KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 156 : Menjebak Ray si Pencuri


__ADS_3

Siang Hari di tempat rekonstruksi....


"Semua para pekerja berhenti!, semuannya boleh beristirahat! sudah waktunya makan siang!" teriak Tang Chen pada para pekerja.


Mendengar kata 'makan siang' seketika para pekerja langsung terlihat senang.


"Semuannya Berkumpul! Ayo mengantri!" teriak Tang Chen.


Terlihat para gadis dan Cao Cao sedang ada di Pos pembagian makanan dan siap untuk membagikan makanan.


"Ayo Ayo semuannya, Ayo istirahat makan siang!" teriak Ran Ran dengan raut wajah tersenyum lebar.


"Ayo makan, agar tubuh kembali bertenaga untuk bekerja!" kata Qin Yun dengan wajah tersenyun lebar.


Para pekerja pun mulai berkumpul di pos pembagian makanan, walaupun makanan yang tersedia hanya nasi dengan sayur saja tetapi sudah membuat para raut wajah pekerja terlihat bahagia.


Melihat rakyat dengan wajah-wajah yang tersenyum membuat Evan dan kawan-kawan pun turut bahagia hanya dengan melihatnya.


"Evan, rencanamu ini sungguh hebat, dengan ini kamu telah membangun kepercayaan masyarakat kota Yanzhou padamu!, dan Pembangunan benteng juga akan segera terselesaikan dengan cepat!" ucap Qin Shan pada Evan.


"Yah, tapi ini masih belum cukup, masalah di daerah Nanzhou tidak hanya ini, aku harus segera menyelesaikan semua masalah dengan cepat!" ucap Evan yang masih belum cukup puas.


"Kamu benar, kita tidak boleh langsung merasa puas hanya karena kita sudah menyelesaikan 1 atau 2 masalah saja!" ujar Qin Shan.


"Kalian ayo juga ikut makan siang, kalian juga pasti lapar kan?" ajak Lu Rao Rao kepada Evan, Luo Bai, Tang Chen dan Qin Shan yang sedang berdiri sambil melihat para Rakyat yang sedang makan.


"Yah kalian juga harus makan!" ujar Reya.


"Yoo!, ternyata semuannya sedang makan!" kata Sea Lin yang baru saja datang.


Sea Lin datang dengan mata dibalut dengan perban, Sea Lin berhalan dibantu dengan dituntun oleh Chu Xian.


"Kenapa mata dia di Perban?" tanya Tang Chen.


"Ini anjuran tabib agar matanya segera pulih." jawab Chu Xian.


Sea Lin yang mencium aroma sayur menjadi lapar.


"Sayang, aku lapar ingin makan." pinta Sea Lin dengan manja pada Chu Xian.


"Baiklah, aku akan ambilkan makan." ucap Chu Xian dengan lembut.


"Yah aku juga lapar ingin makan!, Yun...." ucap Shan yang memanggil adiknya.


"Ririn, aku juga lapar....." kata Evan mengikuti.


"Bai, kau juga harus makan..." ujar Lu Rao Rao pada Luo Bai


"Yah..." Luo Bai tersenyum sambil mengangguk.

__ADS_1


Semua pria tampak sudah mendapatkan pasangannya tetapi tidak dengan Tang Chen, Tang Chen sangat sebal melihat akan hal itu.


"Kakak Tang Chen kenapa kamu tidak ikut makan?, apa kamu tidak lapar?" tanya Cao Cao yang menghampiri Tang Chen.


"Tidak, aku sudah kenyang ketika melihat mereka semua dengan pasangannya!" jawab Tang Chen dengan raut wajah kesal.


Namun kemudian terdengar suara perut Tang Chen yang kelaparan yang langsung membuat Tang Chen jadi Canggung.


"Pfftt...." Cao Cao menahan tawanya.


"Perut Kak Tang Chen tidak bisa berbohong, ini Nasi dan Sayur yang tadi sudah aku siapkan untukmu." ucap Cao Cao memberi sebuah mangkuk berisi nasi dan juga sayur.


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu yaah..." Cao Cao berjalan pergi meninggalkan Tang Chen seorang diri.


Tang Chen semakin sebal, ketika melihat semua teman-temannya makan dengan sangat mesra bersama pasangan mereka. Apa lagi melihat Evan yang dikerumuni oleh para gadis, dan Sea Lin yang makannya disuapi oleh Chu Xian karena matanya diperban.


Tang Chen memakan makananya dengan raut wajah sedih bercampur kesal.


Singkat cerita...


Hari mulai gelap, para pekerja mengantri untuk pembagian upah mereka bekerja. satu liter beras untuk satu orang pekerja sebagai upah kerja mereka satu hari.


Evan senang ketika melihat Wajah para pekerja itu tampak bahagia setelah menerima upah mereka.


Satu per satu para pekerja meninggalkan tempat pembangunan (Benteng peetahanan), disaat langit sudah tampak gelap semua pekerja itu sudah menerima upah mereka.


Kini giliran Evan dan teman-temannya untuk pulang je kediaman jenderal milik Evan.


Beberapa saat kemudian Di Kediaman Jenderal, Evan dan teman-teman pria nya berkumpul, kecuali Sea Lin.


"Evan apa rencanamu untuk menangkap Ray si pencuri ini?" tanya Luo Bai pada Evan.


"Begini, nanti jika Ray si pencuri ini datang, maka kita biarkan saja dia masuk ke dalam gudang persediaan!" jawab Evan.


"Membiarkannya masuk?!" ucap teman-teman Evan kaget.


"Hem.., dengarkan aku selesai bicara!, kita begini...., begitu....., seperti ini....., seperti itu......" Evan menjelaskan secara singkat rencananya.


"Hehehe...." tawa jahat mereka bersama setelah paham.


Singkat cerita, Ray datang lagi untuk mencuri di gudang penyimpanan bahan pangan, diluar pagar kediaman jenderal terlihat Ray yang sudah bersiap untuk melompati pagar.


"Malam ini aku harus mengambil lebih banyak!" ucap Ray bertekad.


Ray menyelinap melompat dari pagar, Ray melihat ke arah kanan yang terlihat ada dua orang prajurit yang menjaga gerbang, dan kemudian menoleh melihat ke kiri yang terlihat tiga penjaga yang sedang mengobrol, Ray menyelinap tanpa ketahuan walau banyak penjaga yang lalu lalang.


Para prajurit itu sebenarnya menyadari kedatangan Ray si Pencuri namun karena perintah Evan yang menyuruh agar membiarkan dan pura-pura tidak tahu kedatangan Ray si Pencuri.


"Kenapa kita tidak boleh menangkap Ray si Pencuri ini dan malah membiarkannya masuk begitu saja, apa yang dipikirkan oleh Jenderal?" tanya seorang prajurit kepada prajurit lainnya.

__ADS_1


"Aku juga tidak tau, lebih baik kita dengarkan saja apa yang diperintahkan oleh Jenderal Evan Li!" jawab si prajurit yang lainnya.


Beberapa saat kemudian Ray telah sampai di gudang penyimpanan bahan pangan.


Tampak Gudang Penyimpanan bahan pangan yang sengaja dibuat tidak ada penjaga oleh Evan dan kawan-kawannya.


"Hahaha bagus tidak ada penjaga satu pun!, mereka sungguh sangat ceroboh!" gumam Ray si Pencuri yang kemudian membuka pintu gudang dan dia pun segera masuk.


"Hahaha malam ini memang hari keberuntunganku!, aku akan mengambil lebih banyak lagi agar semua orang yang ada dipinggir kota mendapat bagian!" ucap Ray dengan raut wajah senang.


Kemudian Ray pun mulai memasukan bahan makanan kedalam karung berwarna hitam yang biasa ia gunakan untuk melancarkan aksinya.


"Hahaha bagus ada roti, adik-adik itu pasti akan sangat bahagia memakannya!" ucap Ray dengan wajah tersenyum.


"Ekhem!" suara Evan mengejutkan Ray.


Evan dan Luo Bai yang sedari tadi bersembunyi dilangit-langit gudang turun ke bawah, dengan cepat Ray langsung berdiri dan berbalik badan menghadap ke Evan dan Luo Bai yang tampak dengan wajah tersenyum kepada Ray.


"Brak !" Tang Chen dan Qin Shan menutup pintu, Tang Chen dan Qin Shan juga sudah dari tadi bersembunyi di balik pintu.


Melihat itu Ray pun terkejut dengan raut wajah waspada. "Sial, aku terjebak!" batin Ray.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


API BISA MENGHANGATKAN


^^^NAMUN JUGA BISA MENGHANGUSKAN^^^


AIR BISA MENGHILANGKAN DAHAGA


^^^NAMUN JUGA BISA MENGHANYUTKAN^^^


ES BISA MENYEJUKAN


^^^NAMUN JUGA BISA MEMBEKUKAN^^^


TANAH BISA MENUMBUHKAN


^^^NAMUN JUGA BISA MELONGSORKAN^^^


INGAT SESUATU YANG BERLEBIHAN ITU TIDAKLAH BAIK, GUNAKANLAH SESUATU SESUAI DENGAN YANG KAMU BUTUHKAN.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...

__ADS_1


......................


......................


__ADS_2