
Sementara itu didalam hutan, tampak Evan dan Sea Lin yang masih terus bertempur menghabisi seluruh Pasukan Bangsa Iblis dengan brutal.
Pertempuran yang sangat luar biasa terus berlanjut, hingga pada saat matahari sudah mulai terbit, akhirnya mereka berdua berhasil menghabisi dan melenyapkan Seluruh Pasukan Bangsa Iblis tanpa tersisa.
Sebagian hutan hancur berantakan, pohon tumbang dan kayu-kayu berserakan, gundukan-gundukan tanah yang hancur dan retak ada dimana-mana.
Tampak mayat-mayat seluruh Prajurit Pasukan Bangsa Iblis yang bersimba darah berserakan dimana-mana, dan bau amis darah yang menyengat terbawa mengikuti arah angin berhembus.
Darah merah mengalir dari mayat melewati celah-celah tanah yang retak, dan bercak-bercak darah tampak menempel diseluruh batang kayu dan pohon disekitar area pertarungan.
Pedang, tombak, panah, kapak dan senjata lainnya menancap dan berserakan diatas tubuh mayat dan gundukan-gundukan tanah yang hancur.
Sementara itu ditengah-tengah area bekas pertempuran, tampak Evan dan Sea Lin yang berdiri tegak dengan pakaian dan tubuh yang dipenuhi oleh bercak darah, mereka berdua berdiri diantara para mayar sambil memegang pedang dan tombak sabit yang bersimba darah.
"Akhirnya pertempuran ini berakhir!" kata Evan sembari memasukan pedangnya kedalam cincin penyimpanannya.
"Kakak Besar, sepertinya pertimbangan kita salah, jumlah seluruh pasukan Bangsa Iblis ini sepertinya lebih dari 50 ribu prajurit!" kata Evan sembari melihat-lihat Mayat-mayat pasukan Iblis yang berserakan disekitarnya.
"Yah, sekarang sebaiknya kita panggil beberapa prajurit kesini untuk mengumpulkan semua mayat ini, karena pertempuran tadi malam aku merasa, kalau aku akan segera menerobos tingkatan dan naik ke Tingkat Kaisar Emprror!" kata Evan yang merasakan bahwa dirinya akan segera menerobos tingkatan dan naik ke tingkat Kaisar Emperror.
Kemudian Evan dan Sea Lin langsung pergi ke pinggir hutan untuk menanggil Tang Chen dan empat pasukan pemanahnya.
Setelah Evan dan Sea Lin tiba dipinggir hutan dan menemui Tang Chen dan empat pasukan pemanah, Evan dan Sea Lin langsung disambut oleh Tang Chen dan Empat pasukan pemanah yang telah menunggu mereka.
"Sepertinya kalian berdua berhasil menghabisi semua Pasukan Bangsa Iblis saat pertempuran didalam hutan, aku dan empat pasukan pemanah yang kamu suruh untuk berjaga dipinggir hutan, hanya melihat ada beberapa ratus prajurit Iblis saja yang keluar dari hutan!" kata Tang Chen kepada Evan dan Tang Chen yang berjalan ke arahnya.
"Hahaha siapa suruh ada orang yang mengajak aku bertaruh!" kata Evan ujar Evan sambil tersenyum menertawakan Sea Lin.
"Yah, dan Kakak Besar menang karena berhasil mencurangiku!" kata Sea Lin yang masih merasa jengkel kepada Evan.
__ADS_1
"Itu namanya bukan curang tetapi cerdik!" ujar Evan sembari tersenyum menertawakan Sea Lin.
Setelah selesai bercanda dengan Sea Lin, Evan kembali fokus ke tujuan awalnya yaitu untuk mengajak Tang Chen dan empat pasukan pemanahnya, pergi kedalam hutan untuk mengumpulkan semua mayat prajurit Pasukan Bangsa Iblis.
"Baiklah, semua orang yang ada disini ikut aku pergi kedalam hutan ke lokasi pertempuran!" kata Evan memberi perintah kepada empat pasukan pemanahnya.
Kemudian dengan patuh Tang Chen dan seluruh prajurit pergi mengikuti Evan ke dalam hutan lokasi pertempuran.
Sesampainya disana Evan langsung membagi empat pasukan pemanah tersebut menjadi dua, Pasukan satu dan pasukan dua ditugaskan oleh Evan untuk mengunpulkan semua mayat pasukan Bangsa Iblis, sedangkan pasukan tiga dan pasukan empat bertugas untuk mengumpulkan semua harta benda yang ada pada semua mayat Pasukan Bangsa Iblis.
Dengan bergotong royong dan bersama-sama, akhirnya empat pasukan pemanah tersebut berhasil mengumpulkan semua harta benda dan semua mayat prajurit Pasukan Bangsa Ibli sebelum matahari bersinar terik.
Harta benda yang berhasil dikumpulkan dimasukan kedalam cincin penyimpanan milik Tang Chen untuk sementara waktu.
Sedangkan untuk semua mayat Pasukan Bangsa Iblis yang berhasil dikumpulkan akan diserap oleh Evan dan Sea Lin.
Setelah semua mayat Pasukan Bangsa Iblis dikumpulkan, mayat-mayat itu pun dibagi menjadi dua tumpukan. Kemudian Evan dan Sea Lin langsung duduk bersila ditengah-tengah dua tumpukan mayat Pasukan Iblis tersebut.
Evan dan Sea Lin sangat fokus berkultivasi dengan menyerap semua mayat Pasukan Iblis tersebut, dengan meningkatnya pembinaan mereka berdua, kini penyerapan mayat pun juga menjadi semakin cepat.
Hanya dalam waktu satu jam saja dua tumpukan mayat Pasukan Bangsa Iblis langsung diserap habis oleh mereka.
Akan tetapi walaupun mayat telah diserap habis tanpa tersisa, Evan dan Sea Lin masih belum kunjung sadar juga, karena mereka berdua masih perlu mengubah energi kegelapan yang masih kacau menjadi energi spiritual.
Evan dan Sea Lin terus fokus berkultivasi, hingga setelah lebih dari satu Jam berlalu, akhirnya Sea Lin sadar dan sudah selesai mengubah seluruh energi kegelapan menjadi energi spiritual asli miliknya.
Setelah bangun Sea Lin langsung menoleh dan melihat ke arah Evan yang masih sedang berkultivasi disampingnya.
Sea Lin merasa heran ketika melihat Evan yang masih belum sadar, karena seharusnya dengan daya serap yang lebih cepat, Evan akan bangun lebih cepat dari Sea Lin.
__ADS_1
"Kenapa Kakak Besar masih belum bangun?, seharusnya Kakak Besar bangun lebih cepat dariku, karea bagaimana pun penyerapan Kakak Besar lebih cepat dariku!" batin Sea Lin merasa heran.
Sementara itu didalam lautan Spiritual Evan, tampak Evan yang tengah mengambang dan melayang didekat sebuah bola besar berwarna putih transparan.
Bola putih transparan itu tampak dikelilingi oleh dua belas bola kecil yang memilki dua belas warna yang berbeda.
Dua belas bola itu terbang berputar mengelilingi Bola Putih Transparan tanpa henti, samar-samar Evan melihat ada Jiwa sesuatu makhluk yang terdapat didalam bola putih transparan tersebut.
Kemudian Evan yang merasa penasaran mencoba untuk melihat lebih dekat, Evan terbang melayang mendekati bola transparan.
Akan tetapi disaat Evan terbang semakin dekat ke Bola Putih Transparan, Evan merasakan adanya suatu kekuatan yang menghalanginya.
Evan yang melihat hal itu semakin merasa penasaran dan ingin mencoba melihat dengan jelas makhluk apa yang sebenarnya ada didalam Bola Putih Transparan tersebut.
Evan dengan sekuat tenaga mencoba untuk terus terbang mendekat, dengan usaha keras Evan terus semakin mendekat namun kekuatan aneh yang menghalanginya juga semakin bertambah kuat.
Evan terus berjuang untuk mendekati Bola Putih Transparan tersebut, hingga kemudian makhluk yang ada didalam Bola Putih Transparan mengeluarkan sebuah gelombang kekuatan yang sangat kuat.
Gelombang kekuatan yang dikeluarkan oleh Makhluk yng ada didalam Bola Putih Transparan, seketika langsung membuat Evan keluar dari lautan Spiritual dan sontak terbangun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
......................
__ADS_1
......................