
"Runyi Li, kamu sudah kalah!, menyerahlah!" kata Evan dengan wajah yang saling berdekatan menatap wajah Ruyin yang tampak terkejut dengan postur tubuh yang sedikit condong kebelakang.
Sementara itu disisi lain para penonton yaitu Jenderal Yunfan Li, Bibi Rue Luanyi dan Tang Chen merasa aneh dengan pose Evan dan Ruyin Li.
"Pose mereka ini, apakah tidak terlalu aneh?" ujar Tang Chen sembari melihat ke arah Evan dan Ruyin Li.
"Pangeran Evan seperti ingin mencium Putriku saja!..." ujar Jenderal Yunfan Li sambil melihat ke arah Evan dan Ruyin Li.
"Ruyin! Perhatikan Pose kalian!" teriak Bibi Rue Luanyi hingga mengagerkan Jenderal Yunfan Li dan Tang Chen yang ada disampingnya.
Mendengar teriakan ibunya, dengan cepat Runyi Li mendorong Evan dan menjaga jarak dari Evan.
"Aku akui kamu memang hebat, aku mengaku kalah!, tetapi aku tidak akan meminta maaf padamu dan teman kamu!" kata Ruyin Li mengingkari kesepakatan kepada Evan.
"Apakah kamu ingin mengingkari perjanjian kita?, disini ada Ayah dan Ibumu yang sebagai saksi perjanjian kita sebelumnya bertarung!" kata Evan kepada Ruyin Li.
Mendengar itu seketika Ruyin Li pun terdiam dengan ekspresi kesalnya, namun kemudian tiba-tiba Bibi Rue Luanyi datang menghampiri mereka yang diikuti oleh Jenderal Yunfan Li dan Tang Chen dibelakangnya.
"Evan sudah cukup!, kamu jangan mempermalukan Ruyin!" kata Bibi Rue Luanyi.
"Nyonya Jenderal!, aku hanya ingin menagih perjanjian kami!, Ruyin Li sudah berjanji jika aku menang melawannya maka dia akan meminta maaf padaku dan temanku Tang Chen!, ini adalah kesepakatan kami berdua!" kata Evan dengan tegas kepada Bibi Rue Luanyi.
"Benar Luanyi, ini adalah kesepakatan mereka berdua, kita sebagai orang tua tidak boleh ikut campur dalam kesepakatan yang telah mereka buat, bukankah hanya meminta maaf saja apa sulitnya?" ujar Jenderal Yunfan Li.
"Kalian!...." Bibi Rue Luanyi merasa sangat geram.
"Ibu tenanglah, benar apa yang dia katakan!, aku tidak boleh mengingkari janjiku untuk meminta maaf kepada dia dan temannya!" kata Ruyin Li kepada Bibi Rue Luanyi, Ruyin Li mengubah pikiran dan setuju untuk minta maaf kepada Evan dan Tang Chen.
"Katakan, bagaimana kamu ingin aku minta maaf?!" ujar Ruyin Li kepada Evan.
"Aku akan melakukannya sama dengan caramu. berlututlah dan minta maaf padaku dan temanku, dan berjanji bahwa kamu tidak akan berperilaku sombong dan merendahkan orang lain lagi kedepannya!" perintah Evan kepada Ruyin Li.
Mendengar itu Bibi Rue Luanyi dan Ruyin Li pun seketika marah dan tidak terima atas permintaan Evan yang menyuruhnya meminta maaf dengan sambil berlutut.
"Evan, kamu jangan terlalu keterlaluan!, kamu memang bisa mengalahkan aku, tetapi kamu jangan terlalu seenaknya kepadaku, menyuruh berlutut meminta maaf, kamu terlalu berlebhan!" ujar Ruyin Li menolak untuk meminta maaf sambil berlutut.
__ADS_1
"Dasar Sampah, Kamu jangan bertingkah seenaknya!" kata Bibi Rue Luanyi merasa marah sembari mengeluarkan pedang dan meletakannya disamping leher Evan.
"Luanyi!...." sebut Jenderal Yunfan Li yang terkejut melihat reaksi Istrinya yang terlalu gegabah dan bertinfak implusif.
Namun seketika Evan mengeluarkan Tekanan Penghancur Roh yang seketika langsung membuat mereka yang ada disekitarnya merasa tekanan yang hebat hingga membuat mereka kesulitan untuk bergerak.
"Aku hanya meminta Ruyin Li untuk berlutut meminta maaf, jika misalnya tadi aku yang kalah apakah Ruyin Li akan melepaskan aku untuk hidup?, aku tidak merasa bahwa peemintaan aku berlebihan!" kata Evan sambil mengeluarkan Tekanan Penghancur Roh yang membuat mereka kesulitan untuk bergerak.
Jenderal Yunfan Li, Bibi Rue Luanyi, dan Ruyin Li yang melihat Evan yang dapat mengeluarkann tekanan yang begitu kuat hingga sanggup membuat mereka kesulitan untuk bergerak pun terkejut.
"Apakah ini adalah kekuatan Pangeran Evan yang sebenarnya?, tekanan ini hampir sama kuatnya seperti yang dikeluarkan oleh Kaisar Li Danrui!" pikir Jenderal Yunfan Li dalam hatinya sembari diam menahan tekanan kuat yang dikeluarkan oleh Evan.
"Apa?, tekanan yang dikeluarkan oleh sampah ini kenapa bisa sama kuatnya dengan tekanan yang dikeluarkan oleh guru?" kata Ruyin Li di dalann hatinya sembari menaahan tekanan yang dikeluarkan oleh Evan.
"Jika masih ingin menolak untuk berlutut meminta maaf maka aku yang akan memaksamu hingga berlutut dan meminta maaf!" kata Evan sembari memegang dan mencengkram pedang milik Bibi Rue Luanyi yang ada disamping lehernya hingga patah dan hancur sama seperti pedang milik Ruyin Li sebelumnya.
"Senjata Tingkat Langit Level Bawahku dihancurkan olehnya dengan tangan kosong!?" batin Bibi Rue Luanyi dalam hatinya merasa terkejut melihat kekuatan fisik Evan yang sangat kuat hingga sanggup menghancurkan Pedang miliknya yang termasuk senjata Tingkat Langit Level Bawah.
"Kekuatan Evan semakin bertambah kuat saja, bahkan dia sekarang bahkan bisa menghancurkan Senjata Tingkat Langit Level Bawah hanya dengan satu cengkraman tangannya saja, Evan ini memang monster!" kata Tang Chen dalam hatinya merasa takjub dengan kekuatan Evan sembari juga ikut menahan tekanan yang dikeluarkan oleh Evan.
Melihat kekuatan Evan yang sangat kuat, Bibi Rue Luanyi yang terkejut pun menjadi merasa sedikit takut kepada Evan.
Kemudian Evan pun menghilangkan Tekanan Penghancur Roh yang langsung membuat mereka dapar bergerak dengan bebas kembali dan berdiri tegak.
"Jika dari tadi kamu setuju untuk berlutut meminta maaf bukankah semua ini tidak akan terjadi, sekarang kamu cepatlah berlutut dan meminta maaf juga berjanjilah bahwa kamu tidak akan bersikap sombong lagi kepada siapapun!" perintah Evan kepada Ruyin Li.
Dengan sangat terpaksa Ruyin pun kemudian berlutut dihadapan Evan dan Tang Chen yang ada disamping Evan.
Runyi Li berlutut dengan kepala menunduk. "Aku minta maaf kepada kalian karena telah bersikap angkuh dan sombong dan meremehkan juga menghina kalian, aku mohon maafkan aku, aku berjanji tidak akan pernah mengulanginya kembali kepada kalian juga dengan orang lain!, aku berjanji!" kata Ruyin Li berlutut meminta maaf dan berjanji bahwa dia tidak akan mengulanginya kembali kepada siapapun.
"Baguslah, semoga kamu dapat menepati semua perkataan kamu tadi kedepannya!" kata Evan dengan raut wajah tersenyum.
"Tentu saja, aku tidak akan mengingkari kata-kataku!" saut Ruyin Li kepada Evan.
"Dasar gadis bodoh, jangan mengulanginya lagi yah, Okey!" kata Evan sambil tersenyum lembut sembari mengusap kepala Ruyin Li dengan lembut yang langsung membuat wajah Ruyin Li merona seketika.
__ADS_1
Seketika mereka yang melihat itu pun terkejut melihat tindakan Evan, Jenderal Yunfan Li, Bibi Rue Luanyi dan Tang Chen melihat Evan dengan tatapan mata yang tajam.
"Sial!, aku terbawa suasana, aku sudah sangat terbiasa mengusap kepala Ririn jadi tidak menyadarinya!" batin Evan dalam hatinya yang seketika tersadar.
"Maaf-maaf, aku tidak sengaja!, aku terbawa suasana!" kata Evan yang langsung menarik tangannya kembali.
Jenderal Yunfan Li, Bibi Rue Luanyi, dan Tang Chen masih melihat Evan dengan tatapan tajam yang membuat Evan yang dipandangi oleh mereka merasa tidak nyaman.
"Ruyin Li, kamu berdirilah, aku sudah memaafkan kamu!" ujar Evan kepada Ruyin Li.
Kemudian Ruyin Li pun bangkit berdiri dengan menundukan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang masih merona.
"Karena sudah selesai, maka kami akan pergi, Ruyin ayo pulang!" kata Bibi Rue Luanyi merangkul dan membawa Ruyin Li pergi meninggalkan tempat penginapan tersebut.
"Kalau begitu aku juga mohon pamit pulang kepada Pangeran Evan, sampai jumpa besok!" kata Jenderal Yunfan Li ikut pergi meninggalkan tempat penginapan tersebut dan menyusul Bibi Rue Luanyi dan Ruyin Li.
Sekarang yang tersisa hanya tinggal Evan dan Tang Chen, tampak Tang Chen masih melihat Evan dengan tatapan tajam.
"Evan, hati-hati jika sampai Ririn dan ketiga gadis itu tahu..., Hem! mantap!" kata Tang Chen sembari tersenyum jahat kepada Evan dan kemudian berjalan pergi meninggalkan Evan.
"Aah hahaha...., asalkan kamu tidak memberitahu mereka bukankah akan aman-aman saja?, jadi kamu jangan memberitahu mereka, okey!" ujar Evan menyusul Tang Chen dan bersikap ramah.
"Tetapi mulutku ini latah loh!, aku mungkin secara tidak sengaja mengatakannya kepada mereka!" ujar Tang Chen menakuti Evan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1
...----------------...
......................