
Mereka masih terus berpelukan untuk membuang rasa kesedihan dalam hati mereka.
"Maaf, aku tidak seharusnya menceritakan kembali kesalahanmu!" kata Lu Rao Rao merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, aku senang melihatmu mau menceritakannya, biar lelaki bodoh kamu ini sadar bahwa dia pernah menyakiti bidadari yang paling dia cintai!" ujar Luo Bai mengatai dirinya sendiri.
"Luo Bai, ayo kita menikah!, aku tidak mau kamu pergi meninggalkan aku lagi, kita nikah yah?" pinta Lu Rao Rao.
"Yah pasti!, aku pasti akan menikahimu dan mengembalikan apa yang seharusnya menjadi milikmu sejak lama!" ujar Luo Bai sambil memeluk Lu Rao Rao dengan dekapannya yang hangat.
"Kalau begitu aku mau kita punya banyak anak!" pinta Lu Rao Rao.
"Iyah, terserah Bidadariku mau minta apa pun aku pasti akan turuti!" ujar Luo Bai dengan senang hati.
Singkat cerita Luo Bai dan Lu Rao Rao pun datang menghampiri Evan dan Tang Chen yang sedang bersama dengan Elemen Tanah dan Elemen Angin di taman kecil kediaman Jenderal Penjaga kota.
"Evan, apa yang tadi ingin kamu sampaikan?" tanya Luo Bai.
__ADS_1
"Sudah selesai bermesraannya?" tanya Tang Chen yang masih saja kesal.
"Masih marah saja, maaf aku tadi hanya bercanda saja jangan dibawa ke hati." ujar Luo Bai.
"Sudah sudah jangan dipermasalahkan lagi, Luo Bai, Lu Rao Rao, kalian berdua makanlah buah ini!" kata Evan sambil memberikan dua buah Bulan Abadi kepada Luo Bai dan Lu Rao Rao.
"Nama Buah yang sekarang kalian pegang adalah Buah Bulan Abadi yang sebelumnya kami dapatkan dari Alam Fantasi Tujuh Bintang. memakan buah Bulan Abadi maka setara dengan 10 tahun perkembangan manusia biasa, buah ini dapat meningkat kultivasi kalian dengan sangat cepat!" kata Evan menjelaskan dengan singkat kepada Luo Bai dan Lu Rao Tao.
"Baiklah kami akan memakannya!" ujar Luo Bai.
Kemudian Luo Bai dan Lu Rao Rao pun memakan Buah Bulan Abadi yang ada ditangan mereka.
"Buah Bulan Abadi ini sangat hebat dan luar biasa, terima kasih Evan!" ucap Luo Bai merasa sangat gembira.
"Sama-sama, kamu tidak perlu sesungkan itu padaku!, kamu adalah salah satu teman dan prajurit terbaikku, jadi ini memang sudah seharusnya!" ujar Evan.
"Sebenarnya kedatangan aku dan Tang Chen kesini adalah untuk menjual Pil, mengumpulkan dana untuk perbaikan dinding pertahanan di Nanzhou, bisakah kamu membantuku?" tanya Evan.
__ADS_1
"Tentu aku bisa membantumu, hanya menjual Pil saja adalah hal yang mudah, aku akan membantumu memasarkannya!" ujar Luo Bai dengan senang hati.
"Baiklah, ini adalah pil yang ingin aku jual!" ujar Evan mengeluarkan puluhan botol pil.
"Kenapa banyak sekali?" tanya Luo Bai yang terkejut melihat begitu banyak pil yang diberikan oleh Evan kepadanya untuk dijual.
"Memang sebanyak ini, tadi siapa yang mengatakan kalau ini adalah hal yang mudah?" ujar Evan.
"Baiklah aku pasti akan membantumu menjualnya, tapi kamu ingin aku menjualnya dengan harga berapa?" tanya Luo Bai.
"Tidak usah terlalu tinggi, jual dengan harga standarnya saja" jawab Evan.
Kemudian Luo Bai pun menyimpan semua Pil yang tadi diberikan oleh Evan.
"Oh Yah Luo Bai, apakah kamu malam ini ada waktu untuk menemani kami?" tanya Evan.
"Kemana?" tanya Luo Bai merasa penasaran.
__ADS_1
"Pergi menemani Tang Chen ke Rumah Mawar!" jawab Evan membuat Luo Bai dan Lu Rao Rao terkejut seketika.
Luo Bai melirik ke Lu Rao Rao yang tampak tidak senang.