
Tampak Evan meregangkan tubuhnya yang kelelahan sambil menguap.
"Aku tidak mengira kalau membuat Kertas Jimat Peledak akan menghabiskan begitu banyak energi spiritual dan energi jiwaku!. sekarang aku sudah membuat 600 kertas jimat peledak, sepertinya ini sudah cukup untuk pertempuran besok. sekarang sebaiknya aku istirahat dan mengumpulkan tenaga untuk berperang besok!" pikir Evan.
...****************...
Keesokan harinya dikediaman Jenderal, tampak Evan yang telah bersiap untuk berangkat berperang dengan diantar oleh para istrinya.
"Sayang, kamu harus berhati-hati dan harus pulang tanpa terluka sedikit pun, kami menunggumu!" kata Ran Ran dengan lemah lembut dan penuh perhatian.
"Nanti disaat kamu pulang, kami pasti akan melayani kamu dengan baik!" kata Nan Ruyu sambil tersenyum.
"Evan, kamu harus pulang!" pinta Ririn dengan lemah lembut kepada Evan.
"Iyah, aku berjanji pasti akan pulang dengan utuh!" kata Evan berjanji kepada lima istri tercintanya.
Untuk melepas kepergiannya, Evan pun ingin memberikan ciuman kepada lima istrinya sebagai ucapan perpisahan. Namun kemudian tiba-tiba Tang Chen datang dan langsung mengaitkan lengannya ke leher Evan yang ingin mencium lima istrinya.
"Cukup romantis-romantisannya!, ayo kita pergi berperang!" ujar Tang Chen sambil mengaitkan lengannya ke leher Evan, dan menyeret Evan pergi.
"Tang Chen!, kenapa kau selalu menggangguku?, aku ingin memberikan ciuman perpisahan kepada para istriku, kenapa kau menyeretku?" ujar Evan merasa sangat kesal kepada Tang Chen.
"Tidak ada ciuman perpisahan!, para prajurit sudah menunggu kita dari tadi, kamu sebagai Jenderal harus disiplin dan memberikan contoh yang baik kepada para prajuritmu, ayo pergi dan jangan membuang waktu lagi!" kata Tang Chen sambil menyeret Evan pergi.
Lima istri Evan yang melihat itu pun hanya melambaikan tangannya sambil melihat Evan yang diseret pergi oleh Tang Chen.
...****************...
Sementara itu Luo Bai telah sampai di kota Hao dan dengan segera memerintahkan seluruh pasukannya untuk menghancurkan setiap bangunan pemerintahan yang ada di kota Hao.
"Seluruh prajurit hancurkan seluruh gedung pemerintahan! jangan sisakan satu bangunan pun!, runtuhkan semua!" seru Luo Bai memberi perintah kepada seluruh prajuritnya.
Mendengar seruan perintah dari komandannya, seluruh pasukan pun dengan beringas langsung menghancurkan dan meruntuhkan setiap bangunan pemerintahan yang ada dikota Hao.
...****************...
Kembali ke Nanzhou yang mana tampak Evan dan teman-temannya beserta seluruh pasukan telah bersiap untuk berangkat pergi berperang menaklukan tiga kota terdekat, yaitu kota Wen, kota Tian Wu dan kota Tian Wei.
__ADS_1
"Semuannya telah bersiap, sekarang mari kita berangkat menaklukan tiga kota sekaligus!, ingat utamakan keselamatan yang lebih penting, jika keadaan tidak menguntungkan maka mundur saja!" ujar Evan kepada teman-temannya.
"SIAP!!" jawab teman-teman Evan serentak dengan semangat.
"Evan!, kamu tenang saja, kami pasti akan merebut kota Tian Wu dihari pertama kami menyerang!" kata Ray Qi dengan penuh semangat dan percaya diri.
"Iyah, Kakak Besar tenang saja!" kata Sea Lin dengan penuh semangat dan percaya diri.
"Tidak hanya kota Tian Wu, kami juga pasti akan merebut kota Wen dihari pertama kami menyerang!" kata Tang Chen yang juga penuh semangat dan rasa percaya diri.
Mendengar itu Evan pun tampak senang dan tersenyum.
"Baiklah semuannya Berangkat!, kita taklukan musuh dan kuasai kota mereka!" seru Evan berteriak dengan kencang sambil mengangkat pedangnya.
Mendengar teriakan Evan yang begitu kencang bersemangat, semangat seluruh pasukan pun langsung membara dan berkobar.
Kemudian mereka pun berangkat dan berpecah menjadi empat kelompok sama seperti yang direncanakan sebelumnya.
Kelompok pertama yaitu Tang Chen dan Wolf yang memimpin 50 ribu prajurit untuk menyerang dan menguasai kota Wen.
Kelompok Kedua yaitu Ray Qi dan Sea Lin yang bertugas memimpin 50 ribu prajurit untuk menyerang dan menguasai kota Tian Wu.
Sedangkan kelompok ketiga yaitu Evan dan Yu Zhong yang hanya memimpin 300 prajurit pasukan Gagak Malam untuk menyerang dan menguasai kota Tian Wei.
Mereka pun memimpin masing-masing pasukan mereka untuk berangkat berperang menyerang, menguasai dan merebut tiga kota terdekat dari tangan kekuasaan Kerajaan Mo.
...****************...
Di malam hari, dengan kecepatan penuh dan pakaian serba hitam, Evan dan pasukan Gagak Malam pun menuju ke kota Tian Wei.
Dijarak sekitar dua mil dari kota Tian Wei, Evan dan Pasukan Gagak Malam pun singgah dan mendirikan kemah.
Kemudian Evan menyiapkan rencana penyerangan terlebih dahulu sebelum langsung menyerang kota Tian Wei.
Tampak Evan yang sedang menjelaskan rencana penyerangan kepada Senior Qiu Zhen dan Enam prajurit utama Pasukan Gagak Malam, kecuali Qing Wei yang sedang menjalankan misi untuk memata-matai kerajaan Mo.
"Baiklah, aku sudah menjelaskan rencana penyerangan kepada kalian, kalian juga sudah tahu apa yang harus dilakukan, gunakan kertas jimat yang aku berikan sesuai dengan rencana yang aku katakan, mengerti semuannya?!" ujar Evan bertanya dengan tegas kepada mereka.
__ADS_1
"Mengerti Jenderal!" jawab mereka dengan serentak.
"Baguslah, sekarang ayo kita berangkat menyerang!, taklukan kota Tian Wei malam ini!, semuannya bergerak!" seru Evan kepada pasukannya.
Kemudian dengan pakaian serba hitam, Evan pun memimpin pasukan Gagak Malam untuk menyerang dan membersihkan seluruh prajurit musuh yang berjaga di dinding benteng pertahanan kota Tian Wei.
Dengan teknik Langkah Bayangan Pembunuh dan aura kegelapan yang menyelimuti tubuh, Evan pun dengan sangat beringas menebas leher seluruh prajurit musuh yang ada didepan matanya, hingga kepala dan badannya terpisah.
"Sraassh Sraassh Sraassh.... !!" Evan membunuh seluruh prajurit yang ada didepan matanya dengan memotong kepala prajurit musuh hingga terpisah dari badannya.
Sembari menyerang dan membunuh, Evan juga sekaligus menyerap para prajurit musuh, dengan menyebarkan aura kegelapannya yang mampu menyerap tubuh musuh hingga tidak bersisa.
Gerakan membunuh yang begitu cepat membuat para prajurit musuh bahkan tidak sempat untuk mengeluarkan suara sedikit pun.
Dan tidak hanya Evan, tetapi Yu Zhong, Qiu Shen dan pasukan Gagak Malam yang lainnya pun juga ikut menyerang, membunuh dan menyerap semua prajurit yang berjaga dibenteng tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.
Darah bermuncratan kemana-mana dan mengalir disepanjang benteng yang membentang mengelilingi kota Tian Wei.
Kemudian tampak dua prajurit gagah perkasa yang sedang berjaga didepan pintu gerbang kota sambil memegang tombak.
Dengan penciuman yang tajam, prajurit tersebut mencium bau amis darah yang menyengat.
Mencium bau amis darah sontak prajurit tersebut pun langsung terkejut.
"Bau Darah!, ada musuh.. Sraassh!!" ucap prajurit tersebut menoleh ke arah rekan prajurit yang ada disampingnya yang sudah mati tergeletak tanpa kepala, namun kemudian prajurit tersebut pun juga ikut langsung dipenggal hingga kepalanya terpisah dari badannya.
Tampak yang memenggal dua prajurit tersebut adalah Su Fan Ny dan Qiu Shen, setelah membunuh kedua prajurut tersebut, mereka berdua pun menyerap kedua prajurit tersebut.
Kemudian setelah memasukan pedangnya, Su Fan Ny menoleh ke arah Evan yang ada di atas dinding benteng dan memberi isyarat ibu jari sambil menganggukan kepala.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
__ADS_1
......................