KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 160 : Berhasil Bertahan


__ADS_3

Dengan tubuh penuh Aura Kegelapan, Sea Lin mengeluarkan 3 jurus tebasan ke arah para pasukan musuh yang membuat pasukan musuh dalam sekejap terpotong-potong menjadi beberapa bagian.


"Kalian Semua Akan Aku Bunuh!" ucap Sea Lin berlari ke arah kepungan musuh. Sea Lin bertarung dengan sangat ganas melawan semua musuh, Pasukan Negara Mo juga masih terus melawan Sea Lin dengan sangat berani juga.


Mayat-Mayat berjatuhan dan darah bercucuran kemana-mana, teriakan dan jeritan pasukan musuh berdengung ditelingan Sea Lin, Sea Lin terus betempur habis-habisan.


Beberapa saat kemudian pun semua pasukan yang mengepung Sea Lin telah dibabat habis oleh Sea Lin, hanya tersisa sang komandannya saja. Sea Lin berdiri diantara para musuh dengan tubuh penuh dengan aura berwarna hitam kemerahan, wajah Sea Lin bersimbah darah para musuh, Sea Lin berjalan dengan langkah berat menghampiri Komandan Pasukan Musuh.


Walau setengah takut ia melihat Sea Lin yang penuh aura kegelapan, komandan pasukan musuh itu tetap maju menyerang dengan menghunus tombaknya sambil berkata : "Hanya Level Tiga saja tidak akan bisa mengalahkanku!"


Sea Lin hanya diam berjalan dengan langkah berat dan "JLEP !" tombak komandan pasukan musuh menancap di perut Sea Lin.


"Hahahaha.... Ternyata hanya seperti ini saja!" ucap Komandan Musuh merasa senang.


Namum Sea Lin membuka matanya dan tertawa dengan kejam "Hehehe.... Kaulah yang mati!" Sea Lin dengan tangan yang cepat menangkap dan mencengkram leher komandan itu.


"Hantu Penelan Jiwa!" ucap Sea Lin yang mengeluarkan sebuah kepala tengkorak yang besar berwarna Hitam Kemerahan dengan mulut menganga di atas kepala mereka berdua yang siap menelan Komandan Musuh.


"Apa!?, Kau memang Setan dari Neraka!" ucap Komandan musuh seakan tak percaya dengan wajah ketakutan.


"GRAARR !!" Kepala Tengkorak tersebut menelan komandan tersebut hingga menghilang, Sea Lin melangkah pergi meninggalkan tempat itu dengan luka yang sudah pulih.


Diwaktu yang sama Evan juga telah menyelenyapkan semua pasukan musuh yang mengepungnya, begitu juga dengan yang lainnya, mereka telah berhasil menghadang Pasukan Musuh yang menyerang ke arah kota.


Melihat dari situasi yang sudah tidak menguntungkan bagi mereka, pasukan Negara Mo pun langsung bergegas untuk mundur.


"Jangan Biarkan mereka kabur!, Kejar! Serang Bunuh Mereka!" seru Tang Chen kepada para prajurit.


"Siap, Kejar! Habisi para musuh!!" Seru para prajurit yang langsung ingin mengejar yang dipimpin oleh Wolf.


Namun kemudian Evan dan Sea Lin datang menghalau mereka. "BERHENTI!" Kata Evan dari kejauhan, Evan Sea Lin menghampiri mendekat kepada teman-teman dan pasukan.


"Jangan Dikejar, Biarkan saja mereka kabur dan melapor kepada atasannya!" perintah Evan kepada pasukannya.


"Baik, saya ikut perintah Jenderal!" ucap Wolf tunduk memberi hormat yang diikuti oleh seluruh pasukan.

__ADS_1


Evan melihat sekitarnya dan mengamati dengan baik. "Berapa banyak kerugian kita?" tanya Evan kepada wakil komandan pasukan Kuda Darah.


"Menjawab Jenderal, kita kehilangan lebih dari 300 nyawa prajurit!, dan 1000 prajurit terluka!" jawab wakil Komandan Pasukan Kuda Darah.


Mendengar itu Evan mengernyit dengan raut wajah kesal "Lain kali aku tidak ingin hal ini terjadi lagi, Ini adalah Pil Pembeku Darah bisa menghentikan pendarahan, bagikan kepada para prajurit yang terluka dan rawat mereka dan kumpulkan Jenazah para saudara kita dan makamkan dengan layak, sedangkan mayat musuh kumpulkan jadi satu!" perintah Evan kepada Wolf dan Wakil komandan Pasukan Kuda Darah.


(Komandan Pasukan Kuda Darah adalah Reya, karena sebelumnya pasukan Kuda Darah adalah pasukannya Jenderal Ryu jadi Reya lah yang mewarisi Pasukan Kuda Darah.)


"Baik Jenderal!" ucap Wolf dan Wakil Komandan Pasukan Kuda Darah sembari memberi hormat.


Evan kemudian berbalik dan melihat Reya yang sedang terluka, Evan pun segera menghampiri Reya.


"Aaaww...." rintih Reya duduk kesakitan memegang luka yang ada di pahanya, kemudian Reya terkejut ketika nelihat Evan yang sudah berdiri dihadapannya.


"Kenapa kamu bisa terluka, apa lukanya dalam?" tanya Evan duduk memeriksa luka yang ada di paha Reya.


Wajah Reya seketika merona ketika Evan sangat dekat dihadapannya sambil menyentuh pahanya yang terluka.


"Apakah Sangat sakit?" tanya Evan yang bersikap lembut pada Reya sambil menyentuh luka Reya dengan pelan.


Evan bangkit berdiri dan bertanya pada Reya. "Apa kamu bisa berjalan sendiri?"


"Bisa...." jawab Reya, Reya pun mencoba bangkit berdiri namun karena luka yang ada dipahanya Reya pun hampir terjatuh namun untung Evan yang sigap dengan cepat menangkapnya.


Reya terkejut dengan wajah meronanya, hatinya berdebar-debar ketika Evan menangkap dan memeluknya.


Sea Lin, Tang Chen dan para prajurit yang ada disitu pun melihatnya sambil tersenyum menonton pasangan romantis, Reya dengan wajah merona yang malu meminta untuk dilepaskan.


"Lepaskan Aku!" pinta Reya dengan wajah meronanya, Namun Evan tidak mendengarkan dan malah langsung menggendong Reya.


"Kamu masih terluka, jangan banyak bergerak atau lukanya akan bertambah parah!" ucap Evan pada Reya, Kemudian Evan pun meloncat naik ke atas kuda dengan Reya yang masih dalam Gendongannya.


"Sea Lin-Tang Chen, kalian berdua bantulah para pasukan mengumpulkan para mayat, setelah mayat Musuh dikumpulkan Seraplah mayat mereka!" perintah Evan dari atas kuda kepada kedua temannya.


"Giliran sudah bersama wanita temannya langsung ditinggal, baiklah kamu urus saja Reya, kami akan membantu pasukan membersihkan bekas pertempuran disini!" ucap Tang Chen.

__ADS_1


"Kakak Besar Pergilah, rawat Kakak Ipar kedua dengan baik!" ucap Sea Lin tersenyum lebar yang membuat wajah Reya semakin merona didalam pelukan Evan.


"Omong Kosong apa yang kamu katakan!?, kamu pergi sana serap mayat!" perintah Evan yang kesal pada Sea Lin.


"Hahahaha... Baik! Baik!" Sea Lin langsung pergi melarikan diri.


"Hmmm.... jadi yang kedua juga tidak buruk karena itu adalah Evan." pikir Reya dalam hatinya sambil tersenyum melihat wajah Evan yang sedang memarahi Sea Lin.


Evan tiba-tiba menoleh melihat wajah Reya yang sedang tersenyum melihat ke arahnya, namun Reya dengan cepat langsung menoleh ke arah lain.


"Apa kamu tadi tersenyum padaku?" tanya Evan yang tadi melihat sekilas bahwa Reya tersenyum padanya.


"Siapa yang tersenyum padamu?, tak tahu malu!" ucap Reya membantah yang membuang muka. Evan hanya tersenyum melihat tingkah Reya yang sedang berbohong.


"Hahaha... Dasar wanita galak!" ujar Evan yang menjalankan kudanya meninggalkan tempat itu menuju ke kota Yunzhou.


Mereka berdua pun semakin menjauh dari para pasukan sambil mengobrol....


"Siapa wanita Galak!, cepat turunkan aku!" pinta Reya dengan kasar sambil meronta-ronta.


"Hei hei hei jangan banyak bergerak nanti lukamu bertambah parah...." ujar Evan.


"Aaaww....." Rintih Reya kesakitan.


"Tuh Kaan......" ucap Evan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


......................

__ADS_1


__ADS_2