KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 222 : Hujan Mengalir Bercampur Darah


__ADS_3

"Sudah kamu jangan menggodaku lagi, bukankah malam ini kamu ingin membunuh Ao Li?" tanya Tang Chen mengalihkan topik pembicaraan.


"Bagaimana kamu tahu?" tanya Evan.


"Kamu memiliki dendam besar dengan Ao Li, dan dengan sifat kamu siapa yang tidak tahu?, apa lagi Ao Li datang dengan membawa harta yang sangat banyak, dengan sifat rampokmu pasti tidak ingin kehilangan keuntungan didepan mata seperti ini!" jawab Tang Chen.


"Aku sudah mencari tahu, Ao Li dan para prajuritnya masih belum pergi dari kota Siun, mereka masih berada disebuah penginapan didalam kota Siun!" kata Tang Chen memberi informasi pada Evan.


"Hahaha... kamu sepertinya cukup memahamiku, baiklah ayo kita pergi balas dendam sekaligus merampok malam ini!" ajak Evan.


"Ayo, aku juga ingin menyelesaikan pertarunganku dengan orang tadi!" ujar Tang Chen yang ingin menuntaskan pertarungannya dengan Liu Fang.


Kemudian Evan dan Tang Chen pun pergi meninggalkan kediaman Jenderal Yunfan Li menuju penginapan tempat Ao Li dan para prajuritnya berada.


Namun ternyata Jenderal Yunfan Li melihat kepergian Evan dan Tang Chen yang ingin membunuh dan merampok Ao Li.


"Siapa topeng perak ini?, kenapa dia bisa memiliki dendam besar kepada Pangeran Ao Li?" kata Jenderal Yunfan Li dalam hatinya yang merasa penasaran.


"Aku harus mengikuti mereka berdua, aku tidak boleh membiarkan mereka berdua membunuh Ao Li dikota Siun milikku, aku juga ingin tahu siapa sebenarnya si topeng Perak ini!" pikir Jenderal Yunfan Li dalam hatinya.


Kemudian Jenderal Yunfan Li pun mengikuti Evan dan Tang Chen secara diam-diam menuju ke penginapan tempat Ao Li dan para prajuritnya berada.


Singkat cerita Evan dan Tang Chen pun sampai didepan pintu gerbang penginapan tempat Ao Li dan para prajuritnya berada.


Para prajurit yang menjaga pintu melihat kedatangan Evan dan Tang Chen, malam yang gelap membuat para prajurit tersebut tidak bisa melihat dengan jelas wajah Evan dan Tang Chen.


"Siapa kalian berdua?" tanya salah seorang prajurit menegur Evan dan Tang Chen yang datang secara misterius.


Tanpa basa-basi Evan dan Tang Chen pun langsung menyerang dan membunuh para prajurit yang ada di depan pintu gerbang penginapan tersebut.


Suara jeritan kematian para prajurit di depan pintu penginapan terdengar oleh Liu Fang dan para prajurit yang lainnya.


Dengan cepat Liu Fang dan para prajurit langsung mengepung Evan dan Tang Chen yang baru masuk ke halaman penginapan.


Evan yang melihat bahwa nereka berdua telah dikepung pun langsung mengeluarkan aura kegelapan dan niat membunuh dari tubuhnya.

__ADS_1


"Ternyata kalian berdua!, berani sekali kalian membunuh prajurit kerajaan, kalian tidak bisa diampuni!" kata Liu Fang kepada Evan dan Tang Chen yang telah terkepung.


"Tang Chen, kamu bunuh Liu Fang, aku akan membereskan sisanya!" kata Evan memberi perintah pada Tang Chen.


"Tenang saja, kali ini pasti aku tidak akan seimbang dengannya lagi!" kata Tang Chen ingin mengeluarkan jurus pedang.


"Kilat Petir!" ucap Tang Chen mengeluarkan jurus Pedang menyerang Liu Fang.


"BAAM !!" Liu Fang berhasil menghindari serangan jurus pedang dari Tang Chen dengan melompat dan terbang diudara.


Kemudian Tang Chen mendongak melihat Liu Fang yang terbang di atas udara dengan menggunakan Sayap Aura berwarna hijau, Melihat itu Tang Chen pun juga ikut mengeluarkan sayap Aura miliknya yang berwarna biru laut dan terbang ke arah Liu Fang.


Para prajurit yang ada dibawah mereka mendongak dan fokus melihat pertarungan Tang Chen melawan Liu Fang diudara.


"Kalian semua jangan melihat ke atas terus!, atau kalian tidak akan tahu kapan kalian mati!" kata Evan kepada para prajurit yang fokus melihat pertarungan Tang Chen melawan Liu Fang di atas mereka.


Mendengar itu para prajurit tersebut pun langsung fokus melihat ke arah Evan, lawan yang ada dihadapan mereka.


"Haiss..., kenapa para prajurit kerajaan Li jadi sangat bodoh dan lemah begini?, kalian hanya merusak nama prajurit kerajaan Li saja!" kata Evan meremehkan para prajurit yang menjadi lawannya.


"SRAAASSHH !!" Evan mengayunkan pedangnya yang langsung menebas dan membunuh beberapa prajurit.


Evan maju menyerang dengan langkah Bayangan Pembunuh, Evan menebas dan membunuh para prajurit, setiap Ayunan pedang pasti akan memotong dan membunuh prajurit hingga darah mereka menciprat dan mengalir kemana-mana.


Tak lama kemudian Hujan Turun mengguyur mereka, Air hujan yang menetes membersihkan tubuh para prajurit yang mati bersimba dengan darah dihalaman penginapan.


Hujan deras tidak menghalangi Evan untuk membunuh semua lawannnya, tampak Evan masih terus membunuh dan membantai para prajurit, tidak ada prajurit yang bisa kabur dari tajam pedangnya Evan, semua prajurit mati bergeletakan dihalaman


Air hujan bercampur dan menyatu dengan darah para prajurit yang mengalir ditanah, suara derasnya hujan membuat suasana begitu mencekam, dimana tampak Evan yang berdiri ditengah-tengah para prajurit yang mati bergeletakan ditanah sambil memegang pedang penuh darah yang menetes ke tanah.


Sementara itu Tang Chen dan Liu Fang masih bertarung dengan sangat sengit di udara, hujan deras membasahi tubuh mereka berdua.


"Jurus Pedang Hijau Raksasa/Tiga Tebasan Petir Kembar!" seru Tang Chen dan Liu Fang saling mengeluarkan jurus pedang secara bersamaan.


"BAAMM !!" ledakan besar akibat dua jurus pedang yang saling menghantam membuat Tang Chen dan Liu Fang jatuh ke atas tanah.

__ADS_1


Tampak Liu Fang terluka parah dengan darah yang mengalir keluar dari mulutnya dan berusaha bangkit berdiri dengan susah payah.


"Sial!, padahal tingkatan pencapaianku berada tiga level di atasnya, tetapi mengapa kekuatan kami bisa seimbang?" pikir Liu Fang dalam hatinya yang merasa heran dan juga geram.


Sementara itu disisi lain tampak Tang Chen juga sedang berusaha untuk bangkit berdiri, tetapi tampak kondisi Tang Chen masih lebih baik dari pada Liu Fang.


Setelah Tang Chen dan Liu Fang berdiri, Evan datang dengan melompat menghampiri Tang Chen.


"Apakah kamu perlu bantuanku?" tanya Evan menawarkan bantuan pada Tang Chen.


"Tidak perlu!, aku bisa membunuhnya sendiri!" jawab Tang Chen menolak bantuan dari Evan.


Kemudian Tang Chen menancapkan pedangnya ke tanah dan merapatkan jari tengah dan telunjuknya.


"Aku sudah cukup lama tidak menggunakan Elemen Airku, sekarang aku akan tunjukan padamu kehebatan Elemen Air dan Petirku!" kata Tang Chen yang hendak memamerkan jurusnya kepada Evan.


"Jurus Macan Air Dan Petir!" seru Tang Chen mengeluarkan jurus seekor Macan yang terbentuk dari Energi Air dan Energi Petir yang langsung menyerang ke arah Liu Fang.


Liu Fang yang terluka parah tetap tidak ingin mati begitu saja menerima serangan dari Tang Chen, dengan tubuh yang terluka Liu Fang mengeluarkan jurus terakhirnya untuk bertahan.


"Benteng Pedang Hijau!" seru Liu Fang mengeluarkan sebuah benteng berbentuk ujung pedang berwarna hijau yang besar.


Namun ternyata Jurus Macan Air dan Petir milik Tang Chen dengan sangat mudahnya menghancurkan jurus pertahanan Benteng Pedang Hijau milik Liu Fang.


"AAAAA !!" Jerit Liu Fang terkena serangan Macan Air dan Petir milik Tang Chen.


"DUAAARR !!" jurus serangan Macan Air dan Petir yang sangat kuat langsung membuat Liu Fang mati seketika.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................

__ADS_1


__ADS_2