
Namun disaat Evan sedang fokus melihat ke arah Ketiga istri tersebut yang sedang dibawa terbang oleh Phoenix dan Qinglong, Evan pun menjadi lengah hingga akhirnya Mo Ling berhasil menyerang dan memukul Evan dengan sangat kuat.
"BAAMM!!" pukulan kuat dari Mo Ling langsung membuat Evan terpental dan terlempar dan berputar-putar cukup jauh.
Evan dengan posisi kuda-kuda melayang terseret dan berhenti dengan kedua tangan menyokong tubuhnya.
"Brengsek!" kata Evan sambil melihat ke arah Mo Liang, dan kemudian Evan pun mengeluarkan pedang dan Aura Kegelapan dari tubuhnya.
"Kuat juga!" kata Mo Liang sambil melihat ke arah Evan, dan kemudian mengeluarkan tombak emasnya dan Aura Emas dari tubuhnya.
Kemudian mereka berdua pun saling maju menyerang dengan berlari dengan kecepatan penuh.
"DUAAARRR!!" Evan dan Mo Liang pun saling menyerang dan mengadu senjata mereka hingga membuat sebuah gelombang angin dan energi yang cukup besar.
Evan dan Mo Ling pun saling menekan dan mendorong dengan senjata yang mereka pegang.
"Kamu cukup kuat, kamu pasti adalah pemimpinnya!" kata Evan sambil menekan dan mendorong Mo Liang dengan pedangnya.
"Kamu juga pasti adalah Jenderal Li, memang sama seperti rumornya, pemuda tampan yang berbakat!" kata Mo Liang sambil menekan dan mendorong Evan dengan tombaknya.
Kemudian Evan dan Mo Ling pun saling menarik senjata mereka dan menghantamkannya lagi, mereka pun saling menyerang dengan senjata, pukulan dan tendangan mereka.
Evan dan Mo Liang terus saling bertukar serangan dengan senjata, pukulan dan tendangan mereka, bahkan hingga sampai mereka berdua pun mengeluarkan sayap Aura milik mereka dan terbang ke udara sambil bertarung dengan sengit.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu disisi lain tampak Phoenix dan Qinglong terbang sambil mengeluarkan nafas api untuk menyerang dan membakar para prajurit Kerajaan Mo.
"ROAAAARRRR!!!" Phoenix dan Qinglong mengeluarkan dan menyemburkan nafas api yang sangat panas ke arah para prajurit pasukan Kerajaan Mo, hingga membuat para prajurit yang terkena semburan api mereka seketika langsung mati dan hangus terbakar.
Sedangkan Harimau Putih maju menyerang ditengah-tengah kerumunan para prajurit kerajaan Mo, Harimau Putih menggigit dan mencakar banyak prajurit musuh hingga mati.
Kemudian Ririn, Reya dan Ruyin Li pun akhirnya turun dari punggung Phoenix dan Qinglong ke tempat para prajurit pasukan Kerajaan Mo berkumpul.
Sambil terbang dengan sayap aura di atas para prajurit Kerajaan Mo, Ririn, Reya dan Ruyin Li pun mengeluarkan jurus mereka masing-masing untuk menyerang dan menghabisi para prajurit musuh.
__ADS_1
"ISTANA ES!" kata Ririn sambil mengeluarkan jurus berupa bongkahan es raksasa yang seketika langsung membekukan dan membunuh banyak prajurit musuh.
"GELOMBANG API!" kata Reya sambil mengeluarkan jurus berupa ayunan tombak yang menciptakan sebuah jurus tebasan api yang menyerang dan membakar para prajurit musuh hingga mati terbakar.
"PUSARAN BADAI SALJU!" kata Ruyin Li mengeluarkan sebuah jurus berupa puasaran angin yang sangat dingin, yang menyerang dan membunuh para prajurit musuh hingga terlempar dan terhembus oleh angin yang sangat dingin.
Ririn dan Ruyin Li menyerang dan membunuh para prajurut musuh dengan jurus Elemen Es milik mereka, sedangkan Reya menyerang dan membunuh para prajurit musuh dengan jurus Elemen Api miliknya.
Ririn, Ruyin Li dan Reya menyerang dan membunuh para prajurit musuh dengan letak membentuk segitiga, agar mereka bisa saling mengawasi dan menjaga satu sama lain, apabila nanti salah satu dari mereka dalam bahaya atau terkena masalah.
Ririn, Ruyin Li dan Reya terus menyerang, membunuh dan menghabisi para prajurit musuh tanpa henti dengan jurus mereka.
"Ribuan Pedang Es Pembunuh!" kata Ririn menciptakan ribuan pedang es yang tajam dan runcing di atas kepalanya.
"Bunuh!" kata Evan yang langsung menggerakan ribuan pedang Es tersebut untuk menyerang ke arah pasukan musuh.
Kemudian ribuan pedang es pun lang menyerang dan membunuh banyak sekali prajurit musuh, dengan menancap dan menusuk tubuh para prajurit pasukan musuh.
Sementara itu Reya juga maju menyerang dan membunuh para prajurit musuh dengan ayunan dan tebasan tombaknya yang haus darah.
"Sraassh Sraassh Sraassh!" Reya membunuh dan menghabisi para prajurit musuh dengan teknik ayunan dan tebasan tombaknya yang luar biasa.
Sementara itu disisi lain, tampak Ruyin Li juga maju menyerang para prajurit musuh dengan dua pedang yang ada ditangannya.
"Tebasan Pedang Pembeku!" kata Ruyin Li mengeluarkan sebuah jurus berupa tebasan pedang yang dapat membekukan semua target sasaran yang dikenainya.
Ruyin Li pun maju menyerang, membunuh dan membekukan para prajurit musuh dengan jurus Tebasan Pedang Pembeku miliknya.
Ririn, Reya dan Ruyin Li pun terus menyerang dan membunuh prajurit pasukan musuh (Kerajaan Mo) tanpa henti, untuk membantu Evan memenangkan pertempuran dan mengalahkan Pasukan Kerajaan Mo.
...****************...
Sementara itu disisi lain ditengah-tengah pasukan Kerajaan Mo, tampak Sea Lin yang terus bertempur dan menghabisi para prajurit musuh dengan tombak sabitnya.
Dengan tubuh diselimuti aura kegelapan dan mata yang berwarna merah, Sea Lin tertawa dengan gembira sambil menebas dan membunuh semua prajurit musuh yang ada dihadapannya.
__ADS_1
"Hahahaha!..., Bantai Bantai Bantai!, bunuh semuannya!" kata Sea Lin sambil tertawa dan menyerap para prajurit musuh yang telah dibunuhnya.
Sea Lin mengayunkan tombak sabitnya ke arah para prajurit yang ada dihadapannya. "SRAAASSH!!" dengan sangat mudahnya Sea Lin berhasil membelah dan memotong tubuh para prajurit musuh yang ada dihadapannya.
Setelah itu Sea Lin pun menciptakan Bom darah ditangannya yang seukuran dengan bola takraw, dan kemudian langsung melemparnya ke arah para prajurit musuh yang agak jauh tempatnya dari tempat ia berada.
"BOOMM!!" Bom jurus Ledakan Darah pun meledak dengan sangat dahsyat, hingga membunuh semua prajurit musuh yang ada di area tempat ledakan tersebut.
...****************...
Sementara itu disisi lain, tampak Evan sedang bertarung dengan sengit melawan Mo Liang di udara.
"Trang! Trang! Trang! Trang!" sambil terbang dengan gerakan yang sangat cepat di udara, Evan dan Mo Liang pun saling bertukar serangan dengan senjata pedang dan tombak yang ada ditangan mereka.
"Tebasan Pedang Kegelapan!" seru Evan sambil terbang mengeluarkan sebuah jurus tebasan pedang berwarna hitam yang menyerang ke arah Mo Liang.
Namun ternyata Mo Liang dengan sangat mudahnya langsung mengalahkan dan menghancurkan jurus Tebasan Pedang milik Evan.
"Tangan Emas Raja Vraja!" seru Mo Liang mengeluarkan sebuah teknik berupa Aura Energi Emas dan tulisan-tulisan mantra yang menyelimuti tangan kanannya.
Kemudian Mo Liang dengan cepat langsung mengibaskan tangannya untuk melawan jurus Tebasan Pedang Kegelapan milik Evan secara langsung.
"BAAMM!!" Mo Liang dengan sangat mudahnya langsung menghancurkan dan menggagalkan jurus Tebasan Pedang milik Evan hanya dengan satu kibasan tangan kanannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
......................
......................
__ADS_1