KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 358 : Membiasakan Diri Dengan Tangan Baru


__ADS_3

Setelah satu jam kemudian, akhirnya Wolf sudah mulai terbiasa dengan tangan boneka sebagai tangan barunya.


Wolf menggerakan jari-jari dan telapak tangan barunya, setelah itu menggerakan, mengayunkan bahkan memutarkan tangan barunya.


Tampak Wolf yang mulai terbiasa dan nyaman dengan tangan boneka sebagai tangan barunya.


Evan ikut merasa senang melihat Wolf sudah berhasil menyatukan jiwanya kedalam tangan boneka, dan sudah mulai terbiasa dengan tangan boneka sebagai tangan barunya.


Melihat bahwa tangan boneka berhasil dibuat dan berfungsi dengan baik, Evan sungguh merasa puas dengan hasil pekerjaan dan buatannya tersebut.


"Bagus sekali, sepertinya kamu sudah mulai terbiasa dengan tangan baru milikmu. Sekarang kamu cobalah untuk mengeluarkan satu gerakan atau jurus serangan dengan tangan baru milikmu!" kata Evan menyuruh Wolf untuk melakukan uji coba pada tangan baru miliknya.


"Baik Jenderal!" kata Wolf menuruti perkataan Evan dengan patuh.


Kemudian Evan dan Wolf pergi keluar dari ruangan penempahan dan pembuatan senjata. Pada saat Evan dan Wolf keluar dari pintu, tampak Dua Prajurit Penjaga yang masih dengan setianya tetap berjaga didepan pintu.


Melihat Evan dan Wolf sudah keluar dari ruangan penempaan dan pembuatan senjata, kedua Prajurit penjaga tersebut dengan cepat langsung berbalik badan menghadap ke arah Evan dan Wolf.


"Hormat kepada Jenderal dan Komandan!" kata kedua prajurit penjaga tersebut dengan sedikit lemah sambil memberi hormat kepada Evan dan Wolf.


Seketika Evan dan Wolf langsung tersenyum menahan tawa, ketika melihat bahwa, kedua mata kedua prajurit tersebut sudah berubah menjadi mata panda.


"Apakah kalian kurang tidur semalam?" ujar Evan bertanya kepada dua prajurit penjaga tersebut sambil tersenyum menahan tawa.


Mendengar pertanyaan Evan, kedua prajurit penjaga tersebut hanya diam dengan wajah lesu dan mata panda mereka.


"Kami bukan kurang tidur lagi, tapi kami bahkan tidak tidur Tuan Jenderal!" batin kedua prajurit penjaga tersebut dalam hatinya.


Melihat bahwa kedua prajurit penjaga tersebut, telah benar-benar bekerja keras dan berjaga semalam, Evan pun tersenyum senang dan menyuruh mereka untuk pulang.


"Baiklah, kalian berdua pasti sudah lelah karena berjaga semalaman. Sekarang kalian berdua sudah boleh pulang, kembalilah kerumah dan temuilah keluarga kalian masing-masing!" ujar Evan sembari tersenyum kepada dua prajurit penjaga tersenyum.


Mendengar itu, kemudian dengan wajah lesu dan mata panda, kedua prajurit tersebut pun langsung pergi meninggalkan Paviliun Chang An, dan kembali pulang ke rumah mereka masing-masing.


Setelah kedua prajurit penjaga tersebut pergi. Evan dan Wolf halaman Paviliun Chang An untuk melakukan uji coba pada tangan baru (boneka) milik Wolf.

__ADS_1


Setelah sampai dihalaman Paviliun Chang An yang cukup luas, tampak Evan dan Wolf yang sudah siap untuk bertarung.


Dengan Evan sebagai sasaran latihan dan uji coba, Wolf langsung maju menyerang dengan tombak yang ada di tangan barunya.


"TOMBAK SERIGALA SALJU!!" kata Wolf maju menyerang dengan jurus tombaknya yang mengeluarkan suatu aura berupa serigala berwarna putih kebiruan.


"TRAANGG!!" Evan dengan sangat mudahnya menahan serangan tombak dari Wolf dengan lengannya.


"Bagus!, serang sekali lagi!" seru Evan menyuruh Wolf agar menyerangnya lagi.


Mendengar itu, kemudian Wolf tanpa ragu langsung menyerang Evan lagi dengan tombak yang ada ditangan barunya.


Evan dan Wolf bertarung tanpa henti. Wolf terus menyerang Evan dengan gerakan dan jurus tombak yang dipegang dengan tangan barunya. Sedangkan disisi lain Evan terus menangkis dan menahan semua serangan Wolf dengan tubuhnya.


Wolf merasa sangat gembira dan senang dengan tangan baru yang diberikan oleh Evan kepadanya. Tidak hanya merupakan senjata tingkat langit kelas atas yang sangat berkualitas, tetapi juga bisa memperkuat semua serangan bertambah kuat menjadi tiga kali lipat.


"Hahaha.., sangat hebat. Tangan boneka ini memang pantas dikatakan sebagai senjata tingkat langit kelas atas. Tangan baru ini membuat semua seranganku bertambah kuat sebanyak tiga kali lipat. Tangan ini sangat luar biasa!" kata Wolf merasa sangat senang dan gembira sambil terus menyerang Evan dengan jurus dan gerakan tombaknya terbaiknya.


Melihat Wolf yang merasa senang dan puas dengan tangan barunya, serta juga mulai terbiasa dengan tangan barunya. Evan yang melihatnya juga ikut merasa senang dan gembira.


"Bagus kalau begitu, aku ikut merasa senang. Terus serang aku sampai kamu benar-benar terbiasa dengan teknik baru milikmu!" kata Evan sambil terus menangkis dan menahan semua serangan tombak dari Wolf.


Wolf terus menyerang Evan tanpa henti. mereka terus bertarung, hingga akhirnya angin sejuk pagi sudah mulai terasa berhembus ditubuh mereka.


Suara ayam berkokok dan kebisingan orang-orang mulai terdengar ramai.


Melihat bahwa Wolf sudah benar-benar terbiasa dengan tangan barunya, Evan dan Wolf pun menghentikan pertarungan mereka.


"Cukup!" kata Evan yang seketika langsung menghentikan pertarungan mereka.


"Sepertinya kamu sudah terbiasa dengan tangan baru milikmu. Matahari sepertinya akan segera terbit, sudah waktunya kita menghentikan pertarungannya." kata Evan kepada Wolf.


"Terima kasih Tuan Jenderal. Berkat Tuan Jenderal, sekarang aku sudah bisa merasakan kembali rasanya memiliki dua tangan yang utuh. Dan ini juga bukan tangan boneka biasa, tetapi juga merupakan senjata tingkat langit yang sangat hebat. Aku sangat berterima kasih padamu Jenderal, aku berhutan budi padamu!" kata Wolf merasa sangat berterima kasih dan berhutan budi kepada Evan.


"Sudahlah, kamu juga merupakan teman dekatku. Tidak hanya teman dekat, tetapi kamu juga adalah salah satu Komandan dalam pasukanku. Membantu mengembalikan kekuatan kamu, dan membuat kamu menjadi semakin kuat sudah menjadi kewajibanku sebagai pemimpin!." kata Evan merasa dengan senang hati dan tulus membantu Wolf.

__ADS_1


Walaupun Evan sudah berkata seperti itu, tetapi Wolf yang merasa telah berhutan budi benar-benar sangat ingin membalas bantuan yang diberikan oleh Evan kepadanya selama ini.


Kemudian Wolf tiba-tiba langsung berlutut sambil memberi hormat kepada Evan.


"Tuan Jenderal, aku sungguh tidak bisa menerima semua kebaikan yang Tuan Jenderal berikan padaku begitu saja. Tuan Jenderal telah banyak sekali memberikan aku bantuan dan pertolongan sejak saat pertama kali kita bertemu, aku benar-benar merasa sangat berhutang budi pada Tuan Jenderal. Jadi kali ini aku mohon, tolong biarkan aku membalas kebaikan Tuan Jenderal!" kata Wolf sambil berlutut dan memberi hormat kepada Evan.


Melihat Wolf yang bersih keras ingin membalas semua hutang budi dan kebaikan yang telah diberikan padanya, Evan pun tidak bisa berbuat apa-apa. Evan menghela nafas dan tersenyum kepada Wolf.


"Haahh..., jika kamu memang merasa berhutang budi padaku dan ingin membalasnya. Maka aku ingin dalam medan perang nanti, kamu harus membunuh lima ribu prajurit musuh dengan tangan dan tombak kamu sendiri!" kata Evan memberi perintah kepada Wolf sebagai permintaannya.


Mendengar perintah dan permintaan Evan, sontak Wolf langsung merasa tertegun dan diam tidak mengatakan apa-apa.


"Kenapa komandan?, apakah kamu tidak sanggup dengan perintah yang aku berikan?" ujar Evan sambil tersenyum kepada Wolf.


"Saya siap Jenderal!, saya pasti akan membunuh lima ribu prajurit musuh dan menuntaskan perintah yang Tuan Jenderal berikan!" kata Wolf dengan suara lantang dan tegas serta penuh percaya diri menerima perintah dari Evan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


**BERISTIRAHATLAH JIKA KAMU MERASA LELAH, JANGAN MENGELUH!.


DAN LANJUTKANLAH, JIKA LELAH KAMU SUDAH MENGHILANG.


TETAPI JANGANLAH KAMU BERHENTI DAN MENYERAH, HANYA KARENA KAMU MERASA LELAH.


PERCAYALAH BAHWA RASA LELAH YANG SEKARANG KAMU RASAKAN, AKAN BERUBAH MENJADI SESUATU YANG INDAH DI MASA DEPAN.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...


...****************...


...****************...


...****************...

__ADS_1


......................


......................


__ADS_2