
Kemudian Evan, Ririn, dan Cao Cao pun menghampiri murid remaja itu yang bersama dengan para teman-temannya.
Para murid lainnya yang sedang berlatih melihat ke arah Evan, Ririn dan Cao Cao.
"Kasihan sekali murid baru itu, baru masuk sudah langsung berurusan dengan Leng Kui"
"Mereka pasti akan sangat sial!"
Para murid yang sedang berlatih tampaknya tidak ada yang mengenali Evan, Ririn, dan Cao Cao jadi mereka meremehkan Evan, Ririn, dan Cao Cao.
"Ada apa kamu memanggil kami?" tanya Evan kepada murid remaja itu.
"Kalian bertiga pasti murid baru kan?, aku beri tahu pada kalian, ini adalah tuan muda Leng Kui, semua murid baru harus patuh padanya!" kata salah seorang murid memperkenalkan.
"Hem!, sekarang kalian bertiga harus patuh padaku dan wanita cantik ini aku menginginkannya!" kata Leng Kui.
Mendengar itu seketika Ririn menjadi marah sedangkan Evan dan Cao Cao tertawa.
"Apa yang kalian tertawakan, Hah!?, minta dihajar yah!?" kata Leng Kui dengan wajah kesal.
"Baiklah kami bertiga akan patuh jika kalian berhasil mengalahkan adikku ini!" ucap Evan sembari melihat dan memegang kepala Cao Cao.
"Apa!?, kalian berani meremehkan kami!?, aku beritahu kamu tuan muda Leng Kui sudah berada ditingkat melatih aura level tiga dan kamu malah menyuruh adik kecilmu ini ingin melawannya!?" kata salah seorang bawahannya Leng Kui.
"Tidak masalah!, adikku tidak akan kalah dari kalian!" ucap Evan dengan percaya diri.
"Cao Cao Kakak Ririn ingin direbut oleh mereka jadi beri mereka pelajaran, Oke?, kakak dan dan Kakak Ririn akan menontonmu!" ujar Evan.
"Siap Kak, aku pasti akan menghajar mereka untukmu!" kata Cao Cao.
Kemudian Cao Cao pun maju kedepan untuk melawan para murid remaja itu.
Disisi Lain Ririn yang kesal ditarik oleh Evan.
"Evan, biar aku saja yang menghajar mereka!" kata Ririn yang marah.
"Sudah biar Cao Cao saja yang menghajar para murid itu, kita menonton saja yah" ajak Evan.
"Jika kamu yang menghajar para murid itu, aku tidak yakin bahwa kamu tidak akan membunuh mereka..." batin Evan.
Ririn pun menurut pada Evan untuk menonton Cao Cao menghajar para murid remaja itu saja.
Tampak para murid remaja itu sangat meremehkan Cao Cao karena Cao Cao hanya seorang anak kecil, sedangkan para murid remaja itu adalah seorang remaja dengan jumlah 6 orang.
"Hei Anak kecil, Kakak lagi-laki kamu itu...." kata salah seorang bawahan Leng Kui terhenti karena ditendang oleh Cao Cao.
"BRAAK!" Cao Cao menendang salah seorang bawahan Leng Kui hingga tidak sadarkan diri.
Melihat itu Leng Kui dan para bawahannya langsung terkejut.
"Kalian berani menginginkan Kakak perempuanku maka kalian akan aku hajar hingga ibu kalian tidak mengenali wajah kalian lagi!" ucap Cao Cao meremas kepalan tinjunya.
"Hanya anak kecil saja, hajar dia!" perintah Leng Kui pada bawahannya.
Namun para murid remaja itu dihajar oleh Cao Cao dengan sangat mudah hingga membuat Leng Kui dan bawahannya memohon meminta ampun.
Beberapa saat kemudian tampak para murid remaja itu telah dihajar hingga babak belur oleh Cao Cao.
Evan dan Ririn senang menonton Cao Cao yang sedang menghajar para murid remaja itu.
__ADS_1
"Lihat, Cao Cao sudah menghajar mereka hingga ibu mereka pun tidak mengenali mereka lagi, kamu sudah puaskan?" tanya Evan pada Ririn.
"Yah..." jawab Ririn singkat.
Setelah selesai menghajar para murid remaja itu Cao Cao pun menghampiri Evan dan Ririn yang sedang menonton.
"Keren, Cao Cao memang hebat!" puji Evan pada Cao Cao.
"Tentu saja, aku kan adik Kakak Evan yang Hebat!" ujar Cao Cao merasa bangga dan senang.
"Evan, kebiasaan kamu dari dulu tidak pernah berubah, sangat suka menindas orang yang lemah!" kata Reya yang datang dan langsung memarahi Evan.
Evan, Ririn dan Cao Cao menoleh ke arah Reya, begitu juga para murid yang tadi dihajar dan yang sedang berlatih.
"Hahahaha bagus!, guru Reya datang, Guru Reya adalah komandan pasukan perang yang tegas dan arogan, ia melihat kami para murid ditindas pasti akan sangat marah, dia pasti akan memarahi dan menghukum tiga murid baru itu!" pikir Leng Kui dalam hatinya.
"Aduh tanganku! kakiku sakit sekali!" ucap Leng Kui yang berpura-pura kesakitan.
Melihat itu para murid yang ada disekitar pun menyalahkan Evan yang telah berbuat terlalu kejam dan meminta keadilan agar Evan dan kedua temannya dihukum.
Reya pun juga menjadi simpati melihat Leng Kui dan para murid lainnya yang tadi dihajar oleh Cao Cao, Reya pun menjadi marah dan kesal pada Evan.
"Evan, Kebiasaan kamu ini harus kamu ubah, kamu lihat kamu sudah mengajarkan apa pada Cao Cao, kamu telah mengajari Cao Cao hal yang tidak bagus untuk diajarkan, kamu mengajari Cao Cao untuk menindas orang lain yang lemah!, bagaimana jika nanti kamu punya anak apa kamu juga akan mengajari anak-anakmu nanti untuk menindas orang lemah!? " ujar Reya memarahi Evan dengan kasar.
Mendengar itu Evan pun menjadi kesal, Evan menunduk sembari tersenyum, sedangkan Leng Kui tersenyum senang melihat Evan yang sedang dimarahi oleh Reya.
Melihat Reya yang memarahi Evan dengan kasar, Ririn pun menjadi marah pada Reya.
"Oooh begitu..., baiklah, jika nanti ada seseorang pria yang ingin menindasku dan ingin membawa merebut dan membawa wanitaku maka aku akan diam dan membiarkan wanitaku dibawa oleh mereka. Dan juga anak-anakku pun juga sama tidak boleh mempertahan wanitanya jika ingin direbut oleh orang lain!" kata Evan tersenyum dingin pada Reya.
Mendengar perkataan Evan Reya jadi terkejut.
"Kakak Reya, kamu baru saja datang jadi tidak tahu masalahnya, tadi para murid itu memanggil dan meminta kami agar patuh pada mereka dan juga mereka menggoda kakak Ririn, jadi Kak Evan menyuruhku untuk memberi pelajaran pada mereka!" ucap Cao Cao kepada Ririn.
"Evan, kamu jangan marah padaku yah?, aku baru saja datang jadi tidak tahu kalau kejadiannya seperti itu!, aku minta maaf" kata Reya merasa bersalah dengan raut wajah sedih sembari memegang tangan Evan.
Melihat Reya yang sedih dan ingin menangis meminta maaf pada Evan, Ririn pun luluh dan mencoba membantu Reya untuk meminta maaf.
"Evan, sudah jangan marah, kan hanya masalah kecil saja, maafkan Reya yah?" bujuk Ririn dengan lemah lembut.
"Hmm..., Baiklah aku tidak akan marah padamu (Reya)!, tapi jangan mengulanginya lagi, aku tidak suka teman apa lagi wanitaku mempertanyakan keputusan dan apa yang aku lakukan!" ucap Evan dengan lembut membelai pipi Reya yang meneteskan air mata.
Mendengar itu Reya menjadi sangat senang dan langsung memeluk dan mencium pipi Evan.
"Terima kasih Evan, aku sangat mencintaimu!, aku berjanji tidak akan marah padamu lagi apapun yang kamu lakukan!" ucap Reya sembari mencium dan memeluk Evan.
"Aku juga sangat mencintai Evan!" ucap Ririn yang tidak mau kalah, ia juga memeluk dan mencium Evan.
Cao Cao yang melihat itu langsung menutup mata (wajah) dengan kedua tangannya.
"Hihihi..., aku tidak melihat, Cao Cao tidak melihatnya.." kata Cao Cao mengintip sedikit melihat Evan yang sedang dipeluk dan dicium oleh Ririn dan Reya.
Leng Kui dan Para murid yang melihat itu pun menjadi heran dan bingung dengan apa yang sebenarnya telah terjadi, mengapa guru Reya mereka yang terkenal sangat tegas dan galak menjadi seperti kucing dihadapan Evan yang dianggap sebagai seorang murid baru.
"Apa yang terjadi?, kenapa guru Reya tidak menghukum mereka?, kenapa malah menjadi seperti kucing dihadapan remaja itu!?" gumam Leng Kui yang kesal.
"Sudah Sudah, kalian tidak malukah dilihat oleh Cao Cao dan para murid yang sedang berlatih?, lepaskan aku" ujar Evan sembari melepas pelukannya kepada Ririn dan Reya dan mengusap kepala kedua wanita itu.
"Untuk apa malu?, bukankah kami berdua calon istrimu?" ujar Reya dan Ririn yang masih memeluk Evan.
__ADS_1
Mendengar itu Leng Kui dan para murid pun jadi terkejut dan suasanapun menjadi ramai dengan gosip.
"Bukankah calon suami Guru Reya adalah sama dengan Guru Ran Ran dan Guru Nan Ruyu yaitu Jenderal Li?"
"Apakah Remaja itu adalah Jenderal Li?, jadi apakah gadis (Ririn) itu adalah wanita pertamannya yang sesuai dengan rumor itu?"
"Tapi dia masih sangat muda, mungkin dia masih berumur 15 atau 16 tahun!"
Para murid pun mulai bergosip dan menebak-nebak.
"Mampuslah..., aku tadi telah menyinggung siapa aku tidak tahu!" batin Leng Kui yang sekarang berada dalam kesulitan dan ketakutan.
Kemudian kebenaran pun menjadi jelas ketika Nan Ruyu, Ran Ran dan teman-teman Evan datang.
Nan Ruyu dan Ran Ran langsung cemburu dan iri ketika mereka berdua melihat Ririn dan Reya memeluk Evan.
"Ririn-Reya!, kalian berdua curang, berani memeluk Evan tanpa aku?, aku juga ingin memeluk Evan!" ucap Ran Ran yang kemudian langsung ikut memeluk Evan.
"Aku juga ingin memeluk Evan!" kata Nan Ruyu yang juga langsung memeluk Evan.
Empat wanita itu memeluk dengan sangat kuat dan erat hingga Evan menjadi kesulitan bernafas.
"Ka,Kalian.., tolong cepat lepaskan aku...!" pinta Evan yang kesulitan bernafas.
"Kakak-Kakak ipar cepat lepaskan Kakak besar, dia sudah mau mati kehabisan nafas!" pinta Sea Lin kepada empat wanita itu.
"Oops maaf!" Empat hadis itu langsung segera melepas Evan.
"Hooossh... Hooossh...." tampak Evan yang ngos-ngosan kehabisan nafas sembari memegang dadanya.
Setelah beberapa saat Evan pun mulai lega dan nafasnya pun kembali normal. "Astaga.., sungguh aku tidak tau ini nasib baik atau buruk memiliki empat wanita ini...." batin Evan.
Dan kemudian empat wanita itu mencium Evan secara bersamaan.
"CUP!.., maaf kami terlalu bersemangat!" kata empat gadis itu setelah mencium Evan.
"Tidak apa-apa!" ucap Evan tersenyum bahagia.
Melihat itu para murid pun kini sudah tahu dengan jelas kebenarannya yaitu Evan benar adalah Jenderal Li itu.
Disisi lain Leng Kui dan bawahannya pun hanya bisa ketakutan.
Kemudian Reya maju kedepan untuk memperkenalkan Evan kepada para murid baru.
"Seluruh Murid perkenalkan, dia adalah Jenderal Li sekaligus pemimpin Akademi Matahari Merah ini!" ucap Reya kepada seluruh murid yang ada ditempat itu.
"Dan kalian!..." Reya menunjuk ke arah Leng Kui dan para bawahannya.
"Kalian akan dihukum membersihkan perpustakaan selama 1 bulan!" ucap Reya dengan tegas.
"Huhuhu..., aku sangat sial, sudah dihajar sampai babak belur sekarang malah dihukum membersihkan perpustakaan selama sebulan, kalau tau begini aku tidak akan mengganggu mereka sejak awal." kata Leng Kui menyesal begitu juga dengan para bawahannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
......................
__ADS_1
......................
......................