KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 380 : PERANG BESAR #13


__ADS_3

Sementara itu disisi lain, tampak Mo Sueyan yang sedang melihat ke arah Sea dan Yu Zhong dengan penuh kekesalan.


"Heh! aku tak menyangka bahwa kau akan diselamatkan oleh rekanmu, kau cukup beruntung. Tapi keberuntungan kamu cukup sampai disini saja!!" kata Mo Sueyan mengeluarkan Jiwa Petarung miliknya.


Kemudian Pasir Emas dengan sangat cepat mulai berkumpul dan membentuk satu Golem Pasir Emas, yang mana didalam Golem Pasir Raksasa ada Mo Sueyan yang mengendalikannya.


Tampak Sea Lin dan Yu yang lamgsung menujukan ekspresi penuh kewaspadaan, melihat Mo Sueyan yang telah mengeluarkan Jiwa Petarungnya.


"Komandan Sea Lin, sepertinya aku tidak akan bisa mengalahkan wanita ini. Level kekuatanku jauh lebih rendah dari pada dia. Atau apakah sebaiknya kita kabur saja?!" kata Yu Zhong yang tidak merasa percaya diri.


"Kita tidak perlu kabur dan kamu juga tidak perlu mengalahkannya. Kamu hanya perlu menahannya dan memberiku waktu untuk mengumpulkan kembali energi spiritualku !" ujar Sea Lin pada Yu Zhong yang ada dihadapannya.


"Baiklah, aku mengerti!" kata Yu Zhong menuruti perkataan Sea Lin.


Kemudian Yu Zhong pun langsung maju menyerang Golem Pasir Raksasa, sedangkan Sea Lin pergi ke arah Para Peajurit Kerajaan Mo.


Terlihat Yu Zhong yang langsung membentuk Armor Spirit yang melapisi seluruh tubuhnya.


"Cakar Naga Kegelapan!" kata Yu Zhong menyerang Golem Pasir Raksasa dengan Jurus Cakar Naga Kegelapan miliknya.


Cakar Naga Kegelapan langsung menghancurkan dan melukai bagian tubuh Golem Pasir Raksasa yang dikenainya.


Akan tetapi, bagian tubuh Golem Pasir Raksasa yang hancur dan terluka langsung beregenerasi dan pulih dengan sangat cepat.


Kemudian Golem Pasir Raksasa yang sudah pulih kembali, langsung menyerang Yu Zhong dengan tinju pasir raksasanya.


Melihat Golem Pasir Raksasa yang ingin menyerang dengan Tinju Raksasa, Yu Zhong dengan cepat langsung melompat dan menghindari tinju Pasir tersebut.


"BOOMM!!" Tinju Golem Pasir Raksasa memukul dan menghantam tanah dengan sangat kuat, hingga membuat tumpukan pasir berterbangan kemana-mana.


Terlihat Yu Zhong yang berhasil menghindar segera terbang tinggi ke udara.


"Biar aku lihat, apakah Golem Pasir Raksasa ini bisa bebas menyerang ke udara atau tidak!" pikir Yu Zhong yang sedang terbang diudara dengan Sayap Auranya.


Sementara itu dibawa Yu Zhong, terlihat Mo Sueyan yang berada didalam Golem Pasir Raksasa.


"Heh!, apakah kamu kira kamu bisa menghindari seranganku jika terbang tinggi diudara?, Konyol!" pikir Mo Sueyan yang berada didalam Golem Pasir Raksasa.

__ADS_1


Kemudian Mo Sueyan mengarahkan satu telapak tangan Golem Pasir Raksasa, ke arah Yu Zhong yang sedang terbang tinggi diudara diatas mereka.


Dan kemudian empat pusaran pasir bergerak naik dan menyerang Yu Zhong yang sedang terbang tinggi diudara.


"Gila!" kata Yu Zhong merasa terkejut pada Golem Tanah Raksasa yang bisa menyerangnya, walaupun terbang tinggi diudara.


Melihat empat pusaran pasir yang terus bergerak naik dengan sangat cepat dan menuju ke arahnya, Yu Zhong dengan cepat langsung terbang menghindar.


Yu Zhong terus terbang kesana kemari untuk menghindari serangan empat Pusaran Pasir yang terus menyerangnya tanpa henti.


Terlihat Yu Zhong yang tersenyum, karena berhasil mempermainkan Mo Sueyan yang terus menyerangnya dengan empat pusaran pasir tanpa henti.


"Ternyata Putri Mo Sueyan ini, jika sudah emosi sangat mudah sekali dibodohi!" batin Yu Zhong sambil terbang kesana kemari menghindari serangan demi serangan empat pusaran pasir.


Sementara itu, terlihat Sea Lin yang sedang mengumpulkan kembali energi spiritualnya sedikit demi sedikit, dengan menyerap tubuh para Prajurit Kerajaan Mo yang dibunuh olehnya dan para Prajurit Nanzhou yang membantunya.


Hanya dengan satu ayunan tombak sabit miliknya, Sea Lin berhasil menebas dan membunuh banyak Prajurit Kerajaan Mo.


Dan kemudian Sea Lin langsung menyerap semua tubuh Para Prajurit Kerajaan Mo tanpa tersisa.


...****************...


Sementara itu diwaktu yang sama, terlihat Evan dan Qiu Shen yang sedang terbang menuju ke Istana Kerajaan Mo.


Saat Evan dan Qiu Shen sudah akan sampai didepan pintu gerbang Istana, mereka melihat empat Prajurit yang sedang berjaga didepannya.


Evan dan Qiu Shen turun dan mendarat tepat didepan pintu gerbang Istana Kerajaan.


Kedatangan Evan dan Qiu Shen ke depan Pinti Gerbang Istana Kerajaan, membuat empat Prajurit penjaga tersebut langsung merasa ketakutan sampai berkeringat.


"Kalian menyerahlah, aku tidak akan membunuh kalian!" kata Evan dengan sangat mendominasi kepada empat Prajurit Penjaga Gerbang tersebut.


Melihat Evan yang begitu mendominasi, tanpa ragu empat prajurit langsung berlutut dan memberi hormat pada Evan.


"Hormat pada Kaisar Kerajaan Mo yang baru!" kata empat prajurit tersebut berlutut sambil memberi hormat pada Evan.


Kemudian Evan masuk ke dalam Istana Kerajaan tanpa ada satu orang pun yang dapat menghalanginya.

__ADS_1


Ratusan prajurit Penjaga Istana Kerajaan Mo, satu per satu lebih milih untuk menyerah dan tunduk kepada Evan. Akan tetapi ada juga puluhan Prajurit Kerajaan Mo yang lebih memilih untuk tetap setia pada Kaisar Mo Luo Tai.


Saat Evan dan Qiu Shen sampai didepan Aula Istana. Mereka berdua dihadang dan dihalangi oleh ratusan Prajurit penjaga Kerajaan Mo.


Evan mencoba membujuk mereka seperti yang dilakukannya kepada Para Prajurit Kerajaan Mo yang lainnya. Akan tetapi Para Prajurit Penjaga tersebut lebih reka mati, demi bisa menghalangi Evan dan Qiu Shen masuk ke dalam Aula Istana, tempat Kaisar Mo Luo Tai berada.


"Kalian berdua jangan harap bisa masuk ke dalam Aula Istana dengan mudah. Kalian harus bisa melewati kami terlebih dahulu." kata Para Prajurit Setia tersebut.


Melihat ratusan Prajurit setia Kerajaan Mo yang lebih memilih untuk tetap setia dari pada menyerah, Evan hanya menunjukan ekspresi dingginnya.


"Qiu Shen, perintahkan Para Prajurit yang tunduk tadi untuk membunuh mereka semua! Kamu awasi mereka, jangan sanpai ada yang lolos!. Setelah selesai membereskan mereka semua, kamu pergi ikut aku masuk ke dalam Aula Istana!" perintah Evan pada Qiu Shen yang berdiri dibelakangnya.


"Baik Jenderal!" kata Qiu Shen menerima perintah sambil memberi hormat kepada Evan.


Kemudian Qiu Shen berbalik badan ke arah Para Prajurit Kerajaan Mo yang sebelumnya memilih untuk menyerah. Qiu Shen memberi perintah kepada Para Prajurit teesebut, untuk bertarung dan menghabisi Para Prajurit Setia Kerajaan Mo yang menghalangi mereka masuk ke dalam Aula Istana.


Para Prajurit tersebut tampak ragu dan bimbang untuk bertarung dan membunuh rekan mereka sendiri.


"Ini adalah Ujian untuk kalian. Jika kalian berhasil membunuh Para Prajurit yang menghalangi Jenderal masuk ke dalam Aula Istana, maka kalian berhasil lulus dari ujian dan resmu menjadi Pasukan Nanzhou!" kata Qiu Shen mendesak Para Prajurit tersebut.


Dengan adanya desakan dari Qiu Shen, akhirnya Para Prajurit tersebut meyakinkan diri mereka untuk bertarung dan membunuh rekan-rekan mereka sendiri.


Pertarungan berlangsung sengit, antara Para Prajurit Pengkhianat Kerajaan Mo dengan Para Prajurit Setia Kerajaan Mo.


Sementara Qiu Shen memimpin Para Prajurit bertarung dengan Para Prajurit Kerajaan Mo, kemudian Evan masuk ke dalam Aula Istana tanpa adanya halangan apapun lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


...****************...


......................


......................

__ADS_1


__ADS_2