KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 489 : Berlatih Teknik


__ADS_3

"Kemampuan Tulang Dada Raja Monster ini memang sangat hebat. Tetapi jika cara menempanya seperti itu, apakah aku sungguh harus menghancurkan tulang rusukku sampai berulang kali? Aku takut, sebelum Pertahanan Tulang Dada Raja Monster terbentuk, aku akan mati terlebih dulu karena rasa sakitnya." ujar Evan merasa sedikit menakutkan.


"Hahaha..., apakah kamu merasa takut? Kamu tenang saja, asalkan kamu tidak melukai organ vital kamu sendiri, maka kamu tidak akan mati."


"Evan, kamu memiliki kemampuan luar biasa yang tidak dimiliki orang lain. Banyak orang yang sangat menginginkan kemampuan yang kamu miliki. Tetapi banyak dari mereka, walau telah berjuang keras untuk mendapatkannya, mereka tetap tidak bisa mendapatkannya. Evan, kamu adalah orang yang beruntung, kamu harus menghargai kemampuan yang kamu miliki. Kamu sudah memiliki kemampuan yang hebat. Sekarang yang perlu kamu lakukan hanyalah berani berkorban untuk membuat kemampuan yang kamu miliki menjadi semakin kuat." kata Elemen Petir memberikan nasehat.


"Baiklah, Kakak Petir. Aku akan mendengarkan nasehatmu," kata Evan sembari tersenyum.


Setelah keluar dari ruangan tertutupnya, kemudian Evan pergi ke lapangan berlatih.


Di sana Evan mencoba berlatih dan membiasakan diri dengan kemampuan baru miliknya.


Dengan mengandalkan beberapa benda disekitarnya, Evan menjadikan benda-benda tersebut sebagai objek latihannya.


Selama berlatih cukup lama, Evan menyadari kalau kemampuan Teleportasi dan Mata Langit miliknya tidak bisa digunakan secara terus menerus.


Kemampuan Teleportasi memiliki jeda waktu selama lima detik pada setiap kali penggunaannya. Sedangkan Kemampuan Mata Langit hanya bisa digunakan selama tiga puluh menit, dan juga memliki jeda waktu selama satu jam pada setiap kali penggunaannya.


Namun walaupun masing-masing kemampuan memiliki kelemahan, tetapi kedua kemampuan tersebut merupakan kombinasi yang sangat sempurna bagi Evan.


Bagaimana tidak. Dengan mengandalkan Kemampuan Teleportasi yang memiliki kecepatan yang sangat cepat dan Kemampuan Mata Langit yang mampu mendeteksi kelemahan musuh, Evan memiliki keyakinan seratus persen untuk mengalahkan musuh yang berada di atas levelnya hanya dalam satu kali serangan.


Empat jam telah berlalu. Dengan mengandalkan kejeniusannya, Evan akhirnya berhasil menguasai Teknik Teleportasi dan Mata Langit miliknya tersebut.


Setelah selesai berlatih Teknik Teleportasi dan Mata Langit miliknya, kemudian Evan kembali ke ruang latihannya untuk melakukan pemurnian Tulang Dada Raja Monster miliknya.


Di dalam ruang latihan, tampak Evan yang sedang mematah-matahkan Tulang Rusuknya dengan menggunakan tangannya sendiri.


Berkali-kali Evan terbatuk sambil memuntahkan darah dari dalam mulutnya.


Rasa sakit saat Tulang Rusuk dipatahkan oleh tangan sendiri, Evan mencoba menahannya.


Evan terus meringis dan merintih kesakitan pada Tulang Rusuknya yang hancur berkali-kali.


Jika dipikirkan, memang aneh rasanya mematah-matahkan Tulang Rusuk milik sendiri. Namun demikian, Evan tetap terus melakukannya tanpa mempedulikan rasa sakit yang ia rasakan.

__ADS_1


*******


Sementara itu di waktu yang sama di suatu kamar, terlihat Sea Lin yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya.


Hidungnya mengendus-endus, mencium bau amis darah yang berasal dari ruang latihan tempat Evan berlatih.


"Kakak Besar!" ucap Sea Lin merasa sangat terkejut.


Dengan hati kacau dan penuh rasa khawatir, kemudian Sea Lin langsung keluar dari kamarnya dan pergi menuju ruang latihan tempat Evan berada.


Tidak butuh waktu lama, Sea Lin kemudian langsung menendang pintu ruang latihan tempat Evan berlatih.


"BAAMM!!" dalam satu kali tendangan pintu ruang latihan langsung tumbang dan hancur berkeping-keping.


"Kakak Besar!" Sea Lin yang merasa sangat khawatir langsung masuk ke dalam ruang latihan.


Sungguh betapa terkejutnya Sea Lin saat melihat Evan yang sedang duduk sambil merintih kesakitan.


Terlihat darah yang mengalir di pinggir bibir Evan, serta lantai yang dipenuhi oleh bercak darah merah.


Melihat Evan yang sedang terluka parah, Sea Lin yang merasa sangat khawatir segera menghampiri Evan dan mencoba membantunya untuk duduk dengan tegak.


"Sssstt.... Jangan keras-keras. Apakah kamu ingin membangunkan yang lainnya?" ujar Evan meringis kesakitan.


"Aku baik-baik saja. Aku hanya sedang berlatih Teknik pemurnian tubuh. Kamu tidak perlu merasa khawatir padaku." kata Evan segera memberi penjelasan pada Sea Lin yang sedang sangat mengkhawatirkan dirinya.


"Teknik Pemurnian Tubuh?" tanya Sea Lin penuh keheranan.


"Benar. Teknik Pemurnian Tubuh ini memang mengharuskan aku menghancurkan Tulang Rusukku berulang kali. Jadi kamu tidak perlu merasa khawatir. Aku baik-baik saja." kata Evan yang kemudian memakan satu botol Pil pemulihan untuk memulihkan lukanya.


Setelah memakan satu botol pil pemulihan, kemudian luka di dada Evan sembuh dengan sangat cepat. Apa lagi, ditambah dengan kemampuan regenerasi yang dimiliki oleh Evan. Maka luka di dadanya tersebut segera pulih total hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit.


"Wow! Hebat! Aku tidak pernah tahu, kalau Kakak Besar ternyata memiliki kemampuan regenerasi!" kata Sea Lin merasa sangat terkejut dan takjub dengan kemampuan regenerasi milik Evan.


"Hahaha....., kamu tidak perlu merasa terkejut. Aku masih memiliki banyak kemampuan luar biasa yang kamu tidak tahu." ujar Evan tersenyum bangga.

__ADS_1


Namun karena tendangan keras Sea Lin yang menghancurkan pintu sebelumnya, tiba-tiba semua orang yang tinggal di kediaman Jenderal datang ke ruang latihan tempat Evan berada.


Dengan panggilan mereka masing-masing, mereka semua memanggil Evan dengan penuh kekhawatiran.


Akan tetapi betapa terkejut dan canggungnya mereka semua saat melihat Evan yang sedang duduk santai bersama dengan Sea Lin.


"Sea Lin, sepertinya kamu benar-benar telah membangunkan semua orang yang tinggal di Kediaman Jenderal ini." ucap Evan sembari tersenyum melihat kedatangan mereka semua.


******


Keesokan harinya di Markas Militer.


Evan yang baru saja datang bertemu dengan Qiu Shen yang sedang berjalan sambil memegang pinggangnya.


"Qiu Shen!" panggil Evan.


"Saya, Tuan Jenderal" jawab Qiu Shen mengangkat kepalanya.


Saat Evan menghampiri Qiu Shen, Evan merasa heran melihat Qiu Shen yang seperti sedang sangat kelelahan.


"Qiu Shen, ada apa denganmu?" Evan mencoba bertanya.


"Tidak apa-apa Tuan Jenderal. Aku hanya sedang kelelahan saja."


*Lelah? Bukankah setelah kembali dari Hutan Lembah aku tidak pernah memberikannya tugas apapun? Kenapa bisa merasa lelah?* batin Evan merasa heran.


"Benar Tuan Jenderal, Qiu Shen dua hari belakangan ini memang sangat sering kelelahan." kata Sai yang tiba-tiba muncul tidak tahu darimana asalnya.


"Oh, sepertinya kamu tahu alasan, kenapa Qiu Shen merasa lelah?" tanya Evan menjadi merasa penasaran.


"Tentu saja aku tahu, Tuan Jenderal. Aku kan tetangga Qiu Shen." ujar Sai membuat Qiu Shen merasa panik.


*Sai, jika kamu berani bicara satu kalimat saja pada Tuan Jenderal tentang kejadian malam ini. Aku pasti akan membunuhmu!* Qiu Shen memperingati Sai dengan transmisi suaranya.


*Hehehe.., apakah kamu malu karena dikalahkan oleh Su Fan Ny di atas ranjang?* Sai mengejek Qiu Shen.

__ADS_1


*Diam Kau! Dasar Tukang Intip!* Qiu Shen semakin marah dan malu.


Melihat kelakuan Qiu Shen dan Sai yang begitu aneh, Evan yang merasa bingung hanya diam melihat kelakuan mereka.


__ADS_2