KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 448 : Di Dalam Tenda


__ADS_3

Kemudian Tian Feng dan Tong Hua keluar dari lapangan arena. Sedangkan Tian Xuho dan Tong Hai masuk ke dalam lapangan arena. Di atas arena itu mereka pun saling berdiri berhadapan.


"Akan aku beritahu kepadamu sebelumnya, kalau aku tidak sama dengan Tong Hua." kata Tong Hai mengingatkan Tian Xuho.


"Aku juga...." kata Tian Xuho dengan ekspresi datar dan tatapan yang sangat amat dingin.


Seketika sebuah ilusi keluar dari tatapan mata Tian Xuho yang sedang menatap Tong Hua. Sedangkan Tong Hua yang melihat tatapan mata tersebut, seketika masuk dan terperangkap ke dalam ilusi milik Tian Xuho.


Perasaan terkejut dan ketakutan terpampang dengan jelas dari raut wajah Tong Hai. Dan disaat sepersekian detik Tong Hai tersadar dari ilusi.


Namun disaat Tong Hai tersadar, tiba-tiba Tong Hai terkejut saat melihat telapak tangan Tian Xuho sudah berada tepat dihadapan wajahnya. Dan Telapak tersebut tampak mengeluarkan hembusan angin yang berhembus kencang di wajah Tong Hai.


Melihat Tian Xuho telah berada dihadapannya, Tong Hai menelan air liurnya.


"Jika kita berada dalam situasi Pertarungan yang sebenarnya, maka kamu sudah mati!" kata Tian Xuho dengan sangat mendominasi.


"Aku menyerah!" ucap Tong Hai mengakui kekalahannya.


Melihat Tong Hai telah dikalahkan oleh Tian Xuho, bahkan sebelum pertarungan dimulai, seketika membuat semua siluman yang menonton pertandingan tersebut merasa sangat terkejut. Termasuk juga, Sang Ratu Siluman Yue Xian Ling.


"Sial, apakah mereka benar-benar berada dalam satu Tingkatan?" batin Ratu Yue Xian Ling berbicara dalam hatinya.


Ratu Yue Xian Ling menoleh dan melihat ke arah Evan dengan tatapan tajam. Melihat Evan tersenyum dengan sangat tenang, kini Ratu Yue Xian Ling mulai menyadari, kalau dirinya mungkin telah masuk ke dalam jebakan Evan.


"Ada apa Ratu? Mengapa memandangku dengan tatapan seperti itu?" tanya Evan dengan cepat mengubah ekspresinya saat bertanya.


"Huh! Bukan apa-apa!" kata Ratu Yue Xian Ling membuang muka.

__ADS_1


Karena pertandingan telah dimenangkan oleh pihak Evan secara dua kali berturut-turut, maka Ratu Yue Xian Ling pun dengan terpaksa menyetujui Kerjasama yang ditawarkan oleh Evan kepadanya.


Pagi hari di dalam sebuah Tenda, tampak Evan dan Ratu Yue Xian Ling yang sedang menyusun rencana penyerangan. Namun sebelum berdiskusi Evan dan Ratu Yue Xian Ling terlebih dahulu membahas Pembagian harta rampasan Perang.


"Nyonya Ratu, aku akan terus terang saja. Sebelum kita melanjutkan Kerjasama ini, aku ingin kita membahas pembagian harta rampasan Perang nanti!" kata Evan dengan serius.


"Baiklah, aku juga ingin membahas hal itu denganmu!" kata Ratu Yue Xian Ling ikut menjadi serius.


"Karena begitu aku akan terus terang saja. Karena kekuatan Pasukan ku sangat kuat, aku ingin separuh dari hasil rampasan perang menjadi milik kami!" kata Evan.


"Maaf, sepertinya permintaan kamu terlalu berlebihan. Pembagian ini sangat tidak adil. Aku tidak setuju" kata Ratu Yue Xian Ling keberatan.


"Terlalu berlebihan?"


"Yah, terlalu berlebihan. Walaupun Kekuatan Pasukan kamu memang hebat, tapi jumlah kalian hanyalah dua ratusan orang saja. Itu tidak sebanding dengan jumlah kami yang sangat banyak!" kata Ratu Yue Xian Ling menjelaskan dengan tegas.


"Jadi aku ingin, Pembagian Harta rampasan Perang ini, kami akan mengambil lebih banyak dari pada kalian. Setidaknya kami delapan puluh dan kalian dua puluh" kata Ratu Yue Xian Ling dengan pendapatnya.


"Maaf Nyonya Ratu, aku tetap pada permintaanku. Kita bagi hasilnya lima puluh lima puluh!" kata Evan tetap pada permintaannya.


Melihat Evan yang tetap pada permintaannya, maka Ratu Yue Xian Ling menghela nafasnya.


"Haiiss sayang sekali, padahal Kerjasama ini bisa menjadi Kerjasama yang sangat bagus. Tapi sayangnya kamu tidak menghargai Kerjasama ini," kata Ratu Yue Xian Ling merasa sangat disayangkan.


Kemudian Ratu Yue Xian Ling berbalik badan membelakangi Evan.


"Jika kamu tetap pada permintaan kamu, maka maaf, aku tidak dapat menyetujuinya. Tetapi jika kamu mengubah permintaan kamu dan mengikuti pendapat ku, maka kita bisa melanjutkan Kerjasama ini!" ucap Ratu Yue Xian Ling.

__ADS_1


Namun Evan yang berdiri dibelakang Ratu Yue Xian Ling, tampak hanya tersenyum. Dan senyumannya itu terlihat sangat licik.


"Maaf Ratu, aku akan tetap berada pada pendirian ku. Dan akan aku pastikan, jika Ratu menerima permintaan ku, maka Ratu tidak akan mendapat kerugian sedikit pun!" kata Evan mencoba meyakinkan dan membujuk Ratu Yue Xian Ling.


"Karena kau tetap pada pendirian mu, kalau begitu akan aku katakan sekali lagi, maaf aku tidak setuju. Sepertinya Kerjasama kita ini sudah tidak dapat dilanjutkan lagi. Kamu pergilah dan tinggalkan perkemahan kami, serta bawalah Para Prajurit kamu juga. Anggap saja, kita tidak pernah bertemu!" ucap Ratu Yue Xian Ling mengusir Evan dan memutuskan Kerjasama mereka.


Namun dibelakang Ratu Yue Xian Ling, tampak Evan yang masih tersenyum dengan senyuman yang sangat amat licik.


"Baik, aku dan Para Prajurit ku akan pergi. Tetapi sebelum pergi, aku akan mengingatkan Ratu terlebih dahulu. Sebelum aku dan Prajurit ku meninggalkan perkemahan ini, kami pastikan, kalau kami akan melakukan apa yang aku katakan kepadamu sebelumnya!" kata Evan memberi peringatan kepada Ratu Yue Xian Ling.


Mendengar peringatan Evan, Ratu Yue Xian Ling langsung tersentak kaget dan membalikkan badannya ke arah Evan.


Perasaan tidak senang terlihat dengan jelas di wajah Ratu Yue Xian Ling. Sedangkan Evan tampak tersenyum licik dihadapannya.


"Seharusnya aku tidak pernah mempercayai dirimu, dasar manusia licik!" kata Ratu Yue Xian Ling memaki Evan.


"Bagaimana? Apakah Ratu masih ingin menolak Kerjasama ini?" tanya Evan Dengan senyuman liciknya. "Aku berjanji padamu, Ratu. Jika kamu menerima dan menyetujui permintaan ku untuk membagi setengah dari hasil rampasan Perang kepada kami, maka kami akan melakukan tugas kami dengan sebaik-baiknya!" lanjut Evan mencoba meyakinkan Ratu Yue Xian Ling.


Ratu Yue Xian Ling merasa sangat geram mendengar perkataan Evan tersebut. Ia mengepal tangannya dengan sangat kuat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2