KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 140 : Kegemparan Di Ibukota Negara Gu


__ADS_3

"RAAAARRGGH !!" sang Naga Emas Qinglong mengeram kesakitan disengat oleh kekuatan petir yang dikeluarkan oleh Pilar dan Rantai langit yang menyegelnya.


Semua orang yang ada di ibukota tidak ada yang bisa mendongak dibawah tekanan Evan yang sangat kuat.


Didalam ruang lautan spiritual Evan.....


"Bintang!?" ucap para Elemen melihat Elemen Bintang yang berdiri mengendalikan tubuh Evan.


Evan merasakan kesakitan yang sangat luar biasa, dia tidak bisa mengendalikan dirinya, tubuhnya terus mengeluarkan Energi spiritual yang sangat banyak yang mengalir ke Elemen Bintang.


Para Elemen hanya melihat dari balik punggung Elemen Bintang yang sedang mengendalikan tubuh Evan.


"Kenapa dia bisa mengendalikan tubuh Evan!?" tanya Tanah.


"Benar!, Evan bahkan belum membangkitkan kekuatan Elemen Bintang miliknya!" ucap Api.


"Kalian diamlah jangan banyak bertanya!, Kami (para elemen yang masih belum dibangkitkan) yang menyuruhnya!, sekarang Bintang menggunakan jurus Membakar Energi dan Darah pada tubuh Evan dengan paksa untuk mengendalikan tubuh Evan, sekarang kekuatan Evan setara dengan seorang tahap 'Menyatu Dengan Alam' setelah ini mungkin Evan akan turun beberapa Level!" ucap Racun.


"Bintang Cepatlah!, Evan sudah sangat menderita! dia mungkin tidak bisa menahannya lebih lama lagi!" pinta Pasir.


"Kalian sangat berisik!" ucap Bintang dengan dingin.


Kemudian Bintang mengepakkan sayapnya yang berwarna ungu kehitaman, dan terbang menghampiri sang Naga Emas Qinglong yang terikat oleh rantai pilar.


Evan sampai dihadapan sang Naga Emas Qinglong.


"Patuhlah !" perintah Evan memegang kepala sang Naga Emas Qinglong, seketika sang Naga Emas Qinglong diam tak bergerak.


"Si......al kenapa tubuhku mendengarkan perintahnya!" ucap Naga Emas Qinglong.


"Cacing kecil, kau harus membayar semuannya! jadilah budakku!. Segel Pengikat Jiwa, Kontrak Darah!" ucap Bintang menyegel sang Naga Emas Qinglong.


Naga Emas Qinglong terserap ke tangan Evan dan berubah menjadi sebuah gelang giok berwarna emas.


"Tubuh bocah ini lemah sekali!, bahkan tidak bisa menahan kekuatanku sedikit lebih lama lagi, Sial!" ucap Bintang yang mulai kehilangan kekuatannya.


Perlahan Sayap Aura dan Armor (jirah perang) ditubuh Evan mulai memudar dan menghilang, Bintang mulai kehilangan kendali atas tubuh Evan, Evan pingsan dan terjatuh dari atas langit.


"BRAAKK !!" hantam Evan jatuh disebuah tempat di kota ibukota.


Kemudian Rantai dan Pilar Langit perlahan menghilang yang bersamaan dengan langit yang mulai kembali cerah. Tekanan yang sebelumnya menekan seluruh ibukota Kerajaan Negara Gu pun menghilang seketika.

__ADS_1


Semua orang bangkit berdiri mereka melihat ke atas langit yang sudah kembali cerah, mereka bingung apa yang sebenarnya sudah terjadi, apa yang tadi menekan mereka semua, kenapa bahkan mereka tidak bisa untuk mendongak dan berbicara.


Singkat cerita dimalam hari disebuah kamar.....


Evan yang tadinya jatuh pingsan di ibukota sudah dibawa kembali ke istana, dijaga dan dirawat didalam kamar.


Didalam mimpi, Evan melihat mulut Naga Emas Qinglong yang terbuka lebar ingin menerkam dan memakannya, seketika Evan bangun dan membuka matanya dengan cepat seperti orang yang dikejutkan oleh sesuatu.


"Hooossh hooossh hooossh..... Huuuff.." Evan yang terkejut mengatur nafasnya. Evan terkejut ketika melihat Sea Lin tertidur duduk dikursi disamping tempat tidur.


"Apa yang sudah terjadi?, bukankah aku mati dimakan oleh Naga Emas Qinglong?, kenapa aku masih hidup?" ucap Evan sambil melihat kedua tangannya.


Evan merasakan tubuhnya sudah pulih sepenuhnya, Evan baik-baik saja dan tidak terluka sedikitpun.


"Evan kau sudah baik-baik saja, berterima kasihlah pada Bintang dia lah yang sudah menolong dan membantumu disaat kritis!" ujar Pasir dari lautan spiritual Evan.


"Bintang?, terima kasih Kakak Bintang telah menolongku!" ucap Evan berterima kasih.


"Heh..." Bintang yang sombong tidak menanggapi mereka semua.


"........." canggung Evan yang tidak ditanggapi sedikitpun oleh Bintang.


"Sudah biarkan saja!, dia memang seperti itu!" ucap Racun.


"Dia memaksa memakai tubuhmu!, dia menggunakan jurus membakar energi dan darah pada tubuhmu untuk mengeluarkan kekuatan Dewanya, saat itu ia berhasil membuat tubuhmu mencapai Tahap Pertapaan dan berhasil menyegel Naga Emas Qinglong menjadi sebuah gelang, yang sekarang ada dipergelangan tanganmu!" ucap Racun.


Evan melihat gelang yang ada dipergelangan tangannya, kemudian secara tiba-tiba keluar seekor Naga Emas kecil sepanjang setengah meter hal itu membuat Evan sedikit kaget.


"Tenang saja!, Bintang sudah menyegel kesadaran dan memusnahkan ingatan Naga Emas Qinglong, sekarang Naga Emas Qinglong sudah menjadi hewan spiritual milikmu! dan akan mematuhi semua perintahmu!, tetapi sekarang jiwa dan sifat Naga Emas Qinglong akan seperti layaknya anak kecil dan kekuatannya turun hingga tingkat Kaisar level sembilan Puncak!" ujar Racun.


"Menyegelnya Naga Emas Qinglong?, Sial!, kenapa aku tidak bisa mengingat apa yang terjadi!?" gumam Evan memegang kepalanya.


"Benar, karena tadi saat Bintang bertarung dengan tubuhmu dia menggunakan jurus Membakar Energi dan Jiwa sekarang kau kehilangan dua level kultivasimu!, sekarang kau kembali berada ditingkat jenderal level 6!" ucap Racun.


"Hari ini sungguh bukan hari keberuntunganku!, hari ini aku sangat sial!. Sudah gagal mendapatkan Kolam Emas Naga malah kehilangan dua level kultivasi!" gumam Evan mengeluh.


"Tapi tidak apalah!, setidaknya aku mendapatkan Naga Emas Qinglong setingkat Kaisar level sembilan puncak, dan bentuk gelang ini cukup cantik bisa aku berikan pada Ririn sebagai hadiah, ini juga termasuk bisa dibilang beruntung!" pikir Evan tersenyum.


"Otakmu isinya sungguh hanya memikirkan wanitamu saja!, karena gelang ini kau bahkan hampir kehilangan nyawamu satu-satunya, tetapi sekarang kau malah ingin memberikan gelang ini pada wanitamu sebagai hadiah! kau sangat konyol Evan!" ucap Es mengatai Evan.


"Hem, aku mungkin sudah dibuat bodoh karena cintaku oleh Ririn, Kau benar aku hanya punya satu nyawa didalam hidupku! tapi aku juga hanya punya satu Ririn didalam hidupku!." ucap Evan tersenyum.

__ADS_1


"Lagi pula bukankah aku masih hidup?, lagi pula aku juga seorang pria tidak membutuhkan gelang cantik seperti ini. Aku memberikannya pada Ririn, juga karena gelang ini lebih cocok digunakan oleh seorang wanita" ujar Evan beralasan.


"Dan hanya membuat senang wanitaku saja tidak rugi juga kan?" ucap Evan tersenyum alasan.


"Terserah padamu sajalah!" ucap Es.


"Hehehe...." tawa Evan yang terdengar oleh Sea Lin sampai membuatnya terbangun.


"Kakak Besar kau sudah sadar?, apa kau baik-baik saja?!" tanya Sea Lin yang melihat Evan sudah duduk di atas tempat tidurnya sambil tersenyum-senyum sendiri.


Seketika Evan menoleh ke arah Sea Lin. "Yah, tentu saja aku baik-baik saja! aku sudah pulih sepenuhnya!" jawab Evan tersenyum percaya diri.


"Kak itu gelang apa?" tanya Sea Lin yang melihat gelang Naga Emas Qinglong dipergelangan tangan Evan.


"Gelang ini..., gelang ini sebaiknya aku simpan saja, agar tidak menimbulkan kecurigaan jika sampai dilihat oleh orang lain yang sebelumnya sudah melihat Naga Emas Qinglong." batin Evan menyimpan gelang tersebut kedalam cincin ruang penyimpanannya.


"Bukan gelang apa-apa, ini hanya hadiah yang akan aku berikan pada Ririn saja!" jawab Evan setelah menyimpan gelang Naga Emas Qinglong tersebut.


Walau sedikit curiga Sea Lin tetap percaya, kemudian mereka pun berbincang sesaat yang sebelum kemudian Kaisar Gu masuk kedalam kamar tersebut.


Evan dan Sea Lin menoleh melihat kedatangan Kaisar Gu.


"Evan bisa kita berbicara sebentar?" kata Kaisar Gu dengan raut wajah serius.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...**************...


...***INGAT !.........


BERUBAH MENJADI LEBIH BAIK ADALAH PILIHAN


TAPI MERASA PALING BAIK ADALAH KESALAHAN


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ***...


...****************...


...----------------...


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2