
"Evan, biarkan dia memukulimu!" perintah elemen Tanah dalam ruang kesadaran Evan. Evan sedikit terkejut mendengarnya.
"Kau tidak lupa bukan, Cara untuk pelatihan Ragamu?, jika kau terus dipukuli oleh priamu mungkin kekuatan Ragamu bisa meningkat ke Tingkat Dua!" ucap Tanah. Mendengar itu Evan pun tersenyum, Evan menurunkan tangannya.
"Hahaha..., Hei paman, apa hanya segini saja kemampuan pukulanmu?, sungguh mengecewakan! ini bahkan tidak cukup kuat untuk memijatku!" ucap Evan menantang dengan santai dan sombong.
Para penonton yang melihat itu heran melihat tindakan Evan yang meremehkan dan merendahkan Wu Shen.
"Bocah ini beraninya meremehkan aku!?, kalau begitu aku pasti akan membuatmu cacat dengan jurus tinjuku!" ucap Wu Shen.
"TINJU PENGHANCUR !!" teriak Wu Shen mengeluarkan jurus tinjunya. Evan hanya diam berdiri menerima serangan tersebut dengan senang hati.
Orang-orang yang melihat itu langsung heran dan terkejut dengan Evan yang tidak bergerak sama sekali.
"Evan(Kakak besar)!, cepat menghindar!" teriak Gu Mei dan Sea Lin memperingati Evan.
"Sial! kenapa bocah ini tidak menghindar?, dia akan cacat jika terkena serangan itu!" batin Kaisar Gu khawatir melihat Evan.
"Beraninya kau tidak menghindari tinjuku!, tubuhmu pasti akan langsung remuk!" ucap Wu Shen.
"DUAAARR !!" suara ledakan akibat jurus tinju dari Wu Shen yang menghantam Evan.
"Hahaha rasakanlah! kau pasti sudah....... !?" Ucap Wu Shen menghentikan kalimatnya ketika melihat ke arah Evan yang tidak terjadi apa-apa.
"Hehehehe... apa hanya segitu?, kekuatan tinjumu ternyata sangat lemah, tidak berbeda dengan pukulan seorang anak kecil!" ucap Evan terus mempovrokasi Wu Shen agar lebih marah.
Mereka yang tadi mengkhawatirkan Evan kini sudah lega, tapi mereka tidak tau mengapa Evan harus terus mempovrokasi Wu Shen dengan membuatnya semakin marah.
"Kakak Evan, Hebat!, hajar pria itu jangan beri dia ampun!" teriak Sea Lin memberi semangat pada Evan.
"Kekuatan pukulan ini masih kurang, harus lebih kuat lagi agar aku bisa menembus tingkat dua pelatihan raga!" pikir Evan.
"KAU !!!, Kau lah yang memaksaku!. SERIBU TINJU PENGHANCUR !!!" seru Wu Shen yang langsung melancarkan serangannya secara beruntun kepada Evan.
"Bam, Bam, Bam, Bam, Bam, Bam.....!!!!" Setiap tinjuan itu langsung mengenai tubuh Evan tanpa ada halangan sedikitpun, Evan melindungi wajah tampannya dengan kedua lengannya.
Beberapa saat kemudian terlihat Evan yang masih baik-baik saja, hanya pakaiannya saja yang telah hancur.
"Sepertinya jabatan panglimamu itu hanya nama sebuah nama panggilan saja!, kau tidak layak mendapatkannya!" ucap Evan yang terus membuat Wu Shen semakin marah.
"KAUUU......!!!" teriak Wu Shen mengeluarkan sebuah energi spiritual yang membentuk sebuah jubah perang.
__ADS_1
"Kali Ini kau pasti akan aku lenyapkan!" seru Wu Shen yang ingin menyerang dengan kekuatan penuhnya.
"Sial!, Wu Shen ini serius ingin membunuh Evan!, aku harus menghentilannya!" ucap Kaisar Gu.
"Panglima Wu Shen ingin membunuh Evan!" ucap Gu Mei terkejut dan cemas kepada Evan.
"Kak Evan bertahanlah!, aku percaya padamu kalau kamu pasti menang!, hajar si panglima busuk itu!!" teriak Sea Lin.
"BERHENTI ...!!" teriak kaisar Gu mencoba menghentikan Wu Shen.
"TERLAMBAT!, SERIBU TINJU MAUT PENGHANCUR !!!" seru Wu Shen mengeluarkan jurus tinjunya dengan kekuatan penuh.
"BAM! BAM! BAM! BAM! BAM!!"
"Kali ini kau pasti mati!" ucap Wu Shen merasa puas akan kemenangannya.
"HeHe..., Maaf panglima, sepertinya aku sudah membuatmu kecewa!" ucap Evan bangkit berdiri.
Melihat itu semua penonton terkejut dan tercengang dengan pertahanan tubuh Evan yang sangat membuat takjub semua orang yang menonton, seketika seluruh arena pertandingan menjadi gempar.
"Kak Evan, aku kagum padamu!, kau lah yang terhebat!" teriak Sea Lin.
"Fyuuuuhh...., Evan, kau selalu membuat orang disekitarmu terkejut dengan kehebatanmu!" gumam Gu Mei merasa tenang dan tidak khawatir lagi.
"Sepertinya aku sudah terlalu meremehkannya!" batin kaisar Gu ikut merasa tenang dan lega.
"Tapi Wu Shen ini sudah tidak bisa dibiarkan lagi!" gumam Kaisar Gu.
Semua orang yang menonton kagum terhadap Evan dan bersorak memberi dukungan untuknya.
...****************...
"Cuih!" Evan meludahkan sedikit darah dari dalam mulutnya.
"Akhirnya aku berhasil menembus ke pelatihan raga tingkat 2, aku harus berterima kasih pada Wu Shen ini!, sial seluruh tubuhku terasa sakit semua!" Gumam Evan meregangkan tubuhnya.
"Ba,bagaimana mungkin kau bisa baik-baik saja setelah menerima serangan penuh dariku!, jelas-jelas aku adalah tingkat kaisar sedangkan kau hanya jenderal level delapan!. Aku tidak percaya aku kalah!, Kau,kau pasti telah berlatih ilmu sesat!" ucap Wu Shen dengan ekspresi leciknya yang tidak ingin menerima kekalahannya dan malah memfitnah Evan.
"Dasar orang busuk yang tidak tahu malu! tidak ingin menerima kekalahannya malah sengaja memfitnahku!" ucap Evan mencibir Wu Shen.
Semua orang memaki dan memarahi Wu Shen, Wu Shen sekarang sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi.
__ADS_1
"Kali ini giliran aku yang akan menyerangmu, biar aku tunjukan padamu apa itu jurus tinju yang sebenarnya padamu!" ucap Evan berjalan mendekati Wu Shen yang mulai ketakutan.
Evan mengepalkan tinju kanannya dengan kuat, dan juga mulai mengumpulkan energi spiritual elemen angin pada tangan kanannya yang mengepal tinju.
Setelah cukup dekat Evan sudah siap memukul Wu Shen dan menambahkan tenaga dan energi spiritual angin pada tinjunya.
"TINJU DEWA, GERAKAN KEDUA, TINJU BESI !!" Evan langsung mengayunkan tinjunya dengan sangat cepat.
"BRUUAAKK !!!" tinju tersebut tak dapat dihindari lagi dan langsung mengenai wajah Wu Shen dengan sangat kuat.
"GUBRAAKK !!" Wu Shen terlempar keluar dari arena dengan cukup jauh dan menghantam tembok pembatas arena hingga hancur, Wu Shen langsung terluka parah dan pingsan seketika.
Semua orang bersorak atas kemenangan Evan, Evan berdiri tegak dengah gagah di atas arena.
"WUUHUUU..... Kak Evan, kau yang paling keren! Hebat!" seru Sea Lin sangat bersemangat dan gembira.
"Bocah ini ternyata sekuat ini!, untung saja tadi aku tidak menyinggungnya!" batin si pemimpin pertandingan.
"Masih tunggu apa lagi, Cepat umumkan pemenang pertandingannya sekarang!" perintah Evan pada si pemimpin pertandingan.
"Baik,baik!. Aku Umumkan! pemenang kompetisi ini adalah Evan Li, Jenderal penguasa provinsi Nanzhou!" ucap si pemimpin pertandingan mengumumkan sang juara.
"Hahahaha... Aku menang!, pil Penguat Jiwa Dewa tingkat tujuh dan kolam Naga Emas sudah menjadi milikku!" guman Evan senang
Dihari itu Evan sudah sangat menggemparkan Ibukota Negara Kerajaan Gu, kabar kemenangan Evan bocah lima belas tahun yang sudah menjadi Jenderal Penguasa Provinsi dan telah mengalahkan panglima muda Wu Shen didalam kompetisi, menyebar dengan sangat cepat seperti angin keseluruh penjuru ibukota maupun keluar kota.
Evan menjadi sangat terkenal dan disegani oleh seluruh rakyat negara Gu hanya dalam satu hari.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...S*AHABAT ADALAH ..........
MEREKA YANG TETAP DAN SELALU ADA WALAU SELURUH DUNIA BERKATA BAHWA KAU TAK LAGI BERHARGA 😊*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
......................
__ADS_1
......................
......................