
Kemudian Evan pun pergi meninggalkan Gedung Administrasi Pemerintahan dan kembali menuju Kediaman Jenderal di Kota Yanzhou.
Sore hari menjelang malam, Evan akhirnya telah sampai dikediaman Jenderal. Evan yang sedang terbang diudara kemudian mendarat ditengah halaman depan Kediaman Jenderal.
Evan menghilangkan Sayap Aura miliknya dan melihat-lihat sekelilingnya yang terlihat sangat sepi dan tidak ada siapapun kecuali para penjaga.
Sesaat setelah Evan mendarat, Evan melihat Cao Cao yang sedang berjalan bersama dengan Qiu Nia Lan. Kedua bocah tersebut berjalan sambil bergandengan tangan dan mengobrol dengan sangat riang dan senang.
"Sudah mau malam dua bocah ini kenapa masih berjalan-jalan diluar? mereka ingin kemana?" batin Evan merasa heran dan curiga.
Sementara itu disisi lain, tampak Cao Cao dan Qiu Nia Lan yang berjalan dan mengobrol.
"Nia Lan?" panggil Cao Cao dengan lembut sambil berjalan dan menggandengan tangan Qiu Nia Lan.
"Jika kamu sudah besar nanti, apa yang paling kamu inginkan?" lanjut Cao Cao mencoba bertanya pada Qiu Nia Lan.
"Jika aku sudah besar nanti dan menjadi kuat, aku ingin masuk ke dalam Pasukan Gagak Malam dan menjadi pengawal yang hebat seperti Kakak Su Fan Ny!" kata Qiu Nia Lan dengan sangat optimis dan teguh.
"Apakah kamu tidak ada keinginan yang lain selain menjadi Pengawal Inti Pasukan Gagak Malam? Apakah kamu tidak ingin menikah dengan orang yang kamu sukai?" tanya Cao Cao pada Qiu Nia Lan.
Sementara itu disisi lain, Evan merasa ada yang aneh saat mendengar pertanyaan Cao Cao pada Qiu Nia Lan.
"Kenapa pertanyaan Cao Cao seperti tersirat maksud lain didalamnya?" batin Evan dalam hatinya merasa aneh dan curiga.
"Sepertinya ada yang tidak beres dengan adik kecilku satu ini! Aku harus mencari tahu!" batin Evan dalam hatinya.
Kemudian Evan yang merasa curiga dan penasaran mencoba mendekati Cao Cao dan Qiu Nia Lan yang sedang mengobrol.
Evan bersembunyi dibalik pohon dan mencoba menguping pembicaraan Cao Cao dan Qiu Ni Lan.
Terlihat Cao Cao yang sedang menanti jawaban dari Qiu Nia Lan, sambil menggandeng tangan Qiu Nia Lan dengan erat.
__ADS_1
Kemudian Qiu Nia Lan melepas genggaman tangan Cao Cao dan berjalan kedepan.
"Tentu saja aku ingin menikah, saat aku menikah, aku ingin memakai gaun pengantin yang sangat cantik, seperti Kakak Ririn saat menikah dengan Kakak Evan!" jawab Qiu Nia Lan sambil menari dan membayangkan mengenakan gaun pengantin.
"Kalau boleh tahu, saat kamu menikah, kamu ingin menikah dengan siapa?" tanya Cao Cao merasa penasaran.
"Tentu sana dengan Kamu! aku suka sama kamu!" kata Qiu Nia Lan sembari tersenyum dengan sangta ceria.
Cao Cao seketika tertegun dan sangat senang mendengar jawaban Qiu Nia Lan. Jantung Cao Cao berdegub dengan sangat kencang dan perasaannya berbunga-bunga seperti sedang musim semi.
Sedangkan Evan yang sedang menguping merasa lucu dan ingin tertawa saat mendengar percakapan Cao Cao dan Qiu Nia Lan.
"Hahahaha..., dua bocah ini ternyata sedang kasmaran...." tawa Evan dalam hatinya sambil mengintip dan menguping Cao Cao dan Qiu Nia Lan yang sedang mengobrol.
Sementara itu, ternyata Qiu Nia Lan yang belum selesai bicara.
"Tapi...." kata Qiu Nia Lan yang seketika membuat Cao Cao dan Evan menantikan lanjutan kalimatnya.
"Tapi apa?...." tanya Cao Cao merasa penasaran dan sangat menantikan lanjutan kalimat yang ingin dikatakan oleh Qiu Nia Lan.
Mendengar perkataan Qiu Nia Lan, Cao Cao merasa sangat senang dan gembira, hingga tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan rasa senangnya tersebut.
Cao Cao yang tidak tahu bagaimana mengungkapkan perasaannya, kemudian langsung memeluk Qiu Nia Lan.
"Baiklah aku berjanji, dalam hidupku ini, aku hanya akan menyukaimu, menyayangimu, mencintaimu dan menikahimu seorang saja, aku berjanji!" kata Cao Cao sambil tersenyum meyakinkan Qiu Nia Lan.
"Baiklah Ingat, kalau sudah berjanji maka kamu tidak boleh mengingkarinya!" kata Qiu Nia Lan yang juga merasa senang sambil membalas pelukan Cao Cao.
Sementara itu disisi lain, tampak Evan tersenyum-senyum sendiri melihat tingkah adiknya Cao Cao dengan Qiu Nia Lan.
"Hahahaha...., dasar dua bocah tengil, siapa yang mengajari mereka menjadi seperti ini?" batin Evan dalam hatinya merasa lucu.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka kalau Cao Cao bahkan lebih pandai berkata-kata manis dari pada aku!" batin Evan dalam hatinya merasa salut pada mulut manis Cao Cao.
Evan yang tidak ingin kehilangan tontonan menghibur tersebut, terus menguping dan mengintip Cao Cao dan Qiu Nia Lan yang sedang bermesraan.
Evan menonton dan menuggu adegan selanjutnya yang dimainkan oleh Cao Cao dan Qiu Nia Lan.
Sementara itu, tampak Cao Cao dan Qiu Nia Lan yang masih saling memeluk satu sama lain. Hingga sesaat kemudian Cao Cao meminta hal yang lebih dari Qiu Nia Lan, yaitu hal yang tidak sepatutnya dilakukan oleh anak seumuran mereka.
"Nia Lan.., bolehkah aku menciummu?" pinta Cao Cao pada Qiu Nia Lan.
Melihat Cao Cao yang ingin mencium Qiu Nia Lan, seketika membuat Evan yang sedang bersembunyi terkejut.
"Bocah tengil ini sepertinya memang harus diberi pelajaran, biar tidak menjadi kurang ajar!" batin Evan merasa jengkel dan kesal pada Cao Cao.
"Tapi biar aku lihat dulu bagaimana reaksi Qiu Nia Lan, jika dia menolaknya maka bagus sekali dan aku akan memberinya hadiah, jika tidak terpaksa aku menghukum kalian berdua!" pikir Evan sambil menguping dan mengintip tindakan Cao Cao dan Qiu Nia Lan.
"Tidak Boleh!..." kata Qiu Nia Lan menolak sambil mendorong Cao Cao yang sedang memeluknya.
"Kamu jika sudah dibolehin peluk jangan minta yang lain! Kata Bibi Su, jika perempuan ingin dihargai harus bisa menjaga diri dan tidak boleh disentuh sama laki-laki lain, selain Ayah dan Suami. Cao Cao, kenapa kamu jadi laki-laki jahat?" ujar Qiu Nia Lan memarahi Cao Cao.
Cao Cao seketika langsung tertegun melihat Qiu Nia Lan yang marah padanya. Sedangkan Evan yang melihat adegan itu tersenyum dan merasa senang.
"Bagus Qiu Nia Lan, kamu kasih tahu dulu Bocah tengil satu itu! Marahi dia, dan beri dia pelajaran!" batin Evan dalam hatinya yang merasa puas dan mendukung Qiu Nia Lan untuk memarahi Cao Cao.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
__ADS_1
......................
......................