
Dengan demikian gelombang serangan anak panah kedua gagal dan sama sekali tidak membunuh satu pun prajurit Kerajaan Mo.
Kemudian untuk memperlambat pergerakan Pasukan Nanzhou mengejar Pasukan Kerajaan Mo, kemudian Mo Sueyan yang sedang terbang pun menyerang dengan jurus Ombak Pasir Emas miliknya ke arah Pasukan Nanzhou.
"Ombak Pasir Emas!" seru Mo Sueyan mengeluarkan jurus berupa ombak pasir besar menyerang ke arah Pasukan Nanzhou.
"Tebasan Dewa Kematian!" seru Sea Lin yang dengan cepat langsung mengeluarkan Jurus berupa Tebasan Raksasa berwarna hitam gelap untuk menahan Jurus serangan Ombak Pasir Emas milik Mo Sueyan.
"BAAMM!!" dua jurus tersebut pun saling menghantam dengan sangat kuat, dan bahkan kekuatan keduanya seimbang.
Akan tetapi Sea Lin dan Mo Sueyan tidak berhenti sampai disitu saja, setelah kedua jurus mereka saling menghantam, kemudian Sea Lin dan Mo Sueyan pun bersiap untuk mengeluarkan serangan mereka yang berikutnya.
Sea Lin dengan cepat langsung mengumpulkan Energi Spiritual Kegelapannya ke tombak sabitnya dan menciptakan Bom Darah sebesar bola takraw, sedangkan disisi lain Mo Sueyan langsung mengeluarkan jiwa petarungnya yang berupa Golem Pasir Raksasa berwarna emas.
Kemudian Golem pasir Raksasa milik Mo Sueyan langsung menyerang ke arah pasukan Nanzhou dengan ingin menghantamkan kedua tinjunya untuk menghancurkan pasukan Nanzhou.
Namun kemudian Sea Lin dengan cepat langsung melemparkann Bom Darahnya ke arah dada Golem Pasir Raksasa milik Mo Sueyan yang ingin memukulkan kedua tinjunya ke pasukan Nanzhou.
[Catatan kecil : sebelumnya selama Evan pergi selama dua bulan, Sea Lin telah banyak mempelajari jurus-jurus baru dam mengembangkan jurus-jurusnya agar menjadi lebih kuat, yaitu salah satu contohnya adalah Jurus Ledakan Darah yang kini tidak memerlukan mayat mahkluk hidup sebagai wadahnya.]
Seketika dengan lemparan kuat Sea Lin, Bom Darah langsung mengenai tepat di dada Golem Pasir Raksasa milik Mo Sueyan.
"BOOOMMM!!" Bom Darah seketika langsung meledak disaat tepat mengenai dada Golem Pasir Raksasa milik Mo Sueyan.
Karena serangan Jurus Ledakan Darah dari Sea Lin tersebut, seketika jiwa Mo Sueyan langsung terluka dan mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Uhuk!...." batuk Mo Sueyan mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Sialan!, dengan kekuatanku sekarang, aku tidak mungkin mengalahkan mereka dan Puluhan ribu prajurit mereka!" pikir Mo Sueyan sembari menahan rasa sakit dari luka dalamnya.
Namun karena rencananya adalah hanya untuk memperlambat pasukan Nanzhou agar tidak dapat mengejar Pasukan Kerajaan Mo yang kabur mundur, kini rencana Mo Sueyan pun berhasil, karena disaat Mo Sueyan menoleh ke belakang tampak seluruh sisa pasukannya telah jauh kabur melarikan diri.
Karena pasukannya telah berhasil kabur melarikan diri, Mo Sueyan pun berbalik badan dan ingin kabur melarikan diri mengikuti pasukannya.
Melihat Mo Sueyan ingin kabur melarikan diri mengikuti pasukan Kerajaan Mo, maka Evan dan teman-temannya pun langsung mengeluarkan sayap aura milik mereka untuk mengejar Mo Sueyan dan pasukan Kerajaan Mo yang telah kabur.
__ADS_1
Evan dengan sayap aura Elemen Petirnya ingin menggunakan teknik langkah kilat Surgawi untuk mengejar Mo Sueyan.
Namun disaat Evan ingin bergerak mengejar dengan Langkah Kilat Surgawi, tiba-tiba Evan merasakan sesuatu perasaan yang aneh, yang mana Evan sama sekali tidak bisa mengerakkan tubuhnya, seperti sedang ditenggelamkan kedalam pasir yang dalam dan berat.
Tampak Sea Lin dan teman-teman Evan yang lainnya yang sudah terbang diudara seketika berhenti, dan menoleh melihat ke arah Evan yang masih belum terbang padahal sudah mengeluarkan sayap Aura Elemen Petirnya.
"Ada apa dengan Evan?, kenapa dia masih belum terbang juga?" tanya Luo Bai merasa bingung dan heran sambil melihat ke arah Evan yang masih berdiri diam tidak bergerak.
"Kakak besar, ayo kita kejar Mo Sueyan dan pasukannya!, kita bantai mereka!" ujar Sea Lin mengajak Evan, Namun Evan tetap diam tidak menjawab.
Sea Lin dan yang lainnya terheran melihat Evan yang tampak diam tidak bergerak seperti sedang ditahan oleh sesuatu.
Disisi lain Evan sudah mengerahkan seluruh kekuatannya, namun semakin Evan ingin menambah kekuatannya maka semakin berat juga tubuhnya untuk digerakan.
"Sialan! Aaaaaa!!!" teriak Evan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk bergerak hingga sampai Energi Petir didalam tubuhnya meledak-ledak keluar dari tubuhnya.
Energi Petir yang keluar dari tubuh Evan sangat ganas dan menyambar-nyambar tidak terkontrol, hingga membuat para prajurit yang ada didekatnya sedikit menjauh untuk menghindari sambaran petir yang keluar dari tubuh Evan.
"Sepertinya Evan sedang dalam masalah, lebih baik kita tidak usah mengejar musuh sekarang, kita lepaskan dahulu mereka!, Evan lebih penting!" ujar Luo Bai kepada teman-teman Evan yang lainnya.
"Astaga Evan Evan, kenapa kamu malah berulah disaat-saat penting begini?, menyusahkan saja!" kata Tang Chen merasa jengkel sambil menggaruk kepalanya.
"PLAKK!!" Sea Lin seketika langsung mengeplak kepala Tang Chen.
"Mulutmu minta dihajar yah?, jika kamu mengatakan Kakak Besarku menyusahkan lagi, aku pasti akan menghajarmu hingga babak belur!" kata Sea Lin yang merasa kurang senang dengan ucapan Tang Chen.
"Astaga kalian berdua kenapa malah bertengkar?, kalian berdua tenanglah!" ujar Paman Qian Ji menengahi pertengkaran Sea Lin dan Tang Chen.
Semenatara itu disisi lain tampak Evan terus mengertak giginya sambil mengerahkan seluruh keluatannya, bahkan Evan sampai mengeluarkan Armor Spirit Elemen Petirnya.
Namun semakin Evan berusaha untuk bergerak maka kekuatan yang menahannya juga semakin kuat, hingga kemudian akhirnya Evan sampai menghilangkan Sayap Aura dan Armor sipiritnya.
Kemudian karena semakin kesulitan untuk bergerak, Evan pun sampai berlutut dengan kedua tangannya menyokong badannya.
Sea Lin dan teman-teman Evan lainnya juga seluruh pasukan pun semakin heran melihat Evan yang tidak tahu kenapa tiba-tiba menjadi seperti tidak bisa bergerak.
__ADS_1
Kemudian Sea Lin dan teman-teman Evan yang lainnya pun turun ke bawah dan menghilangkan sayap Aura milik mereka.
Dengan penuh rasa khawatir mereka semua melihat ke arah Evan yang sedang kesulitan untuk bergerak sampai berlutut menyokong tubuhnya (setengah bersujud).
"Kenapa Evan tiba-tiba menjadi seperti ini?" tanya Ray Qi merasa bingung dan heran.
"Aku juga tidak tahu, aku baru pertama kali melihat Evan yang tiba-tiba seperti ini!" jawab Luo Bai yang juga merasa bingung dan heran.
"Sea Lin dan Tang Chen, kalian berdua yang paling sering bersama dengan Tuan Jenderal sejak lama, apakah kalian berdua tahu atau pernah melihat Tuan Jenderal yang tiba-tiba menjadi seperti ini?" tanya Yu Zhong kepada Sea Lin dan Tang Chen.
"Kami berdua tidak tahu dan tidak pernah melihat Evan (Kakak Besar) yang tiba-tiba menjadi seperti ini!" jawab Sea Lin dan Tang Chen sambil menggelengkan kepala dengan kompak.
Namun kemudian Wolf menyaut dan menjawab semua pertanyaan Luo Bai dan yang lainnya.
"Aku tahu, aku pernah beberapa kali melihat Jenderal Evan yang tiba-tiba menjadi seperti ini, terakhir kali satu setengah tahun yang lalu di Kota Salju Merah Darah, dan sepertinya setiap kali Jenderal Evan tiba-tiba menjadi seperti ini maka dia pasti akan mempunyai kekuatan Elemen baru kedepannya!" kata Wolf menjawab sambil membayangkan dan mengingat kejadian masa lalu.
Sementara itu disisi lain tampak Evan yang masih setengah sujud dan tidak bisa bergerak sama sekali.
Evan merasa seperti sedang ditenggelamkan ke dalam pasir hisap yang daya hisapnya seperti lubang hitam yang menghisapnya terus kedalam pasir.
Namun tidak lama kemudian Evan pun akhirnya terpingsan dan tubuhnya terhuyung-huyung lemah.
"Kakak Besar!" sebut Sea Lin yang dengan sigap dan cepat langsung menangkap tubuh Evan sebelum jatuh menyentuh pasir.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
...****************...
......................
......................
__ADS_1