Evan bingung.


"Untuk apa kau bingung, dari pada kau tinggal lebih baik kau serap saja semuannya, hanya sekolam ini saja tidak akan membuang waktu lama jika kau menyerapnya!" Saut api menyarankan.


"Benar juga, baiklah, setidaknya aku tak menyalahgunakan sumber daya sekte." Ucap Evan.


Kemudian Evan pun melepas pakaiannya (kecuali pakaian dalam) dan masuk kedalam kolam Air Spiritual, Evan duduk bersila ditengah kolam yang cukup membuatnya menenggelamkan diri.


"ELEMEN AIR, SERAP !!"


Setelah beberapa saat kemudian teman-teman Evan telah bangun dan sadar dari pingsannya.

__ADS_1


"Hssss..., dimana aku?, seingatku kami semua masuk jebakan si Pak Tua dan jatuh kedalam air yang sangat dingin, setelah itu aku tak sadarkan diri." Ucap Nan Ruyu yang sadar lebih dulu.


Kemudian Nan Ruyu melihat sekitarnya. "Kenapa aku kembali ke sini?" Gumam Nan Ruyu setelah melihat sekitarnya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



...SEA LIN...


...(SI RAJA MAYAT)...


...WAJIB LIKE DAN KOMENT ✌...


...👍👍👍👍👍👍👍👍👍...


...👇...


...👇...


...👇...


...👇...

__ADS_1


__ADS_2