KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 354 : Memberi Teguran


__ADS_3

Kemudian Evan dan Wolf masuk ke dalam Paviliun Chang An, pada saat masuk Evan dan Wolf melihat ada dua orang Prajurit penjaga gerbang yang sedang tertidur di balik pintu gerbang Paviliun Chang An.


Melihat dua orang prajurit penjaga tersebut tertidur dengan sangat lelap, Evan menghela nafasnya.


"Haiiss...., pantas saja saat kita masuk tidak ada yang menyambut dan membuka pintu, ternyata penjaga gerbangnya sudah jadi kebo!" kata Evan sambil memegang pinggangnya.


"Mungkin mereka kelelahan Tuan Jenderal, seluruh pekerja Paviliun Chang An akhir-akhir ini sangat sibuk, karena mereka harus menpersiapkan senjata dan perlengkapan perang untuk seluruh Pasukan kita." kata Wolf memberitahu Evan.


"Ternyata begitu, tetapi mereka tetap tidak boleh lalai saat bekerja. Jika misalnya ada pencuri yang datang, maka Paviliun Chang An akan dibobol dengan sangat mudah!" kata Evan yang tetap merasa tidak senang.


"Jadi, apakah aku perlu memecat mereka?" tanya Wolf.


"Tidak perlu, kamu bangunkan saja mereka dan potong gaji mereka, serta beri mereka teguran saja." ujar Evan yang masih bisa memalukmi kelalaian dua prajurit Penjaga tersebut.


"Baik Jenderal!" kata Wolf dengan patuh.


"Kalian berdua bangun!" perintah Wolf membentak dua prajurit Penjaga yang sedang tertidur tersebut.


Suara bentakan Wolf yang sangat tegas membuat Dua prajurit Penjaga tersebut langsung terkejut dan bangun seketika.


Dua prajurit enjaga tersebut semakin terkejut dan terbelalak kaget ketika melihat, bahwa ternyata yang membangunkan mereka adalah Wolf sang komandan Pasukan Serigala.


"Komandan Wolf!" kata dua prajurit penjaga tersebut dengan sangat terkejut dan mata terbelakak kaget.


Kemudian dua prajurit penjaga tersebut dengan cepat segera bangkit berdiri dan menghadap pada Wolf.


"Apakah kalian sudah tidak ingin menjadi Prajurit?, beraninnya kalian tidur saat berjaga?, jika ada musuh yang datang menyerang maka kalian berdualah yang akan mati lebih dulu!" kata Wolf dengan tegas memarahi dua Prajurit penjaga tersebut.

__ADS_1


"Maafkan kami Tuan komandan, kami lalai. Kami mohon jangan memecat kami berdua, kami berjanji tidak akan tidur lagi saat berjaga!" kata dua prajurit penjaga tersebut sambil berlutut dan memohon kepada Wolf.


"Baik, aku tidak akan memecat kalian, tetapi gaji kalian tetap akan aku potong setengah, ini adalah teguran agar kalian tidak mengulangi kesalahan kalian lagi!" kata Wolf memberi teguran dengan memotong setengah gaji dua prajurit penjaga tersebut.


"Terima kasih Tuan komandan, kedepannya saya pasti tidak akan mengulangi kesalahan saya lagi!" kata salah satu prajurit Penjaga tersebut merasa senang dengan keputusan Wolf yang tidak memecatnya.


Akan tetapi salah satu Prajurit penjaga tampak tidak bisa menerima keputusan Wolf yang mengurangi setengah dari gajinya.


"Tuan komandan, saya mohon jangan potong gaji saya. Saya punya Istri yang sedang hamil dan akan segera melahirkan. Saya mohon Tuan Komandan jangan memotong gaji saya, saya sedang sangat membutuhkan biaya untuk Istri saya melahirkan. Ini adalah anak pertama kami!" kata Prajurit penjaga tersebut sambil bersujud dan memohon kepada Wolf.


Evan yang mendengar cerita Prajurit penjaga itu, seketika merasa kasihan. Karena bagaimana pun, saat ini Evan juga adalah seorang calon ayah dari anak pertamanya.


Kemudian Evan yang dari tadi keberandaannya tidak disadari oleh dua prajurit penjaga tersebut, langsung berbalik badan dan berjalan menghampiri prajurit penjaga tersebut.


"Jenderal!..." kata Kedua Prajurit penjaga tersebut semakin merasa terkejut dan terbelalak kaget, ketika melihat Evan berjalan ke arah mereka.


"Baik, kami tidak akan memotong gaji kalian berdua. Tetapi jika misalnya aku melihat kalian tertidur lagi saat berjaga, maka aku tidak hanya akan memecat kalian berdua, tetapi juga akan memberikan kalian hukuman!" kata Evan mengingatkan kedua Prajurit penjaga tersebut.


"Terima kasih Jenderal, kami berjanji, bahwa kami tidak akan tertidur lagi saat berjaga!" kaga kedua prajurit penjaga tersebut dambil bersujud dan berterima kasih pada Evan.


"Sama-sama, sekarang kalian berdua berdirilah, jangan bersujud padaku!" kata Evan menyuruh kepada dua prajurit tersebut untuk bangkit berdiri.


Kemudian setelah memberi teguran kepada dua prajurit tersebut, Evan dan Wolf langsung pergi ke ruangan tempat penempahan dan pembuatan senjata.


Setelah sampai disana, Evan menyuruh Wolf untuk tetap berjaga diluar ruangan selama proses pembuatan tangan boneka.


Evan masuk ke dalam ruangan penempahan dan pembuatan senjata tersebut.

__ADS_1


Didalam ruangan tersebut tampak alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat senjata sangatlah lengkap.


Setelah semua peralatan dan bahan yang dibutuhkan Evan untuk membuat Tangan Boneka sudah lengkap. Evan pun bersiap untuk belajar menempa dan membuat satu tangan boneka dari Para Elemen yang ada didalam tubuhnya.


Kemudian Evan mulai bertanya kepada Para Elemen yang ada dalam tubuhnya melalui komunikasi pikiran.


"Kakak-kakak Elemen, aku sudah siap untuk belajar. Sekarang aku ingin tanya, bagaimana cara aku akan memulai menempa tangan boneka?" tanya Evan kepada Para Elemen yang ada didalam tubuhnya.


"Keluarkan dulu bahan-bahan yang sebelumnya aku katakan padamu sebelumnya. kayu lentur, besi tujuh warna, tulang hijau dan besi penyambung arwah!" kata Elemen Logam menyuruh Evan untuk mengeluarkan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat tangan boneka.


Kemudian Evan dengan patuh mengeluarkan semua bahan yang tadi disebutkan oleh Elemen Logam.


"Baiklah, sepertinya bahan-bahan ini bisa digunakan untuk lima kali percobaan. Jika dalam lima kali percobaan kamu tetap tidak bisa menciptakan satu tangan boneka, maka usaha kamu untuk membuatkan tangan boneka untuk Wolf akan gagal. Dan kamu harus mencobanya lagi lain kali!" kata Elemen Logam berada didalam lautan spiritual Evan.


"Baik, aku mengerti!" kata Evan yang siap untuk memulai latihannya.


Setelah bahan yang dibutuhkan untuk membuat tangan sudah ada didepan mata, maka Evan sudah siap untuk membuat tangan boneka dan hanya perlu menunggu bimbingan dari Elemen Logam saja.


Sebelum memberi bimbingan kepada Evan untuk membuat tangan boneka, Elemen Logam memberitahukan beberapa pengetahuan umum terlebih dahulu kepada Evan.


"Teknik Penempahan dan Pembuatan Senjata dibedakan menjadi dua. Teknik yang pertama adalah Teknik Penempahan senjata dengan menggunakan Tungku api untuk melelehkan bahan dan membentuknya menjadi senjata. Teknik ini biasanya memerlukan waktu yang cukup lama, walaupun hasilnya kurang bagus akan tetapi teknik ini jauh lebih mudah. Sedangkan teknik kedua adalah Penempahan senjata dengan menggunakan Api ajaib untuk melelehkan bahan dan membentuknya menjadi senjata. Teknik ini jauh lebih sulit daripada teknik pertama, namun dengan menggunakan teknik ini maka hasil yang didapatkan akan jauh lebih baik, dan waktunya juga tidak lama!" kata Elemen Logam menjelaskan pengetahuan yang paling umum dan paling dasar tentang teknik penempahan dan pembuatan senjata kepada Evan.


Mendengarkan penjelasan dari Elemen Logam, Evan yang paham hanya menganggukan kepalanya.


"Evan, kamu ingin menggunakan teknik yang mana?. Teknik menggunakan tungku atau api ajaib?" tanya Elemen Logam pada Evan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...****************...


...****************...


__ADS_2