
Sementara itu disuatu ruangan lain di Penginapan tersebut, tampak Evan, Sea Lin dan Zhang Xiu yang sedang membicarakan tentang pemberontakan, yang dilakukan oleh Wu Shen dan Para Sekutunya.
"Mengenai yang tadi aku benar-benar minta maaf, Aku sungguh tidak bisa membantu kalian melawan Pemberontakan yang dilakukan oleh Panglima Wu Shen dan Para Sekutunya!" kata Evan pada Zhang Xiu.
"Saya mengerti Jenderal, tetapi Tuan Jenderal menolak untuk melawan Pemberontakan Panglima Wu Shen, pasti karena Jenderal ada suatu alasan. Mohon Jenderal mengatakannya padaku!" ujar Zhang Xiu.
"Kamu memang lebih mudah untuk diajak bicara dari pada dengan Nona Hua!" kata Evan merasa senang pada Zhang Xiu.
"Yah, aku memang memilki banyak alasan untuk tidak melawan Pemberontakan Panglima Wu Shen dan Para Sekutunya. Saat ini Pasukan Nanzhou baru saja menyelesaikan pertempuran dengan Kerajaan Mo. Walaupun Nanzhou telah menang dalam pertempuran dan berhasil menaklukan Kerajaan Mo, tetapi kami masih belum berhasil menstabilkan Pemerintahan kami diseluruh Wilayah Kerajaan Mo. Dengan jumlah Pasukan yang sangat terbatas, kami masih harus membagi Pasukan kami untuk berjaga disetiap wilayah yang baru kami kuasai. Dan juga, setelah aku mendengar cerita dari kalian sebelumnya, saat ini kekuatan Pasukan yang dimilki oleh Panglima Wu Shen dan Para Sekutunya, mungkin jauh lebih kuat dari apa yang kita perkirakan. Coba kalian bayangkan saja, Pasukan sebesar apa yang mampu menaklukan tiga belas Provinsi, hanya dalam waktu kurang dari dua bulan! Perkiraanku, jumlah Pasukan yang dimilki oleh Panglima Wu Shen dan Para Sekutunya, mungkin lebih dari tiga ratus ribu Prajurit. Sedangkan kekuataannya juga masih belum diketahui dengan jelas. Jika sekarang Nanzhou memaksakan diri untuk melakukan Perang Besar sekali lagi, maka kami akan benar-benar dihancurkan!" kata Evan menjelaskan alasannya kepada Zhang Xiu.
Setelah mendengar penjelasan dari Evan, seketika membuat Zhang Xiu terdiam dan tidak dapat berkomentar.
"Jadi, apakah Tuan Jenderal sama sekali tidak ingin melawan Pemberontakan Panglima Wu Shen? Saat ini rakyat mungkin sedang sangat menderita dibawah kepemimpinan Panglima Wu Shen!" ujar Zhang Xiu merasa kasihan pada rakyat Kerajaan Mo, dan dia sang berharap pada Evan agar bisa membantu Rayat untuk melawan Pemberontakan Wu Shen dan Para Sekutunya.
"Aku tentu saja ingin untuk melawan Pemberontakan Panglima Wu Shen dan membinaskannya, tetapi tidak sekarang. Tunggu setelah Nanzhou berhasil menstabilkan Pemerintahan diseluruh Wilayah kekuasaannya, maka saat itu adalah hari kehancuran Panglima Wu Shen dan Para Sekutunya!" kata Evan yang tidak ingin menghilangkan harapan Zhang Xiu.
Mendengar jawaban Evan membuat Zhang Xiu merasa senang.
__ADS_1
Kemudian pada sore hari Evan, Sea Lin, Ririn, Reya dan Qiu Nia Lan kembali ke Kediaman Jenderal, sedangkan Sai diperintahkan oleh Evan untuk tetap berjaga di Penginapan tersebut.
Sesampainya di Kediaman Jenderal, tampak Evan dan Sea Lin yang sedang berjalam bersama di halaman depan Kediaman Jenderal.
"Kakak Besar, dari tadi sebenarnya aku ingin bertanya padamu, ini mengenai Nanzhou yang ingin melawan Pemberontakan Panglima Wu Shen dan Para Sekutunya!" kata Sea Lin yang ingin bertanya sesuatu kepada Evan.
"Jika kamu memiliki sesuatu yang ingin kamu tanyakan, maka kamu silahkan tanya saja! kamu tidak perlu merasa ragu untuk bertanya padaku!" ujar Evan dengan baik hati mempersilahkan Sea Lin untuk bertanya kepadanya.
"Kakak Besar, bukankah sebelumnya Kakak telah mendapatkan 10 ribu Prajurit Pasukan Spirit? Mengapa Kakak tidak menggunakannya saja? Aku yakin, dengan digabungkannya Pasukan Spirit dan Pasukan Gagak Malam, kita pasti bisa mengalahkan Pasukan Pemberontak yang dimiliki oleh Panglima Wu Shen dan Para Sekutunya! Aku juga yakin, kalau tiga ratus Prajurit yang dimilki oleh Panglima Wu Shen dan Para Sekutunya sama seperti Pasukan kita, mereka mungkin juga menyebarkan Pasukan mereka untuk menstabilkan tiga belas Provinsi yang telah berhasil mereka kuasai. Jadi Kakak Besar, mengapa kita tidak langsung menyerang ke Ibukota Kerajaan Gu untuk membunuh Panglima Wu Shen dan Para Sekutunya saja? Bukankah jika dengan membunuh Pemimpin Pasukan Pemberontak, maka masalah Pemberontakan sudah akan terselesaikan?" ujar Sea Lin memberi usulan kepada Evan.
"Usulan yang kamu katakan memang sangat bagus, terapi aku juga sudah sempat memikirkan hal itu sebelumnya. Aku berpikir sama seperti kamu saat ini, jika kita langsung menyerang Ibukota Kerajaan Gu dengan kekuatan Penuh dari Pasukan Spirit dan Pasukan Gagak Malam, maka kita pasti bisa menang melawan Pasukan Pemberontak yang dimiliki oleh Panglima Wu Shen dan Para Sekutunya. Tetapi itu hanyalah sebuah kemungkinan saja, karena nyatanya Panglima Wu Shen dan Para Sekutunya pasti sudah melakukan persiapan yang matang sebelum melakukan pemberontakan! Mereka pasti sudah menebak dan memperkirakan, kalau misalnya Para Prajurit yang diutus oleh Panglima Wu Shen tidak berhasil menangkap Gu Mei, Hua Qing Qing dan yang lainnya, maka Gu Mei dan Hua Qing Qing pasti akan meminta bantuan dari Nanzhou untuk melawan Pemberontakan! Jadi, aku pastikan kalau saat ini didalam Ibukota Kerajaan, Panglima Wu Shen dan Para Sekutunya pasti sedang melakukan persiapan penuh, untuk menghadapi serangan besar dari Nanzhou!" kata Evan menjelaskan kepada Sea Lin mengenai alasannya, yang tidak bisa membantu Gu Mei dan Hua Qing Qing, melawan Pemberontakan Panglima Wu Shen dan Para Sekutunya.
"Sudahlah, kamu tidak usah memikirkan masalah yang seperti ini, tugasmu disisiku hanyalah menemaniku, jika aku bertarung maka kamu juga harus ikut bertarung, jika aku diam maka kamu juga harus ikut diam, jika aku tertawa maka kamu juga harus ikut tertawa!" ujar Evan yang sudah menganggap Sea Lin sebagai saudaranya sendiri.
"Haha benar sekali, jika Kakak Besar kena marah oleh Kakak Ipar, aku pun juga harus kena marah oleh Kakak Ipar!" ujar Sea Lin sambil tersenyum dan tertawa jenaka kepada Evan.
"Hahahaha...., kamu bisa saja! bukankah saat itu demi keuntungan kamu juga?" ujar Sea Lin sambil ikut tersenyum dan tertawa jenaka.
__ADS_1
"Oh yah, bukankah kamu ikut pulang bersamaku karena ingin menikah dengan Chu Xian? Kenapa sekarang kamu malah ikut mengurusi masalah Pemberontakan?" ujar Evan teringat tujuan dan alasan Sea Lin ikut kembali pulang ke Nanzhou bersamanya.
"Anu Kakak Besar, sepertinya aku masih belum siap untuk menikah!" kata Sea Lin yang perkataannya jauh berbeda dari sebelumnya.
"Kenapa? bukankah sebelumnya kamu berkata sudah siap untuk menikahi Chu Xian? kenapa sekarang jawaban kamu malah berbeda?" ujar Evan merasa heran.
Namun sesaat kemudian Evan menghela nafas dan merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Sea Lin saat itu.
"Aku tahu apa yang sedang kamu rasakan saat ini, karena aku juga pernah mengalaminya! Aku tahu kalau kamu ingin memberikan Chu Xian pernikahan yang besar dan megah, tetapi kamu khawatir dengan kondisi Nanzhou yang masih dalam kondisi kacau, karena adanya Pasukan Ras Iblis yang masih menjadi ancaman bagi kita, ditambah lagi dengan adanya pemberontakan yang dilakukan oleh Wu Shen dan Para Sekutunya, maafkan aku!" kata Evan merasa bersalah pada Sea Lin.
"Tidak Kakak, maksudku bukan seperti itu, aku hanya sedang belum siap untuk menikah saja!" kata Sea Lin yang tidak ingin membuat Evan menjadi metasa bersalah karena dirinya.
Akan tetapi Evan yang sudah mengetahui apa yang dirasakan oleh Sea Lin, hanya memendam rasa bersalah didalam hatinya. Hingga sesaat kemudian Evan menghela nafasnya dan tersenyum kepada Sea Lin.
"Tidak apa-apa, kamu tidak perlu takut! Kamu berikanlah pernikahan seperti yang kamu inginkan kepada Chu Xian, nanti aku akan memastikan keamanan dalam pesta pernikahanmu!" kata Evan dengan serius kepada Sea Lin.
Seketika Sea Lin tertegun dan terdiam dengan perasaan senang mendengar perkataan Evan.
__ADS_1
"Terima Kasih Kakak Besar!" kata Sea Lin merasa senang dengan kepastian yanv diberikan oleh Evan.