KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 102 : Ruang Harta Rahasia


__ADS_3

"Waah.. banyak sekali harta ditempat ini!" kagum Gu Mei dengan mata berkilau.


"Eeeeeeee..... kau bukankah putri kaisar?, mengapa sangat begitu bersemangat melihat harta yang hanya segini?" Ucap evan pada Gu Mei.


"Huh! ayahku itu tak pernah membiarkan aku melihat gudang harta kami, jadi aku baru pertama kalinya melihat ada harta sebanyak ini!" Jawab Gu Mei.


"Ternyata kaisar Gu Tianxing tidak pernah memanjakan putrinya dengan harta, hahaha.... sungguh ayah yang kompeten!" batin Evan sambil melihat Gu Mei yang begitu bersemangat dengan harta.


"Evan, kau akan apakan harta sebanyak ini?" tanya Nan Ruyu.


"Tentu saja harus dibawa semuannya, jika sekarang tidak diambil dan kemudian diketahui oleh orang lain maka semua harta yang ada disini akan lenyap tak bersisa, jadi lebih baik kita bawa saja. karena semua ini adalah milik sekte matahari merah, maka aku akan mengembalikannya kepada murid-murid sekte matahari merah!" jawab Evan serius.


"baiklah, kalau begitu ayo kita ambil semuannya dan bawa kembali kepada murid-murid!" Ucap si paman.


Evan senang melihat teman-temannya begitu bersemangat, tetapi Evan juga sedikit memiliki kecurigaan pada si Pak Tua Song Li.


"Siapa Pak Tua Song Li ini? kenapa bisa tau tempat ini? dan tak hanya itu, bahkan dia juga tau semua detailnya!" batin Evan curiga sambil menatap si Pak Tua.


"Pak Tua, siapa kau sebenarnya?" tanya Evan dengan tatapan dingin yang penuh kecurigaan.


Mendengar Evan mengucapkan perkataan yang mencurigai si Pak Tua mereka pun kaget.


"Apa maksudmu Evan, apa kau mencurigai si Pak Tua?" tanya Nan Ruyu.


"Yah kenapa kau bertanya seperti itu?, apa kau curiga pada Senior Song Li?" tanya Gu Mei ikut-ikutan.

__ADS_1


"Aku tidak curiga apapun padanya, tapi aku hanya ingin mengetahui identitasnya yang sebenarnya, aku tidak tau kenapa dia bisa dipenjara tapi pasti ada alasan tertentu mengapa dia bisa dipenjara dipengasingan bukan?, dan juga dia tak hanya mengetahui semua rahasia sekte bahkan dia juag tau detail-detailnya secara rinci!, katakan siapa identitas kau sebenarnya!, jika tidak jangan salahkan aku membunuhmu sekarang juga!." ancam Evan memaksa.


Tahu kalau Evan sudah menyadarinya si Pak Tua Song Li pun mencoba untuk menjelaskannya.


"Hehehe... ternyata kau sudah curiga, kau cukup jeli dan pintar pantas menjadi kebanggaan sekte matahari merah!. aku sebenarnya adalah adik dari kepala Sekte kalian, mengenai aku dipenjara karena aku secara tak sengaja menemukan tempat ini, karena penasaran aku mencoba untuk masuk dengan mencuri token milik Kakakku. tapi disaat aku sudah masuk ke dalam tempat ini aku ketahuan dan ditangkap, kemudian aku dihukum di pengasingan, untuk menjaga rahasia tempat ini!." Ucap si Pak Tua Song Li.


"Jadi seperti itu, maaf karena sudah mencurigai Senior!" Ucap evan nemberi hornat dengan wajah sungkan yang tersenyum, namun dibalik itu Evan masih tetap tidak sepenuhnya percaya dan tetap waspada dengan si Pak Tua Song Li.


"Hahahaha.... ternyata hanya salah paham, sudah tidak usah tegang lagi!, ayo kita bantu Evan mengumpulkan semuanya!" Ucap Gu Mei mengajak penuh dengan semangat.


Semuannya pun mengangguk setuju dengan senyuman, namun setelah semuannya berbalik badan dan Fokus mengumpulkan harta, Evan kembali memasang ekspresi dinginnya yang curiga pada si Pak Tua Song Li.


Si Pak Tua Song Li mengumpulkan kitab-kitab yang ada dan menyimpannya kedalam cincin ruang.


"Bocah ini mulai curiga padaku!, aku harus segera menyingkirkan mereka secepatnya!" batin si Pak Tua Song Li melirik ke arah Evan.


Mereka pun mulai berpencar melakukan bagian tugasnya masing-masing, Kemudian Pak Tua Song Li pergi menuju kesebuah pintu besar.


"Evan!, Semuannya!!, kemari!" panggil si Pak Tua Song Li.


Semuannya pun menghampiri dan berkumpul didepan pintu besar itu.


"Pak Tua ada apa??" tanya Evan.


"Benar!, mengapa kau memanggil kami kemari?" tanya si Paman Qian Ji.

__ADS_1


"Senior untuk apa kau memanggil kami kemari, dan dibelakangmu itu pintu apa?" tanya si Gu Mei.


"Hmmm.... disini, dibalik pintu ini ada ruang harta berharga lainnya!, tapi aku butuh Token milik Evan untuk membuka formasinya!" Ucap si Pak Tua.


Evan menatapnya dengan tatapan curiga. "tidak bisakah seperti tadi? hanya menunjukan token dan menyalurkan energi saja?."


"Tidak bisa, kali ini sepertinya kau harus meminjamkan Token itu padaku untuk membuka formasinya!, kalau kau tidak mau yah tidak apa-apa, tapi akan sungguh sayang harta yang ada dibalik pintu ini lebih berharga dari pada yang ada disini!" Ucap si pak tua memancing Evan.


Mendengar itu Evan, Paman Qian Ji, dan Nan Ruyu sudah curiga dan sudah menebak kalau Pak Tua itu memiliki rencana tersembunyi. sedangkan Gu Mei yang terlanjur terlalu bersemangat tidak menyadarinya, ntah dia terlalu bodoh atau sudah terlalu serakah.


"Evan, tunggu apa lagi!?, cepat berikan tokennya! harta yang ada disana sudah menunggu kita!" ucap si Gu Mei bersemangat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...WAJIB KOMEN BIAR RAME...


...👇...


...👇...


...👇...


...👇...


...👇...

__ADS_1


...👇...


__ADS_2