
Kemudian Evan pun tak lupa mengambil cincin penyimpanan milik Mo Liang dengan tangan kirinya, setelah mengambil dan menyimpan cincin penyimpanan milik Mo Liang, seketika Evan tersadar dan langsung menoleh melihat ke arah Tombak Emas Vraja yang tertancap disebuah bongkahan batu.
Kemudian Evan pun langsung menghampiri tombak emas raja vraja tersebut, tiga hewan monster yang penasaran pun mengikuti Evan menghampiri tombak emas raja vraja tersebut.
"Inikah tombak yang telah membuat pria itu menjadi sangat kuat?, dan membuat kita sampai bertarung mati-matian melawannya?" tanya Harimau Putih sambil melihat ke arah tombak emas raja vraja.
"Yah, tombak inilah yang telah sangat menyusahkan kita!, namun sekarang tombak ini sudah tidak memiliki pemilik (tuan) lagi, jadi, jika aku berhasil menaklukkannya maka kerugian yang kita dapat akan terbayarkan!" kata Evan yang berniat menaklukkan tombak emas raja vraja tersebut.
"Kalian bertiga menjauhlah, mungkin proses penaklukkannya akan sedikit sulit dan berbahaya!" ujar Evan menyuruh tiga hewan monster yang ada didekat untuk menjauh.
Setelah tiga hewan monsternya pergi menjauh, Evan langsung mengelurkan tangan kanannya yang diselimuti energi bintang, untuk mengambil tombak emas raja vraja yang sedang tertancap di bongkahan batu.
"Aku ingin lihat, sebenarnya seberapa hebat tombak ini!" kata Evan yang kemudian langsung memegang batang tombak emas raja vraja dengan tangan kanannya.
Disaat Evan memegang batang tombak tersebut, tiba-tiba sebuah energi petir berwarna emas muncul dan menyambar semua yang ada disekitarnya.
"Heh!, ternyata memang sangat hebat, mungkin jika orang lain yang mencoba menaklukkan tombak ini, aku yakin tangan orang itu pasti akan langsung hancur, tetapi sayangnya aku yang ingin menaklukkannya, dengan adanya energi bintang yang ada didalam tubuhku, menaklukkan tombak ini bukanlah apa-apa!" kata Evan yang langsung menggenggam erat tombak enas raja vraja.
Kemudian dari tombak emas raja vraja keluar sebuah gelombang ener emas bercampur petir yang menghancurkan area sekitarnya.
Namun tidak lama kemudian gelombang petir tersebut pun menghilang, dan tampak Evan telah berhasil mencabut tombak emas raja vraja tersebut.
Setelah Evan berhasil mencabut tombak emas raja vraja, kemudian sebuah ingatan tentang teknik tubuh emas vraja masuk ke dalam pikiran Evan.
"Hahaha bagus!, ternyata tombak emas raja vraja ini memang satu paket dengan teknik tubuh emas raja vraja, tidak sia-sia aku bertarung mati-matian melawannya!" kata Evan merasa senang karena telah berhasil memiliki tombak emas raja vraja tersebut.
"Sekarang kamu adalah milikku!" kata Evan meneteskan darahnya ke tombak enas raja vraja, agar tombak emas raja vraja dapat mengenali Evan sebaga pemiliknya.
Kemudian tiga hewan monster pun kembali menghampiri Evan yang telah berhasil menaklukkan tombak emas raja vraja.
"Selamat karena telah berhasil menaklukkan tombak emas itu!" kata ketiga hewan monster mengucapkan selamat kepada Evan.
__ADS_1
"Baiklah, sekarang ayo kita kembali ke Nanzhou!" ajak Evan kepada tiga hewan monster spiritualnya.
Singkat cerita Evan dan ketiga hewan monster pun telah kembali ke Nanzhou, Evan sangat terkejut melihat sebagian benteng dan sebagian kota Yanzhou yang hancur, akibat terkena dampak pertarungannya dengan Mo Liang.
"Astaga, kenapa bisa sampai sekacau ini?" kata Evan merasa pusing dan bingung.
Namun Evan tidak memikirkan masalah itu terlebih dahulu, karena masalah para prajurit dan teman-temannya yang terluka jauh lebih penting.
Singkat cerita tampak Evan dengan para prajurit yang membawa para teman-temannya yang sedang terluka dan pingsan, berjalan kembali pulang ke kediaman Jenderal.
Setelah sampai di depan pintu gerbang kediaman jenderal, tampak Qin Shan, Qin Yun, Chu Xian dan Lu Rao Rao yang sedang menunggu didepan puntu gerbang langsung menyambut kedatangan nereka.
Qin Yun, Chu Xian dan Lu Rao Rao sontak terkejut ketika melihat pria mereka kembali pulang dengan tubuh penuh luka dan tak sadarkan diri.
Sambil menyebut nama pria mereka, Ketiga wanita itu pun langsung menghampiri pria mereka masing-masing.
Chu Xian menghampiri Sea Lin, Lu Rao Rao menghampiri Luo Bai, dan Qin Yun menghampiri Ray Qi.
"Hum?, sejak kapan Ray dekat dengan Qin Yun?" batin Evan merasa heran dan penasaran.
"Kenapa mereka semua bisa sampai terluka parah seperti ini?, apakah musuh yang kalian hadapi benar-benar sangat kuat?" tanya Lu Rao Rao sambil menggenggam tangan Luo Bai yang sedang pingsan.
"Yah, maafkan aku karena tidak bisa melindungi mereka dengan baik, jika saja aku lebih kuat, mungkin mereka tidak akan terluka seperti ini!" ujar Evan meminta maaf dan merasa bersalah.
"Evan, kamu tidak perlu merasa bersalah dan minta maaf, di dalam medan perang semuanya bisa terjadi, tetapi untunglah mereka semua masih bisa selamat walau terluka parah!" ujar Qin Shan.
"Hem, terima kasih Evan, kamu telah membawa mereka pulang dalam keadaan hidup, kamu pasti telah berkorban sangat banyak!" kata Qin Yun.
Kemudian semua teman-teman Evan pun dibawa pergi ke kamar mereka masing-masing untuk menjalani perawatan dan pemulihan.
Setelah semua orang pergi, kini yang tersisa hanyalah Evan dan Qin Shan dihalaman depan kediaman Jenderal.
__ADS_1
Qin Shan kemudian melirik dan melihat ke arah tubuh bagian kanan Evan yang terus diselimuti oleh energi ungu yang berkelap-kelip.
"Evan, ada apa dengan tubuh sebelah kananmu?, kenapa terlihat sangat aneh?" tanya Qin Shan merasa heran dan penasaran dengan tubuh bagian kanan Evan yang diselimuti oleh energi bintang.
"Ini...., Haahh!..., tidak nyaman jika kita membicarakannya sambil berdiri, ayo kita bicarakan ditempat yang sedikit nyaman!" ujar Evan.
Kemudian Evan dan Qin Shan pun pergi ke sebuah pondok yang ada ditaman kediaman jenderal, disana Evan menceritakan semuannya kepada Qin Shan tentang tubuh sebelah kanannya yang berubah menjadi serba ungu, dan apa saja yang terjadi di medan perang.
Tetapi walau pun begitu, Evan tetap merahasikan tentang adanya kaisar dewa 12 elemen yang ada didalam tubuhnya.
Setelah beberapa saat kemudian Evan telah menceritakan semuannya kepada Qin Shan.
"Begitulah ceritanya, sekarang aku bahkan tidak bisa menyentuh benda apapun yang kekuatannya di bawah tingkat langit, dan juga orang-orang yang kekuatannya tubuhnya di bawah kekuatan raga tingkat tiga!" ujar Evan mengakhiri ceritanya.
"Kamu sudah berkorban terlalu banyak, tetapi kamu tenang saja, aku pasti akan membantu kamu mencari informasi tentang keberadaan batu gravitasi dan batu peredam energi!" kata Qin Shan.
"Terima kasih, oh yah, aku mohon kamu jangan katakan kepada siapa pun tentang umurku yang hanya tersisa dua tahun lagi, cukup kita berdua saja yang tahu, aku tidak ingin membuat mereka menjadi khawatir!, terutama kelima wanita itu!" ujar Evan memohon kepada Qin Shan.
"Baiklah, aku pasti akan merahasiakannya!" ujar Qin Shan menyetujui.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
......................
......................
__ADS_1