KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 143 : Selamat Tinggal Masa Lalu


__ADS_3

"Jadi...?" ucap Evan mengangkat menunjukan gelang Naga Emas Qinglong yang ada ditangannya, Ririn dengan cepat mengambilnya.


"Aku terima gelangnya!, aku sangat menyukainya, terima kasih!" ucap Ririn menggenggam dan memeluk gelang tersebut.


"Itu Gelang pusaka!, coba kamu teteskan darahmu ke gelangnya agar dia mengenali tuannya yang baru!" ujar Evan.


Kemudian Ririn meneteskan sedikit darahnya pada gelang tersebut, kemudian dari gelang tersebut keluarlah Naga Emas Qinglong kecil yang terbang kesana kemari.


"Jangan terkejut!, dia adalah Naga Emas Qinglong yang sudah aku jinakan, bukankah dia cukup lucu? dia bisa menemani kamu selagi jika aku pergi!." ucap Evan.


Tidak lama Kemudian Naga Emas Qinglong sudah sangat patuh pada Ririn dan bersikap manja padanya, karena terlihat begitu gesit Ririn memberikan nama Qinglong pada Naga Emas kecil tersebut.


"Hihihi kamu begitu gesit, aku akan panggil kamu QingLong!" ucap Ririn tersenyum melihat Naga Emas yang sangat suka bermain.


Melihat Ririn yang begitu senang Evan pun juga ikut turut senang.


"Ririn, aku masih ingin berlatih sebelum keberangkatan besok!" ucap Evan.


"Yah sudah kamu berlatihlah, aku juga akan bersiap-siap untuk berangkat besok!" ujar Ririn.


Beberapa saat kemudian diruang latihan Jenderal.


Evan duduk bersila dan mengeluarkan pil Jiwa Dewa tingkat tujuh yang sebelumnya ia dapatkan dari pertandingan di ibukota Negara Gu.


"Semoga pil ini bisa membayar kerugianku yang sebelumnya!" gumam Evan sambil melihat Pil.


Evan melempar pil tingkat tujuh tersebut masuk kedalam mulutnya, Evan menelan pil tersebut dan Evan mulai merasakan adanya sebuah energi Spiritual yang murni dan kuat masuk kedalam tubuhnya.


"SERAP!" guman Evan yang mulai menyerap pil tersebut.


Perlahan Energi yang masuk kedalam tubuh Evan menjadi semakin banyak dan menyiksa jiwa Evan, disaat kondisi terakhir Energi besar yang tadi menyiksa Evan kini perlahan berhadil menyatu ke lautan spiritual Evan.


Setelah berhasil Evan merasakan bahwa lautan spiritual miliknya menjadi lebih luas dan kekuatan jiwa Evan pun menjadi lebih kokoh dan kuat dari sebelumnya.


"Mantap Evan, sekarang jiwamu sudah berada ditingkat dua, sekarang kau hanya perlu mensetabilkannya saja agar kekuatan Roh milikmu menjadi lebih kuat dan kokoh!" kata Petir.


Beberapa jam kemudian, Evan sudah berhasil menyerap dan memurnikan Pil Jiwa Dewa tersebut dengan sempurna dan meyetabilkan energi spiritual miliknya, kini jiwa Evan jauh lebih kuat dan kokoh dari sebelumnya.


"Bagus, Jiwamu kini sudah lebih kuat dari sebelumnya!, sekarang kau harus mengejar level yang hilang sebelumnya!" ujar Petir.


"Yah, jika hanya dengan kekuatanku yang sekarang ini pasti akan sulit untuk aku bertahan di Nanzhou yang penuh kekacauan!" pikir Evan dengan serius.

__ADS_1


Evan mulai membentuk formasi Pengumpul Energi yang sebelumnya ia pernah pelajari, setelah selesai membuat formasi Evan mengeluarkan satu botol Pil pengumpul Aura dan Evan langsung menelan semuannya hingga habis, Evan pun mulai berlatih lagi untuk segera menembus level.


Keesokan paginya Evan keluar dari ruang pelatihan jenderal. Evan meregangkan otot-otot tubuhnya.


"Akhirnya aku naik ke level tujuh!" ucap Evan mengepal tangan kanannya.


Kemudian Sea Lin datang menghampiri Evan.


"Kakak Evan ternyata kata Kakak ipar, kau benar ada disini!" ucap Sea Lin menghampiri Evan.


"Oh kau mencariku, apa semua orang sudah bersiap-siap?" tanya Evan.


"Sudah, semuannya sudah selesai bersiap, kita sudah bisa berangkat pergi ke Nanzhou sekarang!" jawab Sea Lin.


"Bagus, Ayo bawa aku pergi ke rombongan, aku masih ada yang perlu aku sampaikan pada semua orang!" kata Evan.


Didepan gerbang kediaman jenderal, Evan menoleh melihat ke arah belakang, melihat kediaman jenderal kota salju merah darah.


Terlihat raut wajah Evan yang sebenarnya masih tidak rela untuk meninggalkan tempat itu.


"Jenderal Ryu, aku bersumpah pasti akan mengambil kembali kotamu cepat atau lambat, sekarang aku biarkan Kerajaan Xiao mengambilnya, tapi tidak untuk masa mendatang!" ucap Evan mengepal tangannya.


"Yah, ayo kita tidak boleh membuat mereka menunggu lama!"


......................


Didepan Gerbang dinding kota salju merah darah Semua orang melihat Evan yang datang, Evan dan teman-temannya berdiri didepan mereka semua.


"Hari ini kita semua akan pergi ke Provinsi Nanzhou yang penuh kekacauan dan peperangan, bagi kalian yang takut menderita dan mati kalian masih bisa untuk tidak ikut! aku akan beri kalian waktu untuk berpikir dan mengambil keputusan!, aku akan hitung sampai sepuluh, yang tidak ingin ikut boleh keluar dari Rombongan!" kata Evan didepan semua orang.


Evan pun mulai menghitung. "Satu..... Dua...... Tiga....." Evan menghitung sampai ke sepuluh tetapi tidak ada orang yang keluar dari rombongan.


"Jenderal Evan, kami semua siap untuk bertempur bertarung bersamamu sampai mati!, seperti yang jenderal katakan sebelumnya jika kami mundur maka tidak akan ada harapan lagi untuk kami!." ucap salah satu orang dari rombongan.


"Mati dan Hidup bersamamu adalah kebanggaan bagi kami, kami tidak ingin mengecewakan jenderal Ryu dan para Tetua yang sudah berkorban untuk kami!"


"Kini harus giliran kami yang harus membuat mereka bangga melihat kita dari alam sana!"


"Berjuang untuk menjadi pemenang!"


Evan tersenyum dan senang melihat bahwa mereka semua sudah siap mental untuk menderita dan berjuang bersamanya.

__ADS_1


"Bagus! aku sangat bangga pada kalian yang sangat berani bertekad dan bersemangat!, aku pasti akan membawa kalian menuju puncak kemenangan!" seru Evan bersemangat.


"Berjuang bersama-sama menjadi pemenang!" teriak Luo Bai mengikuti mengepal tangannya dengan sangat bersemangat.


"Berjuang Menjadi pemenang!, Hidup Jenderal Evan!!" teriak Sea Lin dan di ikuti oleh teman-teman yang lainnya.


Akhirnya mereka pun keluar dari kota salju merah darah berangkat menuju Nanzhou.


Reya menoleh ke arah kota salju merah darah dan meneteskan air matanya, Evan yang melihat itu datang menghampirinya.


"Maaf Reya sudah membuat kamu meninggalkan kampung halamanmu." ucap Evan, mengetahui kedatangan Evan Reya menghapus air matanya.


"Tidak apa-apa, Ayahku percaya padamu maka aku pun akan percaya padamu juga!, aku percaya dan yakin suatu hari nanti aku bisa kembali mengambil kembali kota salju merah darah!" ucap Reya.


"Terima kasih Reya, aku berjanji akan mengambil kembali kampung halamamu, Kerajaan Xiao harus membayar segalanya yang mereka ambil dari kita!" kata Evan.


"kita hanya pergi dari kota salju merah darah bukan meninggalkannya!" ujar Evan mengajak Reya.


"Ayah aku pasti akan kembali merebut kotamu!" batin Reya dan berbalik.


Kemudian mereka pun pergi meninggalkan kota Salju Merah Darah tanpa menoleh kebelakang lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


*BERJUANG BERSAMA MEMBUAT PEKERJAAN MENJADI LEBIH MUDAH


SUSAH SENANG BERSAMA-SAMA ITULAH GUNANYA TEMAN


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...


...****************...


......................


......................


......................


......................

__ADS_1


__ADS_2