
Singkat cerita Setelah mereka semua selesai makan, mereka semua pun melanjutkan perjalanan mereka untuk kembali pulang ke Nanzhou.
Setelah beberapa hari kemudian, akhirnya mereka semua pun sudah sampai Provinsi Nanzhou, lebih tepatnya adalah depan pintu gerbang kota Yinzhou.
Dari kejauhan Evan melihat bahwa dinding benteng Pertahanan kota Yinzhou telah direnovasi ke desain yang para Elemen buat sebelumnya.
"Sepertinya perbaikan Benteng Pertahanan berjalan dengan lancar!" kata Evan merasa senang sambil berlari ke arah pintu gerbang kota Yinzhou.
"Inikah benteng Pertahanan Nanzhou yang baru?, ini sangat besar dan terlihat sangat kuat!, Luar Biasa!" kata Tang Chen ikut merasa senang.
"Inikah Provinsi Nanzhou yang dikatakan daerah penuh kemiskinan itu?, tetapi ini sangat berbeda dari apa yang aku lihat!, benteng pertahanan ini jika dibandingkan dengan Benteng pertahanan kota Siun milik ayahku, maka benteng pertahanan kita Siun tidak ada apa-apanya!" batin Ruyin Li dalam hatinya merasa kagum dan takjub dengan benteng pertahanan Nanzhou.
Tidak hanya mereka saja yang terkejut, tetapi juga Para Prajurit Pasukan Harimau Api dan Para anak-anak kecil juga ikut merasa terkejut dan takjub melihat berapa besar dan megahnya Benteng Petahanan Kota Yinzhou.
Sementara itu para prajurit pasukan yang menjaga di atas benteng pertahanan terkejut ketika melihat ada segerombolan pasukan berkisar 15-20 ribu orang yang datang ke arah mereka.
Dengan penuh persiapan pasukan yang menjaga kota Yinzhou pun segera bersiap untuk bertahan.
"Semuannya musuh datang!, bersiap untuk bertempur!, siapkan Panah Pembunuh Raksasa!" kata seorang kepala pasukan memberi komando kepada pasukannya.
Mendengar perintah tersebut, para prajurit pun langsung bersiap untuk bertempur, dan tampak panah mekanik raksasa yang siap menembak ke arah Evan dan rombongannya yang sedang melaju ke arah Pintu Gerbang kota Yinzhou.
Namun setelah seseorang Prajurit melihat dengan lebih teliti, dia pun seketika terkejut ketika melihat yang datang adalah Jenderal Besar mereka.
"Itu adalah Jenderal Li, Jenderal Li dan Komandan Tang!" kata prajurit tersebut berteriak dengan keras kepada para prajurit yang lainnya.
Mendengar itu, seluruh pasukan pun seketika terkejut dan senang bahwa ternyata yang datang bukanlah musuh tetapi Jenderal Besar mereka yang kembali pulang.
"Seluruhnya turunkan senjata kalian!, buka pintu gerbang dan bersiap untuk menyambut kepulangan Jenderal Besar Li dan Komandan Tang!" kata kepala pasukan kepada seluruh pasukannya.
Dengan segera para prajurit pun langsung membuka pintu gerbang kota bahkan disaat Evan dan rombongannya masih cukup jauh.
Kemudian Evan dan rombongannya pun masuk kedalam kota melalui pintu gerbang yang terbuka lebar untuk mereka.
Ketika melihat Evan, seluruh pasukan pun langsung berlutut dan memberi hormat kepada Evan.
"Memberi Hormat dan selamat atas kepulangan Jenderal Li dan Komandan Tang yang pulang dengan selamat!" kata Kepala Pasukan sambil berlutut dan memberi hormat kepada Evan dan Tang Chen.
__ADS_1
Kemudian para Prajurit yang lainnya pun ikut mengucapkan kata-kata yang sama seperti Kepala Pasukan kepada Evan dan Tang Chen.
Melihat hal itu sontak Ruyin Li dan Pasukan Harimau Api pun sontak terkejut melihat bahwa Evan sangatlah dihormati dan disegani oleh para prajuritnya.
Kabar kepulangan Evan dan Tang Chen yang membawa banyak anak-anak kecil dan Pasukan yang bernama Harimau Putih, juga seorang wanita berpakaian putih yang sangat cantik menyebar dengan sangat cepat ke seluruh wilayah Nanzhou.
Tampak Ran Ran dan Nan Ruyu mendatangi dan menghampiri Ririn yang sedang menemani Cao Cao berlatih memanah dihalaman Kediaman Jenderal.
"Ririn!" panggil Ran Ran dan Nan Ruyu menghampiri Ririn.
Mendengar ada yang memanggil namanya, Ririn pun menoleh melihat ke arah Ran Ran dan Nan Ruyu yang datang menghampirinya.
"Ririn, Evan sudah pulang dan sekarang dia sedang menuju kesini!" kata Ran Ran menyampaikan kepada Evan.
Mendengar kabar kepulangan Evan, seketika Ririn pun langsung senang dan menunjuan raut wajah tersenyum.
"Tetapi katanya Evan pulang tidak hanya bersama Tang Chen saja, tapi Evan juga membawa pulang seorang wanita cantik disisinya, dan kelihatannya wanita itu juga sangat manja kepada Evan!" kata Ran Ran merasa kurang senang.
"Hmmm..., apakah Evan membawa pulang seorang kekasih lagi?, apakah kita berempat belum cukup untuknya?" kata Nan Ruyu yang juga merasa kurang senang.
Setelah mendengar bahwa Evan pulang membawa seorang wanita cantik disisinya, Ririn pun seketika menghilangkan senyumnya.
Sementara itu diwaktu yang sama, seluruh teman-teman Evan yang sedang berada dibarak prajurit langsung heboh ketika mendengar Evan dan Tang Chen telah kembali pulang ke Nanzhou.
"Akhirnya Evan dan Tang Chen kembali pulang, sudah hampir dua bulan aku tidak bertemu dengan mereka berdua sejak terakhir kali di kota Hao!" kata Luo Bai tersenyum senang.
"Hwahahaha!.., akhirnya dua orang itu pulang juga, aku sangat merindukan mereka berdua!" kata Ray merasa sangat senang dan gembira.
"Horee!!, akhirnya Kakak Besar sudah kembali pulang!, aku sangat kebosanan tanpa ada Kakak Besar, aku sangat tidak sabar bertemu dengannya!" kata Sea Lin yang juga merasa sangat senang dan gembira.
"Evan sialan ini akhirnya pulang juga, dia sudah meminta kita untuk menjaga Nanzhou selama hampir dua bulan tanpa beristirahat!, aku ingin langsung kembali saja ketubuhnya!" kata Elemen Api melalui telelati kepada Elemen Air dan Elemen Daun.
Setelah selesai berbicara Elemen Api pun langsung menghilang kembali ketubuh Evan dan hanya menyisakan gumpalan asap putih.
"Daun, apakah kamu juga ingin ikut kembali ketubuh Evan?" tanya Elemen Air melalui telepati.
"Tentu saja, Evan sendiri sudah kembali pulang, jadi untuk apa kita tetap disini?, lebih baik kembali kedalam Tubuh Evan untuk memulihkan kembali energi!" ujar Elemen Daun menjawan Elemen Air dan kemudian langsung menghilang.
__ADS_1
Melihat kedua temannya yaitu Elemen Api dan Elemen Daun sudah menghilang dan kembali ketubuh Evan, Elemen Air pun akhirnya juga ikut menghilang menyusul Elemen Api dan Elemen Daun kembali ketubuh Evan.
Sementara itu diwaktu yang sama digedung administrasi tempat Qin Shan berada.
"BRAAKK!!" Qin Yun datang membuka pintu dengan sangat bersemangat sampai membuat Qin Shan terkejut hingga dokumen yang sedang dikerjakan oleh Qin Shan pun tercoret oleh tinta.
"Qin Yun, tidak bisakah kamu lebih pelan sedikit membuka pintunya?, aku sudah mengganti pintu itu sebanyak tiga kali karena kamu yang selalu membantingnya!" kata Qin Shan mengomeli adik perempuannya Qin Yun.
"Huh!, Kakak selalu saja mengomel!, aku ada kabar sangat bagus yang ingin aku beritahukan kepada Kakak!" kata Qin Yun yang tampak sangat bersemangat.
"Kabar Bagus apa?, kamu jangan membohongiku karena hanya ingin nengelak karena telah membanting pintu!" kata Qin Shan yang kurang mempercayai Qin Yun.
"Evan dan Tang Chen sudah kembali pulang!" kata Qin Yun menjawab Qin Sham dengan bersemangat.
"Evan dan Tang Chen sudah pulang?!" tanya Qin Shan dengan bersemangat dan langsung bangkit berdiri dari tempat duduknya.
Melihat Kakaknya yang betanya dengan sangat bersemangat, Qin Yun pun menganggukan kepalanya dengan cepat.
"Kalau begitu ayo sekarang kita betemu dengan mereka!" ajak Qin Shan yang langsung berjalan keluar dari ruang tempat kerjanya.
Sementara itu didepan pintu Kediaman Jenderal, Tampak Reya yang sedang bersandar ditembok disamping pintu sambil menunggu Evan pulang.
"Evan, akhirnya kamu pulang juga, sudah dua bulan aku tidak bertemu denganmu, tidak tahu bagaimana kamu sekarang?" batin Reya menunggu kepulangan Evan.
"Dan kenapa kamu pulang malah membawa seorang wanita?, jika itu benar adalah kekasih barumu maka biar aku lihat siapa dia!" batin Reya yang tampak kurang senang.
Sementara itu dikota Yinzhou lebih tepat di Akademi Perguruan Matahari Merah, tampak Mentor Chu Xian yang tidak bisa pergi kemana-mana karena harus mengawasi dan menjaga para murid sekte.
"Aaaaaa!!!, Kenapa Hari Ini Aku Harus Sendirian Menjaga Akademi!!?, Aaaaaa!!!" teriak Mentor Chu Xian merasa sangat bosan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
__ADS_1
...****************...