KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 255 : Memperkenalkan Ruyin Li


__ADS_3

Sementara itu tampak Evan, Tang Chen dan Ruyin Li yang akhirnya sampai didepan pintu Kediaman Jenderal miliknya.


Reya yang sedang menunggu pun senang melihat Evan sudah kembali pulang, namun betapa terkejutnya Reya ketika melihat bahwa wanita yang ada disamping Evan ternyata adalah Ruyin Li.


Dan begitu juga sebaliknya, Ruyin Li juga sangat terkejut ketika melihat ada Reya yang sedang menunggu Evan didepan pintu kediaman Jenderal.


"RUYIN!?-REYA!?" sebut dua wanita cantik dengan kompak hingga membuat Evan dan Tang Chen sontak kaget.


"Reya, kenapa kamu ada disini?" tanya Ruyin Li dengan raut wajah tampak kurang senang.


"Kenapa aku ada disini? Hahaha!, aku ada disini tentu saja karena sedang menunggu calon suamiku pulang!" jawab Reya sambil menarik dan memeluk Evan.


Mendengar itu Ruyin Li pun sontak terkejut dan jengkel melihat Reya yang sedang memamerkan statusnya.


"Kamu calon istri Evan!?" tanya Ruyin Li merasa terkejut.


"Tentu saja, dia sudah pergi keluar selama dua bulan, aku sangat merindukannya!" kata Reya yang memamerkan kemesraannya.


Sementara itu Evan yang sedang dipeluk oleh Reya merasa tidak tenang melihat pertengkaran dua calon istrinya itu.


"Evan, sepertinya kamu harus mengatakan identitas sekarang kepada dia!" ujar Ruyin Li dengan tegas.


Mendengar perkataan Ruyin Li, Reya pun mengerutkan alisnya.


"Evan, apa maksud perkataannya?" tanya Reya kepada Evan.


Evan yang berada ditengah-tengah pertengkaran itu merasa sangat kesulitan dan bingung bagaimana dia akan mengatakannya.


"Astaga, rasanya aku sangat ingin menghilang dalam situasi ini!, bagaimana aku harus mulai mengatakannya?" Batin Evan dalam hatinya merasa bingung dan kesulitan dengan situasi yang dia hadapi.


Sementara itu disisi lainnya tampak Tang Chen yang merasa senang atas penderitaan Evan yang kesulitan menghadapi situasi dihimpit oleh calon istri yang kurang akur.


"Hahaha rasakan!, makanya jangan terlalu serakah dengan wanita cantik, sekarang kamu rasakanlah itu dua tunangan yang tidak akur!" batin Tang Chen dalam hatinya merasa gembira.


Disisi lain setelah Evan mempersiapkan dirinya, Evan pun siap untuk mengatakan identitas Ruyin Li kepada Reya.


Evan menghela nafas. "Baiklah aku akan mengatakannya, tetapi kamu jangan marah okey!" ujar Evan dengan lemah lembut memegang dan mengusap kepala Reya.

__ADS_1


"Katakanlah, aku tidak akan marah!" kata Reya dengan patuh.


"Benar kami tidak akan marah!" saut Ran Ran dan Nan Ruyu yang tiba-tiba muncul keluar dari pintu dan menghampiri Evan.


Melihat kedatangan dua calon istrinya lagi yaitu Ran Ran dan Nan Ruyu, Evan pun langsung saja mengatakannya agar semuannya menjadi jelas.


"Baiklah karena kalian bertiga sudah datang maka aku akan langsung mengataknnya saja, Sebenarnya Ruyin Li adalah calon istriku juga sama seperti kalian!" kata Evan memberitahu kepada tiga calon istrinya itu.


Mendengar hal itu, ketiga wanita itu pun tampak tidak terlalu terkejut, tetapi mereka bertiga masih merasa heran dan bingung kenapa Ruyin Li bisa menjadi calon istri Evan, mereka ingin tahu semua alasannya dengan jelas.


"Kenapa dia bisa menjadi calon istrimu?, kamu harus menjelaskan semuannya kepada kami dengan jelas, jika tidak jangan harap bisa punya anak!" kata Nan Ruyu dengan tatapan kejam sambil mengisyaratkan sebuah gunting dengan mengerakan jari telunjuk dan tengahnya.


Melihat dan mendengar itu, Evan pun menelan ludahnya.


"Bisakah kita masuk dn bicara didalam saja?, disini sangat tidak nyaman!" ujar Evan kepada tiga calon istrinya itu.


Kemudian mereka semua pun masuk ke kediaman Jenderal lebih tepatnya dihalaman kediaman Jenderal.


Setelah Evan menceritakan dan menjelaskan semuannya mengapa dia bisa bertunangan dengan Ruyin Li, Ran Ran dan Nan Ruyu pun tampak tidak terlalu mempermasalahkannya, namun berbeda dengan Reya yang tampak tidak terlalu senang dengan hal itu, dengan hati yang kesal Reya pun pergi ke kamarnya.


Melihat Reya yang tampak marah dan pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun, Evan pun hanya bisa menghela nafasnya.


"Benar, kamu kejarlah dia, mungkin dia berlari pergi ke kamarnya!" ujar Ran Ran menyuruh Evan.


"Baiklah, kalian berdoa temani Ruyin disini, tetapi tolong yang akur jangan bertengkar!" pinta Evan kepada Ran Ran dan Nan Ruyu.


Namun saat Evan berbalik badan dan hendak melangkah pergi menyusul Reya, tiba-tiba Ran Ran dan Nan Ruyu memanggil Evan.


"Evan!" panggil Ran Ran dan Nan Ruyu secara bersamaan.


"Iyah, ada apa lagi?" tanya Evan sambil berbalik badan dan menoleh melihat ke arah Ran Ran dan Nan Ruyu.


"Apakah kamu ingin pergi begitu saja?, kamu sudah pergi selama dua bulan lamanya, apakah kamu sedikit pun tidak merindukan kami?" tanya Nan Ruyu kepada Evan.


"Benar, walaupun jika kamu tidak merindukan kami tetapi kami merindukan kamu!" ujar Ran Ran.


"Apa yang kalian bicarakan?, aku tentu saja merindukan kalian juga, baiklah aku mengerti apa yang kalian inginkan!..." kata Evan dengan lemah lembut.

__ADS_1


"CUP! CUP!, maaf yah sudah membuat kalian merindukan aku!" ujar Evan dengan lemah lembut setelah mencium kening dua calon istrinya itu.


Tang Chen yang sudah tidak tahan melihat kemesraan mereka pun rasanya ingin muntah.


"Sialan, rasanya aku ingin muntah melihat mereka, lebih baik aku pergi saja dari pada harus menderita melihat kemesraan mereka!" batin Tang Chen dalam hatinya merasa jengkel.


Karena sudah tidak tahan melihat kemesraan Evan dengan dua calon istrinya itu, Tang Chen pun langsung pergi meninggalkan mereka.


Sementara itu tampak Ruyin Li yang hanya tersenyum melihat Evan yang sedang dipeluk kanan kiri oleh Ran Ran dan Nan Ruyu.


"Hmm yah, aku juga ingin sekalian mengatakan, kalau tiga hari lagi adalah pernikahan kita, jadi kami ingin semuannya dalam kondisi yang baik dan tenang, jadi kamu bujuklah Reya, jangan sampai dia marah!" kata Ran Ran sambil memeluk Evan.


"Tiga hari lagi?, kenapa begitu tiba-tiba?" tanya Evan.


"Sebenarnya tidak terlalu tiba-tiba, sebelumnya kami memang sudah merencakannya sejak dua bulan lalu, tetapi kamu tiba-tiba pergi tanpa pamit, jadi kami terpaksa terus memundurkan waktunya!" kata Nan Ruyu sambil memeluk Evan juga.


"Oooh jadi begitu, kalau begitu sekarang aku akan langsung membujuk Reya, kalian berdua tolong temani Ruyin Li dan ajak dia berkeliling!" pinta Evan kepada Ran Ran dan Nan Ruyu yang sedang memeluk dirinya.


"Baiklah, mari Ruyin!" ajak Ran Ran kepada Ruyin Li.


Kemudian Ruyin Li pun mengikuti Ran Ran dan Nan Ruyu untuk berkeliling, sedangkan Evan pergi menyusul Reya ke kamar Reya.


Namun baru saja Evan melangkahkan kakinya, tiba-tiba empat orang teman prianya, yaitu Sea Lin, Ray, Luo Bai, dan Qin Shan mendobrak pintu kediaman kediaman hingga terbuka lebar dan menghampiri dirinya.


"EVAN!!!" sebut keempat temannya dengan kuat dan semangat sambil menghampiri Evan.


Dengan sangat bersemangat Ray dan Sea Lin pun langsung memeluk dan merangkul Evan.


"Evan, akhirnya kamu pulang juga, di Nanzhou sangat membosankan jika tidak ada kamu!" kata Ray sambil merangkul Evan dengan tangan kirinya.


"Kakak Besar, aku sangat merindukan kamu!" kata Sea Lin sambil memeluk Evan dari depan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...

__ADS_1


......................


......................


__ADS_2