KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 212 : Dilarang Lu Rao Rao


__ADS_3

"Maksudku, kami ingin mencari beberapa informasi di Rumah Mawar!" ujar Evan.


Melihat bahwa Lu Rao Rao tampak tidak senang, Luo Bai pun menolak untuk ikut pergi ke Rumah Mawar.


"Maaf, sepertinya aku tidak akan ikut!" kata Luo Bai menolak.


"Yasudah kalau kamu tidak mau ikut, kami bisa pergi berdua saja, ayo Evan." kata Tang Chen mengajak Evan.


Kemudian Evan dan Tang Chen pun berbalik badan dan hendak melangkah pergi, namun tiba-tiba Lu Rao Rao memanggil Evan.


"Evan!" panggil Lu Rao Rao, Mendengar itu Evan dan Tang Chen pun sontak berhenti dan menoleh.


"Evan, kamu yakin ingin pergi ke tempat seperti itu?, jika empat wanita itu tahu kamu pergi ke tempat seperti itu, aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasib kamu nanti!" kata Lu Rao Rao memperingati Evan.


Mendengar peringatan Lu Rao Rao, sekejab Evan langsung mengurungkan niatnya untuk pergi menemani Tang Chen ke Rumah Mawar.


"Tang Chen, sepertinya aku juga tidak bisa menemani kamu pergi ke Rumah Mawar dan menemui Nona Ci Yurao kamu itu!" kata Evan kepada Tang Chen.


"Dan Tang Chen, apakah kamu masih ingin pergi ke tempat itu?, jika kamu tetap masih ingin pergi cari orang lain untuk menemani kamu, jangan ajak Luo Bai atau Evan!" kata Lu Rao Rao.


Mendengar perkataan Lu Rao Rao, Evan dan Tang Chen pun mengurungkan niat mereka untuk pergi ke Rumah Mawar tersebut.


"Baiklah, Baiklah kami tidak jadi pergi ke Rumah Mawar!" kata Tang Chen dengan terpaksa.


"Hem bagus!, lagi pula jika hanya ingin mencari informasi saja kita bisa memerintahkan Prajurit untuk pergi kesana, jadi untuk apa para pemimpin seperti kalian pergi ke tempat seperti itu jika tidak ingin melihat wanita cantik?" tebak Lu Rao Rao yang sangat sensitif.


"Bukan aku Lu Rao Rao, tadi Tang Chen yang memaksa aku untuk menemani dirinya!" kata Evan mengelak.


"Astaga, Lu Rao Rao ini sangat pintar, pasti akan sangat gawat jika dia memberitahu kepada Empat Gadis itu kalau aku ingin pergi ke Rumah Bordil!" pikir Evan dalam hatinya.


Namun Tang Chen yang dijatuhi semua kesalahan pada Evan pun tudak terima dan ingin menyangkal.


"Sialan, aku tidak ada memaksamu!, kamu yang tadi ingin ikut sendiri!" kata Tang Chen, namun Evan dengan cepat menutup mulut Tang Chen dengan panik.

__ADS_1


"Lu Rao Rao jangan dengarkan Tang Chen, aku memang ingin pergi kesana, tetapi untuk mencari informasi bukan untuk mencari wanita cantik!" kata Evan menjelaskan dengan cepat.


"Hmm.., baiklah kamu tenang saja aku tidak akan mengatakan kalau kamu ingin pergi ke Rumah Bordil pada Empat Wanita itu, tetapi setelah ini kamu tidak boleh pergi ke Rumah Bordil manapun, aku juga seorang wanita, aku tahu bagaimana rasa sakitnya diselingkuhi, mereka berempat adalah teman-temanku juga, jadi kamu harus bisa menjaga hati empat calon istri kamu!" ujar Lu Rao Rao mengingatkan sambil berbalik pergi meninggalkan mereka.


Mendengar perkataan itu Evan pun sedikit bingung. "Ada apa dengan Lu Rao Rao ini?, habis bicara tiba-tiba langsung berbalik pergi!" pikir Evan dalam hatinya merasa bingung.


Kemudian Evan menoleh melihat ke arah Luo Bai yang menunjukan raut wajah sedih.


"Luo Bai, apakah kamu tahu apa maksud dari perkataan Lu Rao Rao?" tanya Evan sambil memegang pundak Luo Bai.


"Aku tahu, tetapi intinya kamu janganlah pernah menyakiti hati para wanitamu atau kamu akan sangat menyesal!" kata Luo Bai mengingatkan Evan sambil gantian memegang pundak Evan.


"Tenang saja!, aku pasti akan setia selalu" kata Evan dengan janji manisnya.


Mendengar itu Luo Bai pun tersenyum senang.


"Baiklah, terserah kalian, kalian ingin melakukan apa disini, aku akan menyusul Lu Rao Rao!" kata Luo Bai yang kemudian pergi menyusul Lu Rao Rao.


Tampak Tang Chen yang merasa kebosanan dan mengantuk.


"Haaahh..., sangat membosankan, karena tidak jadi ke Rumah Mawar dan bertemu nona cantik Ci Yurao lebih baik aku tidur!" ujar Tang Chen yang kemudian ikut pergi meninggalkan taman kecil tersebut.


Sekarang yang tersisa ditaman kecil tersebut hanyalah Evan, Elemen Tanah dan Elemen Angin saja.


"Kakak Tanah, Kakak Angin sudah lama kita tidak bertemu!" ucap Evan sambil tersenyum.


"Tidak lama juga, hanya setengah bulan lebih beberapa hari saja!" ujar Elemen Tanah.


"Evan, perkembangan kamu sangat cepat juga meningkatnya!, bagaimana dengan keadaan kekasih kecil kamu?, apakah dia sudah terlepas dari kutukannya?" tanya Elemen Angin.


"Sudah, sekarang Ririn sudah baik-baik saja, terima kasih kepada kakak Angin dan Tanah telah banyak membantuku akhir-akhir ini, aku sangat berterima kasih pada kalian!" ucap Evan sambil berlutut memberi hormat kepada Elemen Angin dan Elemen Tanah.


"Kamu jangan berlutut seperti itu, kami juga merasa senang membantumu jadi kamu tidak perlu berlutut seperti itu pada kami!" ujar Elemen Angin kepada Evan.

__ADS_1


"Aku merasa berlutut dan memberi hormat kepada kalian memang sudah sangat sepantasnya, tidak hanya Kakak Elemen Angin dan Kakak Elemen Tanah saja tetapi semua para Kakak Elemen, kalian tidak hanya Kakak-kakak angkatku tetapi kalian jugalah guru-guruku yang telah mengajari dan memberikan banyak hal padaku dan juga telah banyak membantuku banyak hal, jadi terimalah Hormatku sebagai adik maupun murid kepada kalian!" kata Evan sambil berlutut memberi hormat kepada Elemen Angin dan Elemen Tanah.


"Sudah Sudah tidak perlu, kamu bangkit berdirilah!" ujar Elemen Tanah menyuruh Evan untuk berdiri.


Kemudian Evan pun menuruti perkataan Elemen Tanah untuk berdiri.


"Sekarang kami berdua ingin istirahat, Energi siritual dan kekuatan kami sudah mulai menipis, kami perlu mengumpulkan kembali Energi dan Kekuatan kami!" kata Elemen Angin yang ingin kembali ke dalam tubuh Evan.


"Maaf sudah mereotkan Kakak berdua!" ujar Evan yang kemudian membatalkan Jurus Bayangan Pengganti, Pembagian Elemen dan kemudian Jiwa Elemen Angin dan Tanah pun kembali masuk ke dalam tubuh Evan.


Singkat cerita tiga hari kemudian, 75% dari semua pil yang diberikan oleh Evan kepada Luo Bai telah berhasil dijual.


Dikediaman Jenderal Penguasa Kota, tampak Evan dan Tang Chen sudah ingin berpamitan kepada Luo Bai dan Lu Rao Rao untuk pergi ke kota selanjutnya untuk menjual Pil.


"Evan, Tang Chen, apakah kalian berdua sungguh sudah akan pergi?, Pil yang kamu berikan masih belum terjual habis dan masih tersisa banyak, apakah kalian berdua tidak ingin menunggu beberapa hari lagi hingga semua Pilnya terjual?" tanya Luo Bai.


"Maaf kami tidak bisa tinggal lebih lama lagi, kami harus mengejar waktu, ada sebagian Pil yang tersisa maka untuk kamu saja, jika ingin kamu bagikan kepada para prajurit maka bagikan jika ingin kamu jual maka jual saja. kamu dan para Prajurit juga membutuhkannya!" ujar Evan menjawab Luo Bai.


"Terima kasih kalau begitu, setelah dari sini kamu ingin pergi ke kota mana?" tanya Luo Bai.


"Aku sudah menetukan tujuan kota kami selanjutnya, yaitu kami akan pergi ke Kota SIUN, kota ini cukup besar dan cukup maju, namun kota Siun ini sangat jarang adanya alkemis, jadi disana tidak cukup banyak orang yang menjual Pil, apa lagi Pil tingkat tinggi!, jadi jika kami berdua pergi ke kota Siun pasti menjual Pil akan sangat mudah dan cepat!" ujar Evan menjawab Luo Bai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


MAAF KEMARIN GAK UPDATE


AUTHORNYA KEHABISAN KUOTA😅😇😇


...----------------...


......................

__ADS_1


__ADS_2