KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 145 : Menuju Provinsi Nanzhou #2


__ADS_3

Di Paviliun Baizu.


"Tuan muda silahkan duduk." ucap Penjaga Paviliun mempersilahkan.


Kemudian mereka bertiga pun duduk.


"Dua orang ini sangat muda dan tidak memiliki aura sama sekali, tapi berani malam-malam datang kesini menjual kitab yang sangat berharga, apa mereka mencuri kitab itu? makanya buru-buru menjualnya?" batin Penjaga Paviliun yang curiga.


"Jika aku merebut kitab ini dan membunuh mereka berdua maka aku tidak perlu membayar barangnya Hehehe..." pikir si Penjaga Paviliun dalam hatinya.


"Hei Nak, apa kalian berdua mencuri kitab itu, jadi kalian buru-buru ingin menjualnya?" kata si Penjaga Paviliun.


"Hei apa maksud ucapanmu!, kami baik-baik ingin menjual barang kesini tapi kamu malah mencurigai kami sebagai pencuri?!" ucap Sea Lin berdiri sambil menunjuk-nunjuk Penjaga Paviliun dengan raut wajah marah.


"Heh, ternyata orang ini cukup licik!" batin Evan.


"Jadi paviliun Baizu ini ingin membelinya atau tidak?, jika tidak kami akan segera pergi!" ucap Evan bersikap normal.


"Tenang saja aku pasti akan membeli barang hasil curian kalian itu, aku akan bayar kitab itu sebanyak 10 ribu kristal spirit kelas menengah, itu sudah harga yang paling tinggi yang bisa aku tawarkan!" ucap si Penjaga Paviliun.


"Tidak, aku ingin harga satu juta kristal spirit kelas atas!, jika kau tidak mampu membayarnya kami akan pergi." ucap Evan.


"Haha..., barang curian siapa yang ingin membelinya? jika kalian tidak ingin menjual kitabnya maka kalian tidak akan bisa pergi dari sini!, kalian tinggalkan kitab itu maka kalian berdua bisa pergi dengan selamat!" ancam si Penjaga Paviliun.


"Heh!" Evan langsung mengeluarkan aura Tingkat Jenderal level tujuhnya untuk menekan si Penjaga Paviliun.


"Ting, Tingkat Jenderal level Tujuh!?, bocah ini ternyata sekuat itu!?" batin si Penjaga Paviliun dengan Raut Wajah terkejut.


"Sial apa aku sudah membuat kesalahan??" batin Penjaga Paviliun yang menyesal dan berkeringat.


"Apa kamu masih berniat ingin membuat kami tidak selamat?" tanya Evan yang berekspresi biasa.


"Ini,ini...., Tuan Muda maafkan kesalahanku tadi! aku sangat bodoh!, Tolong Tuan muda bisa memaafkan tindakan saya barusan." pinta Si Penjaga Pavilun memohon.


"Orang ini tadi masih bersikap kasar pada kami, setelah mengetahui kekuatan kami dia langsung menjadi begitu sopan!" Batin Sea Lin tidak senang.


"Kak Evan jangan jual kitabnya pada orang licik ini! dia bukan orang baik!" kata Sea Lin melarang Evan.


"Benar juga, tadi bahkan dia menawar dengan sangat rendah!, Ayo kita pergi ke Gedung Lelang Yuyu disana kita pasti bisa mendapatkan harga yang lebih bagus!" ucap Evan beranjak berdiri.


"Tunggu Tuan Muda! harga satu juta kristal itu memang sangat tinggi!, tapi aku bisa memberi harga 800 ribu kristal pada kalian itu sudah harga yang paling tinggi yang bisa aku berikan!" kata si Penjaga Paviliun menahan Evan.


"Aku tidak boleh membiarkan mereka menjual kitab bumi ini ke Gedung Lelang Yuyu, jika Gedung Yuyu mendapatkan kitab Bumi ini kekuatan dan kekuasaan Gedung Yuyu kedepannya pasti akan berkembang pesat, disaat itu mereka pasti akan dengan mudah menyingkirkan Paviliun Baizu ku dari kota Dian Zi!" pikir Penjaga Paviliun dalam hatinya.


"Aku mau satu juta, jika kurang dari itu aku tidak akan menjualnya!" ucap Evan dengan tegas.


"Bagaimana jika aku tambah menjadi 850 ribu kristal! mohon tuan pikir-pikir lagi!" ujar Penjaga Paviliun memohon.


"BANG !" suara pintu terbuka dengan kuat dan kaki seorang wanita melangkah masuk.


"Aku akan tawar satu juta!" seru Nona Yuyu yang datang tiba-tiba.


"Apa! perempuan ini kenapa bisa datang!?" batin Penjaga Pavilun terkejut melihat kedatangan Nona Yuyu.


"Heh, dasar Paviliun Baizu!, ingin mendapatkan kitab Bumi ini? jangan harap!, kitab Bumi ini jika di lelang harganya pasti lebih dari satu juta Kristal spirit, aku tidak akan membiarkannya jatuh ke tangan Paviliun Baizu!" batin Nona Yuyu.


"Sepertinya Tang Chen berhasil melakukan tugasnya dengan baik." pikir Evan dalam hatinya.


"Bagaimana Tuan muda harga yang aku berikan lebih bagus dari Paviliun Baizu ini!, Tuan muda pasti tau mana yang lebih baik kalau ingin menjual barang anda." kata Nona Yuyu dengan memiringkan kepalanya.


"Aaah..., Harga yang diberikan oleh Nona cantik ini memang lebih tinggi, kalau begitu aku akan menjualnya pada Nona ini saja!" kata Evan memulai permainannya.


"Tunggu! aku bisa memberikan satu juta lima puluh ribu Kristal!" tawar Penjaga Paviliun.


"Hmm??, kalau begini aku akan menjualnya pada Paviliun Baizu!" ucap Evan mengubah keputusannya dengan cepat.


"Tuan Muda bukankah anda sudah setuju ingin menjual kitab bumi ini padaku?, kenapa Tuan muda mengubah keputusan dengan cepat?" tanya Nona Yuyu dengan raut Wajah tidak senang.


"Aku butuh Uang, siapapun juga pasti akan tahu akan memilih yang mana, orang yang menawar harga lebih tinggi maka dia lah yang dapat, itu adalah prinsip menjual barang!. Nona Yuyu pasti tahu kan?" ucap Evan dengan cerdiknya.


Kemudian Nona Yuyu dan Penjaga Paviliun pun berdebat, disisi lain Evan membisikan sesuatu pada Sea Lin.


"Tang Chen ada diluar, katakan padanya untuk memberitahu para penguasa dan keluarga besar yang ada di Kota Dian Zi ini!" perintah Evan membisiki Sea Lin.


"Baik Kak!" Sea Lin mengangguk patuh dan keluar dari Paviliun Baizu untuk memberitahu pada Tang Chen apa yang diperitahkan oleh Evan.


"Jika semakin banyak orang yang datang maka itu akan lebih banyak keuntungan untukku juga!" pikir Evan dalam hatinya.


Disisi lain Nona Yuyu dan Penjaga Paviliun terus berdebat mengenai menawar harga.


"Tuan Muda aku akan membayar 1 juta 3 ratus ribu untuk kitab bumi anda!" ucap Nona Yuyu menawar harga.


"Aku akan tawar 1 Juta 4 ratus ribu!" tawar Penjaga Paviliun yang menawar lebih tinggi lagi.


"Harga ini sudah sangat tinggi, ini sudah semua jumlah uang yang Paviliun punya!, jika perempuan ini menawar lebih tinggi lagi aku sudah tidak bisa menawar lebih tinggi lagi!" Batin Penjaga Paviliun dengan raut wajah terpaksa.


"Aku akan menawar 1 juta 5 ratus ribu!" tawar Nona Yuyu lagi yang membuat si Penjaga Paviliun kaget dan tidak punya harapan lagi.


"Sial perempuan j@lang ini!" batin kesal Penjaga Paviliun.

__ADS_1


"Bagaimana? Apa tuan Paviliun Baizu ingin menawar lebih tinggi lagi?" tanya Evan dengan wajah tersenyum.


Penjaga Paviliun diam tak menjawab dengan raut wajah kesalnya.


"Aku tidak akan menawar lagi! beri saja kitab bumi itu padanya!" kata si Penjaga Paviliun dengan ekspresi kesal.


"Hahaha... Kalau begitu kitab ini sudah menjadi milikku!" ucap Nona Yuyu.


"Baiklah aku akan menjualnya pada Nona ini!" ucap Evan memberikan kitab Bumi kelas atas tersebut pada Nona Yuyu.


"Hahahaha...., Bagus kitab ini sekarang menjadi milikku!" ucap Nona Yuyu mengangkat kitab Bumi kelas atas tersebut dengan bahagia.


"Nona Yuyu jangan lupa dengan pembayarannya." ucap Evan mengingatkan.


"Tentu saja aku tidak akan lupa, Ini 1 juta 5 ratus ribu kristal spirit kelas atas nya!" Nona Yuyu mengeluarkan beberapa peti berisi Kristal Spirut dari Cincin ruang penyimpanannya langsung dihadapan Evan.


"Terima kasih Nona, senang bisa bertransaksi dengan Anda!" ujar Evan dan langsung menghisap memasukan semua peti berisi kristal spirit tersebut ke dalam Cincin penyimpanannya.


"Aku juga senang bertransaksi dengan Tuan Muda, Baiklah aku mohon pergi undur diri, semoga kita bisa berjumpa lagi!" ucap Nona Yuyu berbalik pergi.


Namun disaat Nona Yuyu baru berjalan beberapa langkah, Evan mengucapkan sesuatu yang membuatnya tersentak kaget dan berhenti seketika.


"Tuan Paviliun Baizu aku sebenarnya masih punya satu Kitab Tingkat Bumi Kelas Atas lagi!, apa Tuan ingin membelinya?" ucap Evan menawarkan.


Yang tadinya si penjaga Paviliun putus asa dengan raut wajah yang kesal dan marah kini seketika langsung berubah menjadi bersemangat kembali.


Berbeda sekali dengan Nona Yuyu yang dengan ekspresi raut wajah terkejut yang kesal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


*LINDUNGILAH SESUATU YANG BERHARGA BAGIMU DENGAN TANGANMU SENDIRI


WALAU HARUS MENGORBANKAN SEGALANYA*


......................


......................


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


......................


......................


Di Paviliun Baizu.


"Tuan muda silahkan duduk." ucap Penjaga Paviliun mempersilahkan.


Kemudian mereka bertiga pun duduk.


"Dua orang ini sangat muda dan tidak memiliki aura sama sekali, tapi berani malam-malam datang kesini menjual kitab yang sangat berharga, apa mereka mencuri kitab itu? makanya buru-buru menjualnya?" batin Penjaga Paviliun yang curiga.


"Jika aku merebut kitab ini dan membunuh mereka berdua maka aku tidak perlu membayar barangnya Hehehe..." pikir si Penjaga Paviliun dalam hatinya.


"Hei Nak, apa kalian berdua mencuri kitab itu, jadi kalian buru-buru ingin menjualnya?" kata si Penjaga Paviliun.


"Hei apa maksud ucapanmu!, kami baik-baik ingin menjual barang kesini tapi kamu malah mencurigai kami sebagai pencuri?!" ucap Sea Lin berdiri sambil menunjuk-nunjuk Penjaga Paviliun dengan raut wajah marah.


"Heh, ternyata orang ini cukup licik!" batin Evan.


"Jadi paviliun Baizu ini ingin membelinya atau tidak?, jika tidak kami akan segera pergi!" ucap Evan bersikap normal.


"Tenang saja aku pasti akan membeli barang hasil curian kalian itu, aku akan bayar kitab itu sebanyak 10 ribu kristal spirit kelas menengah, itu sudah harga yang paling tinggi yang bisa aku tawarkan!" ucap si Penjaga Paviliun.


"Tidak, aku ingin harga satu juta kristal spirit kelas atas!, jika kau tidak mampu membayarnya kami akan pergi." ucap Evan.


"Haha..., barang curian siapa yang ingin membelinya? jika kalian tidak ingin menjual kitabnya maka kalian tidak akan bisa pergi dari sini!, kalian tinggalkan kitab itu maka kalian berdua bisa pergi dengan selamat!" ancam si Penjaga Paviliun.


"Heh!" Evan langsung mengeluarkan aura Tingkat Jenderal level tujuhnya untuk menekan si Penjaga Paviliun.


"Ting, Tingkat Jenderal level Tujuh!?, bocah ini ternyata sekuat itu!?" batin si Penjaga Paviliun dengan Raut Wajah terkejut.


"Sial apa aku sudah membuat kesalahan??" batin Penjaga Paviliun yang menyesal dan berkeringat.


"Apa kamu masih berniat ingin membuat kami tidak selamat?" tanya Evan yang berekspresi biasa.


"Ini,ini...., Tuan Muda maafkan kesalahanku tadi! aku sangat bodoh!, Tolong Tuan muda bisa memaafkan tindakan saya barusan." pinta Si Penjaga Pavilun memohon.


"Orang ini tadi masih bersikap kasar pada kami, setelah mengetahui kekuatan kami dia langsung menjadi begitu sopan!" Batin Sea Lin tidak senang.


"Kak Evan jangan jual kitabnya pada orang licik ini! dia bukan orang baik!" kata Sea Lin melarang Evan.


"Benar juga, tadi bahkan dia menawar dengan sangat rendah!, Ayo kita pergi ke Gedung Lelang Yuyu disana kita pasti bisa mendapatkan harga yang lebih bagus!" ucap Evan beranjak berdiri.


"Tunggu Tuan Muda! harga satu juta kristal itu memang sangat tinggi!, tapi aku bisa memberi harga 800 ribu kristal pada kalian itu sudah harga yang paling tinggi yang bisa aku berikan!" kata si Penjaga Paviliun menahan Evan.


"Aku tidak boleh membiarkan mereka menjual kitab bumi ini ke Gedung Lelang Yuyu, jika Gedung Yuyu mendapatkan kitab Bumi ini kekuatan dan kekuasaan Gedung Yuyu kedepannya pasti akan berkembang pesat, disaat itu mereka pasti akan dengan mudah menyingkirkan Paviliun Baizu ku dari kota Dian Zi!" pikir Penjaga Paviliun dalam hatinya.

__ADS_1


"Aku mau satu juta, jika kurang dari itu aku tidak akan menjualnya!" ucap Evan dengan tegas.


"Bagaimana jika aku tambah menjadi 850 ribu kristal! mohon tuan pikir-pikir lagi!" ujar Penjaga Paviliun memohon.


"BANG !" suara pintu terbuka dengan kuat dan kaki seorang wanita melangkah masuk.


"Aku akan tawar satu juta!" seru Nona Yuyu yang datang tiba-tiba.


"Apa! perempuan ini kenapa bisa datang!?" batin Penjaga Pavilun terkejut melihat kedatangan Nona Yuyu.


"Heh, dasar Paviliun Baizu!, ingin mendapatkan kitab Bumi ini? jangan harap!, kitab Bumi ini jika di lelang harganya pasti lebih dari satu juta Kristal spirit, aku tidak akan membiarkannya jatuh ke tangan Paviliun Baizu!" batin Nona Yuyu.


"Sepertinya Tang Chen berhasil melakukan tugasnya dengan baik." pikir Evan dalam hatinya.


"Bagaimana Tuan muda harga yang aku berikan lebih bagus dari Paviliun Baizu ini!, Tuan muda pasti tau mana yang lebih baik kalau ingin menjual barang anda." kata Nona Yuyu dengan memiringkan kepalanya.


"Aaah..., Harga yang diberikan oleh Nona cantik ini memang lebih tinggi, kalau begitu aku akan menjualnya pada Nona ini saja!" kata Evan memulai permainannya.


"Tunggu! aku bisa memberikan satu juta lima puluh ribu Kristal!" tawar Penjaga Paviliun.


"Hmm??, kalau begini aku akan menjualnya pada Paviliun Baizu!" ucap Evan mengubah keputusannya dengan cepat.


"Tuan Muda bukankah anda sudah setuju ingin menjual kitab bumi ini padaku?, kenapa Tuan muda mengubah keputusan dengan cepat?" tanya Nona Yuyu dengan raut Wajah tidak senang.


"Aku butuh Uang, siapapun juga pasti akan tahu akan memilih yang mana, orang yang menawar harga lebih tinggi maka dia lah yang dapat, itu adalah prinsip menjual barang!. Nona Yuyu pasti tahu kan?" ucap Evan dengan cerdiknya.


Kemudian Nona Yuyu dan Penjaga Paviliun pun berdebat, disisi lain Evan membisikan sesuatu pada Sea Lin.


"Tang Chen ada diluar, katakan padanya untuk memberitahu para penguasa dan keluarga besar yang ada di Kota Dian Zi ini!" perintah Evan membisiki Sea Lin.


"Baik Kak!" Sea Lin mengangguk patuh dan keluar dari Paviliun Baizu untuk memberitahu pada Tang Chen apa yang diperitahkan oleh Evan.


"Jika semakin banyak orang yang datang maka itu akan lebih banyak keuntungan untukku juga!" pikir Evan dalam hatinya.


Disisi lain Nona Yuyu dan Penjaga Paviliun terus berdebat mengenai menawar harga.


"Tuan Muda aku akan membayar 1 juta 3 ratus ribu untuk kitab bumi anda!" ucap Nona Yuyu menawar harga.


"Aku akan tawar 1 Juta 4 ratus ribu!" tawar Penjaga Paviliun yang menawar lebih tinggi lagi.


"Harga ini sudah sangat tinggi, ini sudah semua jumlah uang yang Paviliun punya!, jika perempuan ini menawar lebih tinggi lagi aku sudah tidak bisa menawar lebih tinggi lagi!" Batin Penjaga Paviliun dengan raut wajah terpaksa.


"Aku akan menawar 1 juta 5 ratus ribu!" tawar Nona Yuyu lagi yang membuat si Penjaga Paviliun kaget dan tidak punya harapan lagi.


"Sial perempuan j@lang ini!" batin kesal Penjaga Paviliun.


"Bagaimana? Apa tuan Paviliun Baizu ingin menawar lebih tinggi lagi?" tanya Evan dengan wajah tersenyum.


Penjaga Paviliun diam tak menjawab dengan raut wajah kesalnya.


"Aku tidak akan menawar lagi! beri saja kitab bumi itu padanya!" kata si Penjaga Paviliun dengan ekspresi kesal.


"Hahaha... Kalau begitu kitab ini sudah menjadi milikku!" ucap Nona Yuyu.


"Baiklah aku akan menjualnya pada Nona ini!" ucap Evan memberikan kitab Bumi kelas atas tersebut pada Nona Yuyu.


"Hahahaha...., Bagus kitab ini sekarang menjadi milikku!" ucap Nona Yuyu mengangkat kitab Bumi kelas atas tersebut dengan bahagia.


"Nona Yuyu jangan lupa dengan pembayarannya." ucap Evan mengingatkan.


"Tentu saja aku tidak akan lupa, Ini 1 juta 5 ratus ribu kristal spirit kelas atas nya!" Nona Yuyu mengeluarkan beberapa peti berisi Kristal Spirut dari Cincin ruang penyimpanannya langsung dihadapan Evan.


"Terima kasih Nona, senang bisa bertransaksi dengan Anda!" ujar Evan dan langsung menghisap memasukan semua peti berisi kristal spirit tersebut ke dalam Cincin penyimpanannya.


"Aku juga senang bertransaksi dengan Tuan Muda, Baiklah aku mohon pergi undur diri, semoga kita bisa berjumpa lagi!" ucap Nona Yuyu berbalik pergi.


Namun disaat Nona Yuyu baru berjalan beberapa langkah, Evan mengucapkan sesuatu yang membuatnya tersentak kaget dan berhenti seketika.


"Tuan Paviliun Baizu aku sebenarnya masih punya satu Kitab Tingkat Bumi Kelas Atas lagi!, apa Tuan ingin membelinya?" ucap Evan menawarkan.


Yang tadinya si penjaga Paviliun putus asa dengan raut wajah yang kesal dan marah kini seketika langsung berubah menjadi bersemangat kembali.


Berbeda sekali dengan Nona Yuyu yang dengan ekspresi raut wajah terkejut yang kesal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


*LINDUNGILAH SESUATU YANG BERHARGA BAGIMU DENGAN TANGANMU SENDIRI


WALAU HARUS MENGORBANKAN SEGALANYA*


......................


......................


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2