KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 357 : Memasang Tangan Boneka Ke Tubuh Wolf


__ADS_3

Setelah semua orang pergi dan hanya menyisakan Evan dan Wolf saja didepan ruangan penempahan dan pembuatan senjata, dua orang prajurit penjaga yang menjaga gerbang menghampiri Evan dan Wolf.


Dengan pakaian dan kondisi tubuh yang sangat berantakan, dua prajurit penjaga tersebut datang dan menghampiri Evan dan Wolf yang berada didepan pintu ruangan penempahan dan pembuatan senjata.


"Maaf Tuan Jenderal dan Tuan Komandan, kami berdua tidak berhasil menahan semua orang itu untuk menerobos kesini. Mereka semua sangat banyak dan kami tidak ingin menyakiti mereka!" kata dua prajurit penjaga tersebut meminta maaf dan memberi penjelasan kepada Evan dan Wolf.


Melihat kondisi pakaian dan tubuh dua prajurit tersebut sudah sangat berantakan, karena mencoba menahan orang-orang yang sebelumnya menerobos masuk kedalam Paviliun Chang An, Evan dan Wolf pun memakluminya dan tidak ingin menyalahkan kedua prajurit penjaga tersebut.


"Sudahlah tidak apa-apa, sekarang aku ingin kalian berdua agar berjaga didepan pintu ruangan ini. Jika misalnya ada orang yang ingin menerobos, maka kalian beleh memberi mereka pelajaran!" kata Evan memberi perintah kepada dua prajurit penjaga tersebut.


"Baik Tuan Jenderal!" kata dua prajurit penjaga tersebut dengan patuh menerima perintah dari Evan.


"Wolf, kamu ikut aku kedalam ruangan penempahan dan pembuatan senjata. Ada satu langkah lagi yang aku butuhkan dari dirimu." ujar Evan mengajak Wolf untuk ikut masuk kedalam ruangan penempahan dan pembuatan senjata bersamanya.


"Dari aku?" tanya Wolf merasa heran dan penasaran dengan apa yang Evan butuhkan dari dirinya.


Kemudian Wolf dengan patuh mengikuti Evan untuk masuk kedalam ruangan penempahan dan pembuatan senjata.


Ketika masuk kedalam ruangan penempahan dan pembuatan senjata, Wolf sontak terkejut ketika melihat ada satu tangan boneka yang dipajang di atas meja penempahan senjata.


Walaupun Wolf tahu bahwa, sebelumnya didalam ruangan dan pembuatan senjata Evan membuatkannya sebuah tangan boneka. Dan walaupun Wolf tahu bahwa, sinar emas yang terpancar sebelumnya adalah cahaya yang berasal dari tangan boneka yang dibuat oleh Evan. Tetapi Wolf tetap merasa terkejut dan takjub, ketika melihat bentuk keindahan dari tangan boneka itu didepan matanya sendiri.


"Tangan boneka ini sepertinya sangat luar biasa, ini bukan hanya tangan boneka biasa saja, tetapi juga senjata spiritual Tingkat Langit kelas atas yang sangat luar biasa. Apakah tangan boneka ini adalah tangan boneka yang akan Tuan Jenderal berikan padaku?" tanya Wolf yang masih merasa tidak percaya dengan apa yang dilihat olehnya.


"Tentu saja ini adalah tangan boneka yang ingin aku berikan padamu. Tetapi tangan boneka ini masih belum selesai dan masih perlu satu langkah terakhir agar dapat kamu gunakan!" kata Evan sambil meraba dan menyentuh tangan boneka yang ada di atas meja penempahan tersebut.


Mendengar itu, Wolf menjadi merasa penasaran dengan langkah terakhir yang dikatakan oleh Evan.


"Apa langkah terakhir itu?" tanya Wolf merasa penasaran.


"Langkah terakhirnya adalah menempah dan menggabungkan bahan terakhir ke tangan boneka, sekaligus memasang tangan boneka ini ketubuh kamu secara bersamaan!" jawab Evan memberitahu dan menjelaskan kepada Wolf.

__ADS_1


Sontak Wolf merasa kaget mendengar perkataan Evan.


"Menempa bahan terakhir dan memasang tangan boneka secara bersamaan ke tubuhku?. Kedengarannya itu akan sangat berbahaya, apakah jika gagal aku bisa mati?" tanya Wolf merasa khawatir pada dirinya sendiri.


"Tentu saja tidak akan mati, tapi mungkin kamu akan merasa sakit sedikit saat dalam proses penggabungannya. Kenapa?, apakah kamu takut?" ujar Evan bertanya pada Wolf.


"Tentu saja tidak!. Tapi jika misalnya proses penggabungan ini gagal, maka apa yang akan terjadi padaku?" tanya Wolf merasa cemas dan penasaran.


"Tidak akan ada yang terjadi apapun padamu, tetapi ini adalah bahan terakhir yang aku punya. Jadi proses penggabungan ini harus berhasil, karena jika saat proses pengabungannya gagal, maka selamanya kamu tidak akan pernah bisa memiliki tangan lagi!" ujar Evan mengingatkan Wolf.


"Ternyata begitu. baiklah, ayo kita lakukan, mau itu gagal atau berhasil, kita tidak akan tahu sebelumnya mencobanya. Dengan kemampuan Tuan Jenderal, aku yakin bahwa Tuan Jenderal pasti bisa melakukanny!." kata Wolf yang merasa sangat percaya dengan kemampuan Evan.


"Tetapi jika misalnya nanti Proses Penggabungannya gagal, maka aku tidak akan menyalahkan Tuan Jenderal, dan aku akan tetap bersabar." kata Wolf berusaha untuk tetap sabar dan tabah jika menerima kemungkinan terburuknya.


Wolf sungguh sangat mempercayakan semua nasibnya kepada Evan. Jika pun gagal, maka Wolf juga akan berusaha agar tetap sabar dan tabah menjalani kehidupannya.


Melihat Wolf telah berkata seperti itu, Evan merasa lega dan jauh lebih tenang. Evan menghela nafasnya dan tersenyum kepada Wolf.


Kemudian Evan memulai melakukan langkah terakhirnya, yaitu proses penempahan bahab terakhir sekaligus menggabungkan tangan boneka ke tubuh Wolf.


Pertama-tama Evan memasangkan tangan boneka ke tubuh Wolf yang buntung, selanjutnya Evan langsung membakar bahan terakhir, yaitu Besi Penyambung Arwah dengan api ajaibnya.


Wolf yang baru pertama kali melihat teknik penempahan dengan teknik api ajaib, sungguh merasa sangat takjub ketika melihatnya.


"Inikah teknik penempahan senjata seorang master pengrajin?, ini sangat luar biasa dan menakjubkan!" batin Wolf dalam hatinya merasa sangat takjub.


Evan terus fokus dan berkonsentrasi untuk membakar besi penyambung arwah tersebut dengan api ajaib miliknya. Evan terus membakar, hingga setelah beberapa saat kemudian akhirnya Besi Penyambung Arwah mulai meleleh.


Setelah beehasil melelehkan Besi Penyambung Arwah, Evan langsung mengubah api ajaibnya menjadi lebih kecil. Kemudian secara perlahan Evan mengendalikan dan mengarahkan Besi Penyambung Arwah yang telah meleleh, ke bagian tubuh Wolf yang akan disambungkan dengan tangan boneka (Bagian yang buntung).


Sebenarnya kegunaan Besi Penyambung Arwah adalah untuk menggabungkan bagian tubuh Wolf yang buntung dengan Tangan Boneka, agar tubuh Wolf dan tangan boneka dapat menyatu layaknya daging, kulit dan tulang.

__ADS_1


Kemudian pada saat besi penyambung arwah menempel dan menyatu ke tubuh Wolf, seketika rasa yang sangat panas dan menyakitkan masuk dan menyebar kedalam kulit, daging dan tulang pundak Wolf.


"AAAAAARRGGH!!......" teriak Wolf merintih kesakitan. Namun kemudian Wolf mencoba untuk tetap diam dan menahan rasa panas yang sangat sakit tersebut.


Dengan tubuh penuh keringat, Wolf mengertakan giginya dan mencoba untuk tidak berteriak, agar tidak mengganggu konsentrasi Evan yang sedang fokus menyatukan tangan boneka ke tubuhnya.


Perlahan besi penyambung arwah yang leleleh mulai menyatu dan menyatukan tangan boneka dengan pundak Wolf.


Perlahan besi penyambung arwah yang telah menyatu dengan tangan boneka dan tubuh Wolf, mulai mengeras dan menyatukan tangan boneka dan tubuh Wolf dengan sempurna.


Demikian juga, sedikit demi sedikit arwah (jiwa) Wolf masuk ke dalam tangan boneka yang telah menyatu dengan tubuhnya.


Langkah terakhir sudah selesai dilakukan, kini Evan sudah bisa beristirahat dan melepaskan pengendalian Api Ajaib miliknya.


Secara perlahan Evan melepaskan dan menghilangkan api ajaib miliknya. Evaan menghela nafas lelah.


"Haahh...,akhirnya langkah terakhir selesai juga." kata Evan merasa lega dan senang.


"Sekarang kita hanya perlu menunggu jiwamu menyatu dengan sempurna kedalam tangan boneka, Eh salah, maksudnya tangan baru milikmu!" kata Evan pada Wolf yang masih sedang berusaha menyatukan dan membiasakan jiwanya dengan tangan boneka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


LEVEL MANUSIA TERKUAT ADALAH, KETIKA IA MERASA KECEWA ATAU SAKIT, IA TIDAK MENANGIS. NAMUN IA AKAN TETAP TERSENYUM DAN BERKATA. AKU TIDAK APA-APA, AKU BAIK-BAIK SAJA.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...

__ADS_1


......................


__ADS_2