KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 274 : Tidak Paham Dengan Ririn


__ADS_3

Keesokan paginya tampak Evan yang masih tertidur dengan ditemani oleh lima istri tercintanya didalam selimut putih yang tebal.


Tak lama kemudian Evan pun akhirnya terbangun dengan Ririn dan Reya ada lengan kanan dan kirinya, Evan sedikit heran mengapa dia tiba-tiba bisa tidur bersama lima istri tercintanya di atas tempat tidur dikamarnya.


"Kenapa aku tiba-tiba bisa tidur disini bersama dengan mereka?, ohh..., aku ingat, sebelumnya aku berada di medan perang dan ingin mengejar pasukan musuh yang kabur, namun tiba-tiba tubuhku terasa sangat berat dan tidak bisa bergerak hingga aku kesulitan untuk bernafas, setelah itu aku tidak ingat lagi apa yang terjadi setelah itu!" batin Evan dalam hatinya sembari mengingat apa yang terjadi sebelum dia pingsan.


Kemudian suara Elemen Pasir pun terdengar di pikiran Evan.


"Setelah itu teman-teman kamu membawa kamu kembali pulang ke Nanzhou!, dan selamat!, kamu sudah berhasil membangkitkan Elemen Pasir milikku!" kata Pasir memberitahukan kepada Evan.


Mendengar itu Evan pun seketika langsung merasa senang, namun karena melihat kelima istri tercintanya masih tidur, Evan pun tidak ingin berteriak atau membuat keributan yang bisa mengganggu dan membangunkan kelima istri tercintanya itu.


"Mantap! Mantap! Mantap!, sudah sangat lama dan akhirnya aku bisa membangkitkan Elemen Kedelapan!" kata Evan merasa sangat senang dalam hatinya sambil mengepalkan tangannya dengan kegirangan.


"Sepertinya kamu sangat senang, sudahlah, aku tidak akan mengganggu kamu dengan lima istrimu, bersenang-senanglah, setelah itu ayo kita berlatih jurus dan teknik!" kata Elemen Pasir kepada Evan.


Mendengar itu, Evan pun tidak ingin menyia-nyiakan kemurahan hati yang diberikan oleh Elemen Pasir.


Kemudian Evan berbaring miring menghadap Ririn yang tidur dengan wajah cantiknya yang polos dan imut.


"Ririn, kamu cantik sekali, sepertinya aku akan memulai dari kamu, sayangku!" pikir yang kemudian memeluk dan memasukan tangannya ke dalam pakaian Ririn.


"CUP!" Evan mencium bibir Ririn, hingga membuat Ririn seketika terbangun.


Ririn langsung membuka matanya dan sontak langsung mendorong Evan, hingga ciuman tersebut pun terlepas.


"Evan!?, kamu sudah bangun!?" tanya Ririn yang sontak terkejut.


"Kenapa kamu masih bertanya?, bukankah sudah jelas kalau aku sudah bangun?" ujar Evan dengan lembut kepada Ririn.


"Istriku, aku sangat menginginkan kamu saat ini!" pinta Evan mendekat dirinya kepada Ririn.


Namun dengan cepat Ririn langsung menolak. "Aku tidak mau!" kata Ririn sambil mendorong Evan lagi.


"Kenapa?" tanya Evan merasa kecewa.


"Aku hanya tidak mau saja, bukankah disini ada empat istri kamu yang lainnya?, kenapa kamu harus memilih aku untuk melayanimu?" ujar Ririn kepada Evan.


"Karena saat ini aku hanya menginginkan kamu!" jawab Evan dengan lemah lembut dan berharap kepada Ririn.

__ADS_1


"Tetapi aku tidak ingin, lagi pula bukankah kamu juga baru saja sadar dari pingsan?, apakah kamu punya tenaga untuk melakukan itu?" ujar Ririn mencari alasan untuk menolak Evan.


Melihat Ririn yang bersih keras menolak ajakkannya, Evan pun tidak ingin memaksa.


"Hmmm..., Sudahlah, jika kamu tidak mau maka aku tidak akan memaksa!" kata Evan dengan lemah lembut sambil mengusap kepala Ririn.


Kemudian Evan pun bangkit dan turun dari tempat tidur dengan perlahan supaya tidak mengganggu atau membangunkan Empat Istri yang lainnya.


"Aku pergi dulu, aku ingin berlatih sebentar!" ujar Evan berpamitan dengan raut wajah tersenyum.


Akan tetapi tidak tahu kenapa Ririn merasa sakit hati saat melihat raut wajah tersenyum Evan yang ingin pergi.


Kemudian Ririn pun ikut turun dari tempat tidur.


"Evan, apakah kamu marah karena aku menolak ajakkan kamu?" tanya Ririn merasa bersalah kepada Evan.


"Apa yang kamu pikirkan?, kamu jangan konyol, bagaimana mungkin aku bisa marah kepadamu?" ujar Evan dengan lemah lembut sambil mengusap kepala Ririn.


"Kamu berbohong!, jelas-jelas kamu marah karena aku menolak kamu!" kata Ririn dengan suara sedikit kencang kepada Evan.


"Astaga, apa-apaan sih wanita ini?, bingung aku bagaimana cara menghadapinya!" batin Evan merasa bingung.


Kemudian Ririn tiba-tiba langsung memeluk Evan dengan sangat erat.


"Evan, bisakah kamu memarahiku?, menegurku?, agar aku bisa berubah menjadi lebih baik untukmu?, aku tahu kamu tidak akan pernah marah walau aku sering membuat kesalahan, tetapi raut wajahmu menunjukan kalau kamu sedang kecewa padaku!, aku ingin kamu marah dan menegurkan, agar aku bisa tahu apa kekuranganku untukmu, aku tidak ingin membuat kamu kecewa dan meninggalkan aku, aku ingin menjadi wanita yang sempurna untukmu Evan!" ujar Ririn sambil memeluk Evan dengan erat.


Kemudian Evan langsung balik memeluk dan mencium Ririn dengan lembut namun melekat.


Evan terus mencium Ririn hingga akhirnya ia melepaskan ciumannya setelah benar-benar puas.


"Ririn, aku beritahu kepadamu, diseluruh dunia ini tidak ada seseorang yang benar-benar sempurna, tidak ada satu orang pun, semua orang pria dan wanita pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, kedua hal itu tidak dapat ditolak dan harus diterima, jadi bersyukurlah!" kata Evan dengan lemah lembut sambil memeluk Ririn dengan hangat.


Namun walaupun Evan sudah bicara panjang lebar, Ririn sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Evan.


"Aku tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan, jangan bertele-tele cepat katakan dengan jelas!" pinta Ririn sambil memeluk Evan dengan erat.


"Maksudku, aku sama sekali tidak peduli berapa banyak kekurangan yang kamu miliki, karena disamping kekurangan kamu pasti ada kelebihan, jadi aku bersyukur memiliki kamu!, aku mencintai kamu apa adanya Ririn!" kata Evan dengan lemah lembut sambil memeluk Ririn.


"Jadi maksud kamu, aku memiliki banyak kekurangan?" tanya Ririn merasa tidak senang.

__ADS_1


"Astaga Ririn sayangku, cintaku, kenapa kamu masih sama sekali tidak mengerti apa maksudku?, Intinya aku mencintai dan menyayangi kamu dengan tulus!, walaupun terkadang kamu membuat aku kecewa dan kesal, tetapi aku tidak akan pernah meninggalkan dirimu, mengerti?" ujar Evan dengan lemah lembut menegaskan kepada Ririn.


"Kenapa kamu emosi?, aku hanya bertanya saja!" ujar Ririn masih merasa tidak senang sambil memeluk Evan.


"Astaga Ririn, aku geram sekali!, aku makan kamu!" kata Evan yang sudah tidak sabar sambil mendorong Ririn ke atas tempat tidur, hingga membuat empat istri yang lainnya seketika langsung terbangun.


Empat istri Evan yang telah terbangun segera bangkit duduk di atas tempat tidur, dan sedikit menepi untuk menyediakan tempat untuk Ririn dan Evan.


"Evan, kamu tidak boleh begini!, kamu harus sabar, tolong tahan dirimu!" ujar Ririn mencoba menolak Evan.


"Tidak boleh menolak!, bukankah tadi kamu ingin melihatku marah?, sekarang aku sedang marah!" kata Evan kemudian menekan dan memegangi kedua tangan Ririn yang mencoba untuk memberontak.


"Kalian berempat cepat tolong bantu aku!" pinta Ririn kepada empat istri Evan lainnya yang sudah bangun.


Namun keempat wanita itu tidak berani membantu Ririn dan hanya duduk diam melihat dari tepian (pinggiran) tempat tidur.


"Maaf Ririn, sepertinya kami tidak bisa membantumu, kamu tanggunglah sendiri apa yang telah kamu lakukan!" ujar Reya yang diam duduk melihat pemandang Ririn dipaksa oleh Evan.


Kemudian Evan melepas dan membuka pakaian Ririn, hingga tubuh bagian depan Ririn yang besar terlihat dengan jelas.


"Oh Tidak Jangan! Aaahh!..." ucap Ririn yang dicium dadanya oleh Evan.


"Ririn sayangku, kamu tenang saja, setelah kamu maka adalah giliran mereka!" ujar Evan menyeringai penuh n*fsu.


Mendengar perkataan Evan, seketika keempat wanita tersebut pun merinding berkeringat.


Disisi lain Evan melanjutkan aksinya, hingga membuat Ririn merasa geli keenakan.


"Aaah..., Evan, jangan! Aaah..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


...****************...


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2