
acara ulang tahun evan pun akhirnya berakhir, evan yang dalam keadaan teler karena mabuk dipapah oleh ririn kekamarnya
"ayo, ayo minum lagi, ambilkan aku satu cawan lagi, aku masih ingin minum... eegh..!" evan terus berbicara dalam keadaan mabuk
"sudah mabuk saja masih ingin minum lagi, dasar pria bodoh" ucap ririn yang jengkel sambil memapah evan kekamarnya. sesampainya dikamar evan, ririn membaringkan evan, namun, ririn ditahan oleh evan dengan memegang tangannya
"jangan pergi!, aku hanya ingin memiliki teman, kenapa kalian semua mengkhianatiku? padahal aku sudah memperlakukan kalian semua dengan baik!, tunggu saja, aku pasti akan membunuh kalian yang sudah menghianatiku!" evan terus bergumam tentang dia yang telah dihianati dan ditinggalkan, dan ingin membalas dendam
melihat evan yang seperti itu, ririn duduk dan mencoba menenangkan evan "kamu tenanglah, aku tidak akan meninggalkanmu, kamu tidurlah yang tenang maka kamu akan bermimpi indah" ucap ririn menenangkan evan
evan pun tenang setelah ririn mengucapkan itu, kemudian ririn berjalan keluar dari kamar evan, namun baru saja ririn berbalik badan, evan mengatakan sesuatu yang membuat ririn berhenti sejenak "ririn, jangan pergi! temani aku!" evan mengucapkannya dalam keadaan tidak sadar. mendengar permintaan evan yang dalam keadaan tidak sadar, ririn kembali dan tidur bersama evan
...****************...
esok pagi
__ADS_1
"Aaaaaakh......!!, ririn maafkan aku, maaf maaf" ucap sambil berlutut
mendengar evan berteriak ririn langsung terbangun, dan melihat evan yang berlutut dan meminta maaf padanya karena telah tidur bersamanya "iyah tidak apa" ririn mengucapkannya sambil tersenyum
melihat ririn yang tidak marah seperti biasanya, evan merasa heran "kamu tidak marah?"
ririn tersenyum sambil menganggukan kepalanya. melihat itu evan merasa aneh "...eeeh.. tidak marah?, tetapi baguslah!" ucap evan didalam hatinya
kemudian kakek jing dan cao cao yang tadi mendengar teriakan evan, datang kekamar evan dan mendobrak pintu, lalu kakek jing dan cao cao melihat evan dan ririn tidur disatu ranjang yang sama "kak evan dan kak ririn sedang apa?" ucap cao cao bertanya dengan polosnya. kakek jing langsung menutup mata cao cao supaya tidak melihat "hahaha kalian jangan hiraukan kami, kalian lanjutkan saja" kakek jing membawa cao cao pergi dengan secepat kilat
...****************...
"bagaimana perjalanan misi kalian dikota salju merah darah?" tanya evan kepada wolf
"misi kali ini sungguh sangat bermanfaat untuk perkembangan prajurit serigala, walaupun kita kehilangan beberapa prajurit itu setimpal dengan keuntungan yang kita dapat!" jawab wolf dengan senang
__ADS_1
"Kenapa kamu terlihat !? kita kehilangan nyawa kita, seharusnya kita belajar dari ini, supaya kita tidak kehilangan nyawa teman kita lagi dimedan tempur!, kita harus bisa meminimalisir nyawa yang hilang disetiap petempuran yang akan kita jalani kedepannya!" ucap evan dengan tegas
mendengar perkataan evan, wolf sadar, tidak penting seberapa besar keuntungannya yang paling penting tetaplah nyawa "baik tetua!, saya akan mengingat perkataan tetua!" ucap wolf sambil memberi hormat
"bagus, tidak perlu sebesar apapun keuntungan, tetapi tetaplah nyawa yang menjadi prioritas utama!" ucap evan mengingatkan
merekapun berjalan-jalan untuk melihat bagaiman kondisi dan perkembangan pasukan bayaran serigala, hingga mereka sampai ditempat para prajurit bertarung dan beradu kekuatan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
__ADS_1