KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 411 : Bersikap Implusif


__ADS_3

"Aku tahu, kalian datang kesini bukan tidak hanya ingin melarikan diri dari kejaran Para Prajurit utusan Wu Shen, tetapi juga ingin meminta bantuan dari Nanzhou untuk melawan pemberontakan Panglima Wu Shen dan Para Sekutunya. Benar bukan?" ujar Evan menebak dengan tepat tujuan Hua Qing Qing, Gu Mei, Zhang Xiu dan Tai Ming datang ke Nanzhou.


"Apa yang Tuan Jenderal katakan memang sangat benar adanya, kami datang ke Nanzhou karena ingin meminta bantuan dari Tuan Jenderal beserta Pasukan Nanzhou, untuk melawan Pasukan Pemberontak Pamglima Wu Shen dan Para Sekutunya!" kata Hua Qing Qing membenarkan tebakan Evan.


Mendengar Hua Qing Qing membenarkan tebakannya, kemudian Evan menghela nafasnya sekali lagi.


"Maaf, aku dan Pasukanku tidak bisa membantu kalian untuk melawan Pasukan Pemberontak Panglima Wu Shen dan Para Sekutunya!" kata Evan memberi jawaban yang seketika membuat semua orang merasa terkejut.


"Kenapa? Kenapa Tuan Jenderal tidak bersedia membantu kami? Saat ini Panglima Wu Shen mungkin sudah mengumumkan kemenangannya dan telah menjadi Kaisar! Dia sewenang-wenang dalam memerintah dan menindas Seluruh Rakyat! Rakyat sekarang sedang menderita, apakah Jenderal sama sekali tidak ingin membebaskan rakyat dari penderitaan?" ujar Hua Qing Qing berbicara tanpa henti dengan nada tinggi kepada Evan.


"Diam! jika kamu tidak mengerti, lebih baik kamu diam!!" bentak Evan menyuruh Hua Qing Qing untuk diam.


"Apakah kamu pikir berperang itu hanya perlu memegang senjata dan maju bertempur saja? Aku tidak mengerti mengapa kamu yang sangat bodoh ini bisa menjadi seorang Komandan!" kata Evan menyela dengan berkata kasar pada Hua Qing Qing.


Mendengar perkataan Evan yang menyela dirinya, seketika membuat Hua Qing Qing merasa kesal dan emosi kepada Evan.


"Dasar kamu pengecut! bilang saja jika kamu tidak berani, tidak usah terlalu banyak bicara! Dari dulu aku kira Jenderal Besar Li Sang Penguasa Nanzhou adalah seseorang yang luar biasa, namun sekarang aku tahu, kalau ternyata seseorang yang luar biasa itu adalah seorang pengecut yang takut untuk maju berperang!" kata Hua Qing Qing menyela dan menghina Evan tanpa henti.


Melihat sikap Hua Qing Qing yang sangat berlebihan, membuat Evan merasa sudah tidak tahan lagi. Hanya dengan satu serangan jiwa dari ujung jari telunjuknya, Evan menunjuk jidat Hua Qing Qing dan berhasil membuatnya langsung pingsan.


Kemudian dengan sigap Tai Ming langsung menangkap Hua Qing Qing yang akan segera jatuh ke tanah. Melihat Evan yang tiba-tiba langsung menyerang Hua Qing Qing, seketika membuat Zhang Xiu dan Tai Ming merasa terkejut.


"Aku hanya membuatnya pingsan saja, dia tidak apa-apa!" kata Evan memberitahu mereka kalau Hua Qing Qing sama sekali tidak terluka.

__ADS_1


Mengetahui kalau Evan hanya membuat pingsan Hua Qing Qing saja, seketika membuat Zhang Xiu dan Tai Ming merasa lega.


"Tai Ming, kamu bawalah Nona Hua ke kamar untuk beristirahat," kata Evan menyuruh Tai Ming untik membawa pergi Hua Qing Qing untuk beristieahat.


"Sedangkan Zhang Xiu, kamu ikut denganku, aku merasa bahwa kamu lebih mudah untuk di ajak bicara dari pada Nona Hua!" lanjut Evan mengajak Zhang Xiu untuk berbicara.


Kemudian Zhang Xiu menggendong dan membawa Hua Qing Qing yang sedang pingsan pergi ke salah satu kamar di penginapan untuk beristirahat. Sedangkan Zhang Xiu sebelum berbicara dengan Evan mengenai Pemberontakan yang dilakukan oleh Wu Shen dan Para Sekutunya, Dia ikut pergi dengan Evan dan yang lainnya ke kamar penginapan tempat Gu Mei yang sedang pingsan berada.


Sesaat kemudian disebuah kamar didalam penginapan tersebut, tampak Gu Mei yang sedang terbaring pingsan dengan sebuah luka tepat dikepalanya.


"Sepertinya kepalanya dipukul oleh sesuatu sampai terluka dan membuatnya pingsan, Sepertinya luka di kepalanya cukup parah!" kata Ririn mengamati luka yang ada di kepala Gu Mei.


Kemudian Evan mengeluarkan satu botol Pil Obat dari dalam cincin ruang penyimpanannya. Pil Obat yang dikeluarkan dari dalam cincin ruang penyimpanan oleh Evan bernama Pil Pengembali Darah. Pil Pengembali Darah ini memilki dua fungsi, yaitu yang pertama adalah Pil ini dapat dengan cepat meregenerasi kerusakan pada kulit dan daging (luka luar), sedangkan yang kedua adalah Pil ini dapat menambah darah atau mengembalikan darah yang telah hilang karena terluka.


"Ririn, kamu berikan satu butir Pil Pengembali ini pada Gu Mei, ingat hanya satu saja!" kata Evan mengingatkan sambil memberikan satu botol Pil Pemgembali Darah yang ada ditanganya kepada Ririn


"Karena jika kamu memberikan Pil Pengembali Darah ini lebih dari satu kepada Gu Mei, takutnya tubuhnya mungkin akan terkena efek serangan balik dari Pil Pengembali darah!" jawab Evan menjelaskan pada Ririn.


Setelah Evan memberikan Pil Pengembali Darah tersebut pada Ririn, agar diberikan kepada Gu Mei yang sedang terluka dan terbaring pingsan dikamar tersebut, kemudian Evan, Sea Lin, Cao Cao dan Zhang Xiu keluar dari kamar tersebut, sedangkan Ririn, Reya dan Qiu Nia Lan tetap berada didalam kamar tersebut untuk menjaga dan merawat Gu Mei.


Setelah mereka keluar dari kamar, Evan menyuruh Cao Cao untuk segera kembali ke Kediaman Jenderal, sedangkan dirinya dan Sea Lin ada hal yang perlu mereka bicarakan dengan Zhang Xiu.


"Cao Cao, kamu kembalilah ke Kediaman Jenderal lebih dulu, Kakak dan Kak Sea Lin ada hal yang perlu dibicarakan dengan Tuan Zhang Xiu!" kata Evan menyuruh Cao Cao untuk segera kembali pulang ke Kediaman Jenderal.

__ADS_1


"Baik Kakak!" kata Cao Cao mematuhi Evan untuk kembali pulang ke Kediaman Jenderal.


Kemudian Cao Cao pergi meninggalkan Penginapan tersebut dan kembali ke Kediaman Jenderal, sedangkan Evan, Sea Lin dan Zhang Xiu tetap berada dipenginapan.


Sementara itu disuatu kamar yang lain didalam penginapan tersebut, tampak Tai Ming yang sedang membaringkan (meletakan) Hua Qing Qing ke atas tempat tidur.


Namun tak lama kemudian, Sai datang dan masuk ke dalam kamar tersebut. Menyadari ada seseorang yang datang, kemudian Tai Ming pun menoleh dan melihat ke arah Sai yang sedang berjalan menghampiri dirinya.


"Tuan Pengawal? kenapa Tuan datang kesini?" tanya Tai Ming merasa heran dengan kedatangan Sai ke dalam kamar tersebut.


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin melihat kondisi Nona Hua, apakah dia baik-baik saja atau tidak!" jawab Sai menjelaskan tujuan kedatangannya.


"Nona Hua Qing Qing baik-baik saja, Tuan Pengawal tidak usah merasa khawatir!" ujar Tai Ming.


"Tuan Pengawal, ayo kita keluar, kita jangan mengganggu Nona Hua beristirahat!" kata Tai Ming mengajak Sai untuk keluar dari kamar tersebut.


Kemudian Sai menuruti perkataan Tai Ming, mereka berdua keluar dari kamar tersebut, dan pergi meninggalkan Hua Qing Qing yang sedang terbaring pingsan diatas tempat tidur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...

__ADS_1


......................


......................


__ADS_2