
Evan pun diperiksa lebih dahulu oleh para prajurit yang menjaga pintu gerbang kota Hao.
"Dari mana asalmu?, apa tujuanmu datang ke kota Hao?" tanya sang Prajurit kepada Evan.
"Saya dari kota Yanzhou, saya ke kota Hao ingin mencari pekerjaan untuk bertahan hidup." jawab dengan menunduk memberi hormat.
"Baiklah kamu boleh lewat, tetapi kamu harus memberikan uang satu perak terlebih dahulu!" ujar si Prajurit.
"Tetapi saya tidak mempunyai uang sama sekali, saya bahkan belum makan seharian, bolehkan saya membayar jika saya sudah mendapat pekerjaan dan menghasilkan uang?" tanya Evan meminta belas kasihan.
"Kalau begitu maaf kamu tidak bisa lewat dan masuk ke dalam kota!" kata si Prajurit.
"Tetapi saya sangat membutuhkan pekerjaan dan makan untuk bertahan hidup, tuan prajurit tolong dan kasihanilah saya!...." kata Evan meminta dengan lemah.
Mendengar hal itu para prajurit yang menjaga pintu gerbang pun saling memandang satu sama lain, sedangkan Tang Chen yang melihat Evan yang sedang berakting pun kagum dengan aktingnya.
"Ckck.., Evan ini terlalu pandai berakting!" kata Tang Chen dalam hatinya sambil melihat Evan yang sedang memohon belas kasihan kepada para prajurit didepan pintu gerbang kota Hao.
"Haahh... maaf, bukannya kami tidak memperbolehkan kamu masuk, tetapi kami hanyalah prajurit yang menjalankan perintah dari atasan!" kata si Prajurit.
"Tuan prajurit tolonglah saya, saya sangat kelaparan, tolonglah saya, saya sangat membutuhkan pekerjaan untuk mencari makan!" kata Evan terus memohon bekas kasihan kepada para prajurit penjaga gerbang.
Melihat Evan yang terus memohon, salah satu dari para prajurit penjaga gerbang itu pun merasa kasihan kepada Evan.
"Baiklah kamu boleh lewat dan masuk ke dalam kota!" kata si prajurit baik kepada Evan.
"Tapi dia belum membayar, bagaimana kamu memperbolehkan dia masuk?, jika atasan tahu mungkin kamu akan kena hukum!" kata seoranh Prajurit lainnya.
"Hanya satu perak saja biar aku yang membayarnya!, dari pada nanti gara-gara satu perak kita malah membuat orang mati kelaparan!" kata si Prajurit baik tersebut.
"Hmm..., benar juga, yasudahlah biarkan dia lewat, lagi pula satu peraknya kamu yang membayar...." kata si Prajurit lainnya.
"Sudah, sekarang kamu boleh lewat, ingat jangan mencuri atau melakukan tindakan kriminal lainnya, kamu harus mencari pekerjaan yang baik" kata si Prajurut baik mengingatkan Evan.
__ADS_1
Mendengar itu Evan pun tersenyum senang. "Terima Kasih para Tuan Prajurit, aku sangat berterima kasih atas kemurahan hati Tuan prajurit, aku berjanji setelah aku mendapatkan pekerjaan dan menghasilkan uang, aku pasti akan segera mengganti uang Tuan Prajurit!" kata Evan dengan sangat senang sambil memberi hormat kepada para prajurit penjaga gerbang tersebut.
"Tidak usah diganti, hanya satu perak saja bukanlah apa-apa, sekarang kamu cepatlah lewat orang-orang yang ada dibelakangmu sedang menunggu untuk lewat juga!" ujar si Prajurit baik.
"Kalau begitu terima kasih para Tuan Prajurit, aku pasti akan selalu mengingat kebaikan para Tuan Prajurit" kata Evan pergi masuk ke dalam kota Hao.
Sementara itu Tang Chen yang melihat itu pun geleng sambil menggaruk kepalanya.
Singkat cerita Evan dan Tang Chen pun sudah berada didalam kota Hao yang tampak lebih ramai dari pada tiga kota yang ada di Nanzhou.
Evan kembali ke wujud aslinya.
"Bagaimana dengan aktingku tadi, baguskan?" ujar Evan bertanya dengan percaya diri.
"Sangat Bagus!" ucap Tang Chen mengacungkan jempolnya kepada Evan.
"Sekarang bagaimana jika kita berkeliling kota Hao lebih dulu?, sekalian cari-cari informasi!" ujar Evan mengajak Tang Chen.
"Pelayan!, berikan satu porsi dari setiap menu yang kalian punya, dan dua guci arak untuk kami!" kata Tang Chen kepada si Pelayan kedai tersebut.
"Tidak! Araknya satu guci saja, aku tidak minum arak!" kata Evan kepada si Pelayan.
"Kenapa kamu tidak minum arak?" tanya Tang Chen merasa heran kepada Evan.
"Aku tidak kuat minum!" jawab Evan.
"Hwahahaha!...., ternyata Je..." tawa Tang Chen yang tiba-tiba dibungkam oleh Evan.
"Kamu jangan asal bicara!, ingat kita ini sedang menyembunyikan identitas kita dan juga sedang mencari informasi!" kata Evan berbisik sambil menutup mulut Tang Chen dengan tangan.
Kemudian perlahan membuka mulut Tang Chen dan kembali duduk.
"Maaf tadi aku terlalu ceroboh!" kata Tang Chen mengakui kesalahannya.
__ADS_1
"Jika tadi aku terlambat sedikit saja menutup mulutmu, mungkin rencana kita untuk mencari informasi akan gagal!" ujar Evan.
Tak lama kemudian makanan dan arak pesanan mereka pun tiba di meja makan mereka, sembari makan mereka mendengarkan pembicaraan orang-orang yang ada di kedai tersebut.
"Kalian tahu tidak?, Jenderal yang manguasa kota ini sekarang adalah seorang pemuda yang amat Jenius!" kata si A.
"Tentu saja tahu, sekarang kota ini sudah menjadi wilayah kekuasaan Negara Gu, tidak tahu apakah kota ini akan semakin maju atau tidak nantinya!" kata si B.
"Siapa pun yang memerintah pasti akan sama saja!" kata si C.
"Pembicaraan kalian ini terlalu membosankan, dengar-dengar di Rumah Mawar (bordil) ada wanita baru yang sangat cantik, sekarang semua orang sedang pergi kesana!" kata si D.
"Humph secantik apa pun wanita baru itu pasti akan tetap kalah cantiknya dengan nona Ci Yurao si pemilik Rumah Mawar!" kata si B.
"Benar, yang paling cantik tetaplah Nona Ci Yurao!" kata si A.
"Kalian bertiga membicarakan wanita cantik terus, jika istri kalian mendengar ini mampuslah kalian!" kata si C.
Mendengar tidak ada yang menarik sama sekali Evan pun mengajak Tang Chen untuk pergi dari tempat itu.
"Kamu sudah selesai belum makannya?, satu meja ini sudah kamu habiskan semuannya, jika masih belum kenyang juga maka aku akan pergi lebih dahulu mencari Luo Bai!" kata Evan kepada Tang Chen yang masih minum araknya.
"Iya Iyah, aku sudah selesai, tapi mengapa kita sangat buru-buru mencari Luo Bai?, lebih baik kita pergi dulu ke Rumah Mawar yang mereka katakan, aku penasaran wanita seperti apa Nona Ci Yurao ini!" ujar Tang Chen mengajak Evan.
"Kamu ini jika sudah mendengar kata wanita cantik langsung menjadi jelalatan yah, kamu jangan lupa Tujuan kita ke kota Hao adalah menjual Pil bukan kerumah bordil!" kata Evan mengingatkan dengan tegas.
"Sekarang kita pergi mencari Luo Bai lebih dulu, setelah itu aku akan menemani kamu ke Rumah Mawar itu, aku juga penasaran seperti apakah dengan wanita cantik sekota Hao ini!" ujar Evan kepada Tang Chen.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1