
Tidak ingin berdiam santai setelah menaklukkan kota Tian Wei, Evan pun langsung bergegas pergi ke kota Wen untuk membantu Tang Chen dan Wolf.
Di Balai Kota Tian Wei...
"Qiu Shen dan semuannya, aku percayakan kota Tian Wei kepada kalian, aku dan Yu Zhong akan pergi ke kota Wen untuk membantu yang lainnya!" kata Evan kepada Qiu Shen dan yang lainnya.
"Baik Jenderal!, Jenderal bisa mempercayakan kota Tian Wei kepada kami!" kata Qiu Shen.
"Baguslah, kalau begitu kami berdua bisa pergi dengan tenang dan tanpa rasa khawatir!" kata Evan merasa senang dan tenang.
Kemudian Evan dan Yu Zhong pun pergi dan terbang dengan sayap aura mereka menuju ke kota Wen, tempat Tang Chen, Wolf, dan 50 ribu prajurit lainnya berperang.
Evan dan Yu Zhong terbang dengan kecepatan penuh mereka menuju kota Wen.
Singkat cerita pada siang hari, Evan dan Yu Zhong pun terbang menuju kota Wen, dan tampak dari kejauhan Tang Chen dan Wolf memimpin 50 ribu prajurit bertempur melawan Pasukan kota Wen di benteng pertahanan kota Wen.
Pertempuran berlangsung dengan sengit, melihat itu Evan dan Yu Zhong pun menambah kecepatan terbang mereka menuju ke medan perang yang penuh dengan darah dan sorakan para prajurit yang sedang berperang.
"Seraang!!, Bunuh Semua Musuh!!" seru Tang Chen kepada para prajuritnya.
"Seraang!!" seru para prajurit yang dengan beringas dan brutal menyerang dan membunuh prajurit musuh.
Tidak lama kemudian sebuah serangan jurus Tiga Pusaran Api milik Evan, dan Jurus Naga Hitam Pembunuh Dewa milik Yu Zhong menyerang dan menghantam pintu gerbang kota Wen hingga hancur berkeping-keping.
"DUUAAARRR !!!" ledakan yang besar langsung mengejutkan seluruh prajurit yang sedang bertempur.
Kemudian tampak Evan dan Yu Zhong yang sedang berdiri diantara puing-puing kayu dan batu pintu gerbang yang hancur.
"Tang Chen, Kalian lambat sekali!" kata Evan yang berdiri dengan gagahnya, dengan Yu Zhong yang ada disampingnya.
Melihat kedatangan Evan dan Yu Zhong, seketika Tang Chen, Wolf dan seluruh prajurit pun langsung gembira dan semakin bersemangat untuk bertempur melawan prajurit musuh.
"Kenapa Evan dan Yi Zhong datang kesini?, bagaimana dengan kota Tian Wei?, apa mereka tidak jadi berperang?" kata Tang Chen merasa bingung dan heran melihat kedatangan Evan dan Yu Zhong.
"Sekarang itu tidak penting!, yang penting sekarang adalah terus menyerang dan membunuh semua prajurit musuh, kita tidak boleh kalah dari mereka!" kata Wolf yang sedang bertarung dan membunuh para prajurit musuh yang ada dihadapannya.
"Jenderal Besar Li dan komandan Yu telah datang!"
__ADS_1
"Semuannya ayo kita bertempur dengan semangat!, jangan sampai mengecewakan Jenderal Besar Li"
Para prajurit bersorak dengan gembira dan semangat, karena kedatangan Evan dan Yu Zhong, para prajurit pun semakin bersemangat berperang, mereka menyerang dan membunuh para prajurit musuh dengan beringas dan tanpa ampun.
Karena pintu gerbang telah dihancurkan oleh Evan dan Yu Zhong, Wolf dan para prajurit pun dengan cepat langsung menerobos pertahanan para prajurit musuh, untuk masuk ke dalam kota Wen.
Melihat para prajuritnya semakin bersemangat dan ganas berperang dengan menyerang dan membunuh para prajurit musuh, Evan dan Yu Zhong pun merasa senang dan semakin bersemangat juga.
Tidak mau kalah dengan para prajuritnya, kemudian Evan dan Yu Zhong pun lamgsung mengeluarkan aura kegelapan yang menyelimuti tubuh hingga membentuk armor spirit berwarna hitam kegelapan.
"Yu Zhong, Bantai semuannya!!" kata Evan dengan sangat bersemangat sambil mengeluarkan pedangnya yang diselimuti oleh aura energi kegelapan.
"Siap Jenderal!!" jawab Yu Zhong dengan tubuh membungkuk dan aura energi kegelapan yang membentuk sebuah cakar naga ditangannya.
Dengan armor spirit berwarna hitam kegelapan, Evan dan Yu Zhong pun kemudian berpisah untuk membantai para prajurit musuh.
"Sraassh! Sraassh! Sraassh!!" Evan dengan pedang dan langkah bayangan pembunuhnya dengan cepat langsung memotong-motong tubuh para prajurit musuh yang ada dihadapannya.
"Hahahaha!!...." Evan tertawa menggila sambil membunuh dan menyerap para prajurit musuh hingga tidak bersisa.
Melihat Evan yang begitu kuat dan kejam, para prajurit musuh seketika langsung ketakutan dan ragu untuk maju menyerang Evan.
Namun Evan tidak membiarkan para prajurit musuh itu untuk kabur.
"Jurus Tebasan Pedang Kegelapan!" kata Evan mengeluarkan satu jurus ayunan pedangnya menyerang ke arah para prajurit musuh yang kabur.
Seketika hanya dengan satu jurus ayunan pedang, para prajurit musuh yang kabur pun langsung terbelah menjadi dua bagian.
Sementara itu itu disisi lainnya, tampak Yu Zhong yang dengan sangat mudah membunuh para prajurit musuh dengan cakar naga yang ada ditangannya.
Dengan cakar naganya Yu Zhong mencengkram leher dua orang prajurit, dan menyerap kedua prajurit tersebut hingga tidak menyisakan apa pun, kecuali baju besi dan pakaian mereka.
"Klotang Klotang!...." baju besi kedua prajurit tersebut jatuh dan menggelinding di tanah.
Sementara itu tampak Yu Zhong mengeluarkan aura kegelapan dari pinggir bibirnya yang tersenyum, kemudian Yu Zhong menatap dan melihat para prajurit musuh yang menjauhinya karena ketakutan.
Sambil memegang pedang, tubuh para prajurit musuh pun gemetar ketakutan melihat Yu Zhong yang sangat kejam dan mengerikan, seperti monster yang haus akan darah manusia.
__ADS_1
Dengan cakar naga kegelapannya yang dipenuhi aura energi kegelapan, Yu Zhong pun mengeluarkan jurusnya.
"Cakar Pembunuh Naga Kegelapan!" kata Yu Zhong yang mengeluarkan dua jurus cakar naga kanan dan kiri yang menyerang ke arah pata prajurit musuh.
Sementara itu disisi lain tampak Tang Chen yang sedang bertarung dengan Wen Dong Hu sang jenderal penjaga kota Wen di atas dinding benteng.
"TRAANNG!!" Tang Chen dan Jenderal Wen Dong Hu saling berada pedang dan saling mendorong dengan pedang mereka.
"Hahaha!..., Jenderal Penjaga kota Wen, kamu menyerahlah!, pasukan kamu sudah tidak mungkin akan bertahan lagi!" kata Tang Chen sambil saling mendorong dengan Jenderal Wen Dong Hu dengan pedang.
"Aku tidak akan menyerah!, walaupun aku harus mati!" kata Jenderal Wen Dong Hu yang langsung menolakk tanpa ragu.
"Aku beri kamu kesempatan lagi!, kamu menyerahlah maka kami tidak akan membunuh kamu dan para prajuritmu!, ikut dan bergabunglah dengan kami!" kata Tang Chen sambil tersenyum dan masih saling memdorong dengan Jenderal Wen Dong Hu.
"Cuih!" Jenderal Wu Dong Hu meludahi wajah Tang Chen.
"Walaupun aku mati, aku tidak akan menyerah!, apa lagi mengkhianati negaraku dan bergabung dengan kalian!" kata Jenderal Wen Dong Hu yang langsung menolak ajakkan Tang Chen tanpa ragu.
"Heh!, dasar anjing setia, kalau begitu kamu matilah!" kata Tang Chen yang kemudian melompat ke udara dan mengeluarkan sayap auranya.
Berdiri di atas dinding benteng, Jenderal Wen Dong Hu melihat ke arah Tang Chen yang terbang di udara dengan sayap aura
Kemudian Tang Chen dan Jenderal Wen Dong Hu pun mengumpulkan energi spiritual dan ingin mengeluarkan jurus untuk mengakhiri pertarungan mereka.
"Jurus Macan Air Dan Petir!" seru Tang Chen mengeluarkan jurus berupa macan yang terbentuk dari energi spiritual air dan petir.
"Jurus Pedang Penghancur Gunung!" seru Jenderal Wen Dong Hu mengeluarkan jurus berupa pedang raksasa berwarna kuning.
Kemudian kedua jurus tersebut pun saling menghantam, namun Jurus Pedang Penghancur Gunung milik Jenderal Wen Dong Hu seketika langsung dihancurkan oleh Jurus Macan Air Dan Petir milik Tang Chen.
"BOOMM!!" Jurus Macan Air Dan Petir milik Tang Chen langsung menyerang dan membunuh Jenderal Wen Dong Hu seketika.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
__ADS_1
......................
......................