
Tak jauh di depan Evan tampak seekor Monster Laba-laba dengan delapan mata yang berwarna merah menyala.
Monster Laba-laba berukuran sangat besar hingga membuat Evan dapat dengan mudah mendeteksi keberadaannya.
Evan bersiap untuk melancarkan serangannya ke arah Monster Laba-laba tersebut. Namun disaat Evan sudah akan melemparkan Tombak Peraknya, tiba-tiba Monster Laba-laba menghembuskan gas beracun dari dalam mulutnya.
Fokus Evan seketika menjadi buyar, kepalanya terasa pusing dan pandangannya pun menjadi kabur.
"Sial, gas ini beracun!" Evan langsung menahan nafas dan segera menutup hidungnya.
Sementara itu disisi lain dan diwaktu yang sama. Satu per satu Para Prajurit Pasukan Gagak Malam ambruk dan jatuh pingsan, tidak terkecuali Qiu Shen.
Kini hanya tinggal Evan yang tersisa. Dengan seluruh kekuatannya Evan mencoba untuk tetap bertahan dan berusaha untuk tidak jatuh pingsan.
Evan berusaha untuk tetap berdiri tegak walau tenaga dan kesadarannya mulai menghilang secara perlahan.
Merasa kalau menahan nafas dan menutup hidung hanya usaha dan perjuangan yang sia-sia, kemudian Evan langsung menggigit tangannya untuk mempertahankan kesadarannya.
Evan menggenggam erat Tombak Peraknya dan bersiap untuk melemparkannya ke arah Monster Laba-laba.
"Hiyaaa!!...." dengan seluruh tenaganya Evan berhasil melemparkan Tombak Peraknya, namun sayangnya hanya mengenai salah satu kaki Monster Laba-laba.
Setelah berhasil melemparkan Tombak Peraknya, Evan yang sudah tidak dapat mempertahankan kesadarannya, kemudian langsung jatuh pingsan dan ambruk ke tanah.
********
Keesokan harinya di dalam sebuah Gua, tampak Evan yang perlahan sadar dari pingsannya.
Sedikit demi sedikit Evan membuka matanya. Evan yang masih dalam kondisi setengah sadar mencoba untuk menggerakkan tubuhnya namun tidak bisa.
Setelah Evan sadar sepenuhnya, Evan baru menyadari kalau tubuhnya kini terikat oleh banyaknya jaring laba-laba.
"Sial, tubuhku masih lemah. Efek gas beracun sebelumnya masih belum hilang," Evan bergumam lemah.
__ADS_1
"Aku masih belum bisa pergi dari tempat ini sekarang. Tidak tahu, bagaimana keadaan Qiu Shen dan yang lainnya. Mereka semua tidak ada yang berada disini, apakah mereka dibawa ke tempat lain oleh Monster Laba-laba itu?" pikir Evan.
Evan yang masih belum pulih dari efek gas beracun terus berusaha untuk melepaskan diri dari ikatan jaring laba-laba. Namun karena tubuhnya yang masih sangat lemah dan tidak memiliki tenaga, maka semua usaha Evan sama sekali tidak ada gunanya.
Hingga disaat Evan masih berusaha untuk melepaskan diri, tiba-tiba Monster Laba-laba kembali ke Gua, ke Sarangnya.
Namun Monster Laba-laba tidak kembali seorang diri. Tampak seorang Pria berjubah hitam berjalan disamping Monster Laba-laba tersebut.
Melihat sang Pemilik Gua telah kembali, Evan segera menutup matanya kembali dan berpura-pura pingsan.
Langkah kaki Monster Laba-laba dan Pria Berjubah terdengar semakin mendekat, hingga setelah keduanya berada tepat didepan Evan mereka pun berhenti.
"Jangan berpura-pura pingsan lagi, aku tahu kamu sudah bangun." kata Pria berjubah hitam. Dia tahu kalau sebenarnya Evan telah bangun dan sadar dari pingsannya.
Evan yang sudah ketahuan berpura-pura pingsan, kemudian segera membuka kedua matanya.
Evan sungguh terkejut, saat melihat kalau sosok Pria Berjubah dihadapannya ternyata adalah seorang Pria Tampan dari Ras Siluman.
Matanya Biru, rambutnya yang sepundak juga berwarna biru, kulitnya putih bersih, sungguh seorang Pria Tampan yang sangat menawan. Evan yakin, bahwa Pria Siluman yang ada di hadapannya itu bukanlah orang jahat.
"Wajah Pria ini mengapa sangat mirip dengan si Wanita Tua itu?" batin Evan merasa terkejut dan terheran-heran setelah membandingkan wajah keduanya.
"Hei, mengapa kamu melihat wajahku dengan ekspresi terkejut seperti itu? Apakah ada sesuatu di wajahku?" tegur Pria berjubah merasa heran dengan Evan yang terus menatapnya dengan ekspresi terkejut.
"Tidak ada sesuatu di wajahmu. Tetapi aku ingin tahu, siapa kamu sebenarnya? Mengapa kamu menangkap ku?" Evan membuang rasa terkejutnya dan mulai bertanya.
Mendengar pertanyaan pertama Evan, Pria berjubah merasa sedih. Dia menghela nafas dan menundukkan wajahnya.
"Untuk pertanyaan pertamamu aku tidak bisa menjawabnya, karena aku sendiri bahkan tidak tahu siapa namaku sebenarnya. Tetapi selama enam ratus tahun semua orang biasa memanggil dan menyebutku sebagai Master Racun. Jadi kamu juga bisa memanggilku Master Racun, seperti mereka." Pria Berjubah tersenyum kepada Evan.
Namun entah mengapa, Evan merasa senyuman Pria Siluman di hadapannya itu seperti sedang menyembunyikan suatu kesedihan.
"Baiklah aku akan memanggilmu Master Racun. Tetapi bagaimana dengan pertanyaan kedua ku? Apakah kamu tidak ingin menjelaskan padaku, mengapa kamu menangkap ku dan membawaku kesini?" tanya Evan lagi.
__ADS_1
"Hahaha, jika mengenai itu aku sungguh tidak tahu apa-apa. Sebenarnya aku juga sangat terkejut, ketika Lolong tiba-tiba keluar dari Gua tadi malam. Aku kira Dia hanya sedang lapar dan mencari makanan saja, tetapi saat Dia kembali, ternyata Dia membawa kamu yang sedang pingsan kesini" Pria Siluman memberitahu Evan dengan jujur.
"Lolong?"
"Yah, Lolong. Dia adalah Monster Laba-laba yang tadi malam menangkap mu. Lolong tidak hanya Monster Spiritual milikku, tetapi Dia juga adalah sahabat yang menemaniku selama enam ratus tahun ini." Pria Siluman dengan senang hati memperkenalkan sahabatnya.
Namun disaat Evan ingin melihat Lolong, Lolong tampak ketakutan dan langsung bersembunyi di balik badan Pria Siluman, walaupun hanya kepalanya saja yang dapat disembunyikan.
"Eehh?...., apakah Dia takut padaku?" Evan sungguh merasa heran.
"Yah, Lolong memang sangat penakut. Makanya aku merasa sangat terkejut saat Dia tiba-tiba keluar dari Gua tadi malam. Biasanya Dia hanya bersembunyi di dalam Gua setiap hari. Dan untuk makanannya, akulah yang mencari makanan untuknya" kata Pria Siluman memberitahu Evan sambil mengusap kepala Lolong.
Mendengar perkataan Pria Siluman, Evan sungguh sangat tidak menyangka, kalau ternyata Monster yang menangkap dirinya adalah Monster yang sangat penakut.
Namun Evan masih merasa heran dan penasaran, mengapa Monster yang sangat penakut seperti Lolong dapat memberanikan diri untuk menangkap dan membawanya ke tempat ini, pasti ada alasannya. Pikiran Evan penuh tanda tanya.
"Master Racun, Aku ingin tanya sesuatu padamu. Tetapi sebelum itu, bisakah kamu melepaskan aku dari ikatan jaring laba-laba ini? Kekuatanku masih belum pulih," pinta Evan meminta untuk dilepaskan.
"Ah Iyah, aku sampai lupa!"
Kemudian Pria Siluman mengeluarkan sebuah pisau dan memotong semua jaring laba-laba yang mengikat Evan.
Namun setelah semua jaring laba-laba terputus, Evan yang masih belum memiliki tenaga untuk berdiri langsung jatuh dan tersungkur ke tanah.
"BRUUKK!!"
"Uuggh..., Sial!" wajah Evan menempel ke tanah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
__ADS_1
...****************...