KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 135 : Evan vs Wu Shen #1


__ADS_3

Diistana, tepatnya disebuah pondok taman tempat Gu Mei yang sedang menyendiri dengan perasaan marah dan kesal.


"Humph!, dasar Ayah sialan, lihat saja siapapun yang menang nanti aku tetap tidak akan mau dijodohkan!" Gumam Gu Mei sangat geram dan kesal.


Kemudian secara tak sengaja Gu Mei mendengar ada dua orang pelayan wanita yang sedang berbincang mengenai kompetisi yang sedang berlangsung.


"Hei, kau sudah dengar?, di arena pertandingan ada pemuda 15 tahun yang sangat sombong?" kata si pelayan A.


"Dengar, dia sangat sombong bahkan dia menantang semua peserta untuk maju bersamaan melawannya yang seorang diri!" jawab si pelayan B.


"Dengar-dengar nama pemuda itu adalah 'EVAN' " kata si pelayan A.


Mendengar itu Gu Mei seketika terkejut. "Evan!?" kata Gu Mei terkejut.


"Evan ikut bertanding?, apa dia tidak rela aku dijodohkan dengan orang lain?. Aku harus segera kesana untuk melihatnya!" Gumam Gu Mei yang seketila menjadi bersemangat.


...****************...


Kemebali ke arena pertandingan.....


Suasana menjadi tegang, tidak hanya para peserta saja yang merasakan tekanan tersebut tetapi para penonton pun juga ikut merasakan.


"Untuk sekarang kekuatan Jiwa ku masih belum cukup untuk membunuh tingkat Jenderal biasa, tetapi ini sudah cukup untuk memaksa mereka agar menyerah!. benar saja, didaratan ini hanya ada beberapa orang saja yang berlatih kekuatan Roh." pikir Evan.


"Bocah ini, kekuatannya tidak bisa diremehkan, padahal masih berumur 15 tahun tapi sudah bisa membuatku tertekan!" batin Tetua Tai Cong merasakan tekanan yang diberi oleh Evan.


"Tidak menyangka ternyata Evan ini juga berlatih kekuatan Roh, dan lebih hebatnya lagi ia sudah sampai ketahap seperti ini. jika dilatih denegan baik dia pasti bisa menjadi petarung terhebat di daratan timur ini! ." Batin tetua Hua tersenyum.


"Pantas saja Ryu sangat mempercayainya, bocah ini kekuatannya tidak bisa diremehkan!" batin Kaisar Gu tersenyum.


Kembali ke arena....


"Kalian Menyerahlah, maka aku akan melepaskan kalian!" ucap Evan yang kekuatan jiwanya sudah mulai terkuras.


"Sialan!, kami semua tidak dapat bergerak!" Batin salah satu peserta sambil menahan tekanan.


Kemudian Evan melihat pergerakan dari peserta itu dan langsung berjalan menghampiri peserta tersebut.


"Sial!, kenapa dia berjalan kemari...!" gumam peserta tersebut.


"Hehe..." Evan tersenyum dan tertawa kecil dengan tatapan dinginnya.


"BAAMM !!" Evan menendang peserta tersebut hingga terlempar keluar dari arena.

__ADS_1


Seketika para peserta lainnya langsung kaget, tercengang dengan raut wajah berkeringat ketakutan melihat Evan.


"Aku akan menendang kalian semua satu per satu keluar dari arena jika kalian tidak menyerah!" kata Evan mengancam mereka.


"BAAM!-BANG!-BRAK!-BOOM!-BRUK!"


Evan menendang mereka satu per satu keluar dari Arena.


"Evan ini sangat terlalu brutal kan?" batin Kaisar Gu melihat Evan yang sedang menendangi para peserta lainnya.


Karena sudah melihat Evan yang serius dengan kata-katanya dengan menujukan kebrutalan dan kekejamannya, akhirnya para peserta tersebut langsung saja menyerah.


"Aku Menyerah! jangan tendang aku!"


"Aku juga menyerah!"


"Aku juga menyerah! aku tidak mau ditendang!"


Satu per satu para peserta berkata 'Menyerah' Evan pun menghilangkan tekanan tersebut, padahal energi Roh Evan sudah sangat terkuras dan mungkin, hanya bisa bertahan beberapa detik saja sebelum tekanan menghilang dengan sendirinya.


"Akhirnya kita bebas!"


"Aku sudah tidak perlu merasakan tekanan itu lagi!"


Satu per Satu para peserta turun dari arena setelah tekanannya menghilang.


"Fyuuhh....., akhirnya mereka menyerah juga, aku tidak tahu tekanan yang aku buat tadi bisa bertahan sampai kapan, itu sangat menguras energi jiwaku!" batin Evan menghela nafas lega.


Kemudian Gu Mei pun sudah sampai ke tempat pertandingan (tepatnya tepat disamping Kaisar Gu), dan melihat Evan yang berdiri di atas arena.


Kaisar Gu terkejut menyadari kalau putrinya datang ke pertandingan dengan wajah berseri.


"Evan, semangat! kamu harus menang!" teriak putri Gu Mei.


"Putriku, kamu juga datang?!" ucap Kaisar Gu.


"Tentu saja, karena aku harus menyemangati Evan!" jawab Gu Mei.


"Hahahaha...., sepertinya putri Gu sudah menentukan pilihannya!" ucap Tetua Hua yang seketika membuat Wajah Gu Mei merona.


"Hahahaha... Anak muda memang tak pandai berbohong!, langsung terlihat hanya dengan ekspresinya!" ucap Tetua Jun.


Melihat itu Panglima Wu Shen langsung merasa tak senang, ia merasa tersangi dengan kehadiran dan kemunculan Evan yang telah merebut perhatian milik Wanita yang ia sukai.

__ADS_1


"Evan, kau berani merebut perhatian dari wanita yang aku sukai, aku harus memberimu pelajaran agar kau tahu siapa yang pantas mendapat perhatian dari Gu Mei !" batin Wu Shen yang iri.


"Sepertinya tidak akan seru jika pertandingannya berakhir begitu saja, bagaimana jika aku juga ikut bertanding untuk meramaikan suasana!" kata Wu Shen bangkit berdiri dari tempat duduknya.


"Panglima bukankah ini namanya terlalu menindas yang lemah?, anda sudah mencapai tingkat kaisar level satu, dan pertandingan ini untuk para pemuda di umur 25 tahun ke bawah sedangkan anda sudah berumur 26 tahun!" ucap tetua Hua.


"Hanya lebih 1 tahun saja kan, lagi pula sepertinya Jenderal Evan masih belum mengeluarkan seluruh kemampuannya, jadi tidak bisa dikatakan kalau aku menindas yang lemah!, benar tidak Kaisar Gu?" ucap Wu Shen berdalih.


"Hemm... Benar!" jawab Kaisar Gu.


"Baiklah, berarti aku boleh ikut serta dalam pertandingan bukan?" tanya Wu Shen, kaisar Gu dan yang lainnya pun hanya diam.


"HA-HA!.... Whoosh..." tawa Wu Shen dan langsung menghilang dengan cepat seperti bayangan dan langsung berada di atas arena bersama dengan Evan.


Evan menyadari kedatangan Wu Shen dan melihat ke arahnya dengan tersenyum dengan sinis.


"Untuk meramaikan pertandingan ini sepertinya aku harus ikut bertanding dan bertarung denganmu!" kata Wu Shen.


"Hehe... Paman Panglima, apa kau tidak malu ikut bertanding dan bertarung denganku?, kamu sudah tua tapi ingin berebutan dengan pemuda sepertiku, kau tidak takut ditertawakan?" ucap Evan yang membuat Wu Shen emosi.


Para penonton yang melihat itu pun membicarakan dan menertawakan Wu Shen, yang sebagai Panglima malah ikut bertanding melawan anak muda seperti Evan.


"Kau sangat pintar bicara!" ucap Wu Shen yang langsung menyerang Evan dengan pukulan fisiknya.


"BRAAK !!" Evan terpukul mundur beberapa meter walau Evan sudah menangkis pukulan tersebut dengan kedua tangannya.


"Ternyata dia juga berlatih kekuatan fisik!, pukulannya cukup kuat untuk membuatku mundur!" pikir Evan dalam hatinya.


"Hahaha kenapa kau tidak memakai kekuatan Roh mu?, kenapa,sudah kehabisan energi Roh?. baiklah biar adil aku tidak akan menggunakan kekuatan Roh juga, ayo kita bertarung tanpa menggunakan kekuatan Roh!" ucap Wu Shen menantang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


*TERKADANG BERHARAP AGAR BISA MELUPAKAN SOSOKNYA


TAPI DISISI LAIN JUGA MENGHARAPKANNYA KEMBALI


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...


...****************...


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2