
Evan yang sudah mendengar penjelasan dari Elemen Logam, tentu saja memilih untuk menggunakan Teknik Penempahan dengan menggunakan Api Ajaib. Karena dengan menggunakan teknik api ajaib, maka Evan tidak hanya dapat menghemat waktu tetapi juga dapar mendapatkan hasil yang terbaik. Dan bagaimana pun Evan juga harus berhasil menciptakan satu tangan boneka untuk Wolf hanya dalam waktu satu malam, karena Wolf akan menggunakan tangan boneka tersebut dalam peperangan besok. Jadi menurut Evan menggunakan Teknik Penempahan dengan Api Ajaib merupakan pilihan yang paling tepat untuk sekarang.
"Aku akan menggunakan Teknik yang kedua, Teknik penempahan dengan menggunakan Api Ajaib!" kata Evan menjawab teknik pilihannya kepada Elemen Logam.
"Baiklah, kalau begitu ayo kita mulai. kamu keluarkan Api Ajaib milikmu dan bakar besi tujuh warna terlebih dahulu hingga meleleh. Setelah meleleh, kamu gunakan api kecil untuk membentuk bagian lengan atas dan lengan bawshnya!" kata Elemen Logam memberikan bimbingan dan intruksi pertamanya kepada Evan.
Sesuai dengan intruksi yang dikatakan oleh Elemen Logam, Evan mulai membuat tangan boneka bagian lengan atas dan lengan bawah.
Kemudian Besi Tujuh Warna terbang dan mengambang diudara, Evan mengeluarkan Api ajaibnya dan membakar Besi tujuh warna terlebih dahulu.
"Jangan terlalu lambat dan terlalu buru-buru atau nanti besi tujuh warnanya tidak akan bisa dibentuk, kamu bakarlah pelan-pelan. Apinya juga tidak boleh terlalu kecil dan terlalu besar, kamu kendalikanlah api ajaibmu secara sedang-sedang saja!" kata Elemen Logam memberi intruksi kedua untuk membimbing Evan membakar Besi Tujuh Warna hingga meleleh.
Evan mematuhi intruksi yang diberikan oleh Elemen Logam, Evan mulai membakar Besi Tujuh Warna dengan Api ajaib dengan ukuran yang sedang, tidak terlaku kecil atau pun terlalu besar. Secara perlahan Evan membakar Besi Tujuh warna, hingga setelah beberapa menit lemudian akhirnya Besi Tujuh Warna mulai meleleh secara perlahan.
"Bagus sekali, sekarang kamu gunakan api kecil untuk membentuk besi yang sudah meleleh menjadi sebuah lengan boneka!" kata Elemen Logam memberi bimbingan kepada Evan.
Kemudian Evan mengubah api ajaib miliknya menjadi lebih kecil sesuai dengan bimbingan dari Elemen Logam. Dengan api ajaib yang lebih kecil Evan mulai membentuk besi tujuh warna yang sudah meleleh menjadi sebuah lengan boneka.
Setelah sepuluh menit berlalu, akhirnya Evan berhasil membentuk tangan boneka bagian lengan.
"Baiklah sempurna!. kamu pertahankan bentuknya." kata Elemen Logam merasa puas dengan hasil kerja Evan untuk bahan bagian pertana.
"Sekarang kamu bakar bahan kedua dan ketiga secara bersamaan, yaitu Tulang Hijau dan Kayu Lentur dengan Api ajaib hingga meleleh dan kemudian menyatukannya. Proses menyatukan dua bahan ini mungkin akan sedikit sulit, kamu berusahalah. Jika kamu berhasil menyatukan kedua bahan ini, maka Setelah itu gunakan api kecil untuk membentuk pergelangan tangan, siku, telapak tangan dan jari. Gunakan cara yang sama seperti sebelumnya!" kata Elemen Logam memberi intruksi dan bimbingan kepada Evan.
Kemudian Evan mematuhi dan mengikuti cara yang diajarkan oleh Elemen Logam padanya. Pertama-tama Evan membakar dua bahan tersebut, yaitu Tulang Hijau dan Kayu Lentur.
Pada saat proses pembakaran untuk melelehkan, kedua bahan itu mengambang diudara sambil diselimuti energi api ajaib milik Evan.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya kedua bahan tersebut telah berhasil dilelehkan. kemudian Evan langsung melakukan proses kedua yaitu untuk menyatukan kedua bahan yang telah meleleh tersebut menjadi satu.
__ADS_1
"Sekarang adalah proses kedua, yaitu menyatukan kedua bahan yang telah meleleh menjadi satu!" kata Evan sambil mengendalikan api ajaibnya.
Dengan mengikuti intruksi dari Elemen Logam, Evan dengan penuh konsentrasi dan penuh usaha keras mulai menyatuan kedua bahan tersebut. Namun pasa saat ditengah Proses menyatukan kedua bahan tersebut, tiba-tiba Evan melakukan kesalahan hingga akhirnya gagal.
Kedua bahan yang telah mencair tiba-tiba meledak dan cairannya menyebar dan menempel diseluruh ruangan.
Evan yang mengalami kegagalan pertamanya sungguh merasa sangat kesal.
"Sial!, padahal sedikit lagi sudah akan berhasil menyatu!" kata Evan mengerutu kesal.
"Baru gagal satu kali saja tidak apa-apa, kamu bisa mengulanginya lagi. ayo kita lanjutkan lagi, jangan emosi atau itu akan mengganggu konsentrasimu!" ujar Elemen Logam menasehati Evan.
"Baiklah. Ayo kita coba satu kali lagi!" kata Evan yang menjadi bersemangat dan tenang kembali setelah mendengar nasehat dari Elemen Logam.
Kemudian Evan memulai dan mencoba kembali. Dengan usaha keras Evan membakar dan meleleh kembali dua bahan tersebut. Akan tetapi pada saat Proses menyatukan kedua bahan tersebut, Evan gagal lagi dan meledakan kedua bahan tersebut.
Setelah berhasil menyatukan kedua bahan tersebut, Evan sungguh merasa sangat senang dan gembira.
"Berhasil, Tulang Hijau dan Kayu Lentur sudah berhasil aku satukan!" kata Evan sambil fokus mengendalikan Api Ajaib miliknya.
"Sekarang, bagaimana selanjutnya Kakak Logam?" tanya Evan meminta bimbingan selanjutnya kepada Elemen Logam yang ada didalam tubuhnya.
"Seperti yang aku katakan sebelumnya, setelah kamu berhasil menyatukan kedua bahan tadi. Sekarang gunakan api kecil sama seperti sebelumnya, untuk membentuk Jari tangan, Telapak tangan, Pergelangan Tangan, dan siku!" kata Elemen Logam memberikan intruksi dan bimbingan selanjutnya kepada Evan.
Kemudian Evan mengubah api ajaibnya menjadi kecil sama seperti sebelumnya. Dengan mengikuti intruksi dari Elemen Logam, Evan mulai membentuk dua bahan cari yang telah disatukan menjadi Jari tangan, Telapak tangan Pergelangan Tangan dan Siku.
Dengan penuh konsentrasi dan usaha kerasa sampai membuat berkeringat, setelah tiga puluh menit kemudian akhirnya Evan berhasil membentuk semua yang disebutkan oleh Elemen Logam.
"Sekarang bagaimana?, apa langkah selanjutnya?" tanya Evan meminta bimbingan kepada Elemen Logam yang ada didalam tubuhnya.
__ADS_1
"Sekarang satukan semua bagian tangan boneka yang telah kamu bentuk, menjadi satu tangan boneka yang utuh!" kata Elemen Logam memberi bimbingan dan intruksi selanjutnya kepada Evan.
Baik!" kata Evan dengan patuh.
Kemudian Evan langsung menyatukan dan menggabungkan semua bagian tangan yang telah ia bentuk menjadi satu tangan boneka yang utuh.
Pada saat penyatuan dan penggabungan tangan boneka, seketika sebuah sinar emas terpancar dari tangan boneka yang sedang disatukan.
Sinar emasnya sangat terang hingga menyilaukan mata Evan yang melihatnya. Bahkan sinar emas yang sangar terang itu sampai terpancar keluar ruangan dan mengagetkan Wolf yang sedang berjaga diluar ruangan.
Cahaya emas yang sangat terang terpancar dan membumbung tinggi ke langit. Cahaya yang begitu terang membuat semua orang yang melihatnya merasa sangat terkejut dan takjub.
"Itu adalah cahaya emas, cahaya kelahiran senjata tingkat langit. sepertinya itu dari arah Paviliun Chang An!"
"Cahaya ini tingginya lebih dari enam puluh meter, ini adalah kelahiran senjata Tingkat Langit kekas atas!"
"Siapa yang telah berhasil membuat senjata tingkat langit?, apakah ada pengrajin hebat yang datang ke Yanzhou?"
Adanya cahaya emas yang membumbung tinggi kelangit, yang menujukan bahwa ada orang yang berhasil menciptakan senjata kelas langit. Seluruh warga kota yang melihat cahay emas tersebut langsung geger dan menjadi ramai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
......................
......................
......................
__ADS_1