KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 150 : Sampai Di Nanzhou


__ADS_3

Kemudian semua teman-teman Evan datang menghampiri Evan dan Sea Lin, mereka datang karena mendengar suara keributan dan juga mencium bau amis darah.


"Evan apa yang terjadi?" tanya Luo Bai datang menghampiri.


"Bukan masalah besar, hanya ada beberapa pembunuh bayaran yang datang menyerangku, sekarang mereka semua sudah mati aku bunuh." jawab Evan.


"Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Ririn menghampiri Evan dengan raut wajah khawatir.


"Aku tidak apa-apa, kamu tenang saja!" jawab Evan dengan lembut sembari mengusap kepala Ririn.


"Jangan sentuh kepalaku!" ucap Ririn menyikirkan tangan Evan.


Terlihat raut wajah Ririn yang sedang kesal dan Malu-malu.


"He-he-he... maaf, maaf...., aku lupa!" kata Evan sambil menggaruk kepalanya.


Teman-teman yang melihat itu pun sebagian tertawa, dan sebagian lagi merasa cemburu kepadapada Ririn yang sangat disayangi oleh Evan.


Dan tentu saja yang merasa cemburu adalah Reya, Nan Ruyu, dan Ran Ran yang merupakan para wanita yang juga menyukai Evan.


"Kalau begitu cepatlah buang mayat itu, sebelum ada orang lain yang melihatnya!" ucap Luo Bai.


"Tidak usah dibuang, Sea Lin lakukanlah!" perintah Evan pada Sea Lin.


"Baik Kak!" jawab Sea Lin.


Kemudian Sea Lin berjalan mendekati mayat ketua Pembunuh tersebut dan langsung memegang kepalanya. Kemudian tanpa ragu Sea Lin pun langsung menghisap mayat tersebut hingga lenyap tak bersisa.


"Evan, mengapa ada Pembunuh bayaran yang mengincar kamu?" tanya Reya.


"Tentu saja karena ada orang yang tidak menginginkan kedatangan aku ke Nanzhou!" jawab Evan.


"Menurut kamu siapa? Apakah Kaisar Mo?, Ras Iblis?, atau Siluman?" tanya Reya lagi.


"Bisa jadi orang-orang yang kamu sebutkan, tetapi jika mereka yang memerintahkan para pembunuh bayaran untuk membunuhku, sepertinya itu bukan cara mereka!" ujar Evan.


Mendengar itu, seketika semua teman-teman Evan memasang raut wajah serius.


"Karena jika pihak mereka ingin membunuhku, mereka pasti akan mengirim kekuatan besar, tidak akan menyuruh para pembunuh bayaran sampah seperti ini. Jadi orang yang d


berada dibalik para pembunuh bayaran ini, pasti bukan orang Kerajaan Mo, Iblis atau pun Siluman. Tetapi melainkan orang dalam sendiri!" ucap Evan dengan serius.


"Orang dalam sendiri!?" ucap semua orang.


Seketika semua teman-teman Evan saling memandang dengan rasa saling curiga.


"Bukan kalian!" ucap Evan menepuk jidatnya.

__ADS_1


"Maksudku orang dalam itu adalah para pejabat yang ada di Nanzhou. Mereka mengirim pembunuh bayaran hanya untuk membunuhku, tetapi tidak menyerang pasukan yang aku bawa. Mengapa seperti itu?, yaitu karena mereka menginginkan Pasukan ku tapi tidak dengan diriku. Jikka misalnya aku mati ditengah jalan mereka dapat mengambil alih pasukanku. dan masalah pembunuh yang membunuhku itu bisa dilemparkan kesalahannya kepada Ras iblis, Siluman atau pun Kaisar Negara Mo!" ucap Evan mencoba menjelaskan kepada teman-temannya.


"Tetapi jika itu adalah Ras Iblis, Siluman atau Orang Negara Mo, bagaimana?" tanya Qin Shan tetap curiga.


"Walaupun tidak bisa menutup kemungkinan bahwa yang mengirim pembunuh bayaran adalah mereka, tetapi jika memang benar salah satu dari tiga kekuatan besar itu ingin membunuhku, mereka pasti akan mengirim pasukan besar untuk membabat habis kita semua, tetapi para pembunuh ini hanya mengincarku saja, tetapi tidak mengincar pasukanku!" jawab Evan.


Semua Teman-teman Evan menjadi tambah serius setelah mendengar perkataan Evan.


"Baiklah, kita tunggu dan lihat saja besok. s


Sekarang kalian kembalilah beristirahat, besok kita harus melanjutkan perjalanan kita lagi!" ujar Evan menyuruh teman-temannya untuk kembali beristirahat.


Keesokan harinya, daerah perbatasan dekat dinding pertahanan kota Yanzhou daerah Nanzhou.


......................


PENJELASAN: Daerah Nanzhou adalah daerah paling ujung Utara Negara Gu.


Daerah Nanzhou memiliki terbentuk dari tiga kota, yaitu Kota Yanzhou, Yinzhou dan Yunzhou.


Kota Yanzhou adalah kota perbatasan, dan merupakan kota yang paling berbahaya dan juga sangat miskin.


Kota kedua adalah kota Yinzhou yang sebagai kota daerah pusat, walaupun jauh lebih aman tapi tetap saja kota yang miskin.


Dan kota ketiga adalah kota Yunzhou, kota YunZhou ini tidak sama seperti kota YinZhou dan kota Yanzhou yang sering terjadi yang namanya kekeringan. Kota Yunzhou lebih sering terjadi yang namanya banjir, dan Kota ini juga adalah Kota yang miskin dan cukup berbahaya.


...****************...


Untuk mencegah kesalahpahaman Evan memerintahkan rombongannya untuk berhenti sekitar 300 meter dari gerbang Kota Yanzhou.


Evan hanya membawa enam orang untuk mendekat ke gerbang, mereka adalah Reya, Sea Lin, Luo Bai, Tang Chen, Qin Shan, dan paman Qian Ji. Evan dan keenam temannya datang mendekat ke gerbang kota dengan menaiki kuda.


Setelah sampai tepat di depan pintu gerbang, terlihat benteng yang sudah sangat terlihat rapuh dan para prajurit yang kurus dan tampak tidak bersemangat.


Kemudian Evan dan keenam temannya dihadang oleh sekelompok prajurit yang berjaga di depan pintu gerbang.


"Berhenti!" pinta Seorang Prajurit yang berada di atas kuda.


"Aku adalah Zhang Pin, Ketua pasukan satu kota Yanzhou, mohon tanya apakah kalian rombongan Tuan Jenderal Besar Li?" tanya Zhang Pin dari atas kudanya.


"Aku adalah Evan Li!" jawab Evan.


Mendengar itu Zhang Pin pun terkejut dan langsung turun dari atas kudanya.


"Mohon Maaf atas ketidak sopanan saya Tuan Jenderal!" ucap Zhang Pin memberi hormat yang diikuti oleh para bawahannya.


"Jadi, apakah sekarang aku dan rombonganku sudah bisa masuk?" tanya Evan.

__ADS_1


"Tentu saja boleh, silahkan!"


...****************...


Singkat cerita Evan, Sea Lin dan Luo Bai menunggang kuda, berkeliling untuk melihat-lihat kondisi dan keadaan kota Yanzhou yang dikawal oleh Zhang Pin dan pasukannya.


Dan benar saja, terlihat keadaan kota yang tidak ramai dan sangat miskin, banyak masyarakat yang kelaparan dan tidak memiliki pakaian yang layak.


"Ketua Zhang, aku baru sampai di daerah Nanzhou ini, tolong kau ceritakan kondisi Yanzhou yang sekarang!" tanya Evan.


"Menjawab Tuan Jenderal, seperti yang jenderal lihat, keadaan kota Yanzhou sekarang sangatlah miskin, kelaparan melanda dimana-mana!, bahkan kami para prajurit pun juga ikut merasakan!" jawab Zhang Pin.


"Kenapa kalian tidak meminta bantuan ke pusat (Yinzhou)?" tanya Evan.


"Saya sudah meminta bantuan sejak lama, tapi sampai hari ini tetap saja tidak ada pengiriman bantuan, bahkan perlengkapan perang pun sudah tidak pernah dikirimkan ke Kota Yanzhou." jawab Zhang Pin.


"Apa walikota Yanzhou kalian juga tidak ada memberi bantuan sedikitpun pada kalian?" tanya Evan lagi.


"Tidak ada Tuan Jenderal, Walikota kota Yanzhou tidak pernah peduli dengan keadaan masyarakatnya, dia tidak berperasaan! dia hanya suka berfoya-foya dikediamannya!, dia sangat tidak pantas menjadi walikota!" jawab Zhang Pin yang terbawa emosi dan bicara dengan kasar.


Kemudian Zhang Pin yang terbawa emosi pun tersadar atas ketidak sopanannya.


"Maaf Tuan Jenderal atas ketidak sopanan saya yang orang kecil ini, saya hanya berharap Tuan Jenderal bisa menanggapi masalah ini dengan bijaksana" pinta Zhang Pin memberi hormat.


"Tidak apa-apa, aku senang melihat kau berani berkata dengan jujur untuk mengeluh padaku." ucap Evan tersenyum.


"Ketua Pasukan Zhang bawa pasukanmu ikut aku ke kediaman Walikota Yanzhou!" perintah Evan.


"Baik!, Terima kasih Tuan Jenderal!" ucap Zhang Pin memberi hormat.


"Hem.., sepertinya Kak Evan akan membunuh si walikota Yanzhou ini!" ucap Sea Lin pada Luo Bai.


"Membunuh Walikota?, itu melanggar aturan pemerintahan!, apa lagi kita tidak mempunyai bukti apa pun!" ucap Luo Bai kaget.


"Hahahaha.... Kau tidak tau, saat ini Kak Evan lah aturan di seluruh Daerah Nanzhou ini, bahkan Kaisar Gu pun tidak akan bisa menghalanginya!" ujar Sea Lin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...PERPISAHAN MEMANG TIDAKLAH MUDAH...


...KARENA SIFAT MANUSIA ITU INGIN MEMILIKI BUKAN MELEPASKAN...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...

__ADS_1


......................


__ADS_2