
...****************...
...PENGUMUMAN...
Mulai chapter ini novelnya mungkin agak berubah, dari segi kalimat, dan susunan katanya. pokoknya akan agak berbeda dan banyak perubahannya
jadi nanti komen yah, tambah bagus atau ngga cara penulisannya
...****************...
semua mata terbelalak melihat orang yang dikira sampah ternyata memiliki kekuatan yang sebesar itu, semua penonton menyebut evan dengan sebutan monster
melihat kekuatan evan yang mampu membelah arena hanya dengan satu ayunan pedangnya membuat reya gemetaran, dia melirik ke atas dan melihat evan yang menatap reya dengan tatapan dinginnya, reya berfikir apa evan akan membunuhnya atau tidak karena reya sudah sangat menyinggung evan.
kemudian evan berjongkok dihadapan reya yang tengkurap meringkuk ketakutan, namun evan tidak marah dan malah menepuk pundak reya
"jangan diulang lagi, banyak orang yang berharap lebih padamu" ucap evan sambil tersenyum dengan lembut
mendengar ucapan evan, reya tertunduk malu dan meneteskan air mata, dia menyadari betapa jahatnya dia bersikap pada evan, dan selalu ingin membunuhnya. namun kini evan sudah mengalahkan reya dan menunjukan sisi sebenarnya dari dirinya, namun dikira reya evan akan membunuhnya sesuai perjanjian tetapi tidak dia malah bersikap lembut. reya sangat malu, malu semalu-malunya
"reya kamu pergilah dari sini, tempat ini sudah tidak aman ini perintah dari ayahmu, kau bawalah murid murid pergi dari sini" pinta evan sambil memapah reya berdiri
__ADS_1
"terima kasih!" reya memberi hormat kepada evan dan langsung pergi
...****************...
lu rao rao dan ran ran yang sebelumnya ingin menyampaikan hal pengepungan melihat mentor chu xian dan yang lainnya yang sedang bersiap membantu para murid keluar dari sekte
"kalian, apa yang kalian lakukan?" lu rao rao dan ranran menghampiri mentor chu xian dan yang lainnya, mereka bertanya pada mentor chu xian apa kabar yang ada disekte benar atau tidak
"benar, kalian juga ikut denganku membantu yang lainnya keluar dari sekte" pintar mentor chu xian yang terlihat sangat panik, mereka ingin menggunakan monster-monster burung raksasa spirit untuk terbang dan meninggalkan sekte
melihat itu ran ran dan lu rao rao membantu mentor chu xian, namun ketika mereka akan pergi dengan burung-burung spirutual raksasa, lu rao rao menyadari kalau luo bai tidak ada dalam rombongan, lu rao rao bertanya kepada mentor chu xian dimana luo bai dan teman-temannya berada
"luo bai dan yang lainnya akan mengulur waktu untuk kita, kamu cepat naik !" perintah mentor chu xian
"tidak, aku tidak mau meninggalkan bai sendirian, kalian pergilah lebih dulu" lu rao rao berlari pergi meninggalkan rombongan dan kembali untuk mencari luo bai
lu rao rao terus mencari luo bai diantara para penonton, setelah sekian menit dia melihat luo bai bersama dengan sea lin dan yang lainnya dan diapun menghampirinya.
"kenapa kalian masih disini?, sekte sekarang dalam bahaya ayo kita segera pergi!" lu rao rao menarik tangan luo bai dengan paksa
luo bai melepaskannya kemudian dia menunduk
__ADS_1
"Maaf kami tidak bisa pergi denganmu, kamu pergilah dengan yang lainnya, lebih cepat lebih bagus, kami akan menahan orang-orang dari kerajaan selama yang kami bisa, agar kalian bisa pergi dengan selamat" ucap luo bai dengan senyuman
sea lin dan yang lainnya melihat ke arah lu rao rao dengan tatapan yang penuh harapan dan senyuman, senyuman itu sangat membuat hati lu rao rao sakit dan menangis
"kalian... kenapa..."
"Ssst... jangan menangis, kamu pergilah kami akan segera menyusul kalian" luo bai menutup mulut mulut lu rao rao dengan jari telunjuknya
"A-aku.. tidak mau pergi... aku... eummph..!!" kaliamt lu rao rao terhenti oleh ciuman luo bai yang mendarat tetap dibibirnya
"kamu pergilah, aku tidak mau melihat wanitaku tersakiti lagi..." ucap luo bai yang tersenyum dengan air mata yang berlinang
lu rao rao mendorong luo bai dan berlari pergi sambil menangis
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
__ADS_1