
Kemudian dengan penuh konsentrasi, Evan mulai merasakan dan menyebarkan kekuatan Jiwa miliknya ke area disekitarnya.
Dengan kekuatan Jiwa tingkat tiganya, Evan dapat dengan jelas merasakan dan melihat semua yang terjadi dalam ruang lingkup seratus meter darinya. Akan tetapi, untuk menggerakan benda yang berada diatas telapak tangannya dengan kekuatan Jiwa, Evan cukup merasa kesulitan.
Dengan penuh konsentrasi dan usaha keras, perlahan Evan mulai dapat mengangkat sebilah pisau yang ada diatas telapak tangannya.
Sebilah pisau tersebut tampak terbang dan mengambang dihadapan Evan. Pisau tersebut mulai bergerak dan berputar perlahan.
Evan terus berlatih menggerakan pisau yang ada dihadapannya dengan penuh konsentrasi dan usaha keras.
Didalam ruangan kosong tersebut sama sekali tidak ada orang yang mengganggu, hingga membuat Evan dapat dengan tenang berlatih kekuatan Elemen Logam.
Waktu terus berlalu dan tidak terasa malam hari pun telah tiba.
Didalam ruangan kosong, tampak Evan yang sudah mulai terbiasa dan dapat dengan bebas menggerakan pisau yang ada dihadapannya. Akan tetapi, untuk saat ini Evan hanya bisa menggerakan pisaunya dengan jangkauan sejauh tiga meter saja. Jika lebih dari jangkauan tiga meter, kekuatan pengendalian Evan terhadap pisau akan berkurang dan melemah.
Dalam pengendalian Logam ini, selain kelemahan untuk jarak jangkauan pengendalian, Evan juga masih memilki banyak kekurangan lainnya. Yaitu Evan harus dalam keadaan memejamkan mata agar mendapatkan konsentrasi penuh untuk mengendalikan Kekuatan Logam. Tidak hanya dua kekuaran itu saja, akan tetapi Evan juga hanya bisa mengendalikan satu benda logam yang terfokus pada konsentrasinya saja.
Namun walaupun begitu Para Elemen tetap merasa sangat takjub pada bakat dan kejeniusan yang dimilki oleh Evan. Karena bagaimanapun, berlatih kekuatan Elemen Logam memang perlu waktu yang cukup lama dan tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru.
Terlihat Evan yang sudah dapat menggerakan dan mengendalikan pisau tersebut dengan sangat bebas.
Pisau tersebut dengan sangat bebas terbang kesana kemari mengitari Evan yang sedang duduk bersila.
Kemudian Evan menghentikan pisau tersebut dan meletakkannya kembali ke telapak tangannya.
Setelah menghentikan pisaunya, kemudian Evan membuka kedua matanya secara perlahan.
"Haahh..., lelah sekali, tidak aku sangka berlatih kekuatan Elemen Logam ini benar-benar harus penuh dengan kesabaran." kata Evan yang telah menyelesaikan latihannya.
"Walaupun masih memilki banyak kekuarang dalam pengendali Logam, tetapi dengan ini aku bisa memberikan serangan kejut pada musuh saat melakukan pertarungan jarak dekat." kata Evan sambil melihat dan menggenggam pisau yang ada ditangan kanannya.
__ADS_1
Setelah selesai berlatih, kemudian Evan keluar dari ruangan tersebut.
Pada saat Evan membuka pintu, tiba-tiba Yu Zhong langsung muncul dihadapan Evan seperti bayangan.
"Hormat Pada Jenderal, Saya ingin memberi laporan!" kata Yu Zhong sambil memberi hormat pada Evan.
Melihat kemunculan Yu Zhong yang tiba-tiba, Evan tersenyum dan sedikit memiringkan kepalanya. Evan tahu dan menyadari, kalau Yu Zhong sebenarnya sudah menunggu cukup lama diluar ruangan tempatnya berlatih.
"Kamu sudah datang kesini dari tadi, tetapi kenapa tidak memanggilku?" tanya Evan pada Yu Zhong.
"Maaf Jenderal, Saya tidak ingin mengganggu Jenderal yang sedang berlatih!" kata Yu Zhong sambil memberi hormat pada Evan.
Mendengar jawaban Yu Zhong, kemudian Evan tersenyum dan menghela nafasnya.
"Ingat, lain kali jika kamu ingin melapor, apa lagi jika laporan yang kamu bawa adalah laporan penting, kamu harus segera melaporkannya padaku, tidak pedul walaupun aku masih sedang berlatih!" unar Evan mengingatkan Yu Zhong.
"Baik Jenderal! Saya mengerti!" kata Yu Zhong sambil memberi hormat pada Evan.
"Lapor Jenderal, diseluruh Ibukota terlihat pergerakan Para Pejabat yang ingin melakukan pemberontakan secara terang-terangan. Mereka mengatakan, kalau mereka tidak mengakui dan menerima pemerintahan baru dari kita!" kata Yu Zhong memberi laporan sambil memberi hornat pada Evan.
Mendengar laporan Yu Zhong tersebut, seketika membuat Evan tersenyum dan mengeluarkan niat membunuh yang kuat.
Melihat senyuman Evan yang menyembunyikan aura membunuh, membuat Yu Zhong merasa takut hingga berkeringat.
"Ooh?, sepertinya ada yang tidak menerima kemenangan kita. Sepertinya aku harus bertindak tegas pada pejabat-pejabat pemberontak ini!" kata Evan sambil tersenyum dan mengeluarkan niat membunuh.
"Yu Zhong, siapkan Para Prajurit Inti Pasukan Gagak Malam. Malam ini kita akam membunuh Para Pejabat yang ingin melakukan pemberontakan tersebut!" kata Evan memberi perintah pada Yu Zhong.
"Baik Jenderal!" kata Yu Zhong menetima perintah dengan patuh sambil memberi hormat pada Evan.
Lima belas menit kemudian, tampak Para Prajurit Inti Pasukan Gagak Malam yang diminta oleh Evan sudah berkumpul. Tidak hanya Para Prajurit Inti Pasukan Gagak Malam saja, tetapi Sea Lin juga ikut serta bersama mereka.
__ADS_1
Terlihat jumlah orang yang akan pergi melakukan pembantaian adalah sembilan orang, yiatu Evan, Yu Zhong, Sea Lin, Qiu Shen, Sai, Han Zo, Su Fan Ny, Tian Yin dan Tian Yang.
Evan yang sebelumnya hanya menyuruh Yu Zhong untuk membawa Para Prajurit Inti Pasukan Gagak Malam, seketika merasa heran saat melihat Sea Lin yang ikut datang bersama Yu Zhong.
"Yu Zhonh, kenapa kamu juga membaws Sea Lin ikut serta?" tanya Evan merasa heran.
"Sebelumnya saat aku pergi menyampaikan perintah Jenderal pada Para Prajurit Inti, secara tidak sengaja aku bertemu dengan Jenderal Sea Lin ditengah jalan. Komandan Sea Lin bertanya padaku, untuk apa Jenderal menyuruh aku memanggil Para Prajurit Inti, an aku memberitahukan semuannya pada Komandan Sea Lin. Setelah aku memberitahukan semuannya, Komandan Sea Lin jadi ingin ikut bersama kita!" kata Yu Zhong menceritakan alasannya mengapa Sea Lin bisa ikut bersama dengan mereka.
"Kakak Besar, Kakak jangan menyalahkan Yu Zhong, aku sendirilah yang ingin ikut. Lagi pula aku sedang merada sangat bosan berada di Istana yang besar ini. Lebih baik ikut dengan Kakak Besar membunuh orang!" kata Sea Lin sambil tersenyum pada Evan.
Mendengar itu, Evan pun tidak bisa berkata apa-apa untuk melarang Sea Lin ikut bersama mereka menghabisi Para Pejabat Pemberontak.
"Baiklah, kamu boleh ikut bersama kami membunuh Para Pejabat Pemberontak itu. Tapi akan aku ingatkan padamu, kamu hanya perlu membunuh Para Pejabat itu, jangan sampai kelepasan hingga membunuh orang lain!" kata Evan mengingatkan Sea Lin yang sering kali lepas kendali karena terlalu senang membunuh.
"Baik Kakak Besar!" kata Sea Lin sambil tersenyum.
Kemudian sebelum pergi melakukan pembantaian, mereka bersembilam menyusun rencama terlebih dahulu.
"Baiklah, sebelum kita pergi membunuh para pejabat pemberontak itu, aku akan membagi kalian menjadi empat Tim. Tim pertama adalah Yu Zhong dan Han, kedua Sai dan Sea Lin, ketiga Qiu Shen dan Su Fan Ny, dan Tim keempat adalah Tian Yin dan Tian Yang. Sedangkan aku akan pergi sendiri. Apa kalian semua mengerti?" tanya Evan pada mereka semua.
"Mengerti Jenderal!" kata mereka semua secara bersamaan.
"Baiklah bergerak!" seru Evan kepada mereka semua.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
__ADS_1
......................