
"Aku minta maaf atas rumah kalian. Kamu dan Lolong pasti sangat sedih."
"Yah, kehilangan rumah yang sudah kami tinggali selama enam ratus tahun memang sangat berat untuk kami. Tetapi aku tidak terlalu sedih hanya karena itu,"
"Apakah kamu tidak rela meninggalkan Lolong?" Evan memegang pundak Yue liang Chen.
"Yah, aku sangat tidak rela untuk berpisah dengan Lolong. Selama aku di benci oleh semua orang dan bersembunyi di dalam Hutan Lembah ini, Dialah yang selalu bersamaku dan menemani aku setiap saat. Sangat sulit dan berat bagiku, jika harus meninggalkan Lolong sendirian disini."
"Apalagi setelah kamu mengatakan, kalau Gua tempat tinggalnya tidak perlu di perbaiki lagi. Jika begitu, maka setelah aku pergi Lolong akan tinggal dimana? Sedangkan Gua tempat tinggalnya telah hancur." ujar Yue liang Chen masih merasa heran dan bingung dengan perkataan Evan.
"Bodoh, bukankah kamu hanya perlu membawa Lolong ikut bersamamu ke Kerajaan Yue dan bertemu dengan adikmu?" ujar Evan.
"Tentu saja aku ingin sekali membawa Lolong ikut bersamaku ke Kerajaan Yue dan bertemu dengan Adikku. Tapi Lolong adalah Hewan Monster dengan tipe Kekuatan Elemen Racun. Jika aku membawanya ikut bersamaku takutnya Lolong akan menderita karena dibenci oleh semua orang. Seperti aku di masa lalu," kata Yue liang Chen.
Yue liang Chen tidak ingin Lolong merasakan penderitaan yang sama seperti dirinya di masa lalu, karena Yue liang Chen sangat tahu betapa menderitanya dirinya saat dibenci oleh semua orang yang melihatnya.
Terlihat perasaan sedih bercampur bingung di wajah Yue liang Chen.
"Bodoh!" ucap Evan lagi. "Jika kamu benar-benar peduli pada Lolong dan ingin membawanya pergi bersamamu ke Kerajaan Yue, maka cari dan pikirkan cara bagaimana agar Lolong tidak dibenci tetapi menjadi disenangi dan dikagumi oleh orang-orang." ujar Evan.
"Tetapi bagaimana caranya?" tanya Yue liang Chen.
*Astaga, ternyata Yue liang Chen ini hampir sama bodohnya dengan Adik perempuannya itu,* Evan mulai merasa jengkel.
"Kamu pikirkanlah caranya sendiri. Tetapi jika kamu masih tetap tidak tahu harus berbuat apa, maka biarkan aku saja yang membawa Lolong pergi. Aku berjanji, jika Lolong ikut pergi bersamaku, maka Lolong tidak akan mengalami penderitaan yang sama seperti yang kamu rasakan di masa lalu." kata Evan dengan penuh keyakinan.
"Tidak! Aku tidak akan membiarkan Lolong ikut bersamamu. Lolong akan ikut pergi bersamaku ke Kerajaan Yue, Aku akan membawanya." kata Yue liang Chen.
"Oh, apakah kamu sudah menemukan cara bagaimana agar Lolong tidak dibenci oleh orang-orang? Apakah kamu benar-benar yakin, bahwa kamu bisa membuatnya disenangi dan dikagumi oleh orang-orang?" ujar Evan.
Sebelum menjawab pertanyaan Evan, Yue liang Chen melihat ke arah Lolong yang berada di dalam Gua. Di sana Lolong yang merasa lelah karena terus bersedih, tampak tertidur dengan pulas.
"Yah, aku yakin!"
__ADS_1
"Kalau begitu, baguslah!" Evan tersenyum senang mendengar jawaban Yue liang Chen yang begitu percaya diri.
"Sekarang mari kita mulai memindahkan energi racun yang ada di tubuhmu ke tubuhku." kata Evan, dan Yue liang Chen mengangguk setuju.
"Qiu Shen, kamu dan yang lainnya berjaga-jaga lah di sekitar sini, jangan biarkan ada yang menggangu kami." perintah Evan kepada Qiu Shen dan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam.
"Baik Jenderal!" jawab Qiu Shen sambil memberi hormat kepada Evan.
"Oh ya, kalian berjaga lah sedikit jauh, jaga-jaga apabila energi racun yang ada di tubuh kami tiba-tiba hilang kendali dan menyebar, kalian bisa kabur menjauh untuk menghindari racun dengan tepat waktu." ujar Evan mengingatkan Qiu Shen.
"Siap Jenderal!" jawab Qiu Shen lagi.
Kemudian Qiu Shen dan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam melakukan tugas yang diperintahkan oleh Evan kepada mereka.
Kini yang tersisa di tempat itu hanya tinggal Evan dan Yue liang Chen.
"Sekarang kamu bukalah bajumu," suruh Evan kepada Yue liang Chen.
"Baik."
Kedua mata Evan terbelalak kaget saat melihat tubuh Yue liang Chen yang berwarna hitam pekat kebiru-biruan.
*Sungguh tubuh yang penuh dengan racun,* batin Evan.
Setelah Evan dan Yue liang Chen membuka baju, mereka berdua duduk bersila dengan posisi, Evan duduk membelakangi Yue liang Chen.
"Sudah siap?" Yue liang Chen meletakkan kedua telapak tangannya ke punggung Evan.
"Siap!"
"Aku harap kamu memang benar-benar siap. Sekarang kita mulai!"
Yue liang Chen mulai memusatkan energi racun yang ada di seluruh tubuhnya ke kedua telapak tangannya.
__ADS_1
Sifat korosif energi racun mulai menembus kulit pertahanan tubuh Evan secara perlahan.
"Uuggh....." Evan mulai berkeringat dan merintih kesakitan menahan energi racun yang mulai masuk ke dalam tubuhnya.
*Bertahanlah, proses pemindahan energi racun ini setidaknya akan menghabiskan waktu selama dua hari. Kamu harus bertahan,* kata Elemen Racun di dalam diri Evan.
"Percepat...." kata Evan pada Yue liang Chen.
"Apakah kamu serius? Jika aku mempercepat prosesnya, maka aku harus menambah energi racun yang aku pindahkan ke tubuhmu, dan itu akan menjadi semakin menyakitkan untukmu!" ujar Yue liang Chen mengingatkan Evan.
"Tidak apa-apa, Kamu lakukan saja apa yang aku katakan. Aku bisa bertahan," kata Evan sambil menahan rasa sakit yang masuk ke dalam tubuhnya.
"Baiklah, sebaiknya kamu jangan menyesali apa yang kamu katakan. Kamu harus bertahan!"
Kemudian Yue liang Chen mempercepat proses pemindahan energi racun yang ada di tubuhnya ke tubuh Evan.
Untuk menahan rasa sakit yang semakin menyakitkan karena energi racun yang masuk ke dalam tubuh semakin besar, Evan menggertak gigi dan memegang kedua lututnya dengan sangat kuat.
Keringat mengucur deras di tubuh Evan, sedangkan Yue liang Chen terus melakukan proses pemindahan energi racun yang di tubuhnya ke tubuh Evan.
Di dalam lautan spiritual, Evan mencoba menyerap energi racun yang diberikan oleh Yue liang Chen dengan menggunakan Jiwa Petarung miliknya.
Dan tentu saja seperti yang sudah diperkirakan oleh Elemen Racun dan Para Elemen lainnya, Jiwa Petarung milik Evan mampu menyerap dan menerima energi racun tersebut.
Namun tetap saja, walaupun saat ini Jiwa Petarung milik Evan mampu menyerap dan menerima energi racun yang diberikan oleh Yue liang Chen, tetapi Para Elemen tetap tidak tahu pasti apa yang akan terjadi kedepannya.
-----
Sementara itu di dalam Gua.
Lolong yang sedang tertidur pulas tiba-tiba terbangun karena merasakan ada yang aneh pada tubuhnya.
Lolong yang baru saja terbangun, kemudian segera bangkit berdiri dan berjalan masuk ke dalam perut Gua (Bagian terdalam di dalam Gua).
__ADS_1
Sesaat kemudian, akhirnya Lolong sampai ke dalam perut Gua. Di sana tampak sebuah Kolam racun yang berukuran cukup besar.
Air Racun di dalam Kolam tersebut tampak mendidih, namun Lolong tanpa ragu langsung masuk ke dalam Kolam tersebut dan menyelam di dalamnya.