
Kemudian Wolf pergi meninggalkan ruang rapat dengan hati yang merasa senang dan bahagia.
Setelah Wolf pergi maka diruangan rapat tinggal tersisa Evan dan Sea Lin.
"Kakak Besar, apa yang ingin kamu katakan padaku?, kamu tidak ingin melarang pergi berperang juga kan?, aku masih benar-benar sehat!" ujar Sea Lin yang merasa penasaran dengan apa yang ingin dikatakan oleh Evan kepadanya.
"Apa yang kamu pikirkan?, siapa yang ingin melarang kamu untuk pergi berperang?, sebaliknya aku malah ingin membuat kamu menjadi lebih kuat agar berperang di garis depan bersamaku, ingat kamu adalah tangan kananku!" ujar Evan merasa bangga dengan Sea Lin.
"Membuat aku menjadi lebih kuat?" tanya Sea Lin merasa bingung dan penasaran dengan maksud dari perkataan Evan.
"Yah benar!, aku akan membuat kamu menjadi lebih kuat malam ini juga!" kata Evan membuat Sea Lin menjadi semakin keheranan.
"Ayo!, kamu ikut aku ke kolam teratai dihalaman belakang!" kata Evan mengajak Sea Lin.
Kemudian dengan patuh Sea Lin mengikuti Evan berjalan menuju kolam teratai yang ada dihalaman belakang kediaman Jenderal.
Setelah sampai dihalaman belakang kediaman jenderal, betapa terkejutnya Sea Lin ketika melihat bahwa kolam teratai yang biasa menjadi tempat bermain kesukaan Ririn, telah dikuras hingga kering.
"Kakak Besar, apakah kamu yang menguras kolam teratai ini?, bagaimana jika Kakak Ipar pertama tahu?" ujar Sea Lin merasa sangat kaget dengan apa yang dilihatnya.
"Yah, memang aku yang menguras kolam teratai ini, jika Ririn tahu kalau kolam teratai kesukaannya aku kuras, tentu saja dia pasti akan marah. Jadi jangan sampai Ririn tahu jika kolam kesukaannya aku keringkan, mengerti?" ujar Evan dengan sifat nekadnya.
__ADS_1
Melihat Evan yang seperti itu, Sea Lin sungguh tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Kakak Besar memang sungguh berani, aku salut padamu!" kata Sea Lin mengacungkan kedua ibu jarinya kepada Evan.
"Sudah jangan meledek aku lagi, kamu pun juga sama sepertiku!" ujar Evan.
"Hehehe..., Sebenarnya untuk apa Kakak menguras kolam teratai kesukaan Kakak ipar pertama?" tanya Sea Lin merasa heran dan penasaran.
"Sebenarnya aku juga tidak mau, tetapi hanya inilah kolam yang cocok untuk aku gunakan, ini semua juga untuk kamu, baiklah dari pada bingung lebih baik biar aku tunjukan padamu!" kata Evan.
Kemudian Evan langsung mengeluarkan banyak sekali darah dari cincin penyimpanannya ke kolam teratai yang telah dikeringkan dan dibersihkan olehnya.
Tampak kolam teratai yang tadinya kering kini telah dipenuhi oleh darah yang berwarna merah, darah sebanyak itu adalah seperlima darah dari darah hewan monster yang dia dapatkan dari kolam darah di Gua Gravitasi sebelumnya.
"Kakak Besar, untuk apa kamu mengeluarkan darah hewan monster sebanyak ini?, dan dari mana kamu mendapatkannya?" tanya Sea Lin merasa sangat terkejut dan heran.
"Ini bukan hanya darah hewan monster biasa, ini semua adalah darah hewan monster tingkat tinggi yang sangat kuat, bahkan dua diantaranya adalah hewan monster tingkat sepuluh yang sangat kuat!" kata Evan menjelaskan kepada Sea Lin.
Mendengar itu Sea Lin merasa sangat terkejut dan tidak tahu harus mengatakan apa.
"Jadi aku ingin kamu menyerap semua darah ini hingga habis, dengan adanya semua darah ini aku yakin kamu yang memiliki tubuh fisik raja mayat bisa meningkatkan pembinaan kamu hingga dua atau tiga level sekaligus, tidak hanya pembinaan tetapi kamu juga bisa meningkatkan kekuatan raga milik kamu hingga ke tingkat dua atau tiga!" kata Evan menjelaskan kepada Sea Lin.
__ADS_1
"Saat ini aku memiliki kekuatan raga tingkat pertama, jika dengan adanya darah hewan monster tingkat tinggi sebanyak ini, aku yakin, kalau aku bisa meningkatkan kekuatan raga milikku hingga ke tingkat tiga!" batin Sea Lin dalam hatinya.
"Tetapi jika aku menyerap semua darah ini, apakah aku tidak terlalu serakah, jika Kakak Besar yang menyerap semua darah hewan monster ini, dia pasti bisa meningkatkan kekuatannya lagi, tidak hanya Kakak Besar tetapi semua kultivator kegelapan yang ada di Pasukan Gagak Malam pasti bisa meningkatkan kekuatam mereka dengan darah hewan monster ini!" pikir Sea Lin dalam hatinya.
Setelah berpikir cukup lama Sea Lin memutuskan untuk tidak menyerap semua darah hewan monster tersebut dan malah ingin membaginya dengan paea kultivator kegelapan lainnya yang ada di Pasukan Gagak Malam.
"Kakak Besar, aku tidak akan menyerap semua darah hewan monster ini untuk diriku sendiri, lebih baik Kakak Besar bagikan saja sebagian darah hewan monster ini pada para kultivator kegelapan yang ada di Pasukan Gagak Malam, mereka semua lebih membutuhkan darah hewan monster ini dari pada aku!" kata Sea Lin yang tidak ingin menjadi orang yang serakah.
"Aduh kamu ini, kamu pikir aku bodoh hingga memberikan semua darah hewan monster kepadamu?, kamu tenang saja, aku sudah membagi jatah kepada masing-masing para kultivator kegelapan yang lainnya!" ujar Evan.
"Oooh jadi Kakak Besar sudah menjatahnya, tetapi bukankah jatah aku ini juga terlalu banyak?" ujar Sea Lin yang masih merasa tidak enak.
"Aduh kamu terlalu banyak bicara, cepat masuk kedalam kolam dan serap semua darah itu, aku ingin kamu selesai menyerap semua darah hewan monster yang ada di kolam ini sebelum matahari terbit, karena Kakak Ipar kamu setiap pagi hari pasti akan datang kesini untuk bermain dengan Limao dan Xuanwu, jika sampai kamu belum selesai menyerap semua darah hewan monster ini sesudah matahari terbit, maka tanggung sendirilah akibatnya!" ujar Evan mengingatkan Sea Lin agar segera menyerap semua darah hewan monster yang ada di kolam agar tidak ketahuan oleh Ririn.
Mendengar itu, Sea Lin benar-benar merasa tidak senang dan memiliki firasat buruk.
"Bagaimana mungkin Kakak Ipar pertama tidak tahu?, bau amis darah ini saja mungkin sudah menyebar ke seluruh kediaman Jenderal ini, begitu Kakak Ipar pertama bangun pasti akan langsung datang ke tempat ini untuk mencari tahu bau amis darah, ini sama saja dengan mengantar nyawa menuju kematian!" batin Sea Lin yang memiliki firasat buruk.
"Sekarang kamu cepatlah serap semua darah ini, aku akan pergi ke lapangan latihan prajurit, semoga selamat!" ujar Evan yang langsung terbang pergi meninggalkan Sea Lin sendirian di kolam teratai yang dipenuhi darah tersebut.
Melihat Evan yang pergi melarikan diri untuk menghindari terkena masalah, Sea Lin sungguh merasa jengkel dan kesal kepada Evan.
__ADS_1
"Dasar Kakak Besar, dia bahkan langsung pergi untuk menghindari terkena masalah, lihat saja jika aku nanti ketahuan oleh Kakak Ipar pertama, aku pasti akan menyeret kamu juga, lihat saja!" kata Sea Lin merasa kesal dan dendam kepada Evan.