
Pertempuran berlangsung dengan sangat sengit hingga pasukan Kota Yanzhou akhirnya sudah mulai terpojok.
Mereka tampak kewalahan melawan pasukan iblis yang jumlahnya mencapai 100 ribu prajurit sedangkan pasukan mereka kurang dari 50 ribu prajurit karena separuh dari pasukan masih berada di kota Hao.
Dan juga kekuatan prajurit pasukan iblis jauh lebih kuat dari mereka, mau itu dengan kekuatan fisik atau pun pencapaian kultivasi.
Pasukan Nanzhou sudah tampak sangat terpojok dan sudah diambang kekalahan, namun mereka tetap tidak ingin menyerah dan terus berperang dengan sekuat tenaga.
Tampak Ririn yang masih bertempur melawan para prajurit Iblis di atas dinding pertahanan kota.
"Penjara Es!" seru Ririn yang masih bertempur dan membekukan para prajurit iblis.
Setelah bertarung cukup lama Ririn nampak kewalahan melawan para prajurit iblis yang datang menyerang tiada henti, Dan hingga akhirnya Ririn memaksakan dirinya untuk mengeluarkan kekuatannya yang dibatasi oleh kutukan yang ada pada dirinya untuk melawan pasukan iblis.
Ririn mengeluarkan aura dingin yang kuat sampai membekukan sekitar tempat ia berada.
Melihat itu Para prajurit iblis menjadi ragu untuk maju melangkah karena setiap mereka melangkah mendekat, kaki mereka akan langsung membeku oleh Es.
"ISTANA BEKU !" seru Ririn membentangkan kedua tangannya yang seketika membekukan para prajurit Iblis yang ada didekatnya hingga tertutupi oleh bongkahan Es.
Melihat itu Nan Ruyu yang ada didekat Ririn pun terkejut.
"Ririn, kamu tidak boleh memaksakan diri untuk bertarung atau penyakitmu akan kambuh lagi!" ujar Nan Ruyu melarang Ririn.
"Aku harus menjaga Nanzhou demi Evan!" ucap Ririn nekat dengan tubuh yang terus mengeluarkan aura dingin.
Aura dingin dari tubuh Ririn menyebar hingga membekukan sekitar tempat Ririn berdiri bahkan Nan Ruyu pun mundur menjauh dibuatnya.
"Ririn kamu jangan memaksakan dirimu!" ujar Nan Ruyu mencoba menghentikan Ririn.
Ririn mengayunkan tangannya ke arah pasukan Iblis yang seketika menciptakan sebuah bongkahan Es yang mengurung dan membekukan banyak prajurit Pasukan Iblis.
Semua orang terkejut melihat itu, Reya dan yang lainnya menoleh melihat ke arah Ririn.
Perlahan Energi dingin membentuk Sayap Aura dipunggung Ririn.
Ririn mengangkat tangannya ke atas kepala dan kemudian Ribuan pedang Es tercipta di udara di atas Ririn.
"Hujan Es Pembunuh!" gumam Ririn menurunkan tangannya dan mengarahkannya ke arah pasukan Iblis.
Ribuan Pedang Es menghujani pasukan Iblis yang dalam sekejab membunuh membantai padukan Iblis, Jeritan Para prajurit Iblis pun mengema ditelinga.
Semua orang yang melihat itu pun terkejut dan suasana pun menjadi mencekam.
"Inikah kekuatan Ririn yang sesungguhnya?" Reya terkejut dan takjub melihat kehebatan Ririn.
Reya dan yang lainnya terkejut dan takjub melihat kehebatan Ririn akan tetapi mereka juga cemas dengan Ririn.
Tampak Ririn mulai tersiksa dengan energi dingin yang ada pada tubuhnya sendiri, nafas Ririn berhembus dengan dingin.
Disisi lain Jenderal Iblis melihat Ririn dari kejauhan dengan mengerutkan kening dan mengernyit.
"Semuannya Tetap Maju dan Serang!" seru Jenderal Iblis pada pasukannya.
Ririn terbang maju ke arah Iblis sembari mengeluarkan Jurus Penjara Es berulang-ulang kali yang membekukan banyak prajurit Iblis.
__ADS_1
Ririn semakin tersiksa menahan rasa sakit dan dingin pada tubuhnya, setelah memaksakan diri untuk bertarung cukup lama Sayap Aura dipunggung Ririn mulai perlahan menghilang, dan karena tidak kuat menahan lagi akhirnya Ririn pun pingsan dan jatuh.
Menyadari bahwa Ririn berada dalam bahaya, Kalung Burung Api Phoenix dan Gelang Naga Emas Qinglong pun bersinar dan aktif.
Kemudian dengan cepat dua hewan monster milik Evan itu keluar dari kalung dan gelang yang ada pada Ririn.
Phoenix dengan cepat menangkap Ririn di atas punggungnya sebelum sampai jatuh ke tanah.
Burung Api Phoenix dan Naga Emas Qinglong muncul untuk melindungi Ririn.
Seketika semua orang mau itu pasukan Nanzhou ataupun Pasukan Iblis terkejut melihat kemunculan dua hewan monster Kuno yang melegenda, yaitu Burung Api Phoenix dan Naga Emas Ginglong.
"GRROOAAARRR !!" Qinglong mengaum dengan keras hingga memekakan telinga semua orang.
Phoenix menarik nafasnya dan menghembuskan nafas api yang membakar ribuan prajurit iblis hingga menjadi abu.
Sedangkan Qinglong juga ikut menyerang dengan nafas Api emasnya yang juga membakar Ribuan Prajurit Iblis.
Semua orang tercengang melihat itu, bahkan teman-teman Evan pun sangat terkejut karena mereka tidak pernah tahu bahwa Ririn memiliki dua hewan monster yang sangat kuat yang menjaga dan melindungi Ririn.
Kemudian Phoenix terbang ke arah dinding pertahanan kota sembari membakar pasukan Iblis.
Setelah sampai Phoenix menurunkan Ririn didekat Nan Ruyu.
"Bantu Aku jaga gadis ini!" pinta Phoenix dengan suara yang membuat Nan Ruyu merasa terdominasi.
Nan Ruyu pun mengangguk dengan cepat menyetujui permintaan sang Phoenix.
Setelah itu, kemudian Phoenis pergi dan terbang sepanjang dinding pertahanan kota Sembari menghembuskan Nafas Api yang membakar para prajurit Iblis yang hendak memanjat naik ke atas dinding.
Pasukan Iblis menjadi kacau balau, mereka yang tadinya sudah akan memenangkan pertempuran kini dibakar habis oleh Dua Hewan Monster, Phoenix dan Qinglong saja.
"Klotang!" para prajurit iblis menjatuhkan senjata dan perisai mereka, mereka menelan ludah sembari melihat ke arah Phoenix dan Qinglong yang terus menghembuskan nafas api yang membakar pasukan Iblis lainnya.
Melihat situasi sekarang Reya, Elemen Air dan Daun juga yang lainnya tidak ingin membuang kesempatan tersebut.
"Seluruh Prajurit Nanzhou Serang!" seru Reya memimpin pasukan berkudanya (kuda darah) maju menyerang membantai pasukan iblis.
Tampak Reya yang menyerang dari atas kuda membunuh para prajurit Iblis dengan ayunan tombaknya.
"Bunuh Semuanya!" seru Wolf memimpin pasukan infantri (serigala) ikut maju menyerang membantai pasukan iblis.
"Hiyaah!" seru Wolf menebas dan memenggal kepala para prajurit Iblis hingga darah bercucuran kemana-mana.
"Heh!, aku juga tidak ingin kalah dari bocah-bocah ini!, Daun kamu jaga dinding pertahanan jangan sampai ada satu pun Iblis yang berhasil masuk ke dalam kota!" ujar Elemen Air pada Elemen Daun yang ada dibelakangnya.
Air mengangkat pedangnya, Air melakukan gerakan pedang yang sangat indah dengan diikuti energi air yang mengalir mengikuti ayunan pedang.
Gerakan pedang yang indah itu berakhir dengan tubuh menyamping dan pedang yang membentang lurus ke arah pasukan Iblis.
Tatapan mata Elemen air tegak lurus dengan pedangnya.
"MA-TI !" ucap Elemen Air yang bersamaan dengan tetesan air yang jatuh ke tanah.
Seketika dengan sangat cepat Air maju menyerang sembari mengayunkan pedangnya yang memotong-motong para prajurit pasukan iblis
__ADS_1
Dalam sekejap semua prajurit Iblis di sepanjang gerakan Elemen Air mati dengan tubuh yang terpotong-potong.
Dengan adanya bantuan Phoenix dan Qinglong yang membakar puluhan ribu prajurit iblis, seketika situasi pun kini berbalik.
"Kenapa situasinya jadi seperti ini!?, kami tadi sudah hampir menang, ini semua karena dua hewan monster kuno itu!" geram Jenderal Iblis.
"Aku harus melapor pada paduka Kaisar Iblis!" pikir Jenderal Iblis.
"Seluruh Pasukan Mundur!" teriak Jenderal Iblis pada pasukannya.
Naga Emas Qinglong mendengar teriakan Jenderal Iblis yang menyuruh pasukannya untuk mundur.
Teriakan itu membuat Naga Emas Qinglong terpancing datang ke arahnya.
"Naga sialan!" ucap Jenderal Iblis Melihat Naga Emas Qinglong yang dengan cepat terbang menuju ke arahnya, Jenderal Iblis pun kabur dan terbang menjauh.
Namun dengan kecepatan Naga Emas Qinglong yang sangat cepat berhasil mengejar Jenderal Iblis.
Naga Emas Qinglong membuka mulutnya dan "GRAP!" , Jenderal Iblis masuk kedalam mulut Naga Emas Qinglong.
Naga Emas Qinglong pun mengunyah dan menelan Jenderal Iblis.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
Diwaktu yang sama di depan pintu Gua, tampak Evan yang sudah akan meninggalkan Gua karena Ular Piton Bertanduk Tiga telah pulih dari lukanya dan sudah mengumpulkan kembali kekuatan dan Energinya.
Kemudian mereka pun berpamitan kepada Ular Piton Bertanduk Tiga.
"Induk Piton kami pamit pergi, terima kasih atas pemberianmu!" ucap Evan dengan raut wajah tersenyum.
"Tidak perlu berterima kasih, seharusnya akulah yang mengucapkan terima kasih karena tanpa kalian mungkin aku dan telurku sudah mati!" kata Ular Piton Bertanduk Tiga dengan senang hati.
"Ibu Piton, kami pergi dulu yah!, setelah lima tahun nanti kami akan datang lagi untuk melihat anakmu yang pasti menetas menjadi Ular yang cantik seperti ibunya!" kata Qing Wei dengan sangat senang.
"Ibu Piton, kami pergi dulu!, sampai jumpa lima tahun lagi!" kata Ray dengan raut wajah tersenyum sembari berbalik badan tangan melambai.
"Kami akan kembali dan melihat anakmu nanti!" kata Sea Lin ikut berbalik pergi dengan raut wajah tersenyum bahagia.
"Ibu Piton, kamu cepatlah mencapai tingkat Tujuh dan berubah menjadi wanita (manusia) yang cantik!" kata Tang Chen sambil berjalan menjauh.
Namun disaat Evan berjalan pergi meninggalkan Gua, Evan merasakan Dua Monster Spiritual miliknya Aktif keluar dan bertarung.
"Ririn!" batin Evan dengan Jantung yang berdegup kuat dan perasaan (hati) yang tidak tenang memikirkan Ririn.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
......................
__ADS_1